Portal Resmi Majelis Pendidikan Muhammadiyah Kota Surakarta
Arsip Berita
Berita Terbaru Unduhan Jadwal Sholat
Tampilkan postingan dengan label Covid-19. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Covid-19. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 November 2021

SOLO – SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta merayakan Milad ke 86 digelar sederhana namun khidmat, membagi nasi tumpeng kepada guru senior Wahyudi, Novi Saptina, Kustinah Purwani dan Ishayati. Menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat pencegahan Covid-19. Kegiatan diikuti oleh guru dan tenaga kependidikan, Kamis (25/11/2021).

Perayaan Milad dibuka dengan tausyiah. Wakil Kepala Sekolah bidang Sarpras Jaka Prasetya SSi MPd bertindak sebagai mubaligh mengatakan kalau dimasyarakat itu ada beberapa model. 

Pemberian nafkah kepada istri, suami memberikan semua gaji untuk istri. Kalau butuh minta. Butuh untuk belli rokok, bensin. Bahkan kartu ATM gaji dipegang istri.

“Kalau dikatakan bahwa (semua) uang suami adalah milik istri justru merampas hak suami atas kepemilikan uangnya. Suami menitipkan gaji untuk dikelola istri,” kata Jaka Prasetya, Kamis (25/11/2021).

Jaka menambahkan, Jadi berdasarkan dalil, nafkah wajib itu terbatas hanya 3 hal saja yakni maá¹­h’am (makanan), malbas (pakaian) dan maskan (tempat tinggal) 100% Tidak ada istilah uang jajan istri atau uang shopping dalam fikih rumah tangga islam. Kebutuhan istri menyesuaikan kemampuan suami.

“Penguatan rumah tangga guru muhammadiyah di era industri 4.0 menuju ear society 5.0,” tutur Jaka.

Momentum ini juga dioptimimalisasikan Kepala Sekolah Hj Sri Sayekti MPd, dengan memberikan waktu kepada guru kembali refleksi dalam hal pelayanan Pendidikan.

“Kegiatan seperti ini sangat penting agar terlahir gagasan-gagasan baru dalam menyusun rencana strategi ke depan dalam perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila,” tuturnya.

Modernitas menuntut guru dan tenaga kependidikan  untuk bertransformasi lebih baik lagi. Sebagai sekolah penggerak, sekolah unggul, sekolah sehat, sekolah adiwiyata, sekolah budaya, sekolah karakter, sekolah inspiratif.

”Kami mohon guru jangan mudah meninggalkan ruang kelas. Mari kita berbagi. Guru harus menjaga kualitas pembelajaran berbasis pemanfaatan teknologi informasi. Guru memberi kita alasan untuk bermimpi dan berusaha untuk mencapainya. Ojo gelo dadi guru, meneladai sifat Rasulullah, insya Allah guru menjadi ahli surga. Selamat Hari Guru!,” jelasnya.

Kontributor, Jatmiko.

Rabu, 06 Oktober 2021

SOLO – Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMS), Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 1 Ketelan Solo Blended Learning, bersamaan Hari Guru Sedunia 2021.

Kepala Sekolah Hj Sri Sayekti melalui Wakil Kepala (Waka) Bidang Kurikulum Imam Priyanto menjelaskan metode blended learning merupakan penggabungan antara kegiatan pembelajaran tatap muka (face to face classroom method) dengan pembelajaran berbasis online. 

“Ikhtiar di tengah pandemi, memberikan pembelajaran yang optimal dan maksimal, dengan penuh kegembiraan dan kenyamanan untuk memfasilitasi peserta didik memperoleh materi baik tatap muka dan tatap layar secara bersamaan,” ujar Imam, Rabu (6/10/2021).

Metode blended learning, semoga meminimalisasi dampak psikososial anak yang terlalu lama menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Blended learning, para pendidik mengajar siswa secara daring dan tatap muka secara bersamaan dengan menggunakan beberapa piranti teknologi informasi dan komunikasi yang tersedia di dalam kelas,” bebernya.

Misalnya, di setiap kelas sudah terpasang LCD proyektor. Guru yang mengajar di kelas bisa menggunakan aplikasi Zoom Clouds Meeting agar tetap terhubung dengan siswa yang berada di rumah dalam waktu bersamaan.

Wali kelas 3C Ki Agung Sudarwanto SSn MSn menjelaskan bagaimana penerapan metode blended learning, bukan hanya di bidang akademik, juga di bidang bakat minat, kesenian dan al islam kemuhammadiyahan dan bahasa Arab.

Wakil kepala sekolah bidang Kurikulum telah menyusun mulai dari jam mengajar, pembagian siswa dengan sistem shift, dan durasi belajar. Pembagian jumlah guru yang mengajar, guru yang bertugas sebagai petugas gugus Covid-19.

“Tak kalah penting adalah kesiapan fasilitas sarana sekolah dengan penguatan jaringan internet yang mendukung,” beber Agung.

Pencerahan sebelum pembelajaran berupa pemahaman tentang protokol kesehatan. Mencuci tangan dengan air mengalir pakai sabun dan memakai masker menjadi aspek penting untuk mencegah agar tidak terpapar virus corona penyebab COVID-19.

Maka, penting bagi orang tua untuk menjelaskan cara mencuci tangan yang benar serta bagaimana fungsi masker dalam melindungi tubuh mereka.

“Bekali anak dengan hand sanitizer di saku. Terakhir, minta anak untuk menjaga jarak dengan teman saat di sekolah,” pesan Dalang Muda Berkemajuan.

Humas, Jatmiko.

