Jumat, 21 Juni 2024

SOLO – Mengawali tahun ajaran baru semester ganjil 2024-2025, SD Muhamamdiyah 1 Solo Jawa Tengah menggelar berbagai kegiatan diawali dengan senam sehat dan workshop rekayasa kurikulum bagi Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang diikuti sebanyak 65 oramg, Jumat, (21/6/2024).

Kepala Sekolah Sri Sayekti melalui Wakil Kepala Sekolah bidang Humas Jatmiko menyatakan sekolah yang berdiri sejak 1935 selalu terdepan dalam pelayanan untuk mewujudkan sekolah penggerak yang berkemajuan. 

“Men sana in corpore sano artinya mengacu pada gagasan bahwa kesehatan mental (jiwa) dan kesehatan fisik (tubuh) saling terkait dan memengaruhi satu sama lain. Apalagi guru karyawan melayani dalam hal Pendidikan. Jika guru karyawan memiliki tubuh yang sehat, maka jiwa atau kesehatan mentalnya cenderung akan lebih baik, tergerak, bergerak dan menggerakkan,” katanya.

Dia mengatakan, semua kegiatan berorientasi untuk menghadapai perubahan yang begitu cepat, tidak terduga, sangat kompleks, dan tidak menentu dengan adanya fenomena VUCA (volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity). .

“Guru karyawan adalah garda terdepan dalam pelayanan Pendidikan. Hari ini sudah diawali dengan senam sehat. Besok pagi Sabtu 22/6/2024 workshop dan rapat kerja dengan pembinaan oleh Ketua Pimpinan Majelis Pendidikan Dr Mohamad Ali di Pedan Room Lantai 2, Hotel Sahid Solo,” ucapnya.

Lebih lanjut, Jatmiko menyampaikan bahwa guru dan tenaga pendidikan harus selalu memiliki loyalitas tinggi pada sekolah dan persyarikatan Muhammadiyah. 

“Maka, untuk meningkatkan kualitas mutu Pendidikan setelah hari Sabtu dilanjutkan hari Senin dengan mengundang narasumber Dr Isa Iskanda, SSi MPd dengan moderator Dwi Jatmiko SPdI MPd dan dilanjut hari Selasa terkait perangkat ajar dan pembinaan dnias dari kepala sekolah penggerak Sri Sayekti,” lanjutnya.

Dengan diawali workshop Guru dan karyawan bisa memahami Visi Misi Sekolah. Yang muaranya mewujudkan   lembaga pendidikan Unggul Kompetitif   dengan   sumber daya insani yang bertakwa dan berakhlaq mulia, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, sehat jasmani dan rohani, berwawasan global dan  peduli lingkungan hidup melalui terciptanya Profil Pelajar Pancasila.

“Pentingnya keselarasan dalam pemahaman visi misi antara lembaga sekolah, guru, siswa, dan orangtua bagi kemajuan sekolah yang berkeunggulan dan berintegritas,” pungkasnya.

Kontributor Jatmiko.

SOLO – Korp Mubaligh Muda Muhamamdiyah Dwi Jatmiko berpesan agar warga Muhammadiyah menjadikan AlQuran sebagai kompas kehidupan dalam kehidupan sehari-hari. 

Hal tersebut disampaikan Jatmiko dalam Putaran ke-4 Safari Dakwah Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus (MTDK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta di Masjid An Nur Kadipiro Solo Utara dengan Ketua Takmir Widi Wardoyo pada Pukul 20.00-21.15,  Kamis Malam (20/6/2024). 

Dalam kesempatan itu Jatmiko menyebutkan di antara sekian misi Muhamamdiyah adalah Menyebarluaskan dan memajukan Ajaran Islam yang bersumber pada Al Quran dan As-Sunnah yang shahihah/maqbulah. Sebagaimana Rasulullah saw, bersabda: 

Dari Usman bin Affan ra, Rasulullah saw. bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari). 

“Dari hadits tersebut dinyatakan sebaik-baik kita adalah yang belajar al Quran dan mengajarkannya. Maka, bisa dimulai dari Baiti Jannati atau Rumahku Surgaku dengan menghidupkan al Quran sebagai kompas kehidupan,” jelas Jatmiko.

Menurut Jatmiko, al Quran sebagai Kompas kehidupan dalam praktiknya akan mengamalkan inti ajaran islam berupa takwa. Kemudian, Perintah membaca Alquran dengan tartil disebutkan dalam Surat Al Muzzamil ayat 4.  Allah SWT berfirman yang artinya: Atau lebih dari seperdua itu, Dan bacalah Alquran itu dengan perlahan-lahan. (QS. Surat Al Muzzamil: 4)

Takwa dalam artian iman terhadap hal-hal ghoib. Kitab-kitab suci. Hari akhir. Syariah dalam mudahnya hubungan vertikal dengan Allah berupa Shalat. Dan hubungan horisontal dengan infak.

“5 Sifat orang bertaqwa: Beriman kepada ghaib. Selalu melaksanakan sholat Selalu berinfak. Mengimani al qur’an dan kitab samawi sebelumnya. Meyakini hari kiamat,” beber Jatmiko.

Sesuai janji Allah orang yang bertakwa berbasis pahal al Quran. Maka diselesaikan Allah segala masalahnya. Mendapatkan rezeki yang tidak terduga-duga. Tenang, tentram, bahagia karena dosa-dosanya diampuni, dan pahalanya dilipat gandakan.

“Siapa saja, di mana saja, kapan saja, dalam situasi bagaimanapun tetap bertaqwa. Tetap baca al Quran dan mendirikan salat. Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim,” harap Dai yang juga guru di SD Muhammadiyah 1 Ketelan Suarakarta itu.

