Portal Resmi Majelis Pendidikan Muhammadiyah Kota Surakarta
Arsip Berita
Berita Terbaru Unduhan Jadwal Sholat
Tampilkan postingan dengan label Corona. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Corona. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Juli 2020

SOLO – Di Era digitalisasi dan komputerisasi dimana semua serba mudah dan tidak ada batasanya, SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta Jawa Tengah gelar diseminasi office 365 untuk pertama kali, Kamis 16 hingga Jum’at 17 Juli kemarin.

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 41 pendidik dan patuhi protokol kesehatan di tengah wabah virus Corona.

Jaka Prasetya SSi mengatakan, Pembelajaran jarak jauh akibat pandemi Covid-19 menuntut guru untuk memilih media pembelajaran yang tepat dan berhasil guna.
Salah satu alternatif pembelajaran jarak jauh yang banyak digunakan adalah aplikasi office 365. Aplikasi tersebut tersedia dalam 2 pilihan, yaitu versi gratis dan berbayar.

“Pelatihan office 365 mulai dari Form, Sway, Onedrive dan Team perkuat pembelajaran jarak jauh,” ungkap pembicara, Jaka Prasetya, (Jum’at, 17/7/2020).

Jaka juga menjelaskan tentang Office 365. Menurutnya, kinerja office ini lebih maksimal dan optimal karena memiliki program satu paket lengkap, muali dari Word, Power Point, Excel, Acces, dan Publisher. 
“Pada aplikasi ini, hasil pekerjaan mampu disimpan di cloud storage OneDrive 1 tera byte, sehingga pengguna tidak harus selalu membawa flashdidisc serta dapat diakses dengan banyak perangkat termasuk smartphone,” paparnya.

Dokumen yang sudah dikerjakan, tambahnya, akan tetap aman dan otomatis tersimpan. “Jadi tidak perlu takut file hilang,” tegasnya.

Kepala Sekolah Hj Sri Sayekti melalui Wakil Kepala Sekolah bidang Humas Jatmiko menerangkan, Setiap aplikasi tentunya memiliki kekurangan. Salah satunya wajib terhubung jaringan internet pada saat menggunakannya.

Hal ini menuntut adanya gotong royong, kerja sama dengan orang tua, karena tanpa kuota internet, peserta didik tidak bisa mengikuti pembelajaran jarak jauh dengan baik. Kehadiran dan sentuhan seorang pendidik tidak bisa digantikan teknologi.

“Ajarilah anak-anak kita sesuai zamannya, anak lahirpun sudah melek teknologi. Sebagai pendidik kita juga harus mengikuti zaman, harus mampu mengajarkan dan mempersiapkan anak didik menghadapi perkembangan zaman yang lebih canggih tidak lepas kontrol agama,” tuturnya.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah manusia, satu generasi anak-anak di seluruh dunia terganggu pendidikannya, termasuk Indonesia.

Mengenai pendidikan anak sesuai zaman bisa diartikan mengarahkan anak-anak supaya mampu berstrategi bertahan/survive terhadap zaman di mana dia hidup.
“Orangtua di rumah memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai fasilitator dan mediator, tetapi juga sebagai motivator, sehingga mampu merawat menumbuhkan semangat belajar yang muaranya insan unggul, berkarakter, mandiri, kontributif bagi kemaslahatan umat dan bangsa,”pungkasnya.

Humas, Jatmiko.

Minggu, 14 Juni 2020

SOLO - Dampak pandemi Covid-19, Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta akan menggelar pelepasan secara online. Siswa dan wali murid bisa melihat lewat website sekolah di https:sdmuh1solo.com dan akun Youtube sekolah.

Rencanannya, pelepasan sebanyak 140 siswa kelas VI angkatan Corona tahun pelajaran 2019/2020 yang penuh cerita, dihelat besok Senin (15/6/2020).

“Pelepasan online adalah sebuah terobosan sekolah rujukan nasional pendidikan karakter berbasis TIK dan pelepasan offline tidak bisa diselenggarakan akibat pemberlakukan social distancing. Tidak ada PAT, US, … 6 tahun yang lalu anak-anak masih mungil datang dalam pelukan kami. Sekarang kami harus melepas anak-anak tanpa jabat tangan, tidak boleh berkumpul dan mengadakan acara-acara. Bisa saja anak-anak ini akan dikenal sebagai angkatan Corona. Ya “Angkatan Corona”,” jelas Kepala Sekolah Rujukan Nasional Hj Sri Sayekti, Rabu (10/6/2020).