Minggu, 26 September 2021

Senin, 20 September 2021, SD Muhammadiyah 2  Kauman Surakarta mengadakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Pekan  20-24 September 2021 dimulai kelas 6 ABC dengan kapasitas 50%.

Sebelum pelaksanaan PTM terbatas, Satgas Covid-19 SD Mudaka, Ihwan Prayudhi, S.Pd. menyampaikan ada beberapa persiapan yang dilakukan, antara lain: 

1. pengecekan sarana dan prasarana meliputi:
pemasangan anak panah jalur kedatangan dan kepulangan siswa, kebersihan ruangan dan lingkungan sekolah, penyemprotan desinfektan, dan penyediaan sarana protokol kesehatan (hand sanitizer, wastafel dan sabun cuci tangan, pengukur suhu tubuh dll)

2. pembuatan video simulasi SOP keberangkatan dan penjemputan siswa sebagai panduan bagi siswa dan wali siswa
 sebelum PTM terbatas dilaksanakan.

3. penyampaian undangan peninjauan persiapan dan pelaksanaan PTM terbatas kepada Dinas Kesehatan (Puskesmas Gajahan), MDMC Muhammadiyah, Dinas Pendidikan, dan PKU Muhammadiyah.

Pelaksanaan PTM terbatas berjalan lancar. Hasil screening dari petugas Puskesmas Gajahan, Astanti Hidayah, SKM, sangat baik. Meski demikian Astanti mengimbau untuk menambah poster informasi tentang covid-19 agar siswa selalu ingat dan waspada.

Pengawas sekolah, Dra. Mufarichah, M.Pd. meninjau pelaksanaan PTM terbatas pada hari Kamis, 23 September 2021 dengan bertemu siswa serta berinteraksi di kelas secara langsung.

Wali siswa menyambut baik dan mengapresiasi dilaksanakannya PTM di SD Muhammadiyah 2 Kauman. Siswa pun senang serta bersemangat bisa masuk sekolah lagi.

Kepala SD Muhammadiyah 2 Kauman, Surakarta, Taufik Saleh, S.Ag. mengucapkan terima kasih atas kerja sama satgas covid-19, guru, tenaga kependidikan, dinas terkait, orang tua siswa, dan siswa sehingga PTM terbatas berjalan lancar. Untuk selanjutnya agar dapat terus dijaga ketertiban dan selalu menjaga prokes yang ditetapkan.

Senin, 20 September 2021

SOLO – Starategi Wujudkan Sekolah Unggul di Muhammadiyah 1 Ketelan. Hj Sri Sayekti MPd membeberkan di sela-sela rapat kerja dengan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta dengan protokol kesehatan secara ketat, di Karangpandan, Karanganyar, Sabtu (18/9/2021).

Sayekti menyatakan, sejak awal membangun SD Muh 1, sudah menggagasnya sebagai sekolah unggul. “Visi sekolah membentuk lembaga pendidikan unggul kompetitif dengan sumber daya insani yang berakhlaq mulia berkarakter uatama menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi sehat dan peduli lingkungan hidup,” ucapnya.

Hanya saja, karena pandemi Covid-19 kita menekankan pada program di sekolah melaui platform digital pembelajaran atau TIK, Pembelajaran paradima baru, pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang aman dan lancar serta penguatan jaringan internet.

“Kalau kita sudah meletakkan sekolah kita sebagai sekolah unggulan, maka seluruh waraga sekolah teutama wajib bagi guru karyawan harus punya persepsi yang sama dalam segala hal, ikut membersamai rapat waka Kurikulum Imam Priyanto dan waka Ismuba Ahmad Syaifuddin,” tegasnya.

Program unggul SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta yaitu Sekolah sehat, Kantin sehat, Sekolah berbasis TIK, Sekolah Penggerak, Sekolah Budaya, Sekolah ISMUBARISTIK, Sekolah Rujukan Swasta, dan Sekolah Pendidikan Karakter.

“Dampak sekolah unggul diantaranya mampu mengatasi dari sisi permasalahan yang ada seperti keterbatasan lahan sekolah dalam tanda kutip kekurangan ruang untuk pengembangan sekolah, kegiatan sekolah, dan tempat parkir,”ujar Sayekti.

Saat ini teknologi semakin canggih, berbagai sumber belajar dapat kita temukan. Prinsipnya adalah literasi. Literasi harus dijadikan sebagai suatu kebutuhan guru sehingga kebudayaan  literasi bisa tertanam pada lingkungan sekolah dan di mana saja. Sehingga beragam informasi yang teraktual dapat disampaikan kepada siswa di sekolah.

Ketika literasi, menjadi kebutuhan maka terciptalah guru kreatif dan inovatif sesuai keterampilan abad 21 yang menjadi dasar dalam meningkatkan karakter anak milenial.

“Layani berbagai bakat dan minat. Khusus teknologi informasi, di sekolah ada Laboratorium TIK, Radio Solo Belajar, E-learning, E-Raport, Aplikasi online, E-Money, E-Perpus, E-Absensi, E-UKS, dan E-Infaq,” pungkasnya.

Kontributor Sekolah Penggerak SD Muh 1 Solo, Jatmiko.

Kamis, 12 Agustus 2021

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Surakarta berdampak langsung terhadap kerentanan ekonomi warga masyarakat. Hal tersebut berimbas pada penurunan daya beli masyarakat untuk memenuhi barang kebutuhan pokok (sembako).