Kontributor Jatmiko.

Selasa, 18 Juni 2024

SOLO – Puluhan warga Muhammadiyah di sekitar SMP Negeri 26 Solo melaksanakan shalat Idul Adha berlangsung khidmat, diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kepatihan Kulon, Kota Solo di bawah komando Dedik Gunawan, Senin (17/6/2024).

Warga berdatangan ke lokasi shalat sejak pukul 05.30 WIB Sajadah langsung digelar setibanya di lokasi. Mereka juga membentuk saf rapat dan panjang sembari diiringi kumandang takbir, tahmid dan tahlil.

Dalam khotbah, Dwi Jatmiko MPd atas tugas dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Solo menyampaikan bahwa hari raya Idul Adha mengingatkan pada kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AS sebagai ujian keimanan dan ketakwaan. 

Saat itu turun perintah dari Allah kepada Nabi Ibrahim untuk melakukan kurban dengan menyembelih anak kandung satu-satunya yaitu Ismail. Nabi Ibrahim AS, dengan penuh ketaatan dan kepatuhan bersedia melaksanakan perintah itu.

"Pengorbanan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan Ismail patut kita teladani dan kita ikuti, dalam pengertian bahwa kita dengan kemampuan yang ada, bersedia mematuhi dan menaati perintah Allah dengan mengorbankan sebagian dari harta yang kita miliki," ungkap Jatmiko, Wakil Kepala sekolah bidang Humas SD Muhammadiyah 1 Solo.

Ia juga menyampaikan ibadah kurban hanya mementingkan ibadah lahiriah, berupa membagikan daging kurban, tetapi yang lebih penting adalah nilai ketulusan sebagai wasilah mendekat diri kepada Allah ta’alaa.

“Kita bisa melihat terjemahan Qur’an surat al Haj ayat 37. Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik,” ujar alumnus Pascasarjana UIN Raden Mas Said Surakarta.

Jatmiko menutup khotbah dengan pesan, “Marilah sepulang dari salat ini kita mengikhlaskan kurban kita, semoga Allah ta’alaa memberikan kekuatan lahir batin dalam setiap episode pengorbanan untuk menuju kemuliaan, dijauhkan dari rusaknya amal karena maksiat, berkurang timbangannya amal karena dosa, dan Semoga Indonesia menjadi negeri Baldatun Thoyibatun Warobbun Ghofur, negeri yang diridai oleh Tuhan Yang Maha Pengampun. Dalam keberkahan yang melimpah, negeri ini menghimpun segala keindahan alam dan perilaku mulia dari tiap warganya,” pesannya.

Kontributor Jatmiko.

SOLO – Wakil Kepala Sekolah bidang Humas SD Muhammadiyah 1 Solo Dwi Jatmiko, membagikan tips untuk berkemajuan sebuah Lembaga pendidikan yang disebut 7 Aset. 7 Aset yang dimaksud yaitu manusia, fisik, sosial, finansial, lingkungan, agama dan kebudayaan, serta politik. Ini disampaikan ketika dialog magang Calon Kepala Sekolah (CKS) di Ruang Kepala Sekolah pada hari Kamis, (13/6/2024). 

Pria yang sekaligus anggota Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhamamdiyah Kota Surakarta ini mengungkapkan berbasis dari kurikulum Syariah yaitu Al Qur’an Surat Al Ma’idah ayat 35. 

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, carilah wasilah (jalan untuk mendekatkan diri) kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya agar kamu beruntung. Cari inspirasi branding 7 aset bisa setiap hari membaca koran cetak dan portal online, ” kupasnya.

Hadir pula dalam acara dialog tersebut Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SW Winarsi. Lebih lanjut, Dwi Jatmiko menjelaskan lebih jauh tentang 7 aset tersebut yang diterjemahkan dalam perguruan Muhammadiyah.

“Sekolah branding yang berbasis aset punya ciri-ciri fokus pada kekuatan, membayangkan masa depan, berpikir tentang kesuksesan yang telah diraih, dan kekuatan untuk mencapai kesuksesan tersebut, mengorganisasikan kompetensi dan sumber daya (aset dan kekuatan), merancang sebuah rencana berdasarkan visi dan kekuatan, dan melaksanakan rencana aksi yang sudah diprogramkan,” ujarnya.

Selain itu, dengan pemetaan aset inilah diharapkan setiap sekolah Muhamamdiyah dapat melakukakannya yang tetunya sangat bermanfaat buat kemajuan sekolah yang berkeunggulan.  

Lebih jelasnya, Kepala Sekolah Branding bisa memetakan potensi dan kekuatan individu, mendorong kolaborasi, dan membangun budaya belajar mengajar yang berpusat kepada peserta didik. Memanfaatkan dan merawat fasilitas yang ada di sekolah dengan optimal, dan mencari solusi kreatif demi mengatasi keterbatasan.

“Branding bisa membangun komunikasi secara terbuka, membentuk iklim saling menghargai, dan mendorong kerja sama antara semua pihak,” ujar pemegang Kartu Tanda Anggota (KTA) Perhimpunan Hubungan Masyarakat (Perhumas) dari Badan Pengurus Cabang (BPC) Kota Surakarta.

Ada juga aset finansial yang meliputi sumber daya keuangan di sekolah. Kepala sekolah bisa merencanakan serta mengelola keuangan di sekolah secara transparan, sekaligus mencari sumber dana alternatif demi mendukung inovasi dalam pembelajaran. Menciptakan lingkungan yang sehat, hijau, dan nyaman untuk pembelajaran, sekaligus dapat memanfaatkannya sebagai media belajar. Mengintegrasikan nilai agama dan kebudayaan dalam pembelajaran, dan membangun kebanggan terhadap identitas budaya di sekolah.