Anak-anak harus melewati kelulusan saat negara kita sedang diuji Allah dengan Covid-19. Tetapi jangan khawatir, angkatan ini akan terus dikenang sepanjang masa.

“Anak-anak ini adalah angkatan pertama yang lulus dan memiliki ijazah hanya dengan nilai raport. Semua serba mendadak bukan?  tamat sekolah dan menjadi alumni mendadak. Tidak ada resepsi pelepasan,” ujar Sayekti.
Sayekti menyampaikan pesan supaya
Anak-anak tetap semangat, ini adalah cobaan yang harus kita lewati bersama. Pasti Allah sudah menyiapkan hadiah yang manis untuk kita setelah lulus ujian ini. Anak-anak akan terlahir sebagai generasi-generasi yang hebat. Yakinlah, selalu ada pagi yang terang setelah malam gelap gulita.

Kepada bpk/Ibu wali siswa sekolah  mengembalikan putra-putri tercinta kepangkuan orang tua untuk dipersiapkan melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi.

Mewakili persyarikatan dan lembaga SD Muhammadiyah 1 Ketelan mengucapkan terima kasih atas kepercayaannya dan mohon maaf atas segala kekurangan.
Harapan sekolah perubahan paradigma pendidikan saat ini bisa disikapi dengan membuka hati dan pikiran karena pendidikan akan terus berjalan sesuai zamannya

Sayekti menambahkan pada pelepasan ini
Meluluskan,
Tiga lulusan terbaik yaitu Pertama Indira Al Farra syifa Putri dari Dwi Winarto, Kedua Azria Ahsan Maulana Hartanto Putra dari Tri Hartanto, ST, Ketiga Annisa Rahmani Putri dari Taufiq Rachman S.TP., MT.

Tiga hal penting ditekankan Sri modal sukses siswa Muhammadiyah di manapun. Yaitu, sholat, mengaji, dan patuh serta hormat kepada guru dan orang tua.

”Mendidik generasi berakhlak dan mengusai teknologi. Perjalanan masih panjang, cita-cita belum tercapai. Tetaplah semangat gapai impian dan cita-citamu. Anak-anak yang hebat, ingat pesan bu Yekti selalu jalankan perintah Allah dan jauhi semua larangan-Nya. Jangan tinggalkan salat, berbakti dan hormati orang tua dan gurumu, selalu sayangi teman-temanmu, jaga selalu nama baik almamater sekolah,” pungkasnya.

Humas, Jatmiko.

Sabtu, 06 Juni 2020

SOLO – Untuk pertama kalinya, sejumlah anak-anak kelas II memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environmental Day secara online berbeda dari tahun-tahun sebelumnya adanya wabah virus Corona atau Covid-19, Jumat (5/6/2020).

Wakil Kepala Sekolah Adiwiyata SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta Jawa Tengah Jatmiko menjelaskan, Dunia saat ini sedang menghadapi siruasi pandemi virus korona baru atau covid-19.

“Peduli agama, manusia, lingkungan dan sistem adalah 4 pilar yang harus di ajarkan kepada anak-anak sejak dini. Keputusan belajar dari rumah, bekerja dari rumah, dan ibadah di rumah perlu terus digalakkan untuk maju bersama bergotong royong lawan penyebaran Covid-19,” ujar Jatmiko, yang pernah menjadi Wakil al Islam Kemuhammadiyahan dan Humas.

Tri Pusat Pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara, yaitu: 1) Alam Keluarga, 2) Alam Keguruan, dan 3) Alam Pergerakan Pemuda/Pengabdian Masyarakat.

Di tengah pagebluk, guru bisa memfasilitasi peserta didik dengan memanfaatkan kelas maya secara gratis (seperti google calssroom, schoology, dan yang sejenisnya).

Kontribusi guru dalam kelas maya yaitu melaksanakan proses pembelajaran secara daring (online).

Layanan seperti fasilitator, kolaborator, mentor, pelatih, pengarah dan teman belajar serta dapat memberikan pilihan dan tanggung jawab yang besar kepada anak didik bisa mengalami peristiwa belajar yang real.

Rasya Muhammad Athaya kelas II yang bercita-cita jadi dokter mengungkapkan karakter mandiri harus ditumbuhkan. Kampanye ini saya kirimkan Wali Kelas Dwi Suparwanto SPd via WhatsApp.

