Portal Resmi Majelis Pendidikan Muhammadiyah Kota Surakarta
Arsip Berita
Berita Terbaru Unduhan Jadwal Sholat
Tampilkan postingan dengan label SDSR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SDSR. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Juni 2020

SOLO – Sekolah Dasar (SD) Rujukan Nasional Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Jawa Tengah, bertindak cepat membentuk Satuan Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19.

Hal itu diputuskan dalam rapat koordinasi pencegahan penyebaran Covid-19 yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, bahkan kian merajalela, Senin (15/6/2020).

Rapat digelar di aula sekolah sehat, dipimpin Kepala Sekolah Sri Sayekti dan dihadiri Wakil kepala bidang Kurikulum SW. Winarsi, Kesiswaan Imam Priyanto, Sarpras Jaka Prasetya, AIK Ahmad Syaifuddin, Tim IT, Bendahara dan Bum’s.
Satgas Percepatan Pencegahan Covid-19, diketuai Imam Priyanto, Wakil Ahmad Syaifuddin, Sekretaris SW. Winarsi, Indriyani, Bendahara Ria Susanti, Puji Rahayuningsih.

Teknis lapangan Hafid Sinung E, Baruno Nasution, Sarpras Jaka Prasetya Winursito, Sosialisasi Danardono Sri Pamungkas, Lilik Haryono, juru bicara Wakil Kepala bidang Humas, Jatmiko, Tim kesehatan Nurtiningsih, Kantin Iin Tri Mayasari dan Eny Khusnul Hotimah.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Sekolah Sri Sayekti menjelaskan, untuk pencegahan penyebaran Covid-19, pusat komandonya adalah Usaha Kesehatan Sekolah yang mengutamakan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat merupakan proritas utama dalam menetapkan kebijakan pembelajaran.
"Adanya satgas ini, memperkuat bagaimana tahun pelajaran 2020/2021 dan harus mengikuti aturan pemerintah serta persyarikatan, apabila belum zona hijau kita akan daring terlebih dahulu," ujarnya, ditemui di kantor lantai satu usai melepas 140 siswa kelas VI secara online, Senin (15/6/2020).

Selain Satgas kata dia, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center Kota Surakarta dan puskesmas Stabelan.

"Kita akan intensifkan pelatihan daring, pembuatan modul, membentuk tim Information Technology (IT), meningkatkan kualitas belajar dari rumah (BDR), menentukan teknologi, media sebagai bahan pembelajaran yang terarah dan terukur berbasis internet seperti Whatsapp, Google Classroom, Google Meeting, Webex, Zoom, Schoology dan Radio Pendidikan Solo Belajar," katanya.
Tim gugus tugas sekolah memastikan SOP sekolah, mengisi ceklist kesiapan, memastikan lembar monitoring, pengawasan protokol kesehatan, memastikan fasilitas sekolah dalam keadaan bersih dan sehat dengan disinfektan sesudah sesudah dan sebelum pembelajaran.

Ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan, toilet bersih, sarana cuci tangan air mengalir, akses layanan kesehatan, area wajib masker, punya thermogun (pengukur suhu tubuh tembak dan membuat kesepakatan bersama komite satuan pendidikan terkait.
“Apabila ditemukan warga sekolah dengan gejala influenza dan suhu badan 38°C ke atas, tim gugus tugas merekomendasikan untuk yang bersangkutan tidak mask sekolah dan dipulangkan, koordinasi MDMC dan layanan kesehatan yang ditunjuk,”Pungkas Juru bicara, Jatmiko.

Humas, Jatmiko.

Senin, 17 Februari 2020

SOLO – Siswi SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta  Rajwa Aisyah Mau’ida Izzati mendapat juara 1 Festival Adat Nusantara. Lomba diadakan di Palur Plasa Kabupaten Karanganyar mulai pukul 10.00 WIB, Sabtu (15/2/2020).

Gadis muslimah kelas 3 yang biasa dipanggil Aisha sangat mahir berlenggak lenggok di atas panggung.

Dengan keberanian dan rasa percaya diri dia mendapatkan juara ini. Aisha mendapat ucapan selamat dari warga sekolah melalui group Whatsapp. 
“al Hamdulillah, Selamat untuk ananda Aisyah dan selamat pak Agung terima kasi bimbingannya” ujar Kepala Sekolah Hj. Sri Sayekti.

Menurut Ki Agung Sudarwanto, MSn pegiat seni pedalangan dan pementasan wayang yang juga wali kelas 3D mengungkapkan budaya sekolah memiliki peranan yang sangat penting.

“Pentingnya budaya sekolah karena budaya sekolah merupakan identitas dan ciri khusus bagi pengambil kebijakan, sehingga mudah dikenali dan menjadi pembeda antara sekolah satu dengan sekolah lainnya,” ungkapnya.

Diharapkan dengan adanya keberhasilan ini, semoga Aisya dapat menjadi model dan contoh untuk membangkitkan semangat anak-anak lainnya agar terus mengukir prestasi dengan kemampuan yang dimilikinya.
Sesama anak bangsa bisa mengikuti berbagai ajang di luar sekolah baik bidang akademik maupun non akademik

Aisyah yang menyisihkan 40 peserta lainnya tetap merendah. Menurutnya keberhasilan seseorang meraih juara adalah berkat doa dan dukungan dari semua orang. Sebelumnya tanggal 9 Februari di Luwes Nusukan Solo berhasil menggondol juara 2 Imlek.