Untuk meringankan beban masyarakat terdampak kebijakan PPKM,Baitul Maal Muhammadiyah Kottabarat yang berpusat di Masjid Kottabarat Surakarta kembali mengadakan program mengumpulkan donasi dan berbagi paket sembako, Senin (9/8/2021). 

Baitul Maal Muhammadiyah Kottabarat Surakarta membagikan 350 paket sembako kepada masyarakat terdampak kebijakan PPKM di sejumlah titik di area Kottabarat, Joho, Sumber, dan Banyuanyar.

Muhamad Arifin, selaku humas Baitul Maal Muhammadiyah Kottabarat menyampaikan bahwa kegiatan ini memasuki tahap ke empat selama pandemi Covid-19 berlangsung.

“Alhamdulillah, pada tahap ke empat ini Baitul Maal Muhammadiyah Kottabarat menyalurkan 350 paket sembako untuk warga terdampak kebijakan PPKM di sekitar Masjid Kottabarat dan Masjid Mu'tasimbillah di area Sumber serta Banyuanyar, ungkapnya.

Menurut Arifin, setiap paket sembako seharga Rp.100.000,00 berisi beras 5 kg, minyak goreng 1 liter, gula1 kg, teh celup 1 pak, dan mie telur 1 pak.

Arifin menambahkan bahwa data penerima paket sembako bersumber dari RT dan RW setempat. Area Masjid Kottabarat tepatnya di Badran RW 10 ada 38 paket, area Yosoroto RW 09 sejumlah 63 paket, jamaah masjid 18 paket, di Kalitan belakang SD Mangkubumen Kidul No. 16 terdapat 40 paket, area sebelah timur Lapangan Kottabarat ada 9 paket, warga sekitar KB-TK Aisiyah Program Khusus ada 51 paket. Area sekitar Masjid Mu'tasimbillah, sekitar SMP dan SMA Muhammadiyah Program Khusus, daerah Sumber dan Banyuanyar terdapat 131 paket.

Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Takmir Masjid Kottabarat dengan Baitul Maal Muhammadiyah Kottabarat dan melibatkan keluarga besar Perguruan Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta.

Proses penggalangan donasi tahap ke empat efektif berjalan selama satu minggu dan terkumpul 42,5 juta rupiah. Pada tahap ke empat ini sudah disalurkan dalam bentuk paket sembako sejumlah Rp 35.000.000,00 sedangkan sisanya akan dibelanjakan untuk tahap berikutnya.

Mewakili pengurus Takmir Masjid Kottabarat dan Baitul Maal Muhammadiyah Kottabarat, Arifin mengimbau kepada masyarakat untuk saling membantu sesama dengan berdonasi di Baitul Maal Muhammadiyah Kottabarat yang beralamatkan di Jalan Dr. Moewardi No 24 Purwosari, Laweyan, Surakarta. Atau bisa transfer melalui nomor rekening Bank Jateng Syariah 5022090157 a.n. Baitul Maal Muh. Kottabarat.

“Semoga ke depan Masjid Kottabarat semakin bermanfaat untuk umat, berupaya turut meringankan beban masyarakat ekonomi menengah ke bawah, para duafa yang terdampak langsung pandemi Covid-19,” pungkasnya.

Jumat, 25 Juni 2021

SOLO – Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Jawa Tengah menggelar In House Training (IHT) di hari pertama beber tuntas profil pelajar pancasila, di tengah pagebluk Covid-19, Kamis (24/6/2021).

Sambutan ketua panitia oleh Imam Priyanto SPd sekligus diamanahi Wakil Kepala bidang Kurikulum. Dia memberikan penjelasan tentang teknis pelaksanaan IHT Program Sekolah Penggerak.

Kegiatan ini untuk membekali guru supaya mampu memahami filosofi pembelajaran yang memerdekakan, Profil Pelajar Pancasila dan implikasinya dalam pembelajaran Program Sekolah Penggerak

“IHT digelar sejak 23 Juni – 1 Juli 2021, diutamakan untuk Guru kelas 1, 4, PJOK, guru PAI sebagai implementasi tahun pelajaran 2021/2022 sebagai Sekolah Penggerak. Diikuti sebanyak 14 peserta, 6 narasumber  atau komite pemebelajaran, dan 3 panitia, totalnya 23 peserta,”ungkap Imam.

Salah satu Komite pembelajaran Hafid Sinung E, SPd membeberkan Profil Pelajar Pancasila bertujuan mendukung Visi dan Misi Presiden untuk mewujudkan Indonesia Maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian.

Hal ini telah dirumuskan dalam undang-undang dan dicita-citakan para memimpin bangsa ke dalam lembaga pendidikan. Profil Pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. 

“Mengapa dinamakan Profil Pelajar Pancasila? Penamaan Profil Pelajar Pancasila bertujuan untuk menguatkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam diri setiap individu pelajar. Pancasila adalah satu kata yang paling sesuai untuk merangkum seluruh karakter dan kompetensi yang diharapkan untuk dimiliki setiap pelajar Indonesia,” beber Hafid.

Sebagai acuan, Profil Pelajar Pancasila dimaksudkan untuk penguatan karakter bangsa, menyiapkan generasi masa depan yang unggul dan mampu menjawab tantangan masa kini dan masa yang akan datang. 

Selain itu profil pelajar Pancasila adalah penentu arah perubahan dan petunjuk bagi segenap pamangku kepentingan dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan.

Profil Pelajar Pancasila kemudian dirumuskan menjadi: “Pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila,  memuat tiga kata kunci: pelajar sepanjang hayat, kompetensi global, dan pengamalan nilai-nilai Pancasila,”imbuh Komite Pembelajar, Ahmad Syaifuddin, MPd.