“Cita-cita jadi dokter untuk meneruskan para pejuang Covid-19. Hemat penggunaan air, buang sampah pada tempatnya berprinsip 3 R (Reduce, Reuse, Recycle), kurangi polusi udara, gaya hidup sehat dan sederhana, menanam pohon, peduli dan ikut serta menjaga lingkungan dengan aksi nyata,”ajak Rasya sambil tersenyum.

Kondisi ini sebagai pengingat bahwa kesehatan manusia berhubungan dengan kondisi alam.

Tema HLH Sedunia tahun ini adalah Biodiversity atau Keanekaragaman hayati, dengan slogan Time for nature.

Generasi anak bangsa berkemajuan memiliki peran penting dalam mencegah hilangnya keanekaragaman hayati dan melestarikan alam untuk masa depan kita.

Sementara itu, Belva menulis surat bagaimana caranya terlibat memahami pentingnya keanekaragaman hayati.

“Minat aku jadi dokter hewan lebih menyenangkan. Bisa mengenal hewan, persilangan hewan, membedakan mana yang jantan maupun betina,”ucapnya.

Humas, Jatmiko.

Jumat, 15 Mei 2020

 
Perangi Corona, SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta meluncurkan lagu aku ora mudhik. Tujuannya menyemangati masyarakat Indonesia khususnya umumnya dunia di tengah pandemi.

Lagu diciptakan oleh guru kelas 3 Ki Agung Sudarwanto SSn MSn yang juga pengagum musisi Legendaris Didi Kempot serta sobat ambyar.
Inilah syairnya.

AKU ORA MUDHIK
Aja mudhik, yo kanca aja mudhik
ngeman anak bojo lan tangga teparo.

Aja mudhik, yo kanca aja mudhik
Natas Corona jejaring sumebare

Ja … ngengkel yen kena dak elengake
Sumebare gawe lelara ing kene
Ja ... ngeyel yen kena dak elengake
Nenulari bisa njalari pepati

Dhuh Gusti ... iki lelakoning bumi
Si Corona sumebar ing ngendi-endi
Idul Fitri tahun iki ora bali
Sembah sungkem bapa biyung aja lali

Nadyan adoh parane ana ing kana
apuranto lepate dosa kawula
Aja gela jo nelangsa jroning dhadha
Niat kula Coronane enggal sirna

“Saya menciptakan lagu ini semalam, terjemahannya Aku tidak Mudik, jangan mudik, teman jangan mudik, sayang anak istri, dan tetangga sebelah. Jangan mudik, teman jangan mudik, memotong jejaring penyebaran Corona,” ucap Agung Sudarwanto saat dihubungi Kamis (14/5/2020).
Dalang berkemajuan ini punya seabrek prestasi,  melanjutkan terjemahannya, janganlah nekat, jikaku ingatkan persebarannya menimbulkan penyakit, janganlah nekat jikaku ingatkan, penularannya menyebabkan kematian.
“ya Allah … ini cerita di bumi si Corona bersebaran di mana-mana. Idul fitri tahun ini tidak pulang. Berbakti pada bapak ibu jangan lupa. Meskipun jauh di sana maafkan dosa kesalahanku, jangan kecewa jangan sedih dalam dada, niatku Corona segera berakhir,” katanya.

Pembuatan video ini melibatkan aransemen Rohmadin SSn, Keyboard Yuliarto Wiku Prabowo dan mendapat dukungan penuh kepala sekolah.

 “Alhamdulillah, tidak ada kendala dalam proses shooting, meskipun di tengah pandemi dan puasa Ramadan,” tutur Agung.

Pria kelahiran Desa Kauman, Nganjuk Jawa Timur pada 4 Agustus 1979 mengaku telah mentelorkan 9 karya seperti sekolah istanaku, lagu nasional, warna-wrana, lancaran wulanging jagad, sekolah sehat, pendidikan karakter, iringan wayang kolaborasi, prosesi wisuda versi gamelan.
Karya di atas telah di nikmati oleh Pejabat Kementerian, Gubernur, Walikota dan Pihak Kraton Jogjakarta beserta Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Orang tua Safaraz Aufa Azalia kelas 3 C  Tri Yuniarti berharap lagu Aku Ora Mudhik yang di ciptakan guru bertalenta bisa membawa virus positif.