“Kesuksesan ini tak lepas dari doa orangtua saya, semangat dari Bapak Agung sebagai wali kelas, dan guru SD Muh1, perasaannya tentu sangat bangga karena sudah lama tidak lomba terus dapat juara 1 walaupun bukan dari latar belakang keluarga seniman tetapi keluarga suka seni,” katanya

Diusianya yang ke 85 tahun sekolah telah dinobatkan menjadi Sekolah Dasar Swasta Rujukan (SDSR) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Sekolah Inovatif Berbasis Teknologi Informasi rumah belajar Pustekkom dan Sekolah Unggul Jawa Tengah.

Humas, Jatmiko.

Sabtu, 04 Mei 2019

SOLO - Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1440 Hijriyah, Sekolah Dasar Swasta Rujukan (SDSR) SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta menggelar Pawai Akbar dengan puluhan sepeda hias, Parade Drumband, Mubkas (Musik bekas) dan gamelan.
Peserta pawai yang di dominasi siswa kelas 1 hinga 5A, B, C dan D ini terlihat antusias mengikuti pawai. Mereka membawa sejumlah poster dan umbul-umbul yang bertuliskan Selamat Datang Ramadhan.
Mereka berjalan kaki menempuh jarak 3 kilometer dimulai dari sekolah, perempatan masjid Sholihin, Monumen Pers, Kelurahan Timuran, Bank Lippo, Pasar Ngarsopura, dan Atria.
“Pagi ini kita menyelenggarakan Marhaban Ya Ramadhan 1440 H, Kami mengajak anak-anak bagaimana mengintepretasikan diri kita untuk menyambut Ramadhan, masing-masing anak-anak membawa kreativitas dan poster dengan penuh suka cita, gembira melaksanakan kewajiban seorang muslim tanpa paksaan, diikuti kurang lebih sebanyak 700 siswa,” ujar Kepala Sekolah, Sri Sayekti. (Jum’at, 3/5/2019).
Menurut dia, bulan puasa harus disambut dengan bahagia. “Kegiatan ini untuk menyambut datangnya Ramadan, aku kuat puasa, pahala puasa luar biasa, Ramadhan bulan berkah, ramadhan tiba, puasa yuk !! seperti yang tertulis dalam poster,” katanya. Dia berharap, dengan adanya kegiatan ini rasa bahagia dan semangat anak-anak pada pawai ini bisa menjadi energi positif pada saat mereka menjalankan ibadah puasa. 
Bersama pihak kepolisian berjalan tertib untuk mengatur arus lalu lintas. Para peserta dan penonton tumpah ruah membanjiri sepanjang jalan yang digunakan pawai.
”Al hamdulillah, berkat kerjasama yang apik antara panitia, pihak kepolisian mengirim 5 anggota dan warga sekolah, akhirnya seluruh rangkaian pawai akbar dapat terselesaikan dengan sukses, kegiatan ini juga ditujukan untuk mengingatkan masyarakat bahwa besok, Insya Allah Senin Legi, 6 Mei 2019 adalah hari pertama Ramadhan dan Anak-anak bisa berinteraksi langsung dengan warga untuk mengajak berpuasa,” terang Waka Humas Jatmiko.
Saat bulan puasa itu ramai orang menjual makanan.  Dzaki sangat bersemangat. Karena tahun ini merupakan tahun pertama dirinya ikut berpuasa.
“Aku sudah besar jadi harus puasa, tahun kemarin belum puasa karena masih kecil. Saya suka bulan puasa karena ramai, saya puasa setengah hari karena baru pertama kali,” kata siswa kelas 1C, Dzaki, Jum’at 3 Mei 2019.

Humas Jatmiko.

Jumat, 05 April 2019

SOLO,- Sebanyak 28 siswa kelas V,  dan 6 guru SD Nizamia Andalusia Jakarta mengunjungi Sekolah Dasar Swasta Rujukan (SDSR) SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta dalam rangka program Lead dan Learn, Kamis (4/4/2019).
Tujuan umum kami secara umum, adalah untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam mempelajari perbedaan budaya, memahami arti perbedaan, dan melihat kondisi pendidikan di daerah yang berbeda dengan Ibukota Jakarta.
Kepala SD Nizamia Andalusia Jakarta Aprianingsih berharap, siswa kami mendapatkan pengalaman untuk belajar bersama di kelas bersama siswa SD Muhammadiyah 1 paling tidak 1 jam pelajaran.
“Siswa kami telah dipersiapkan untuk berbagi pengalaman belajar bersama dengan siswa kelas 5 SD Muhammadiyah 1 melalui presentasi atau eksperimen IPA,” ujar Aprianingsih.
Kepala sekolah Sri Sayekti, mengungkapkan bahwa sekolah yang berdiri sejak tahun 1935 telah membuktikan eksistensinya sebagai sekolah yang mampu bertahan dan bersaing dengan sekolah-sekolah baru.  Bahkan tetap menjadi sekolah unggul dan favorit di Surakarta, meski umur sudah 84 tahun yang tidak lagi muda.
Dirinya juga merasa gembira dan berharap dengan kunjungan ini dapat memotifasi dirinya bersama warga sekolah untuk lebih giat dalam mengelola pendidikan di sekolah yang dipimpinnya.
“Sekolah ini merupakan salah satu sekolah cagar budaya, sebelah timur SD ini, Istana Pura Mangkunegaran. Kami merasa senang dan berbangga, mudah-mudahan berkenan dan bergembira, 5 hari sekolah, memiliki kegiatan 30 Ekstrakurikuler, salah satunya seni pedalangan dan karawitan, kita juga bisa mencontoh outing class “Isra Mi’raj”,” ungkap Yekti.
Memasuki aula, para tamu disambut dengan alunan merdu suara penyanyi cilik Nabila Alya yang sudah diposting di Youtube. Dengan gayanya yang centil, ia menghipnotis rombongan, dilanjutkan tularkan virus petik praktik baik melalui Vidio, seperti sekolah adiwiyata, sekolah sehat, kantin sehat, e-money, penguat pendidikan karakter, kelas inspirasi, budaya literasi, dan pembelajaran berkualitas serta radio streaming “Solo Belajar”.