Kontributor, Jatmiko.

Pandemi Covid-19 berimbas pada semua sektor kehidupan, tidak terkecuali bidang pendidikan. Tantangan dunia pendidikan hari ini dan ke depan sangat berat. Tidak sekedar pada akselerasi pemanfaatan teknologi digital, tetapi juga membangun kualitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan.

Untuk mengantisipasi berbagai tantangan tersebut SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengadakan workshop penyusunan rencana kerja jangka panjang untuk masa empat tahun mendatang, Rabu (23/62021).

Sebagai pemantik untuk membuka wawasan perkembangan dunia kependidikan, sekolah mengundang direktur Perguruan Muhammadiyah Kottabarat, Mohamad Ali, yang juga akademisi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Selain itu, ia juga mantan kepala SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, sehingga sudah mengetahui kultur pengembangan sekolah ini.

Pada awal pemaparan, ia mengajak semua guru untuk mengambil inspirasi dari Haji Isa, pewakaf tanah yang saat ini ditempati SD Muhammadiyah program khusus kottabarat Surakarta. 

Haji Isa dulunya merupakan seorang pedagang batik dan memiliki satu-satunya tanah pekarangan yang kemudian diwakafkan kepada Muhammadiyah untuk sarana pendidikan. Hal ini menunjukkan adanya nilai perjuangan dan semangat berbagi dari pewakaf yang harus menjadi ruh perjalanan sekolah.

Selanjutnya, Mohamad Ali mengajak para guru untuk merefleksikan lima prinsip kedisplinan dari Peter M. Senge untuk meningkatkan kualitas pelayanan di sekolah. Prinsip tersebut meliputi, berpikir sistem, peningkatan kapasitas keahlian pribadi, model mental, membangun visi bersama, dan pembelajaran bersama melalui dialog dan kolaborasi.

"Isi dari buku The Fifth Discipline: Seni dan Praktek Organisasi Pembelajaran ini sebenarnya konteksnya untuk perusahaan, tetapi nilai-nilainya bisa diadopsi oleh lembaga pendidikan," ujarnya.

Pada sesi diskusi, Muhamad Arifin, salah satu peserta workshop menanyakan tentang apa yang harus dilakukan sekolah untuk menjaga kepercayaan masyarakat sehingga terus diminati, di tengah tantangan pandemi maupun pertumbuhan sekolah dasar yang semakin banyak.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Mohamad Ali mengajak guru untuk senantiasa meningkatkan kapasitas diri sesuai potensi yang dimiliki. Ia juga mewanti-wanti pentingnya meningkatkan kualitas pembelajaran yang bisa dilakukan melalui kegiatan review antarsesama guru.

"Untuk menjaga minat masyarakat menyekolahkan putra-putrinya, sekolah perlu menegaskan diferensiasi yang membedakannya dengan sekolah lain," ungkapnya.

Di akhir penjelasan, ia mengilustrasikan bahwa masa sekarang ini ibarat naik pesawat dan mengalami turbulensi. Hal yang harus dilakukan adalah jangan pernah berhenti, tetapi terus bergerak maju mencari celah dan peluang untuk tetap selamat sampai ke tujuan.

Muhamad Arifin/Humas SD Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta 081329718196

Kamis, 24 Juni 2021

SOLO – Sekolah Penggerak, SD Muhammadiyah 1 Ketelan kembali mendapatkan penghargaan dari Lazismu Solo atas kiprahnya sebagai mitra penghimpunan gerakan Jum’at seribu melalui Kencleng Surga sejak tahun 2018 hingga 2020, Rabu (2/6/2021).

Program Filantropi cilik sendiri merupakan program nasional dengan mengajak siswa, sekolah untuk berbagi dengan sesama melalui kencleng yang dibagikan ke tiap siswa.

Hasil dari kencleng ini digunakan untuk membantu sesama, terutama dalam hal beasiswa pendidikan bagi saudara kita yang kurang beruntung. Anak-anak perlu diberi edukasi atau pendidikan untuk berinfaq dan peduli berbagi kepada sesama.

Diberi pemahaman, meski uang jajan kita habis untuk sedekah tidak apa-apa, kita akan mendapatkan pahala dan berkah kebaikan.

“Kencleng surga, recehan tunai siap jadi surga,” ujar Muhammad Isnan, Media dan Program lazismu Solo.

Program Filantropis Cilik adalah salah satu cara menanamkan karakter jiwa, cinta akan sedekah sejak dini. Selain itu juga mengajarkan anak-anak sejak dini agar terbiasa beramal, berderma serta peduli terhadap sesama atau pra-sejahtera. 

Salah satu sekolah paling aktif dalam kegiatan penghimpunan dana infaq dari siswa yang disalurkan ke Lazismu. Indikatornya adalah sistem infaq yang sudah terbangun Yaitu waktunya jelas untuk penghimpunan setap satu bulan sekali di awal bulan.

“Pada bulan April 2021 tercatat donasi Infak Sedekah melalui Lazismu Kota Surakarta sebesar Rp.27.523.700,-. Teriring do’a semoga Allah SWT memberi pahala atas apa yang engkau berikan, memberikan barokah atas apa yang masih ada di tanganmu dan menjadikannya pembersih bagimu,” imbuh Isnan.

Kepala sekolah Hj Sri Sayekti MPd menyampaikan rasa syukurnya atas penghargaan tersebut. Dia pun menyampaikan terima kasih kepada Lazismu Solo dalam hal ini sekolah sehat masih mampu bersinergi di tengah pandemi Covid-19.