“Semoga bukan hanya sebatas lagu, tapi bisa mendidik masyarakat luas untuk tidak mudik. Selain juga ada unsur budaya yang tidak boleh ditinggalkan sungkem bapak ibu, menghibur namun tetap tidak meninggalkan budaya dan karakter orang jawa,”harapnya.
Kepala SD Muh 1 Hj Sri Sayekti melalui wakil kepala sekolah bidang Humas, Jatmiko mengatakan, kami mengikuti satu komando dan arahan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir, Pemerintah, MUI dan protokol kesehatan pada Jum’at (15/5/2020).

“Seperti pesan belai bagi daerah yang masih merasa aman, justru perlu kehati-hatian, agar rantai penularan tidak terjadi. Kewajiban kita ikhtiar dan tawakal,” pungkasnya.

Humas, Jatmiko.

Kamis, 09 April 2020

SOLO – Dukungan simpati dan empati Covid-19 siswa SD Muhammadiyah 1 Ketelan untuk tenaga medis diberikan dalam bentuk poster dan vidio. Di tengah pandemi siswa SD Muh.1 meluangkan waktu untuk memberikan semangat dan terima kasih kepada staf medis, dokter, perawat, dan petugas kesehatan lainnya, Kamis (9/4/2020).

Kepala Sekolah Hj Sri Sayekti melalui Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, Jatmiko mengatakan tugas membuat poster dan vidio ini untuk memunculkan rasa memiliki dan empati anak-anak terhadap tenaga medis, serta para medis yang gugur tangani corona layak mendapat gelar pahlawan kesehatan.
“Melalui wali kelas, anak-anak kami ingatkan bahwa para tenaga medis menjadi garis terdepan penanganan Virus Corona, taruhannya nyawa untuk lawan Corona,” ujarnya.

Jatmiko menambahkan, poster karya siswa tersebut dipotret dan dikirim ke guru kelas masing-masing.

Juga upload foto di media sosial melibatkan orang tua baik di instagram, facebook, Whatshappgroup, serta beri hastag utama #PelajarIndonesiaCegahCovid19 #SatuKertasCegahCovid19#LawanHoaxCorona19#BersatumelawanCorona#SehatNegeriku #KementerianKesehatan #KementerianPendidikan #sdmuh1solo.

“Nantinya menjadi viral dan kami kirimkan ke para tenaga medis, baik di RS Muhammadiyah maupun lainnya,” harapnya.
Amat menggembirakan wartawan cilik SD Muhi Humaira Putri Dhia Syarafina kelas IVB vidionya lolos di siaran radio anak Komunitas Anak Surakarta (Konata) milik Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo, secara streaming bisa dinikmati selama 24 jam non stop.

“Hallo sobat konataaa … belajar di rumah yaa.. ok untuk menangkal virus corona tetap jaga pola hidup sehat yaa .. ga usah pergi ke mana-mana .. cuci tangan dengan benar .. hindari kerumumanan dan jangan lupa tetap dengarin radio konata ya jam 3 sampai 5 sore ..konata radio anak Surakarta ,”ucap Humaira.

Poster-poster berisi pesan motivasi ini dibuat oleh seluruh siswa kelas I hingga VIABCD. Mereka membuat poster di rumah masing-masing menggambar langsung di kertas.

Fahmilhaq Zahran Wibawa binaan Jaka Prasetya SSi salah satu siswa kelas VIC mengungkapkan Poster yang dibuatnya mengandung pesan semangat dan terima kasih untuk para tim medis. Ia berharap wabah ini segera berakhir dan semua menjadi normal kembali dan bisa belajar di sekolah.
Sebagai bentuk empatinya terhadap tim medis, siswa yang mempunyai hobi menggambar dan melukis itu mengaku tetap di rumah dan selalu menjaga kesehatan.

“Semoga para medis sehat selalu agar bisa menyelamatkan orang sakit,” harapnya.

Menurutnya, dengan tetap di rumah, ia bisa membantu para tenaga medis dalam memutus penularan Virus Corona.

“Jadi tidak semakin banyak yang sakit dan menjadi beban tenaga medis dan pemerintah,” ujarnya.

Humas, Jatmiko.