”Kurikulumnya sama, seperti optimalisasi portal rumah belajar Pustekkom Kemendikbud RI,” seru rombongan Siswa SD Andalusia. Baru kemudian penyambutan resmi oleh sekolah. Pembawa acara Jatmiko yang menjabat Waka Humas. Begitulah sambutan hangat dari tuan rumah, di lanjutkan visitasi ke kelas VA, B, dan C. Semoga tali silaturahim antara sekolah berkemajuan tetap terjaga. Saling berbagi pengalaman, ilmu, hadiah dan kebahagiaan.“Tadi anak-anak kreatif, melatih percaya diri melalui presentasi dan demontrasi hasil karyanya, berbagi ilmu, promosi jakarta tentang sejarah, makanan dan alat transportasi ,” ujar Try Yuniarti guru kelas 5B SD Muh 1.
Turut membersamai tim pengembang kurikulum Andalusia Muhammad Misar menyampaikan bahwa pendidikan di SD-nya yang bernuansa Islami.
“Studi siswa dan guru, belajar dari keberhasilan Muhammadiyah, belajar bersosialisasi dengan teman-teman yang jauh, kalau negara ini mau maju, guru harus dinomorsatukan kesejahteraannya setara gaji DPR RI, kenapa? Imbas dari kesejahteraan, pertama fokus kerja, kedua semakin sejahtera, kerja makin ikhlas,”pungkasnya.

Humas Jatmiko.

Senin, 01 April 2019

SOLO,- Pagi itu suasana kelas 2A, B, C dan D Sekolah Dasar Swasta Rujukan (SDSR) versi Kemendikbud RI terlihat senyap. Wajah-wajah serius tampak menghiasi kelas.
Sebanyak 136 siswa fokus pada peralatan kertas karton, kertas manila, plastisin, lem kertas, cat air, gunting, pensil dan penggaris.

Mendadak kesenyapan kelas itu pecah membahana ketika salah satu siswa berceletuk, “Wah … bagus ya jadinya,” Itu suara Nadhira salah satu siswi kelas 2 D.
“Hebat, bagus kayak kebun binatang mini ya,” jawab temannnya. Kelas yang tadinya senyap berubah menjadi bising.
Begitulah suasana kelas SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta ketika pembelajaran Tematik untuk mengakhiri tema 7 “kebersamaan di tempat wisata”, Jum’at (29/3/2019).
Guru kelas Dwi Suparwanto, S.Pd mengatakan, Maket adalah tambahan atas rancangan arsitektur, sebagai cara untuk menyampaikan ide dan menggambar tata ruang.
Pembuatan maket ini dilakukan secara individu. Siswa diajak untuk berimajinasi membuat suatu tempat seperti kebun binatang. Dengan langkah-langkah mulai dari membuat dasar maket, membuat binatang, membuat pagar, membuat pohon, memasang binatang, pagar dan pohon pada dasar maket.
“Kegiatan ini merupakan praktik pembelajaran Tematik. Menekankan daya ketrampilan dan kreativitas siswa. Diorama merupakan sebuah miniatur tiga dimensi untuk menggambarkan suatu cerita atau pemandangan alam sekitar. Diorama yang dibuat kali ini kebun binatang. Jadi saat praktik muncul kerja sama, gotong royong dan suasana seru yang membuat siswa antusias untuk belajar karya tiga dimensi,” ujarnya.
Pembuatan diorama ini, sambung dia, cukup mudah dan sederhana. Langkah pertama, potonglah kertas karton, yang tebal dengan ukuran panjang dan lebar disesuaikan dengan kondisi, berilah warna sesuai dengan keinginan. 
Kedua, buatlah beberapa hewan dari kertas manila kemudian diberi warna, hewan juga bisa dibuat dari plastisin. Ketiga, buatlah pagar dari kertas atau koran bekas yang digulung, kemudian diikat, lalu rangkai kertas gulung tadi membentuk pagar dengan lem. Keempat, buatlah pohon dari kertas atau koran bekas yang digulung, kemudian dicat. Rangkai kertas gulung tadi membentuk pohon dengan daun dengan lem.
“Langkah selanjutnya, tempel dan susun bagian-bagian tersebut di atas seperti binatang, pagar, dan pohon pada tempat diorama yang telah disiapkan. Terakhir, jadilah diorama kebun binatang dan siap dipajang,” tutupnya.
Humas Jatmiko.