“al Hamdulillah, ini adalah hal yang patut disyukuri. Kepada segenap keluarga besar SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta hal ini hendaknya menjadi satu pacuan untuk meningkatkan kinerja kita bersama, terkhusus program AIK di bawah wakil kepala sekolah Ahmad Syaifuddin MPd dan staf Sutrisno SPdI. Selalu memperbaiki agar yang kita lakukan betul-betul bermanfaat bagi masyarakat secara umum,” pesannya.

Humas, Jatmiko.

Minggu, 30 Mei 2021

SOLO – Sebanyak 4 Guru SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Imam Priyanto, Jaka Prasetya, Ani Rahmawati dan Nur Fitri Astuti dikirim sekolah mengikuti optimalisasi kecakapan guru kelas VI sekolah dasar.

Bertajuk ‘Pendidikan Seks Terintegrasi Kurikulum Kelas VI SD materi pubertas dan optimalisasi bahan ajar SD melalui integrasi seruan bertakwalah dalam teks terjemahan al Qur’an’  di Auditorium Moh. Djazman Kampus I Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di tengah pandemi Covid-19, Sabtu (29/5/2021).

Kepala Sekolah Program Sekolah Penggerak (PSP), Hj Sri Sayekti MPd mengatakan cara menyiapkan pendidik profesional di era society 5.0, memberi semangat dan melibatkan guru berbagai pelatihan dan seminar.

”Menghadapi era society 5.0, satuan pendidikan dibutuhkan adanya perubahan paradigma pendidikan. Guru berperan sebagai fasilitator, tutor, penginspirasi dan pembelajar sejati yang memotivasi peserta didik untuk ‘Merdeka Belajar’,” ujarnya.

Pembelajaran di era revolusi 4.0 bisa menerapkan hybrid/blended learning dan Case-base Learning. Bahkan pendidikan dalam era society 5.0, memungkinkan siswa atau mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran berdampingan dengan robot yang sudah dirancang untuk menggantikan peran pendidik.

Tim pengabdian Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMS Dini Restiyanti Pratiwi SPd MPd ketika menjadi narasumber mengatakan pengaruh apapun guru tidak dapat digantikan perannya.

“Peranan guru tidak bisa digantikan karena interaksi dan modelling atau teladan,”ujar Dini.

Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. Integrasi nilai keislaman dalam bahan ajar sekolah dasar. Kurikulum desentralisasi mengacu diversifikasi, mengakomodasi keberagaman, diterapkan dengan pemahaman penyempurnaan pola pikir.

“Pendidikan saat ini, kurikulum desentralisasi, kecakapan abad 21 dan peserta didik siap menghadapi era society 5.0,” imbuhnya.

Sementara itu, Imam Priyanto salah satu peserta mengatakan mendapat pengalaman tentang bagaimana penyempurnaan pola pikir. Pola pembelajaran berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa, satu arah menjadi interaktif, terisolasi menjadi jejaring, pasif jadi aktif.

“Pola belajar sendiri jadi tim, alat tunggal jadi berbasis multimedia, ilmu pengetahuan tunggal jadi ilmu pengetahuan jamak, berbasis massal jadi kebutuhan pelanggan dan pembelajaran pasif menjadi pembelajaran kritis,”pungkasnya.

Kontributor, Jatmiko.


SOLO – Sekolah Dasar Muhammadaiyah 1 (SDMUH1) Ketelan menggelar evaluasi dalam rangka Halal Bihalal Guru Karyawan dengan pembicara Alumni Program Studi Magister Administrasi Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jaka Prasetya SSi MPd. Acara dilakukan secara tatap muka dan Streaming Youtube Radio Solo Belajar, Jum’at (28/5/2021). 

 

Kepala sekolah Hj Sri Sayekti MPd dalam sambutannya mengatakan, momentum Ramadhan mampu memanusiakan manusia untuk meningkatkan karakter disiplin dan karakter taat beragama. Sehingga meski Ramadhan telah usai, produktifitas Ramadhan akan tetap senantiasa menempel dalam diri.

“Saya berharap jaga terus semangat dan keikhlasan bapak ibu guru karyawan pasca Ramadhan, dan jaga kesehatan. Penataan formasi tahun pelajaran 2021/2022 tidak hanya mengeser-geser tetapi disesuaikan kebutuhan dan program yang akan datang, misalnya ada komite pembelajaran,” ujar Sayekti.

Jaka Prasetya yang juga Wakil Kepala Sekolah bidang Sarpras berpendapat, Hikmah syawal ada 3, yaitu pertama berdo’a kepada Allah agar amal kita diterima. Kedua, bertambahnya iman setelah ied. Ketiga,  mencari kehidupan yang berkah.

Makna berkah (barokah) artinya ziyadatul khoir.  Ar Raghib al Ashfahaniy, Berkah itu tetapnya kebaikan ilahi pada sesuatu.” [Mufradat Alfazhil Qur’an]

Keberkahan ini jika turun pada sesuatu yang sedikit, niscaya akan membanyakkannya dan jika turun pada sesuatu yang banyak, niscaya akan membuatnya bermanfaat.

“Hikmah syawal keempat, bekerja mencari rizqi dengan hati yang qona’ah tidak dipenuhi oleh ambisi dan keserakahan. Sifat qonaah dan lapang dada dengan pembagian Allah Ta’ala adalah kekayaan yang tidak ada bandingnya,” Beber Jaka, sambil tersenyum dengan tetap mematuhi protokol Covid19.