Terakhir ada aset politik yang berhubungan dengan peraturan dan kebijakan yang mendukung perubahan ke arah positif di lingkungan sekolah. 

“Calon kepala sekolah penggerak berkemajuan di SD Muhamamdiyah 6, 10, 11 bisa membangun relasi dengan pihak pemangku kepentingan, mengadvokasi kebijakan yang berpihak kepada peserta didik, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat setempat dalam dunia Pendidikan. Selamat belajar sepanjnag hayat ibu Ine, bapak Joko, ibu Sayem, dan bapak Idris,” pungkasnya.

Kontributor Jatmiko.

SOLO - Sebanyak 130 siswa SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo di Hotel mengikuti prosesi wisuda di Sahid Jaya Solo, Selasa (11/6/2024). Selama enam tahun belajar, mereka dibimbing dengan Kurikulum Merdeka.

Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo, Sri Sayekti mengatakan sekolah yang dia pimpin itu merupakan sekolah penggerak angkatan pertama yang menggunakan Kurikulum Merdeka. 

Perlu diketahui, program Sekolah Penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup, literasi, numerasi dan karakter.

“Dengan kurikulum ini kan harapannya tercipta profil pelajar pancasila dengan berbagai macam programnya, baiki itu intrakurikuler dengan pembelajaran berdeferiensinya, kemudian ekstrakurikuler, dan pengembangan budaya,” kata dia kepada Jurnalis, di tengah-tengah acara.

Selain itu lulusan SD Muhammadiyah 1 Solo juga sudah difasilitasi berdasarkan minat dan bakat masing-masing siswa melalui berbagai kelas. Dia mengatakan di sekolahnya terdapat kelas Sains, Iptek, dan Bahasa; kelas Olahraga, kelas Seni, dan kelas Tahfidz.

“Kelas-kelas itu diadakan dalam rangka memfasilitasi siswa kami dalam mengaktualisasikan minat dan bakat masing-masing,” lanjut dia.

Melalui Kurikulum Mereka, lanjut dia, para siswa memiliki karakter sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila yakni beriman, bertaqwa, kreatif, bernalar kritis, gotong royong, mandiri, dan berkebinekaan global.

“Selain dibekali dengan karakter-karakter itu, anak-anak juga dibekali dengan kemampuan untuk menyelesaikan isu yang berkembang di tengah masyarakat atau di lingkungannya lewat  Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila [P5],” kata dia.

Selain itu para siswa dibekali dengan disiplin positif. Dia mengatakan disiplin dalam diri siswa itu muncul karena kesadaran sehingga menjadi budaya yang positif. Sehingga ketika lulus, siswa bisa menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan komprehensif.

“Artinya melihat berbagai macam persoalan dari berbagai sudut pandang. Jadi harapannya dengan disiplin positif itu sampai nanti dia di SMP tetap ada, karena disiplin itu muncul atas kesadaran masing-masing,” kata dia.

Selain itu, lulusan SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo dibekali dengan pengetahuan tentang dasar-dasar agama Islam. Pembekalan itu diberikan melalui program Al-Islam Kemuhammadiyahan, Bahasa arab, Bahasa inggris dan Teknologi informasi dan komunikasi (Ismubaristik).

“Mulai dari membaca menulis Al-Qur'an, salat wajib dan sunnah, kemudian kegiatan berinfaq dan sedekah, kemudian ada kegiatan kebudayaan Islam. Harapannya dengan Ismubaristik muncul akan membereskan semua hal, misal kalau salatnya baik, insyaallah semuanya baik,” kata dia,

Melalui berbagai program yang diterapkan kepada siswa, diharapkan setelah nanti lulus bisa menjadi anak yang memiliki akhlakul karimah atau akhlak yang terpuji. Dengan akhlakul karimah bisa menjadi orang yang beriman dan memiliki relasi baik dengan sesama.

“Tidak habuminallah-nya [hubungan kepada Allah] tapi juga habuminnas-nya [hubungan dengan sesama manusia]. Jadi ibadahnya kepada Allah bagus dan hubungannya dengan sesama manusia, terutama kepada orang tua dan guru, itu baik,” kata dia.

Selain itu dia berharap setelah lulus, para siswa tidak meninggalkan amal ibadah seperti salat dan tadarus Al-Qur'an. Lalu juga memiliki empati dan kepedulian terhadap sesama. Sebab hal-hal seperti itu sudah dilatih sejak kelas I sampai kelas VI.

“Harapannya setelah keluar [lulus] dari SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo terus begitu, bahwa kita tidak bisa hidup tanpa orang lain, kita harus peduli, dan berempati,” lanjut dia.

Selain itu, dia ingin para siswa bisa memberikan manfaat kepada orang lain melalui ilmu yang sudah didapat selama sekolah. Menurutnya bukan masalah banyak atau sedikit ilmu yang dimiliki, yang terpenting adalah mau berkontribusi terhadap lingkungan sekitar.

“Kemudian mereka bisa menjadi anak-anak yang terampil dan cekatan. Artinya mereka bisa mendiri, kreatif, dan kritis dalam menghadapi apapun setelah keluar dari sini. Dan itu sudah dilatih.

Sri Sayekti berpesan kepada para siswa yang diwisuda agar selalu melaksanakan kewajibannya sebagai seorang Muslim, berbakti kepada orangtua, dan selalu memiliki keinginan untuk mempelajari hal baru.