Sabtu, 23 Februari 2019

Solo,- Sebanyak 118 siswa dan 4 guru wali kelas SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta belajar langsung kepada Papa Ron’s Pizza Solo. Berangkat dengan menggunakan mobil antar jemput sekolah yang mengaspal pada hari Kamis, (21/2/2019) Pukul 07.45 WIB, dilepas langsung oleh Kepala Sekolah Sri Sayekti yang di dukung Langit cerah di bawah Kota Bengawan menambah semangat mereka. 
Panitia outing class kelas 3A, B, C dan D Danardono Sri Pamungkas mengemukakan, kegiatan belajar mengajar kelas III adalah pembelajaran tematik, Pendekatan pembelajaran PAIKEM yaitu pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Kunjungan tersebut juga untuk mengetahui secara langsung bagaimana membuat pizza.
“Menyenangkan berarti menarik dan ramah anak, juga bisa untuk mengembangkan, menumbuhkan hobi dan potensinya kelak saat mereka telah dewasa dan terjun di masyarakat,” ujarnya.
Materi kegiatan di antaranya Pkn, kewajiban dan hakku dalam memanfaatkan energi, Bahasa Indonesia, perubahan wujud benda dan perubahan energi dan Matematika tentang waktu.
 
Areta Mukti Rabbani, siswi kelas 3C, mengutarakan rasa senangnya mengikuti outing class. “Hari ini aku senang sekali bisa membuat pizza di Papa Ron’s. selain membuat pizza, aku juga belajar tentang pecahan, lama waktu, perubahan energi yang terjadi di mesin Oven, hak dan kewajiban memanfaatkan energi listrik. Di sini aku jadi tahu kalau pizza itu termasuk sumber energi bagi tubuhku. Tepatnya energi kimia yang membuat aku bisa beraktivitas,” ujarnya.
Sementara itu, dimintai komentarnya tentang praktik memasak siswa-siswi Sekolah Dasar Swasta Rujukan (SDSR), Agung Sudarwanto mewakili wali kelas 3B menjawab singkat, “Anak-anak gembira sekali, wulanging jagad atau belajar tentang lingkungan sekitar atau alam, menanamkan karakter bagi siswa pentingnya satu komando, tidak membuat acara sendiri atau neko-neko (aneh-aneh), taat perintah dengan senang hati,” pungkasya.
Humas Jatmiko.

Rabu, 20 Februari 2019

SOLO,- Sehebat-hebatnya seseorang pasti membutuhkan keselamatan dan alangkah baiknya mengetahui enam hal, hak dan kewajiban seorang muslim. “Ucapan salam,  yang diajarkan Rasulullah, memiliki arti "Semoga keselamatan, rahmat, dan berkah dianugerahkan Allah kepada kalian,” kata Ustaz Yusran, S.Ag saat mengisi pengajian keluarga besar guru karyawan Sekolah Dasar Swasta Rujukan (SDSR) SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta di Rumah ibu Siti Zakiyah Rakhmawati, S.Pd Perum Griya Winong Baru III RT 7 RW 27, Karanganyar, Ahad Pagi (17/2/2019).
Ada tiga permintaan yang langsung dialamatkan kepada Allah untuk setiap orang yang disapa, yaitu keselamatan, kasih sayang (rahmat), dan keberkahan Allah,” tambah  Ustaz dari Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar ini.
Allah SWT menegaskan dalam Alquran surat Ali Imran ayat 104: ”Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung,”
Mengutip surat Ali Imran ayat 104, dia menyebutkan, Amar ma'ruf nahi munkar, sebuah narasi dalam bahasa Arab yang maksudnya sebuah perintah untuk mengajak atau menganjurkan hal-hal yang baik dan mencegah hal-hal yang buruk bagi masyarakat.
“bisa dimulai dari diri sendiri, dan hal-hal yang kecil, seperti saling nasehat-menasehati. Istri adalah sang penasehat utama,” jelasnya.
Kemudian, kata dia menyebutkan beberapa hak dan kewajiban seorang muslim. Pertama, jika kamu bertemu dengannya maka ucapkanlah salam, Kedua, jika ia mengundangmu maka penuhilah undangannya, Ketiga, jika ia meminta nasihat kepadamu maka berilah ia nasihat, Keempat, jika ia bersin dan mengucapkan: ‘Alhamdulillah’ maka do’akanlah ia dengan Yarhamukallah (artinya = mudah-mudahan Allah memberikan rahmat kepadamu), Kelima, jika ia sakit maka jenguklah dan Keenam,  jika ia meninggal dunia maka iringilah jenazahnya.
“Tidak banyak bicara, maka hendaklah mu’azziyin, dan mu’azziyat dianjurakan untuk mensalatkan jenazahnya,” tandasnya.
Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, Jatmiko, mengatakan pengajian dibuka oleh waka al Islam dan Kemuhammadiyahan yaitu ustaz Ahmad Syaifuddin dengan membaca surat-surat pendek, sambutan tuan rumah dan Kepala Sekolah yang diwakili waka Kurikulum SW. Winarsi, S.Ag., S.Pd. Dilanjutkan dengan kajian, pengajian rutin digelar 2 bulan, diikuti sebanyak 150 jemaah terdiri suami istri anak guru, karyawan, dan masyarakat sekitar shohibul bait.
Menurutnya, Gerakan Jama’ah dan Dakwah Jama’ah (GJDJ) patut dibumikan di berbagai elemen, sehingga terbentuk jam’ah yang selalu dalam ayo berbuat dan bergerak dalam kebaikan.
"Menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat adil, makmur, berkemajuan, yang diridhoi Allah Swt.," kata Jatmiko.

Humas Jatmiko.

Senin, 11 Februari 2019

Solo,- Delapan siswa Sekolah Dasar Swasta Rujukan (SDSR) SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta memperoleh kesempatan menjadi duta adiwiyata “hidup lebih indah tanpa sampah plastik” yang secara simbolis telah dilantik oleh Kepala Sekolah dengan selempang yang terbuat dari kain, diberi identitas Duta Adiwiyata.