Imam Syafi’i berkata: “Bila engkau memiliki hati yang qona’ah, maka engkau dan pemilik dunia (kaya raya) adalah sama,”. Rasululloh Saw., bersabda: Barang siapa yang ridho dengan pembagian Allah Azza wa Jalla, maka Allah akan memberkahi dan melapangkan rizki tersebut untuknya.  Dan barang siapa yang tidak ridho (tidak puas), niscaya rizqinya tidak akan diberkahi,” (HR Ahmad).

Istiqomah dalam ibadah. Ibadah bukan hanya sesaat, tetapi Ibadah adalah sepanjang hayat, selama ruh dikandung jasad. “Amal yang paling dicintai Allah adalah yang istiqomah meskipun sedikit,” pesanya.

Kontributor, Jatmiko.

Kamis, 27 Mei 2021

SOLO – Ada yang berbeda pada peristiwa gerhana bulan total di tengah pandemi Covid-19. Langgar Taqorrub Banyuanyar gelar salat Khusuf dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Khusuf adalah peristiwa di mana cahaya bulan menghilang baik sebagian atau total pada malam hari karena terhalang oleh bayangan bumi karena posisi bulan yang berada di balik bumi dan matahari.

Hal itu disampaikan Jatmiko saat menjadi imam dan khatib shalat khusuf (gerhana bulan), Rabu (26/5/2021).

"Mendadak diminta masyarakat dan umat untuk menggelar salat Gerhana Bulan atau Khusuf. Sesuai arahan ketua Ta’mir Muhammad Nashir SAg dan Sekretaris Yunus Prihatmoko ST digelar menerapkan protokol kesehatan karena masih pandemi," kata Wakil Kepala Sekolah Penggerak SD Muh 1 Solo, Jatmiko, saat dihubungi Jurnalis.

Jatmiko menukil hadits Bukhari dan Muslim : “Dari Abu Mas’ud Al Anshari ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhya matahari dan bulan adalah dua ayat dari ayat-ayat Allah, yang dengan keduanya Allah hendak menakut-nakuti hamba-Nya. Dan tidaklah terjadi gerhana pada keduanya karena kematian seseorang atau pun kelahirannya. Jika kalian melihat gerhana, maka shalat dan berdo’alah kepada Allah sampai matahari kembali normal (seperti sedia kala).” 

Ustaz Jatmiko yang juga guru Al Islam Kemuhammadiyahan dan bahasa Arab (ISMUBA) kelas bawah menegaskan,  beriman kepada hari akhir merupakan salah satu rukun iman yang wajib diamalkan oleh setiap muslim.

Sebagaimana firman Allah SWT berikut: “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan,” Qur’an surat ke 29 al Al-'Ankabut Ayat 57.

“Ibu-ibu, bapak-bapak dan adik-adik pasti mati gak? Pasti, yaqin pasti mati. Sudah pernah mati? Belum, itulah tanda-tanda orang yang beriman. Luangkan waktu yang Allah berikan kepada kita untuk memperdalam ajarannya. membaca Al-Quran akan membawa banyak kebaikan dalam hidup. Satu huruf saja yang dibaca maka akan membawa 10 kebaikan,” ujar ustadz Jatmiko.

Maka alangkah beruntungnya kita semua yang hadir di Langgar Taqorrub ini. Oleh karena itu marilah kita jadikan momentum syawal dan gerhana bulan untuk meningkatkan kualitas takwa kita kepada Allah Subahanahu Wata’ala.

Kontributor, Jatmiko.

Sabtu, 15 Mei 2021

Suasana pelaksanaan sholat Idul Fitri di Masjid Kottabarat Solo terlihat rapi dan kondusif sesuai protokol kesehatan pencegahan covid-19. Terlihat petugas sedang mengarahkan jamaah untuk cuci tangan dan mengecek suhu tubuh dengan thermogan serta menempati shaf sesuai prinsip jaga jarak pada Kamis (13/5).

Heru Hadiyono selaku ketua pelaksana penyelenggaraan sholat Idul Fitri 1442 H mengatakan bahwa penyelenggaraan sholat Idul Fitri dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

"Panitia menyediakan tempat cuci tangan dan handsanitizer, pengatur suhu badan (Termogun) serta mengatur shaf jamah dengan berjarak sesuai dengan tanda yang sudah disiapkan panitia. Jamaah juga wajib memakai masker," ungkapnya kepada media.

Heru Hadiyono menambahkan agar pelaksanaan efektif maka sebelumnya panitia sudah berkoordiasi dengan dinas terkait dan mengadakan simulasi pelaksanaan.

"Alhamdulillah pelaksananaan sholat Idul fitri tadi, yang dimulai pukul 06.00 sampai dengan 07.00 wib, dapat berjalan dengan lancar, aman dan jamaah dapat melaksanakan dengan tertib sesuai dengan protokol kesehatan yang telah direncanakan. kegiatan sholat Idulfitri juga dihadiri oleh satgas keamanan dari Babinsa maupun Babinmas," jelasnya.

Sementara itu,
Drs.H. Marpuji Ali, Bendahara PP Muhammadiyah dalam khotbahnya mengajak kepada jamaah untuk selalu menjaga iman dan taqwa serta amal sholeh.

"Marilah kita selalu menjaga iman dan taqwa serta amal sholih karena itu akan membuka barakah dari langit dan bumi. Kita pahami bencana adalah peringatan dari Allah swt kepada kita semua." 

Marpuji Ali juga menekankan kepada jamaah untuk selalu manjaga diri dari perkataan kotor dan selalu berbuat jujur serta memberikan pertolongan kepada siapa yang memerlukan.

