Minggu, 31 Mei 2020

Pembaca berkemajuan, Hj. Sri Sayekti M.Pd kepala sekolah rujukan nasional SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, mengirimkan pesan WA di grup sekolah yang di antara isinya, Jam 09.00 sampai dengan selesai mengikuti siaran langsung di kanal Youtube Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), laman Facebook BPIB, Instagram BPIB dan siaran Televisi Republik Indonesia diubah menjadi jam 07.30 ampai dengan selesai.

Tahun ini kita tidak akan lupa. Tahun di mana pelaksanaan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di saat pandemi virus corona secara virtual.

Di sini kita mengkaji “Sikapi Pancasila dengan Perspektif Al Qur’an”. Pertanyaan ada nilai-nilai pancasila dalam Al Qur’an? Marilah kita kaji satu persatu.

Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa. Al Qur’an mengatakan “Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.” (Qs. Al Ikhlas: 1)

Sila Kedua, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Al Qur'an mengatakan “Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu.

Jika dia (yang terdakwa) kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan (kebaikannya).

Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah Allah Mahateliti terhadap segala apa yang kamu kerjakan.” (Qs. An Nisa’: 135)

Sila Ketiga, Persatuan Indonesia. Al Qur'an mengatakan “Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.” (Qs. Al Hujurat: 13)

Sila Keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Al Qur'an mengatakan “dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhan dan melaksanakan salat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka,” (Qs. Asy Syura: 38)

Sila Kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Al Qur'an mengatakan “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (Qs. An Nahl: 90)

Namun mengapa sebagian di antara kita merasa negara Pancasila kurang mantap, padahal Sila Pancasila ternyata ada rujukannya di dalam Al-Qur’an.

Dalam ideologi Pancasila terkandung penghadiran kebersamaan tergambar dalam sila-sila itu.

Pembaca berkemajuan, akhirnya Indonesia  “Darul Ahdi Wa Syahadah”. Sebagai Darul ahdi maka negara tempat melakukan konsensus nasional.

Nusantara yang terdiri dari kemajemukan bangsa, golongan, daerah, kekuatan politik sepakat untuk mendirikan Indonesia.

Sedangkan “darul syahadah” negara sebagai tempat masyarakatnya untuk mengisi kemerdekaan.

Bisa, berbagai aktivitas sehingga seluruh elemen anak bangsa maju, makmur, adil bermartabat dan Indonesia pastinya menjadi negara yang berkemajuan.

Untuk itu, kebiasaan bermasker, menghindari kerumunan, jaga jarak, serta sering mencuci tangan memakai sabun terus dipertahankan untuk menghindari pusat penyebaran baru virus korona.

“Selamat Hari Pancasila 1 Juni 2020. Mari kita amalkan butir pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Aksi nyata peduli dan cinta agama, manusia, lingkungan, sistem dalam interaksi sosial,” Sehat dan sukses selalu.

Oleh Dwi Jatmiko
Penceramah Pegiat Tahsin 6 M
Wakil Kepala Sekolah bidang Humas Sekolah Rujukan Nasional
SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta
Solo — SMP Muhammadiyah 5 Surakarta mengadakan wisuda tahfidz online, agenda yang menjadi kegiatan rutin kali ini dilakasanakan sedikit berbeda karena kondisi KLB-Covid19.

“Kegiatan ini tetap kita laksanakan, karena memang sudah kita agendakan akan digelar kegiatan wisuda tahfidz, namun karena KLB Covid-19 untuk tahun ini diadakan berbeda yaitu dengan media online” ungkap Ketua Panitia  Wisuda Tahfidz SMP Muhammadiyah 5 Solo, Nurul Huda, S.Pd.I Sabtu (9/5).
Nurul Huda mengatakan, kegiatan ini dilakukan di sekolah oleh Guru Agama, Penguji dan seluruh siswa peserta wisuda dari rumah masing - masing menggunakan aplikasi zoom. “Kenapa kegiatan ini tetap diadakan, selain sudah menjdi agenda rutin sekolah, kita melihat antusiasme siswa ingin tetap diadakan meskipun dari rumah masing-masing, mereka menyampaikan melalui grup wa kelas,” tambahnya.

Dengan adanya acara Wisuda tahfidz ini merupakan salah satu bukti bahwa SMP Muhammadiyah 5 Surakarta layak menjadi sekolah pilihan sebagai mitra bagi orang tua dalam mendidik anak. Selain fokus membentuk akhlaqul karimah dan karakter anak didik, sekolah ini menanamkan kecintaan kepada Al-Quran sejak dini secara konsisten. (fian/muliska)

Skenario pemerintah untuk menuju tahap kenormalan baru dan kembali produktif di tengah pandemi Covid-19 perlu dicermati secara serius, terutama di sektor pendidikan. Untuk mengantisipasi tahap kenormalan baru tersebut, SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo menyelenggarakan Kajian Daring Komprehensif #Seri 1 dengan tema “Kesiapan Sekolah dalam Menghadapi Tatanan Kehidupan Baru dari Perspektif Pendidikan”, Sabtu (30/5/2020).

Kajian daring melalui Zoom Cloud Meetings tersebut menghadirkan narasumber dr. Tonang Dwi Ardyanto, SpPK., Ph. D., Wakil Direktur Pendidikan dan Penelitian RS UNS), dan diikuti oleh pendidik, tenaga kependidikan, serta perwakilan komite tiap kelas. Selain itu, kajian ini juga disiarkan secara langsung melalui channel YouTube SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta.