Kepala Sekolah Sri Sayekti dalam sambutannya menuturkan Sekolah Adiwiyata memiliki standart peduli akan kepedulian, pengetahuan, kemampuan, dan kreatifitas di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan yang muaranya sekolah yang peduli lingkungan yang sehat, bersih, hijau serta lingkungan lestari nan indah.

Beliau pun berharap dengan adanya 8 Duta Adiwiyata, maka akan menumbuhkan jiwa semangat.
"Mudah-mudahan menambah semangat dan diharapkan generasi muda terus dapat berdedikasi dalam meningkatkan karakter cinta terhadap lingkungan hidup,” katanya di sekolah pendidikan karakter berbasis TIK dan Budaya, Jumat Pagi, 8 Februari 2019.

Pengukuhan Duta Adiwiyata dilaksanakan pada upacara bersamaan dengan taman gizi dan olah raga bersama, dihadiri warga sekolah sebanyak 64 guru karyawan,  dan 811 siswa.
Sebanyak 8 Duta Wiyata tersebut merupakan hasil seleksi pilihan dewan Juri Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta Ir. Sri Wardhani Poerbowidjojo, M.T., Puskesmas Stabelan dan guru sekolah setempat pada Rabu,  30 Januari 2019.

Adapun duta tersebut adalah Fauzan Doni Prasetya kelas 3C, Berlian Cinta Hayu Rasendria kelas 3C, Aqsha Pancalaksita kelas 4D, Mazaya Raisha H kelas 4A, Dzimar Aji Nugroho Kelas 5D, Indra Al Farra Syifa kelas 5A, Rasya Fuad B kelas 6D dan Kelas 6B Ayla Najwa F.A.


Wakil kepala sekolah bidang Humas, Jatmiko, memberikan beberapa pertanyaan kepada siswanya usai kegiatan memungut sampah dan memantau tumbuhan yang ada di green house sekolah.
“Sampah apa yang paling banyak kalian temukan tadi?” tanya Jatmiko. “Sampah plastik, Ustaz,” jawab anak-anak serentak. “Apa yang terjadi jikalau kita membuang sampah sembarangan?” tanya Jatmiko kembali. “Bisa jadi banjir, mungkin kuman, bakteri dan penyakit,” jawab Ayla, siswa kelas VIB.

Duta Lingkungan Hidup yang terpilih dan dibina melalui pemahaman dan pengetahuan serta keterampilan dalam mengatasi masalah lingkungan hidup khususnya di lingkungan sekolah dan sekitarnya.

Diharapkan dapat menjadi pelopor perubahan perilaku dalam masyarakat umumnya dan siswa-siswi SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta pada khususnya yang lebih bersahabat pada lingkungan hidup.

Kegiatan ini, kata Imam, sapaan akrab Imam Priyanto Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan yang juga guru kelas 6 spesialis  Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), merupakan salah satu bentuk komitmen SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta adalah pembentukan kader melalui Pemilihan Duta Lingkungan Hidup. 

“Menumbuhkan sikap kepedulian terhadap lingkungan sekitar sejak dini sangat penting,” ujarnya.
Humas Jatmiko.

Selasa, 08 Januari 2019

SOLO,- Menggairahkan dan menyemangati warga sekolah akan pentingnya pengelolaan sampah Senin, (1/7/2019), Sekolah Dasar Swasta Rujukan (SDSR) SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta berbasis Pendidikan Karakter, TIK dan Budaya menerima satu unit tong komposter dan dua unit tong pemilah sampah dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas Jatmiko menerima bantuan tersebut dari Bany, SE. MM bidang penataan hukum dan peningkatan kapasitas lingkungan kasie peningkatan kapasitas lingkungan yang diserahkan langsung oleh Neni Juliati.

Jatmiko mengatakan, bantuan yang diterima akan diletakkan di sesuaikan tempat. ”al Hamdulillah, kami sangat senang, bahkan luar biasa senang karena sekolah ADIWIYATA KOTA tahun 2018, akan dipersiapkan dan diusulkan menjadi sekolah adiwiyata tingkat provinsi tahun 2019, Komposter merupakan salah satu alat pengolah sederhana, menyulap sampah organik menjadi pupuk,” katanya.

Warga sekolah khususnya dan masyakarakat umum diharapkan menempatkan sampah pada tempatnya sekaligus memilah sampah organik dan anorganik di era industri 4.0.

“Kami terus mensyiarkan pentingnya peduli lingkungan yang sehat, bersih dengan cara pengelolaan sampah, anak-anak di sekolah dasar bisa menjadi agen perubahan yang baik untuk lingkungan sekolah dan di rumah masing-masing, ”pungkasnya.

Humas Jatmiko.

Senin, 07 Januari 2019

SOLO,- Sejak Jum’at (4/1/2019) pagi, lantai satu Ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Modern Sekolah Dasar Swasta Rujukan (SDSR) SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Solo, Jawa Tengah dipadati guru dan karyawan yang mengantre untuk diperiksa kesehatannya oleh petugas UKS Nurtiningsih, A.MK.

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta Sri Sayekti mengharapkan para tenaga guru dan kependidikan harus menjadi sumber keteladanan pada era revolusi industri 4.0 ini.