“Karena ke depan itu yang dibutuhkan. Kemudian juga jangan lupa untuk selalu menjaga nama baik almamater dan nama baik orang tua,” kata dia.


Selama enam tahun menempuh pendidikan di SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo para siswa patut diberikan apresiasi salah satunya melalui prosesi wisuda kali ini. Menurut Sri, para siswa berhasil menorehkan prestasi baik di bidang akademik maupun non akademik. 

“Kemudian wisuda ini juga dalam rangka menyerahkan kembali tanggungjawab anak-anak selama enam tahun di SD Muhammadiyah 1 kepada orang tua,” kata dia.

Selain itu dia mengatakan prosesi wisuda itu juga merupakan syiar SD Muhammadiyah 1 Solo kepada masyarakat. Menurutnya SD Muhammadiyah 1 Solo sebagai salah satu sekolah Islam milik persyarikatan yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan itu bisa menjadi pilihan.

Rangkaian acara pelepasan dihadiri Pimpinan Majelis Pendidikan PDM Kota Surakarta, Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan, Kepala seksi Manajemen dan Peningkatan Mutu SD Priyono, Pengawas Sekolah Kartono Ketua Komite Harminto dan Orangtua wali siswa kelas 6 dan pembaca do’a Dwi Jatmiko alumni Standardisasi Da’I MUI Pusat.

Kontributor Jatmiko.

Jumat, 07 Juni 2024

SOLO- Direktorat Jejaring Pendidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia akan menggelar kegiatan  Anti-Corruption Academy (ACA) 2024 besok hari dari Senin, 24 Juni – Jum’at, 28 Juni 2024 di Ruang Mini Theatre, Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK Lt. 4.

Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Solo, Sri Sayekti, akan hadir menjadi salah satu narasumber ACA 2024 yang bertajuk ‘Sharing Implementasi Pendidikan Antikorupsi - Dimensi Ekosistem’. Sekolah ini berdiri sejak 1935, jauh sebelum Republik Indonesia berdiri. Salah satu alumninya Muhammad Amien Rais, politikus Indonesia yang pernah menjabat Ketua MPR pada periode 1999 – 2004.

Kini, di usianya yang ke-89, jenjang pendidikan di bawah Majelis Pendidikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Solo menjadi destinasi dan pusat rujukan pendidikan unggul yang berkemajuan di era revolusi industri 4.0 menuju era society 5.0.

“Terima kasih Direktur Jejaring Pendidikan Komisi Pemberantsan Korupsi (KPK) Republik Indonesia yang telah memberi kesempatan untuk Sharing Implementasi Pendidikan Antikorupsi - Dimensi Ekosistem,” kata Sayekti saat ditemui jurnalis, Kamis (6/6/2024).

ACA 2024 merupakan program peningkatan kapasitas khusus Kepala Sekolah/Madrasah dan Guru agar dapat melakukan Implementasi Pendidikan Antikorupsi (PAK) di sekolah/madrasah masing-masing sesuai dengan Strategi Nasional (Stranas) dan Panduan PAK. 

ACA 2024 bertema ”Beraksi Membangun Sekolah dan Madrasah Generasi Antikorupsi” mendorong kreativitas para kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan dalam mengembangkan model implementasi PAK guna menghasilkan model implementasi PAK yang dapat digunakan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan maupun sebagai referensi bagi satuan pendidikan tingkat pendidikan dini, dasar dan menengah lainnya. 

Diharapkan model implementasi PAK tersebut dapat memperkaya konten atau literatur pendidikan antikorupsi yang dapat dimanfaatkan dalam membangun nilai integritas di dalam proses pembelajaran insersi PAK serta membangun ekosistem satuan pendidikan berintegritas yang juga menjadi bagian penting pembelajaran tidak langsung bagi peserta didik sekolah, lingkungan sekitar sekolah, daerah, hingga seluruh Indonesia. 

“Kepala Sekolah/Madrasah dan Guru sebagai perwakilan satuan pendidikan dipilih melalui proses kurasi data laporan implementasi PAK di Platform jaga.id atau Education Management Information System (EMIS) Kemenag. Sehubungan dengan upaya meningkatkan efektifitas dan dampak implementasi pendidikan antikorupsi pada jenjang Dini-Dasar-Menengah, Direktorat Jejaring pendidikan mendorong terbangunnya integritas ekosistem pendidikan selain mendorong pendidikan antikorupsi terintegrasi pada kurikulum pembelajaran. Berbagai program dilakukan, salah satunya adalah Anti-Corruption Academy (ACA) 2024,” ujarnya.

Kontributor Jatmiko.

Senin, 27 Mei 2024

SOLO – “Mau belajar sepanjang hayat.” Kalimat yang mengandung arti ‘mau dan berani belajar yang tidak hanya berlangsung di lembaga-lembaga Pendidikan formal. Seseorang bisa pengetahuan kalau ia mau’ ini adalah tips menjadi mubaligh muda berkemajuan yang diungkapkan oleh ustaz Dwi Jatmiko.

Dalam percakapan usai pembukaan “Pengukuhan dan Penguatan Korps Mubalig Muda Muhammadiyah Kota Surakarta 2024’ acara berlangsung Minggu (26/5/2024) mulai pukul 08.00 WIB. 

Pengukuhan berlangsung di Aula Balai Muhammadiyah, Jl. Teuku Umar No. 5 Keprabon.” 