Rabu, 08 April 2020

 
SOLO, Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Muhammadiyah Kota Solo atau yang dikenal dengan nama MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) semprot lingkungan SMP Muhammadiyah 1 Simpon Solo dengan Disinfektan untuk mengurangi penyebaran wabah Virus Corona atau Covid-19, Selasa (7/4/2020).
Sejumlah sepuluh personal dengan menggunakan  mobil MDMC yang sementara disulap dalam kegiatan ini dan juga dilengkapi dengan alat penyemprot disinfektan, dengan sigap dan beruuran menyemprot semua bagian ruangan dan lingkungan sekolah SMP Muhammadiyah 1 Simpon Solo.
Satu persatu petugas menyemprotkan seluruh ruangan, pintu, gagang tangga, lantai dan pagar sekolah, dengan penuh kehati-hatian dan diharapkan dengan bantuan MDMC ini membantu sekolah khususnya SMP Muhammadiyah 1 Simpon Solo bebas dari virus Corona atau Covid-19 ini.

Menurut H. Sukidi selaku kepala SMP Muhammadiyah 1 Simpon Solo yang kebetulan juga mendampingi dalam kegiatan ini mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh anggota atau petugas LPB atau MDMC Kota Surakarta yang telah membantu menstirilkan atau penyemprotan di lingkungan sekolah.
H. Sukidi juga mengharapkan semoga wabah corona atau Covid-19 ini dapat segera usai sehingga semua dapat beraktifitas seperti biasanya termasuk di lingkungan sekolah semoga juga dapat segera aktif kembali proses belajar mengajar bagi siswa di SMP Muhammadiyah 1 Simpon Solo.

Selasa, 07 April 2020

SOLO – Unik, Ratusan siswa sekolah sehat SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta bersatu kampanye membuat poster bertema Lawan Corona.

Kepala Sekolah Hj Sri Sayekti melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Jatmiko menyampaikan, tujuan kampanye anti virus Corona ini menindaklanjuti Surat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Dinas Kesehatan No:443.26/2377/4 bulan April 2020 perihal partisipasi aktif kampanye pencegahan covid-19 bagi pelajar seluruh Indonesia dan Jawa Tengah melalui media sosial.
Tertanda tangan Sekretaris atas nama Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Drs Agus Tri Cahyono, Apt Msi dan materi kampanye dari Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dr Wahyu Setianingsih Mkes(Epid).

“Alhamdulillah, rata–rata kalimat dan gambar sudah benar. Bagaimana menghindari dan pencegahan terhadap virus yang sedang merebak, 1 kertas 1 kalimat insya Allah mampu menyelamatkan jutaan manusia,” ujar Jatmiko usai dikirimi melalui 24 WA wali kelas hasil poster 793 siswa, Selasa (7/4/2020).
Pesan pokok yang harus disampaikan di antaranya, sering cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, tetap tinggal di rumah, jaga jarak dan hindari kerumunan, tidak berjabat tangan, pakai masker bila sakit atau harus berada di tempat umum.
Upload foto di media sosial melibatkan orang tua baik di instagram, facebook, Whatshappgroup, dsb serta beri hastag utama#PelajarIndonesiaCegahCovid19 

#SatuKertasCegahCovid19#LawanHoaxCorona19#BersatumelawanCorona#SehatNegeriku #KementerianKesehatan #KementerianPendidikan #sdmuh1solo.com

WHO telah menetapkan COVID-19 sebagai pendemi global dan Pemerintah Indonesia menetapkan sebagai bencana nasional atau bencana non alam.
 Data jumlah covid-19 di Jawa Tengah sampai dengan tanggal 1 April 2020 telah mencapai 92 orang, 77 orang masih dirawat, 8 orang sembuh dan 7 orang meninggal sehingga membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk mencegah penularannya di masyrakat.

“Percepatan penyebarluasan informasi kesehatan, meningkatkan partisipasi masyarakat dan pemberdayaan, serentak sejak hari ini tanggal 7-11 April 2020 juga bisa melalui Tiktok dan Youtube, Mari semua elemen anak bangsa bersatu melawan virus Corona, ”jelasnya.

Munawafi Ramadhani Syahida siswi kelas IVA mengaku ada satu poster yang menurutnya kurang jelas saat mengupload dan mencoba beberapa kali.

“Fotonya terlalu jauh dan kalimat poster yang tidak terbaca jelas,” ungkapnya sambil tersenyum.
Sementara itu, Ketua Program Sekolah Sehat SW Winarsi mengungkapkan Dalam situasi seperti ini mengahruskan kepada anak-anak untuk belajar jarak jauh.

Namun demikian situasi seperti ini tidak menyurutkan kepada peserta didik untuk terus belajar.
 