 "Kita mendukung guru-guru dan karyawan kita untuk terus kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, soliditas  mewujudkan generasi anak bangsa yang unggul, dilandasi akhlaqul karimah, bersih, sehat, hijau dan lestari, adanya perkembangan ilmu dan teknologi, peran guru berubah dari semula menjadi pemberi pengetahuan menjadi mentor, fasilitator, motivator, inspirator, serta pengembang imajinasi, kreativitas, nilai-nilai karakter, team work, dan empati sosial, karena value itulah yang tidak bisa diajarkan oleh mesin,” ujarnya." kata Sri.

Muara dari peran ini, semoga kelak guru mampu menyiapkan anak didik memiliki kecakapan abad 21, yakni 4C: Critical Thinking (berpikir kritis dan analitis), Creative and Innovative (kreatif dan inovatif), Communicative (komunikatif), dan Collaborative (kolaboratif).

Dia mengatakan, urgensi penguatan pendidikan karakter kesehatan ini semakin mendesak seiring dengan tantangan berat yang kita hadapi di masa-masa yang akan datang.

10 skill yang perlukan untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0, yaitu kemampuan penyelesaian masalah kompleks, kemampuan berpikir kritis, kreatifitas, People management, Kemampuan untuk kerjasama, kecerdasan emosional, kemampuan untuk menarik kesimpulan, keinginan untuk membantu dan melayani orang lain sebaik mungkin, Kemampuan berbicara, bernegosiasi, dan meyakinkan orang, dan Cognitive flexibility

Dalam pemeriksaan pagi tadi, sebanyak 65 guru karyawan mengukur berat badan, tinggi badan, dan tensi bergiliran menyesuaikan jam kosong.

Mereka kemudian diambil darahnya untuk dicek kadar gula darah, kolestrol, dan asam urat. Mereka juga ditanya apakah merokok, makan buah dan sayur, serta berolahraga rutin.

Sementara itu, salah satu guru Agung Sudarwanto mengatakan berat badan seseorang bukan sebagai ukuran tingkat gula darah, kolestrol, asam urat seseorang. Hasil pemeriksaan tadi dihasilkan gula 89, asam urat 4.7, dan kolestrol 196.

"Yang lebih utama pola makan, olah raga cukup dan tetap jaga hati dan pikiran, Insya Allah kesehatan selalu mengiringi aktifitas kita, tetap bersyukur apa yang telah kita terima, dan selalu introsfeksi diri –Kapan Tumindak Becik-," kata Agung.

Humas Jatmiko.

Sabtu, 05 Januari 2019

SOLO,- Ratusan siswa Sekolah Dasar Swasta Rujukan (SDSR) SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo, Jawa Tengah mengisi kegiatan setiap hari jum’at pagi selain taman gizi, olah raga bersama, petik praktik baik berinfaq juga ada peduli lingkungan dengan menyetorkan sampah di bank sampah yang ada di sekolah serta ikut membantu mengurangi dampak pemakaian bahan yang sulit terurai seperti plastik, bekas gelas minuman.

Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, Jatmiko mengatakan sekolahnya rutin melaksanakan kegiatan peduli agama, manusia, lingkungan dan sistem yang terarah dan terukur secara berkesinambungan.

"Fokus utama dari program ini mendukung sekolah Adiwiyata atas Binaan Dinas Lingkungan Hidup Kota Solo sejak tahun 2018 sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan hidup, Hasil dari kegiatan salah satunya adalah mengajak bijak mengelola sampah juga membuat tiap kelas memiliki kas yang bisa dicairkan dua bulan sekali, jumlah siswa kita sebanyak 810 dan didukung guru karyawan sejumlah 64 serta menggalakkan gerakan tak membuang sampah sembarangan," kata Jatmiko, Jum’at (4/1/2019).
 
Ketua Pelaksana Harian, Winursito  memotivasi para peserta didik agar mau menjaga kebersihan lingkungan. "Sampah apabila dikelola secara baik dan optimal akan mempunyai nilai ekomomis, setiap jum’at terkumpul sebanyak 150 kg, dan saat ini sudah mencapai 2.250 kg selama setahun, untuk pengurus sendiri ada 8 personil" ujarnya.

Dia berharap adanya bank sampah bisa dimanfaatkan para siswa untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. "Dengan bekas koran, bisa dimanfaatkan buat gunung-gunung, laut, pemandangan yang indah, botol-botol bisa untuk kegiatan hidroponik, halaman rumah sempit tak masalah, Sedangkan sampah-sampah organik bisa diolah jadi kompos, " katanya.

Salah satu siswa, Muhammad Haris kelas 2C, mengatakan kegiatan setor sampah tersebut amat bermanfaat untuk anak didik. "Senang sekali aku, sambil mengamalkan hadis riwayat Ahmad, kebersihan itu sebagian dari iman, semoga kegiatan ini bisa bermanfaat di kemudian hari," kata Haris.

Humas Jatmiko.

Jumat, 04 Januari 2019

SOLO – Ustaz Heru Sudiarso, S.Pd punya tips tujuh cara mengatasi sifat dengki dan iri hati mengawali hari kedua di tahun 2019 M. Hal itu dia kemukakan dalam Kuliah Tujuh Menit (Kultum), di Ruang Guru lantai II Sekolah Dasar Swasta Rujukan (SDSR) SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Surakarta, Jawa Tengah. (1/3/2019).

Menurut guru kelas VI yang sehari-hari mengajar dan mendidik spesialis Bahasa Indonesia, sungguh betapa buruk dan jeleknya sifat iri dan dengki. Karena kedua sifat ini memakan habis tak tersisa kebaikan dan amal perbuatan.