Selain tercatat sebagai guru di Sekolah Penggerak Pendidikan Karakter Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) SD Muhammadiyah (SDM) 1 Solo yang berdiri sejak 1935, Surakarta, Jawa Tengah ini, dia juga aktif berceramah di RRI Pro 1 Surakarta dan anggota Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) serta sebagai Keluarga Besar Dai Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.

Pria kelahiran Desa Bodean, Sragen Jawa Tengah pada 10 Juli 1985 ini mengaku mulai berdakwah sejak sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP). 

“Saat itu bertepatan dengan pengajian isra Miraj karena kyainya sakit. Karena saya santrinya ditunjuklah panitia isra miraj. Setelah itu pesan guru untuk terus belaja, ojo kesel tumindak apik, ayo berbuat baik dengan berceramah, mengajak masyarakat peduli manusia, sistem, lingkungan maupun agama,” ujar jatmiko, panggilan akrabnya.

Alumni Pascasarjana Universitas Raden Mas Said Surakarta ini pernah dipercaya memberi siraman rohani Islam di Solopos FM Surakarta, dan radio swasta lainnya, imam Masjid dan Musholla ketika Ramadan, Khutbah Jumat, Idul Fitri dan idul Adha. 

“Terima kasih telah dikukuhkan sebagai korps Mubaligh Muhamamdiyah. Semoga mampu menjalankan Amanah penuh tanggung jawab dan semata-mata untuk memperoleh ridha Allah Swt,” ucapnya.

Hadir memberi pembekalan kepada 39 kader muda mubalig Muhammadiyah Kota Solo. Antara lain Aang Kunaepi, Ketua Majelis Tablig PDM Kota Semarang yang juga anggota Korps Mubalig Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah. Kemudian, Wakil Ketua PDM Kota Solo, K.H. Subari, serta Ketua MTDK PDM Kota Solo, Ahmad Sukidi.

Kiai Subari saat memberi sambutan pada acara ini memberi pesan kepada mubalig muda Muhammadiyah untuk wajib memiliki Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah. 

HPT adalah kumpulan fatwa dan pendapat keagamaan yang dikeluarkan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Muhammadiyah yang menjadi rujukan warga persyarikatan.  HPT dikeluarkan oleh Majelis Tarjih dan Tajid setelah melalui proses tajdid atau pembaharuan dengan sumber-sumber yang sahih.

Kontributor, Jatmiko.

Jumat, 24 Mei 2024

SOLO – SD Muhammadiyah 1 Solo di Jalan Kartini 1 Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta menanamkan nilai-nilai karakter pada siswa sejak dini melalui pembiasaan shalat Dhuha dan murajaah terkhusus dalam hal mengulang bacaan alquran, Jumat (24/5/2024).

Shalat Dhuha berjamaah menjadi kegiatan rutin sebelum anak -anak menerima pembelajaran yang lain. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman sekolah sehat tepat pukul 07.00 WIB. 

Shalat dilaksanakan berjamaah agar anak dapat melakukan ibadah secara istiqomah dan ajeg yang dimulai sejak di sekolah dasar. Selain itu dapat menanamkan  keimanan dan ketakwaan pada anak kekinian.

Kepala Sekolah Sri Sayekti mengatakan, shalat Dhuha berjamaah bagian dari kurikulum Ismuba Al Islam, Kemuhammadiyah, dan Bahasa Arab (Ismuba). Salah satu perbedaan dengan sekolahlain. 

Di sekolah yang berdiri sejak 1935 ini dan akan milad ke-89 dalam hal implementasi kurikulum Ismuba berbasis aktivitas dan program pembiasaan seperti salat Dhuha dan muraja’ah alquran.

“SD Muhammadiyah 1 Solo selalu melatih dan membiasakan salat dhuha dan membaca al quran bagi siswa dan guru,” ujarnya.

Program pembiasaan inilah yang nanti pada praktiknya semua warga sekolah terlibat. Lembaga pendidikan yang sudah banyak makan asam garam kehidupan. Selalu terdepan dalam kegiatan seperti Hizbul Wathan, Tapak Suci, kegiatan harian, doa harian, tahfiz, tahsin, dan sebagainya. 

Sri Sayekti di sisi lain berharap Ismuba akan menjadi pembelajaran yang bermakna dan menggembirakan. Artinya Ismuba akan menjadi praktik kehidupan tidak hanya di sekolah, tetapi juga di luar sekolah.

Kedepannya akan terbangun generasi yang berbeda dengan sebelumnya karena mereka terbangun dari kebiasaan dari dalam sekolah dan juga luar sekolah. Ini adalah praktik keagamaan yang dijalankan, dilaksanakan, dan diamalkan.

“Insya Allah adanya Kurikulum Ismuba mampu memunculkan generasi yang unggul dalam prestasi dilandasi akhlakul karimah bersih sehat hijau dan lestari,” jelasnya.

Dengan taat beribadah punya modal paling mahal dalam hidup yakni selalu dekat dengan Allah dan nanti melahirkan kesalehan. 

“Maka selain taat beragama, adalah berakhlak mulia. Usaha  kita ini meniru nabi dalam berkata dan bertindak harus sebaik mungkin. Siswa sesuai janji pelajar Muhamamdiyah selalu berbuat baik kepada orangtua, guru dan sesama,” pungkasnya. 

Kontributor, Jatmiko.

SOLO – Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo menjadi narasumber yang diundang dalam Bimbingan Teknis Keamanan Pangan bagi Kader Keamanan Pangan Sekolah yang digelar Balai POM Surakarta di Front One Hotel Sragen Jl Brigjen Katamso No 37, Kebayan 1, Sragen Kulon, Kec. Sragen, Kabupaten Sragen, Rabu (22/5/2024).