Aryanto
Humas Perguruan Muhammadiyah Kottabarat
081586061554

Jumat, 14 Mei 2021

SOLO – Langgar Taqarrub Jl. Tarumanegara Utama 50, Tempel RT 04 RW VII Kelurahan Banyuanyar Kecamatan Banjarsari menggelar sholat Idul Fitri sesuai protokol kesehatan (prokes) di tengah pandemi Covid-19 dengan imam dan khotib Wakil Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan surakarta,  Kamis (13/5/2021)

Demikian disampaikan Ketua Ta’mir Muhammad Nashir SAg ketika menjelaskan, Jatmiko dipilih karena ingin mendengarkan pemikiran Sekolah Program Penggerak dan semarak Ramadhan 1442 Hijriyah. Diharapkan khotib mengulas merawat jamah dengan perspektif yang baru sehingga memberi pencerahan kepada jamaah.

“Langgar Taqorrub selama bulan Ramadhan menggelar sholat lima waktu, sholat jama’ah tarawih dan cermah Ramadhan, sholat jama’ah shubuh dan kuliah subuh, TPA dan buka puasa bersama, Pengajian Ramadhan, tadarus al Qur’an, serta penerimaan dan pembagian zakat infaq, shodaqoh,”ujar Nashir.

Shalat Idul Fitri dengan prokes akan menjadi catatan sejarah umat Islam. Karena pandemi Covid-19, para ulama —baik ulama fikih maupun ulama kesehatan — meminta umat Islam melaksanakannya dengan disiplin kesehatan untuk memutus rantai penyebaran Virus Corona.

Ustadz Jatmiko menuturkan di zaman era industri 4.0 menuju era sociey 5.0, rasa-rasanya merawat Islam, merawat iman, mearawat ihsan adalah sesuatu yang sukar dan sulit. Karenanya, marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah di manapun, kapanpun, sampai ajal menjeput.

Nabi bersabda, “Ittaqillah haitsuma kunta, wa atbi’issayyiatal hasanata tamhuha”: Bertaqwalah kepada Allah dimana kamu saja berada, dan iringilah perbuatan yang buruk dengan yang baik niscaya dapat menghapuskannya. (HR. At Tirmidzi)

Menurut dia, agama Islam itu dibangun dengan lima hal, yaitu bersyahadat (bersaksi tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah), mendirikan sholat, mengeluarkan zakat, menunaikan ibadah haji, dan berpuasa pada Ramadhan.

“Bila sebulan penuh kita praktikkan kebiasaan di bulan Ramadan dengan penuh pengahayatan, sebenarnya melatih orang tentang pentingnya maaf dan berbagi. Meminta maaf sebagai pengakuan kesalahan dan memberi harta sebagai bentuk solidaritas merupakan kemenangan tanpa proses menghancurkan. Memaafkan memang tidak mudah, butuh proses dan perjuangan untuk melakukannya,” terangnya.

Dia menambahkan, “firman Allah SWT, QS al-Baqarah ayat 177 'Bukanlah kebajikan itu menghadapkan wajah ke timur dan barat. Akan tetapi, kebajikan itu adalah beriman kepada Allah, kepada hari Akhir, kepada Malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Nabi-nabi-Nya, serta mengeluarkan sebagian rezekinya bagi orang-orang yang dicintainya, kerabatnya, anak yatim, orang miskin, ibnu sabil, orang yang berhutang mendirikan sholat, dan menunaikan zakat'

Untuk itu, pesannya, semua orang saling mengakui ada kesalahan dalam diri masing-masing, melepaskan rasa stres dan depresi akibat menyimpan dendam dan amarah yang menahun.Tubuh dibebaskan dari belenggu-belenggu negatif yang mengotori jiwa dan pikiran.

Kontributor, Jatmiko.

Kamis, 11 Februari 2021

Selasa (09/02) kemarin merupakan hari yang bersejarah bagi IPM SMA Muhammadiyah 2 Surakarta. Sesuai agenda yang sudah direncanakan oleh pengurus, pada hari itu dilakukan pemilihan ketua umum PR IPM SMA Muhammadiyah 2 Surakarta yang diikuti oleh seluruh civitas akademika SMA Muhammadiyah 2 Surakarta.

Pemilihan yang dilakukan  dengan metode online menggunakan e-voting, memudahkan peserta pemilihan untuk akses yang mudah. Masih berlangsungnya pandemi COVID-19 pembatasan kegiatan masyarakat tidak membuat semangat para panitia mengendor. “Kami mengadakan secara online dengan membuat web pemilihan ketua umum IPM SMA Muhammadiyah 2 Surakarta, yang di simulasikan terlebih dahulu, agar tidak terjadi kesalahan.” ungkap Farhan Dwi Ananta selaku panitia pemilihan.

Pemilu yang berlangsung dari jam 09.00 WIB tersebut diikuti oleh tiga kandidat. Ketiga kandidat ini nantinya akan menerima estafet kepemimpinan ketua umum IPM di SMA Muhammadiyah 2 Surakarta. Mereka adalah Yans Keishar Abyan Salahudin, Oktavani Putri Pratiwi” dan Anita Nurhidayah. Masing-masing kandidat memiliki visi dan misinya masing-masing.

Ketika ditanya mengenai harapan untuk ketua terpilih nantinya, Farhan inigin agar pemimpin terpilih bisa melanjutkan perjuangan dan mengedepankan gerakan dakwah amar ma’ruf nahi Munkar. “Saya berharap nantinya organisasi IPM khususnya di SMA Muhammadiyah 2 Surakarta bisa terkenal lebih jauh lagi” jelasnya beremangat. Tidak hanya itu, siswa kelas XII MIPA ini juga mengharapkan agar IPM SMA Muhammadiyah 2 Surakarta bisa terus menjaga nama baik organisasi maupun sekolah, dimana pun mereka berada.