“Sifat dengki dan iri hati yang melekat pada diri kita, akan membawa kita ke dalam api neraka, al Hasadu ya’kulul hasanaati – kedengkian akan memakan kebaikan,” jelasnya.
 
Penyakit iri dengki, sangat merusak diri sendiri, orang lain, dan masyarakat. Karena penyakit hati ini mampu menjangkiti siapa pun. Bila dibiarkan dalam tempo yang lama, penyakit ini dapat menimbulkan sikap yang destruktif bagi pengembangan kepribadian. Bahaya iri hati dijelaskan Heru melalui firman Allah Swt., Qs. An Nisa ayat 32.

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu,” jelasnya.

Dalam kultum itu, Heru menekankan bagaimana cara mengatasi atau menghilangkan sifat dengki dan iri hati.

“Menerima ikhlas, mengucapkan selamat kepada yang mendapat kebaikan, mendengarkan kata hati, bersyukur dengan cara syukuri setiap nikmat Allah, berserah diri, sesungguhnya segala sesuatu yang ada di dunia adalah ujian dari-Nya, dan berdo’a, Imbuhnya. .

Wakil Kepala Sekolah bidang Humas Jatmiko menyampaikan kegiatan itu rutin dilaksanakan sebelum kegiatan belajar mengajar dan kultum ini mengawali hari kedua masuk di semester 2, membangun komitmen dan berkinerja tinggi.

“Yang bertugas menyampaikan kultum bergantian. Dalam satu tahun pelajaran, semua guru karyawan pasti kebagian jatah kultum di ruang guru yang telah di jadwal wakil kepala sekolah bidang AIK Ahmad Syaifuddin, S.Pd.I., dan diketahui kepala sekolah Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd.,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, tenaga pendidik dan kependidikan menyampaikan tema yang berbeda-beda.

 “Dengan begitu, audiens mendapatkan ilmu baru saat mendengar kultum. Dan tentunya kultum mengambil dalil yang sahih sekaligus mendalami Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah (HPTM),” paparnya.

Humas Jatmiko.

Selasa, 18 Desember 2018

SOLO,- SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta gelar pengimbasan workshop pelaksanaan kurikulum 2013, pengembangan sekolah, dan praktik baik manajemen sekolah kepada 13 sekolah negeri dan swasta di Kota Solo yang bertempat di Aula lantai satu, selama dua hari, Senin sampai Selasa, (17-18/12/2018).

Hal tersebut dikarenakan  SD Muh 1 sebagai Sekolah Dasar Swasta Rujukan (SDSR) versi Kemendikbud RI dengan motto Sekolah Pendidikan Karakter Berbasis TIK dan Budaya.

Kepala SD Muh 1 Sri Sayekti mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan informasi tentang Kurikulum 2013, Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), literasi sekolah, manajemen sekolah, literasi TIK  dan pembelajaran tematik di sekolah-sekolah imbas.

''Kami kemas kegiatan ini, model workshop dan diikuti oleh 30 orang peserta yang terdiri dari kepala sekolah, guru, dan mengundang narsum Dra. Rita Nurbaya, M.Pd Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Kota Surakarta serta diperkuat pengawas plus tim SD Muh 1'' ungkapnya, Senin (17/12/2018).
 
Tiga Belas sekolah tersebut, yaitu SDN Ketelan No. 12, SDN Bromantakan 56, SDN Kestalan, SDN Tumenggungan, SDN Yosodipura 104, SD Krsiten Triwindu, SDM 13 Makam Bergola, SDM 18 Sangkrah, SDM 5 Kadipiro, SDM 20 Sidorejo, SDM 21 Baluwarti, dan SD Muhammadiyah 1 Ketelan.

Salah satu nara sumber,  Pengawas SD Drs. Mulyanto, M.Pd mengatakan, berdasarkan laporan Programme for Internasional Student Assessment (PISA) tahun 2015 literasi siswa Indonesia peringkat 62 dari 70 negara. Hal ini menandakan rendahnya minat baca siswa Indonesia.

''Tingginya tingkat literasi menandakan siswa sudah mampu mengakses, memahami, dan menggunakan informasi secara cerdas sehingga kelak menjadi generasi terbaik penerus bangsa,'' katanya.

Salah seorang peserta Imam Priyanto, mengatakan bahwa dia sangat apresiatif terhadap kegiatan ini.

''Saya banyak mendapatkan informasi Kebijakan PPK dan GLN, Penerapan Literasi dalam Pembelajaran Jenjang SD di hari pertama, penguatan secara personal dan spesifik dalam pelaksanaannya memberikan solusi kontekstual dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaanya. Berharap pengimbasan ini terus berlanjut sampai semua sekolah bisa melaksanakan program petik praktik baik ini,'' katanya.

Sementara itu, di tambahkan wakil kepala sekolah bidang Humas Jatmiko, Sekolah Dasar Rujukan Berbasis Sekolah Swasta melalui surat nomor 1634/D2/TU/2018 tertanggal 12 September 2018 oleh Direktur Pembinaan Sekolah Dasar, Ditjen Dikdasmen, Kemendikbud, Sekolah Model Pembelajaran Inovatif Berbasis Teknologi Informasi dengan mengambil sumber dari rumah belajar Pustekkom. juga  menggunakan Kurikulum International dari Cambridge University untuk Pembelajaran bahasa Inggris.

"Kegiatan pembiasaan seperti membaca 15 menit sebelum pembelajaran, menata lingkungan kaya literasi sudah kami laksankan, sehingga guru harus mampu memahami karakter siswa satu sama lain dan seorang guru harus bisa mengolah komunikasi agar anak didiknya memiliki 4C, yaitu, critical thinking, communication skill, creativity and innovation, serta collaboration," ujar Jatmiko.