Paparan pertama disampaikan Kepala Sekolah Sri Sayekti bertajuk Pentingnya Implementasi Keamanan Pangan di Kantin Sekolah.  Dia menyampaikan program kantin sekolah  sebagai bagian integral dari program sekolah secara keseluruhan sehingga dikelola oleh tim yang mendapat surat keputusan (SK) dari Kepala Sekolah. 

“Memiliki program kerja, sasaran, target,  standart operasional prosedur (SOP) yang baku. Dibina oleh Dinas kesehatan, Dinas Pendiikan, Badan pengawas obat dan makanan (BPOM). Lalu, bekerjasama dengan Fakultas Kesehatan dan fakultas kedokteran gigi (FKG UMS), STIKES Aisyah Surakarta, RS PKU Muhammadiyah Ska Gita Pertiwi, dan Ricolto Belgia,” terangnya.

Dia menambahkan, tujuan adanya kantin sehat ramah anak dimulai dari meningkatkan proses pembelajaran sebagai indikasi sekolah sehat, memiliki ketahanan pangan dan Kesehatan. Menciptakan kondisi sekolah yang baik, untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah, sehingga di kemudian hari warga sekolah  dapat bertanggungjawab. 

“Dalam upaya-upaya menjaga kesehatan lewat penyediaan pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA). Mengenalkan Konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman sehingga anak mengetahui dan membawa kepada keluarga keragaman konsumsi pangan,” harapnya.

Dihadiri langsung Kader keamanan pangan sekolah seperti Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sragen, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Provinsi Jawa Tengah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen, Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Sragen, SD N Plupuh 2, Sragen, SD N Mojopuro 1, Sragen, SD N Jetiskarangpung 1, Sragen, SMP N 1 Sambungmacan, Sragen, MTS N 4 Sragen, SMA N 1 Gondang, Sragen, SMK Sakti Gemolong, Sragen, MAN 1 Sragen. 

Kepala Balai POM di Surakarta dalam sambutan yang dibacakan oleh Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda, Singgih Dwi Cahyo, S.Farm, Apt karena Kepala Balai POM berhalangan hadir sekaligus membuka bimbingan teknis tersebut menyampaikan salah satu tugas dan fungsi dari Balai POM di Surakarta adalah pemberdayaan dalam penyediaan pangan yang aman dan bermutu, termasuk Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS). 

Keamanan dan mutu produk pangan yang beredar di lingkungan sekolah merupakan tanggung jawab bersama dari sekolah, penyedia PJAS di sekitar lingkungan sekolah dan OPD terkait, sedangkan pangan yang beredar di luar lingkungan sekolah membutuhkan peran dari orang tua dan kemandirian dari siswa.

“Oleh karena itu, kemandirian sekolah dalam penerapan keamanan pangan di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah menjadi hal yang penting,” ujarnya.

Lebih lanjut, dalam mewujudkan kemandirian tersebut, perlu adanya Kader Keamanan Pangan Sekolah yang bertugas untuk melakukan pengawasan keamanan pangan dan penyebaran pesan keamanan pada komunitas sekolah. 

Untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pada Kader Keamanan Pangan Sekolah terkait keamanan pangan dan mewujudkan kemandirian sekolah untuk melindungi diri daei peredaran PJAS yang tidak aman dan bermutu, perlu dilakukan Bimbingan Teknis Keamanan Pangan untuk Kader Keamanan Pangan Sekolah.

Setelah Bimtek, Kader akan mendapatkan sertifikat dari BPOM dan selanjutnya agar meneruskan ilmu yang diperoleh kepada komunitas sekolah dan mempraktikkan keamanan pangan. 

“Setelah ini, BPOM akan melakukan intervensi langsung ke 8 sekolah terpilih di Kabupaten Sragen, mulai dari pembinaan, pendampingan pemenuhan kriteria kantin sehat, sampling dan pengujian PJAS, dan akhirnya nanti akan diterbitkan Sertifikat Sekolah dengan PJAS bagi sekolah dengan penilaian yang memenuhi syarat,” pungkasnya.

Kontributor, Jatmiko.

SOLO – Membangun keluarga bahagia. Dengan membangun keluarga bahagia, mampu membuat anak merasa nyaman dan ini tips parenting terbaik disampaikan Wakil Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo Dwi Jatmiko SPdI MPd Gr CPS dalam Pengajian Pertemuan Wali Murid KB/TK Aisyiyah Kampung Sewu 1 Senin Pagi bersamaan Hari Kebangkitan Nasional, Senin (20/5/2024). 

Jatmiko menjelaskan, firman Allah tentang berbicaralah dengan tutur kata yang benar  dalam al-Quran surat An-Nisa' Ayat 9, Hendaklah merasa takut orang-orang yang seandainya (mati) meninggalkan setelah mereka, keturunan yang lemah (yang) mereka khawatir terhadapnya. Maka, bertakwalah kepada Allah dan berbicaralah dengan tutur kata yang benar (dalam hal menjaga hak-hak keturunannya).

Menurut dia, bertutur kata yang benar dan yang lembut, orangtua bisa menciptakan keluarga bahagia yang mendukung pertumbuhan emosional dan sosial anak, membantu mereka menjadi individu yang sehat dan bertanggung jawab. 

”Pada usia 0 sampai 7 tahun, orang tua baiknya menganggap anak sebagai raja. Artinya, seluruh pendidikan agama anak masih di bawah tanggung jawab Bunda dan Ayah. Jadi kalau memanggil anak harus disesuaikan interval suaranya,” kata alumni Pascasarjana UIN Raden Mas Said ini.