“Upaya berperang bersama melawan covid-19 sekolah menggalakkan literasi covid-19. Secara tidak langsung anak-anak sudah belajar apa yang harus mereka lakukan dalam situasi melawan covid-19. Salah satunya PHBS menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan untuk mencegah covid-19,” ujar Winarsi yang juga wakil kepala sekolah bidang Kurikulum.

Humas, Jatmiko.

Senin, 06 April 2020

SOLO- Cegah Corona dan memutus mata rantai penyebaran virus yang telah menjadi bencana nasional dan internasional, Sekolah Sehat SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta peserta didiknya Belajar di Rumah (BDR), Senin (6/4/2020).

Beragam kegiatan peduli lingkungan dilakukan, seperti yang dilaksanakan oleh tim guru kelas III materi tema 7 sub tema 4 mengenal berbagai macam alat transportasi.
Dalam pengerjaan proyek pemanfatan barang bekas, para siswa menyediakan barang bekas yang ada di sekitar rumah seperti botol minuman, botol minyak, botol oli, atau botol bekas lainnya.

Fitria Hariyati mengajak mereka mendaur ulang barang-barang tersebut agar bernilai ekonomis melalui group WA online. Tujuan kegiatan ini untuk menanamkan rasa peduli dan peka terhadap lingkungan. 
“Memanfaatkan barang bekas menjadi barang berkualitas, juga menjadikan belajar anak dirumah semakin menarik serta cegah corona, anak akan tahu perkembangan teknologi transportasi sehingga mereka generasi anak bangsa termotivasi untuk menjadi perancang mobil terkenal di masa yang akan datang,” ujarnya.

Fitria menambahkan, mereka juga harus mencari tahu hal-hal apa saja yang boleh dan dilarang di Tranportasi Publik. Tanpa sadar mereka akan mempelajari sesuatu dengan cara yang menyenangkan.
Sementara waktu bisa membayangkan bagaimana suasana yang tidak biasa memperlihatkan antusias menggunakan transportasi umum. Terlebih ketika mereka belajar mewawancarai setiap penumpang di bus tersebut.

Tidak hanya itu, pelibatan orangtua menemani dan mengajar sangat dibutuhkan, karena ketidakpastian waktu sampai kapan pandemi Covid-19 berakhir. 
Dan mengawal imbauan tentang menjaga jarak fisik dalam interaksi langsung dan mengurangi aktivitas di luar rumah.

Selama kegiatan belajar di rumah, tenaga pendidik atau guru tetap memberikan tugas sesuai dengan program pembelajaran yang telah direncanakan. 
Muhammad Musa Kelahiran Yogyakarta, 17 Maret 2011  mengaku senang. Salah satu alat transportasi yang banyak digunakan adalah mobil.

“Wah, Asyik bisa belajar bersama mama, tapi sudah kangen belajar bersama teman-teman dan bu guru di sekolah, hari ini membuat tranportasi publik terintegrasi,” ucap Musa sambil tersenyum yang bercita-cita jadi tentara.

Humas, Jatmiko.

Ahad (05/04/2020) adalah kegiatan hari ke-2 program Peduli Sesama Melawan Corona oleh SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. 
Bapak Guru dan karyawan melakukan penyemprotan disinfektan di Kampung Griyan, Pajang, Laweyan. 
Program ini bertujuan sebagai bentuk pengabdian dan kepedulian kepada masyarakat, dan sebagai antisipasi penyebaran virus corona.
Solo — Sejumlah guru SMP Muhammadiyah 5 Solo menggelar aksi sosial membasmi Virus Corona, berupa penyemprotan disinfektan di sejumlah tempat di Kota Solo.
“Kegiatan ini merupakan kepedulian dan rasa empati SMP Muhammadiyah 5 Solo terhadap wabah Covid-19,” ungkap Kepala  SMP Muhammadiyah 5 Solo, Sudarno SPd kepada wartawan, di sekolah setempat, Sabtu (4/4).
Sudarno mengatakan, kegiatan ini dilakukan di rumah warga sekitar sekolah, SD Trangsan, Gatak dan di pabrik pembuat Alat Pelindung Diri/APD. “Kenapa ada sejumlah daerah yang juga disemprot, lantaran masyarakat daerah tersebut meminta,” ungkapnya.]
Kegiatan ini, kata Sudarno, diberi nama Peduli Sesama Melawan Corona bersama Guru SMP Muhammadiyah 5 Solo. “Selain merupakan aksi sosial, juga untuk mempererat tali silaturahmi antara sekolah dengan masyarakat di wilayah itu,” ujarnya.
Tentu saja, adanya penyemprotan di disinfektan, kata Sudarno, salah satu langkah untuk memutus tali penyebaran Virus Corona. Selain juga memberi sosialisasi bagaimana langkah-langkah untuk menghambat penyebaran virus tersebut.