Humas Jatmiko.

Ketua

Dr. Mohamad Ali, S.Ag., M.Pd
NBM. 887.570

Menu

Jadwal Sholat

Surakarta (Solo)

Imsak--:--
Subuh--:--
Dzuhur--:--
Ashar--:--
Maghrib--:--
Isya--:--

Mengambil jadwal Surakarta...

Sumber jadwal: API MyQuran

Kalender

Jam

Berita Umum

Berita Terbaru Majelis

Memuat berita terbaru...

    Lihat semua berita

    Posting Populer

    Inovasi Pendidikan karakter anti korupsi SD Muhammadiyah 1 Ketelan

    Informasi


    Kalender Islam

    Kalender Hijriyah

    Unduhan

    >> Surat Pernyataan Tidak Terjadi Konflik 2021
    >> Instrumen Data Sekolah 2021
    >> Form Input PTK GTK Cabdin
    >> Ceklist Persyaratan PTK Baru SMA, MA,SMK
    >> Ceklist Persyaratan PTK Baru SD, SMP
    >> Ceklist Persyaratan PTK Baru PAUD TK
    >> Rekap Form Excel Pengajuan Input PTK Baru TK, PAUD, SD, SMP
    >> Materi 1 BLC
    >> Materi 2 Pengenalan HTML (BLC)
    >> Materi 2 Web Editor (BLC)
    >> News Template
    >> Pro News Template
    >> Materi 3 BLC ( Membuat Email )
    >> Materi 3 BLC ( Membuat Blog )
    >> Blangko Pengajuan SK GTT/PTT
    >> Blangko Pengajuan SK GTY/PTY
    >> Instrumen Sekolah 2015
    >> Memasang Link Di Pada Blog Wordpress
    >> Menambah Header di Blog (Blogger)
    >> Materi 4 BLC ( Membuat Blog Dengan Wordpress )
    >> Materi 5 BLC ( CMS )
    >> Tutorial CMS Balitbang
    >> Materi 6 Localhost CMS Balitbang
    >> Materi 8 Cloud Storage
    >> Blangko Biodata Guru Agama Islam ( PAI )
    >> Materi 9 Pembuatan Header Website
    >> Blangko PPDB 2016 / 2017
    >> Pengantar PPDB 2016 / 2017
    >> Menambahkan Feed Rss Pada Halaman Website
    >> Materi Tahsin Perguruan Muhammadiyah
    >> Skrip .php untuk Feed RSS CMS Balitbang
    >> Materi Google Form atau Formulir Online
    >> Materi Desember 2016
    >> Jadwal UTS Genap Ciri Khusus SD
    >> Blangko Data Bantuan Sekolah 2016
    >> Jadwal UAS ( SEKOLAH ) Ciri Khusus SMP/Mts, SMA/MA, SMK 2016/2017
    >> Materi Penguatan Kepala Sekolah Tawang Mangu
    >> Pengembangan Kurikulum ISMUBA 2017
    >> Olimpiade Ahmad Dahlan 2017
    >> Kalender Pendidikan Muhammadiyah Provinsi Jawa Tengah Tahun Pelajaran 2022 / 2023
    >> Kisi - Kisi Akhlaq SMK Ciri Khusus 2017 / 2018
    >> Form Data Bantuan dan Prestasi Sekolah 2018
    >> Pelatihan SPMU
    >> Kalender Pendidikan Dikdasmen PWM Jateng 2018 / 2019
    >> Instrumen Data Sekolah 2019
    >> Rekaman Irama Nahawand
    >> Blangko RKAS 2021
    >> Surat Tarik PTK Dinas / Mutasi
    >> Form Input PTK GTK Cabdin
    >> Syarat Pengajuan SK Yayasan
    >> Landasan Hukum Muhammadiyah ( 2016 )
    >> KISI US ISMUBA WILAYAH 2022
    >> BLANGKO DAYA TAMPUNG PENGGEMBIRA MUKTAMAR 48 TAHUN 2022
    >> BLANGKO PAKTA INTEGRITAS
    >> BLANGKO RKAS 2022/2023
    >> EDARAN MENCHANDISE MUKTAMAR KE - 48
    >> Syarat Pengajuan NUPTK JULI - DESEMBER 2022
    >> Form Isian Data 2022 / 2023
    >> Logo Musyda 2023
    >> Lampiran Musyda Dikdasmen 2023
    >> SYARAT DAPODIK 2023
    >> BADAN HUKUM MUHAMMADIYAH PART 1
    >> BADAN HUKUM MUHAMMADIYAH PART 2
    >> DAFTAR PCM 2022 - 2027
    >> Badan Hukum Muhammadiyah 2024
    >> Maklumat PP Muhammadiyah Ramadhan 1447 H / 2026 M
    >> JADWAL WAKTU SHOLAT BULAN RAMADHAN 1446 H / 2025 M
    >> Logo Milad Muhammadiyah 113
    >> Kode Indeks Surat Muhammadiyah
    >> Pembuatan E-KTAM dan Tata Cara Klaim
    >> Sewa Gedung Balai Muhammadiyah
    >> Sewa Gedung Balai Muhammadiyah">Sewa Gedung Pusdiklat Dharmo Tjahjono

    Pengunjung

    Statistik kunjunganDiperbarui otomatisCounter pengunjung dan tampilan halaman