Rasulullah saw. telah memberikan teladan cara bergaul dan mendidik anak dengan lembut. Kewajiban kita selaku orang tua muslim adalah mencontohnya. 

“Tanpa kita sadari, kadang kita cenderung bersikap keras sehingga membuat anak-anak merasa takut. Dengan begitu, anak-anak pun akan tumbuh dengan hati yang keras sebagaimana orang tua mendidiknya,” katanya.

Lalu, Jatmiko memberikan gambaran bagaimana agar keluarga menjadi Bahagia, yaitu dengan adanya habituasi membaca al Quran bakda salat Manghrib dan subuh, makan minum dengan menucap basamallah. “Wahai anakku, apabila engkau makan, maka ucapkanlah ‘Bismillah’ dan makanlah dengan menggunakan tangan kanan serta ambillah hidangan yang terdekat darimu.” (HR. Thabrani)

Seorang anak pada dasarnya mempelajari sebagian besar nilai-nilai akhlak dari orang-orang yang dikaguminya. Karena itu, orang tua hendaknya bersikap lemah lembut dalam berinteraksi dengan anak-anaknya.

“Salah satu petunjuk ajaran Islam adalah bersikap lemah lembut kepada anak kecil. Disyariatkan mengikutkan anak kecil ke tempat-tempat ibadah, seperti Masjid, Langgar maupun Musholla. Anak suka smartphone karena responsif. Agar keluarga kita menjadi bahagia lahir batin ayo selalu responsif. Ada aksi, ada reaksi,” ungkapnya, sambil tersenyum. 

Kontributor, Jatmiko.

Jumat, 17 Mei 2024

SOLO – Budaya menghargai prestasi. Prestasi apapun yang diperoleh siswa, guru, karyawan sekolah harus selalu mendapat apresiasi dari warga sekolah, sehingga muncul semangat berprestasi dan budaya membicarakan prestasi di sekolah jadi kebahagiaan bersama.

Di era disruptif, setiap sekolah harus memiliki branding. Branding sekolah sangat penting, karena nantinya akan menjadi kekuatan dan pembeda dari masing-masing sekolah. Sekolah yang memiliki branding yang khas, nantinya dapat menarik minat masyarakat untuk masuk ke sekolah. 

Demikian pernyataan Wakil Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo bidang Humas Dwi Jatmiko MPd di lapangan sekolah sehat saat apel pagi pukul 06.45 WIB, Kamis (16/5/2024) 

“SD Muhammadiyah 1 Surakarta terkenal dengan SD Muh 1 Solo, dengan brandnya Sekolah Karakter Nasional, Sekolah Sehat, Kantin Sehat Ramah Anak tingkat nasional, Sekolah Penggerak, Sekolah Ramah Anak, Sekolah Adiwiyata, Sekolah Budaya, Sekolah Religius dan Sekolah Bersejarah yang berdiri sejak 1935,’ terangnya.

Jatmiko mengingatkan, semua orang adalah pemasar jasa Pendidikan. Maka, kegiatan terdokumentasi setiap kegiatan sekolah, gali keunikan sekolah, lalu publikasikan sekolah dengan postingan dan konten yang menarik namun tetap dalam etika pendidikan yang santun dan mengedukasi. 

“Terima kasih kolaborasi dan komunikasi antar warga sekolah terutama Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Al Islam, Sarpras, Kesiswaan yang telah mengirim foto untuk mengisi di sosial media seperti Facebook, Instagram, Youtube, Podcast, dan juga web,” ujarnya.

Dia menegaskan, guru karyawan berpakaian islami menjadi inspirasi gaya hidup. Penampilan guru dimulai dari cara berpakaian, riasan yang digunakan, aroma tubuh, hingga cara seorang guru saat berpapasan dengan siswa dan sesama guru. 

“Untuk itu guru sangat perlu terlihat fresh, wangi, dan bersemangat setiap datang ke sekolah. Keunikan guru. Hal ini berkaitan dengan attitude, keramahan, kedisiplinan, dan totalitas dalam bekerja serta bersosialisasi dengan sesama guru maupun orang tua siswa,” tegasnya.

Untuk berhasil mengkomunikasikan branding sekolah secara efektif. “Kita harus menentukan saluran apa saja yang akan kita gunakan. Mulai dari saluran yang bersifat offline ataupun online. Targetnya adalah ketercapaian target PPDB,” katanya.

Contoh saluran offline yang bisa digunakan dalam branding sekolah atau lembaga pemberitaan di media cetak, brosur, banner/spanduk, openhouse, perlombaan, seminar, pameran dan lain-lain.

Kontributor, Jatmiko.

SOLO – Berpijak dari  International Literacy Associatio, literasi merupakan kemampuan untuk mengenali, memahami, menafsirkan, menciptakan, mengkomputasi, dan berkomunikasi menggunakan symbol visual, auditori, dan digital mengenai topik lintas disiplin dan keilmuan.

Hal tersebut disampaikan Sri Martono Lanjar Sari, Guru Penggerak SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo pada kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) gugus 2 RA Kartini Korwil 3 Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta dengan tema Membangun Komunitas Belajar Literasi dan Growt Minset yang digelar di Hotel Sahid Jaya, Selasa (14/5/2024)

“Jadi mudahnya membaca menulis menyimak memirsa dan berbicara,” katanya.

Guru yang telah mengantongi sertifikat guru penggerak yang juga Staf Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum itu mengatakan, saat ini ada enam literasi, yaitu literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial dan literasi budaya dan kewargaan.