Sumber : https://timlo.net/baca/92610/guru-smp-muhammadiyah-5-solo-gelar-aksi-sosial-pencegahan-corona/

Selasa, 24 Maret 2020

SOLO - Gerakan pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19) terus berlanjut. Penyemprotan ini dilakukan untuk mencegah penularan wabah virus corona, yang saat ini menjadi perhatian dunia, sebagai langkah antisipasi manajemen satu atap penyebaran virus korona pada masa inkubasi selama 14 hari, Senin (23/3/2020).
Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Hj Sri Sayekti melalui Wakasek bidang Humas Jatmiko  memastikan jadwal semprot disinfektan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta bersamaan dengan instansi lainnya. 
Merebaknya Virus Corona tidak hanya menimbulkan ketakutan, tetapi juga menumbuhkan semangat untuk terus berusaha meminimalisir dampaknya.

Berdasar WAG sekolah ada 10 instansi meliputi SD Muhammadiyah 1 Solo, Panti Asuhan Pamardi Yoga, SD Madyotaman, SDN Ketelan, SMAM 1, Kompleks Kalam Kudus, RRI, Masjid as Sami’na timur RRI, Parmas Surakarta dan Masjid Asyi’ar.
“Ikhtiar sekuat tenaga untuk meminimalisir dampak penyebaran Virus Corona sudah maksimal. Upaya terakhir adalah dengan berdoa, menjaga kebersihan diri dan tetap semangat menjaga kesehatan pribadi, minimal Covid-19 punya akronim Cuci Tangan, Olahraga, Vitamin, Ikhtiar, Do’a serta subuh 2, duhur 4, ashar 4, 3 maghrib, 4 isya’ dan 2 rekaat tahajud,” papar Jatmiko.
Selama belajar di rumah, beberapa orang guru dan karyawan diminta bergantian datang ke sekolah berdasarkan jadwal piket.

Guru yang piket itu pun diminta membersihkan kelas, terutama bagian yang rentan terpapar virus seperti handel pintu, saklar lampu, komputer, meja keyboard, dan fasilitas lain yang sering terpegang oleh tangan. 
Menurut Dwi Suparwanto wali kelas IIB, tim berjumlah lima belas orang yang dibekali mesin penyemprot dan cairan disinfektan.

Dwi menyatakan, senang dengan bantuan semprotan disinfektan ke sekolah ini untuk menghadapi wabah Corona.

”Seluruh faslitas pendidikan representatif  yang berlantai tiga disemprot. Kami berharap agar sekolah kebanggan warga solo dan Rujukan Destinasi Pendidikan tingkat Nasional menjadi bersih, aman, dan higienis sehingga warga sekolah tenang dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM),” kata Dwi.
Penyemprotan desinfektan turut membersamai dan dihadiri Pengawas gugus II Korwil III Kecamatan Banjarsari Tri Winarni SPd MPd, Kepala Sekolah Hj Sri Sayekti MPd, Waka Sarpras Jaka Prasetya, Staf Sahudi, Waka Kurikulum SW Winarsi, Staf al Islam dan Kemuhammadiyahan Sutrisno, Bendahara Puji Rahayuningsih, Ria Sutanti dan Kepala Tata Usaha Indriyani, S Kom.

Humas, Jatmiko.

Ketua

Dr. Mohamad Ali, S.Ag., M.Pd
NBM. 887.570

Menu

Jadwal Sholat

Surakarta (Solo)

Imsak--:--
Subuh--:--
Dzuhur--:--
Ashar--:--
Maghrib--:--
Isya--:--

Mengambil jadwal Surakarta...

Sumber jadwal: API MyQuran

Kalender

Jam

Berita Umum

Berita Terbaru Majelis

Memuat berita terbaru...