Ketua

Dr. Mohamad Ali, S.Ag., M.Pd
NBM. 887.570

Menu

Jadwal Sholat

Surakarta (Solo)

Imsak--:--
Subuh--:--
Dzuhur--:--
Ashar--:--
Maghrib--:--
Isya--:--

Mengambil jadwal Surakarta...

Sumber jadwal: API MyQuran

Kalender

Jam

Berita Umum

Berita Terbaru Majelis

Memuat berita terbaru...

    Lihat semua berita

    Posting Populer

    Inovasi Pendidikan karakter anti korupsi SD Muhammadiyah 1 Ketelan

    Informasi


    Kalender Islam

    Kalender Hijriyah

    Unduhan

    >> Surat Pernyataan Tidak Terjadi Konflik 2021
    >> Instrumen Data Sekolah 2021
    >> Form Input PTK GTK Cabdin
    >> Ceklist Persyaratan PTK Baru SMA, MA,SMK
    >> Ceklist Persyaratan PTK Baru SD, SMP
    >> Ceklist Persyaratan PTK Baru PAUD TK
    >> Rekap Form Excel Pengajuan Input PTK Baru TK, PAUD, SD, SMP
    >> Materi 1 BLC
    >> Materi 2 Pengenalan HTML (BLC)
    >> Materi 2 Web Editor (BLC)
    >> News Template
    >> Pro News Template
    >> Materi 3 BLC ( Membuat Email )
    >> Materi 3 BLC ( Membuat Blog )
    >> Blangko Pengajuan SK GTT/PTT
    >> Blangko Pengajuan SK GTY/PTY
    >> Instrumen Sekolah 2015
    >> Memasang Link Di Pada Blog Wordpress
    >> Menambah Header di Blog (Blogger)
    >> Materi 4 BLC ( Membuat Blog Dengan Wordpress )
    >> Materi 5 BLC ( CMS )
    >> Tutorial CMS Balitbang
    >> Materi 6 Localhost CMS Balitbang
    >> Materi 8 Cloud Storage
    >> Blangko Biodata Guru Agama Islam ( PAI )
    >> Materi 9 Pembuatan Header Website
    >> Blangko PPDB 2016 / 2017
    >> Pengantar PPDB 2016 / 2017
    >> Menambahkan Feed Rss Pada Halaman Website
    >> Materi Tahsin Perguruan Muhammadiyah
    >> Skrip .php untuk Feed RSS CMS Balitbang
    >> Materi Google Form atau Formulir Online
    >> Materi Desember 2016
    >> Jadwal UTS Genap Ciri Khusus SD
    >> Blangko Data Bantuan Sekolah 2016
    >> Jadwal UAS ( SEKOLAH ) Ciri Khusus SMP/Mts, SMA/MA, SMK 2016/2017
    >> Materi Penguatan Kepala Sekolah Tawang Mangu
    >> Pengembangan Kurikulum ISMUBA 2017
    >> Olimpiade Ahmad Dahlan 2017
    >> Kalender Pendidikan Muhammadiyah Provinsi Jawa Tengah Tahun Pelajaran 2022 / 2023
    >> Kisi - Kisi Akhlaq SMK Ciri Khusus 2017 / 2018
    >> Form Data Bantuan dan Prestasi Sekolah 2018
    >> Pelatihan SPMU
    >> Kalender Pendidikan Dikdasmen PWM Jateng 2018 / 2019
    >> Instrumen Data Sekolah 2019
    >> Rekaman Irama Nahawand
    >> Blangko RKAS 2021
    >> Surat Tarik PTK Dinas / Mutasi
    >> Form Input PTK GTK Cabdin
    >> Syarat Pengajuan SK Yayasan
    >> Landasan Hukum Muhammadiyah ( 2016 )
    >> KISI US ISMUBA WILAYAH 2022
    >> BLANGKO DAYA TAMPUNG PENGGEMBIRA MUKTAMAR 48 TAHUN 2022
    >> BLANGKO PAKTA INTEGRITAS
    >> BLANGKO RKAS 2022/2023
    >> EDARAN MENCHANDISE MUKTAMAR KE - 48
    >> Syarat Pengajuan NUPTK JULI - DESEMBER 2022
    >> Form Isian Data 2022 / 2023
    >> Logo Musyda 2023
    >> Lampiran Musyda Dikdasmen 2023
    >> SYARAT DAPODIK 2023
    >> BADAN HUKUM MUHAMMADIYAH PART 1
    >> BADAN HUKUM MUHAMMADIYAH PART 2
    >> DAFTAR PCM 2022 - 2027
    >> Badan Hukum Muhammadiyah 2024
    >> Maklumat PP Muhammadiyah Ramadhan 1447 H / 2026 M
    >> JADWAL WAKTU SHOLAT BULAN RAMADHAN 1446 H / 2025 M
    >> Logo Milad Muhammadiyah 113
    >> Kode Indeks Surat Muhammadiyah
    >> Pembuatan E-KTAM dan Tata Cara Klaim
    >> Sewa Gedung Balai Muhammadiyah
    >> Sewa Gedung Balai Muhammadiyah">Sewa Gedung Pusdiklat Dharmo Tjahjono

    Pengunjung

    Statistik kunjunganDiperbarui otomatisCounter pengunjung dan tampilan halaman