“Mari kita menguasai 6 Literasi Dasar yaitu Literasi Baca Tulis. Literasi Numerasi. Literasi Sains. Literasi Digital. Literasi Finansial dan Literasi Budaya dan Kewargaa,” ucapnya.

Menurut pemateri ketiga tersebut, guru yang paham literasi. Melaksanakan pembelajaran yang menguatkan kecapan literasi siswa. Mengembangkan kecakapan literasi dirinya. 

“Untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik pada sekolah dasar, diperlukan berbagai upaya yang komprehensif bagi guru dalam mengembangkan diri; diperlukan peta jalan pengembangan kompetensi literasi dan numerasi,” paparnya.

Sekarang, lanjutnya Guru merupakan pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada sekolah dasar.

“Literasi adalah kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalahdan mengembangkan kapasitas individu agar dapat berkontribusi secara produktif kepada masyarakat,” tambahnya.

Sri Martono menjelaskan bahwa Kompetensi Literasi adalah kemampuan Guru untuk mendampingi peserta didik dalam mengakses, menggunakan, menafsirkan, dan mengomunikasikan informasi dan ide melalui berbagai teks sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik. 

Sementara itu, Numerasi adalah kemampuan berpikir untuk menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari dalam berbagai jenis konteks yang relevan dengan individu. 

“Maka, Kompetensi Numerasi adalah kemampuan Guru untuk mendampingi peserta didik dalam mengakses, menggunakan, menafsirkan, dan mengomunikasikan informasi dan ide matematika untuk mengelola berbagai situasi dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya sambil tersenyum.

Kontributor, Jatmiko.

Ketua

Dr. Mohamad Ali, S.Ag., M.Pd
NBM. 887.570

Menu

Jadwal Sholat


jadwal-sholat

Kalender

Jam

Berita Umum

Posting Populer

Inovasi Pendidikan karakter anti korupsi SD Muhammadiyah 1 Ketelan

Informasi



Kalender Islam

Kalender Hijriyah

Unduh - Download

>> Surat Pernyataan Tidak Terjadi Konflik 2021
>> Instrumen Data Sekolah 2021
>> Form Input PTK GTK Cabdin
>> Ceklist Persyaratan PTK Baru SMA, MA,SMK
>> Ceklist Persyaratan PTK Baru SD, SMP
>> Ceklist Persyaratan PTK Baru PAUD TK
>> Rekap Form Excel Pengajuan Input PTK Baru TK, PAUD, SD, SMP
>> Materi 1 BLC
>> Materi 2 Pengenalan HTML (BLC)
>> Materi 2 Web Editor (BLC)
>> News Template
>> Pro News Template
>> Materi 3 BLC ( Membuat Email )
>> Materi 3 BLC ( Membuat Blog )
>> Blangko Pengajuan SK GTT/PTT
>> Blangko Pengajuan SK GTY/PTY
>> Instrumen Sekolah 2015
>> Memasang Link Di Pada Blog Wordpress
>> Menambah Header di Blog (Blogger)
>> Materi 4 BLC ( Membuat Blog Dengan Wordpress )
>> Materi 5 BLC ( CMS )
>> Tutorial CMS Balitbang
>> Materi 6 Localhost CMS Balitbang
>> Materi 8 Cloud Storage
>> Blangko Biodata Guru Agama Islam ( PAI )
>> Materi 9 Pembuatan Header Website
>> Blangko PPDB 2016 / 2017
>> Pengantar PPDB 2016 / 2017
>> Menambahkan Feed Rss Pada Halaman Website
>> Materi Tahsin Perguruan Muhammadiyah
>> Skrip .php untuk Feed RSS CMS Balitbang
>> Materi Google Form atau Formulir Online
>> Materi Desember 2016
>> Jadwal UTS Genap Ciri Khusus SD
>> Blangko Data Bantuan Sekolah 2016
>> Jadwal UAS ( SEKOLAH ) Ciri Khusus SMP/Mts, SMA/MA, SMK 2016/2017
>> Materi Penguatan Kepala Sekolah Tawang Mangu
>> Pengembangan Kurikulum ISMUBA 2017
>> Olimpiade Ahmad Dahlan 2017
>> Kalender Pendidikan Muhammadiyah Provinsi Jawa Tengah Tahun Pelajaran 2022 / 2023
>> Kisi - Kisi Akhlaq SMK Ciri Khusus 2017 / 2018
>> Form Data Bantuan dan Prestasi Sekolah 2018
>> Pelatihan SPMU
>> Kalender Pendidikan Dikdasmen PWM Jateng 2018 / 2019
>> Instrumen Data Sekolah 2019
>> Rekaman Irama Nahawand
>> Blangko RKAS 2021
>> Surat Tarik PTK Dinas / Mutasi
>> Form Input PTK GTK Cabdin
>> Syarat Pengajuan SK Yayasan
>> Landasan Hukum Muhammadiyah ( 2016 )
>> KISI US ISMUBA WILAYAH 2022
>> BLANGKO DAYA TAMPUNG PENGGEMBIRA MUKTAMAR 48 TAHUN 2022
>> BLANGKO PAKTA INTEGRITAS
>> BLANGKO RKAS 2022/2023
>> EDARAN MENCHANDISE MUKTAMAR KE - 48
>> Syarat Pengajuan NUPTK JULI - DESEMBER 2022
>> Form Isian Data 2022 / 2023
>> Logo Musyda 2023
>> Lampiran Musyda Dikdasmen 2023
>> SYARAT DAPODIK 2023
>> BADAN HUKUM MUHAMMADIYAH PART 1
>> BADAN HUKUM MUHAMMADIYAH PART 2

Pengunjung

Flag Counter