    Lihat semua berita

    Posting Populer

    Inovasi Pendidikan karakter anti korupsi SD Muhammadiyah 1 Ketelan

    Informasi


    Kalender Islam

    Kalender Hijriyah

    Unduhan

    >> Surat Pernyataan Tidak Terjadi Konflik 2021
    >> Instrumen Data Sekolah 2021
    >> Form Input PTK GTK Cabdin
    >> Ceklist Persyaratan PTK Baru SMA, MA,SMK
    >> Ceklist Persyaratan PTK Baru SD, SMP
    >> Ceklist Persyaratan PTK Baru PAUD TK
    >> Rekap Form Excel Pengajuan Input PTK Baru TK, PAUD, SD, SMP
    >> Materi 1 BLC
    >> Materi 2 Pengenalan HTML (BLC)
    >> Materi 2 Web Editor (BLC)
    >> News Template
    >> Pro News Template
    >> Materi 3 BLC ( Membuat Email )
    >> Materi 3 BLC ( Membuat Blog )
    >> Blangko Pengajuan SK GTT/PTT
    >> Blangko Pengajuan SK GTY/PTY
    >> Instrumen Sekolah 2015
    >> Memasang Link Di Pada Blog Wordpress
    >> Menambah Header di Blog (Blogger)
    >> Materi 4 BLC ( Membuat Blog Dengan Wordpress )
    >> Materi 5 BLC ( CMS )
    >> Tutorial CMS Balitbang
    >> Materi 6 Localhost CMS Balitbang
    >> Materi 8 Cloud Storage
    >> Blangko Biodata Guru Agama Islam ( PAI )
    >> Materi 9 Pembuatan Header Website
    >> Blangko PPDB 2016 / 2017
    >> Pengantar PPDB 2016 / 2017
    >> Menambahkan Feed Rss Pada Halaman Website
    >> Materi Tahsin Perguruan Muhammadiyah
    >> Skrip .php untuk Feed RSS CMS Balitbang
    >> Materi Google Form atau Formulir Online
    >> Materi Desember 2016
    >> Jadwal UTS Genap Ciri Khusus SD
    >> Blangko Data Bantuan Sekolah 2016
    >> Jadwal UAS ( SEKOLAH ) Ciri Khusus SMP/Mts, SMA/MA, SMK 2016/2017
    >> Materi Penguatan Kepala Sekolah Tawang Mangu
    >> Pengembangan Kurikulum ISMUBA 2017
    >> Olimpiade Ahmad Dahlan 2017
    >> Kalender Pendidikan Muhammadiyah Provinsi Jawa Tengah Tahun Pelajaran 2022 / 2023
    >> Kisi - Kisi Akhlaq SMK Ciri Khusus 2017 / 2018
    >> Form Data Bantuan dan Prestasi Sekolah 2018
    >> Pelatihan SPMU
    >> Kalender Pendidikan Dikdasmen PWM Jateng 2018 / 2019
    >> Instrumen Data Sekolah 2019
    >> Rekaman Irama Nahawand
    >> Blangko RKAS 2021
    >> Surat Tarik PTK Dinas / Mutasi
    >> Form Input PTK GTK Cabdin
    >> Syarat Pengajuan SK Yayasan
    >> Landasan Hukum Muhammadiyah ( 2016 )
    >> KISI US ISMUBA WILAYAH 2022
    >> BLANGKO DAYA TAMPUNG PENGGEMBIRA MUKTAMAR 48 TAHUN 2022
    >> BLANGKO PAKTA INTEGRITAS
    >> BLANGKO RKAS 2022/2023
    >> EDARAN MENCHANDISE MUKTAMAR KE - 48
    >> Syarat Pengajuan NUPTK JULI - DESEMBER 2022
    >> Form Isian Data 2022 / 2023
    >> Logo Musyda 2023
    >> Lampiran Musyda Dikdasmen 2023
    >> SYARAT DAPODIK 2023
    >> BADAN HUKUM MUHAMMADIYAH PART 1
    >> BADAN HUKUM MUHAMMADIYAH PART 2
    >> DAFTAR PCM 2022 - 2027
    >> Badan Hukum Muhammadiyah 2024
    >> Maklumat PP Muhammadiyah Ramadhan 1447 H / 2026 M
    >> JADWAL WAKTU SHOLAT BULAN RAMADHAN 1446 H / 2025 M
    >> Logo Milad Muhammadiyah 113
    >> Kode Indeks Surat Muhammadiyah
    >> Pembuatan E-KTAM dan Tata Cara Klaim
    >> Sewa Gedung Balai Muhammadiyah
    >> Sewa Gedung Balai Muhammadiyah">Sewa Gedung Pusdiklat Dharmo Tjahjono

    Pengunjung

    Statistik kunjunganDiperbarui otomatisCounter pengunjung dan tampilan halaman