Dalam paparan awal, dr. Tonang menyampaikan enam syarat penerapan kenormalan baru menurut WHO, meliputi pertama, kemampuan untuk mengendalikan penularan. Kedua, sistem kesehatan mampu mendeteksi, mengetes, mengisolasi, dan melakukan pelacakan kontak terhadap semua kasus positif. Ketiga, meminimalisasi risiko wabah khususnya di fasilitas kesehatan dan panti jompo. Keempat, sekolah, kantor, dan lokasi penting lainnya bisa dan telah menerapkan upaya pencegahan. Kelima, risiko kasus impor bisa ditangani. Keenam, komunitas masyarakat sudah benar-benar teredukasi, terlibat, dan diperkuat untuk hidup dalam kondisi kenormalan yang baru.

Melihat kondisi saat ini, ia menyarankan perlu pengkajian yang mendalam terkait akan diberlakukannya kenormalan baru. “Data yang dihimpun oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDAI) menunjukkan kasus Covid-19 yang menimpa anak tidak terlalu signifikan karena selama ini anak-anak relatif aman tinggal di rumah dan mengurangi aktivitas di tempat umum,” ungkapnya.

Ia khawatir jika sekolah kembali dibuka padahal sarana prasarana serta protokol kesehatan belum memadai justru akan membahayakan jiwa anak-anak. “Daya dukung dari pemerintah daerah sangat penting apabila sekolah benar-benar akan dibuka kembali, terutama sarana transportasi yang semua itu bukan hal yang mudah untuk dilakukan sehingga perlu kajian mendalam,” imbuhnya.

Dokter sekaligus juru bicara RS UNS ini juga menyampaikan duapuluh poin panduan umum pelaksanaan pola sekolah baru yang harus disiapkan oleh sekolah bekerjasama dengan pihak terkait. “Poin yang cukup krusial adalah saat antar jemput karena bisa jadi saat di lingkungan sekolah semuanya sesuai protokol, tetapi saat perjalanan tersebut juga perlu mendapatkan perhatian,” jelasnya.

Pada sesi Tanya jawab, salah satu perwakilan komite kelas III, Nanik Isnan menanyakan cara menjelaskan kepada anak-anak tentang konsep physical distancing dan social distancing. “Terus terang kami agak kesulitan bagaimana cara menjelaskan kepada anak-anak terkait physical distancing dan social distancing, padahal mereka juga butuh berosialisasi dengan teman-temannya’” ungkapnya.

Menanggapi pertanyaan tersebut dr. Tonang menyarankan untuk menyampaikan informasi kepada anak-anak dengan jelas. “Ada beberapa alat komunikasi, edukasi, dan informasi yang bisa digunakan, silakan bisa bekerjasama dengan pihak sekolah untuk bisa menyediakan alat peraga tersebut sehingga anak-anak bisa lebih mudah memahami,” tegasnya.

Muhamad Arifin, Wakasek Kesiswaan dan Humas SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo mengungkapkan bahwa kajian daring komprehensif ini rencananya akan berlanjut dengan tema-tema yang relevan untuk persiapan sekolah dalam menghadapi kenormalan baru. “Kajian akan kami buat empat seri dalam waktu kurang lebih dua pekan ke depan dengan menghadirkan para pakar dari berbagai latar belakang keilmuan, yaitu psikologi, sosiologi, ekonomi, dan pembelajaran daring.

Ia menambahkan bahwa kajian ini akan menjadi rekomendasi penting bagi sekolah dalam membuat kebijakan ke depan. “Hasil diskusi dengan para pakar dan perwakilan orang tua siswa ini akan kami tindak lanjuti di level pimpinan sekolah untuk merumuskan panduan tatanan kehidupan baru bagi sekolah,” imbuhnya.

Pada akhir diskusi, dr. Tonang menyampaikan rekomendasi apabila sekolah akan kembali melakukan aktivitas belajar mengajar, yaitu pertama protokol kesehatan berlaku menyeluruh ke semua    orang. Kedua, bersifat parsial    wilayah dan parsial sektoral dengan melihat data dan peta persebaran. Ketiga, berbagi tanggung    jawab antara sekolah, orang tua dan    masyarakat sejak berangkat dari rumah, di sekolah, sampai    pulang    lagi. Keempat, ada pentahapan, sambil evaluasi dengan criteria yang jelas dan transparan. Kelima, perpaduan antara    kebijakan berbasis data dan kearifan lokal.

Kajian Daring Komprehensif #Seri 1 SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo   

Muhamad Arifin, Humas SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo
081329718196

Sabtu, 30 Mei 2020

SOLO – Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta Jawa Tengah, mengadakan diskusi memperhatikan keberlangsungan pendidikan seiring kebijakan pemerintah untuk menerapkan pola hidup kenormalan baru.

Hal ini menjawab dan merespons di masa pandemi Covid-19. Pranata kerja diawali penyesuaian jam belajar. 

Siswa hadir pukul 07.15 dan pukul 08.00, guru pukul 07.00 kuliah tujuh menit (kultum). Orang tua wajib mengantar dan menjemput tepat waktu menghidari kerumunan.

Kegiatan belajar daring terarah dan terukur berpedoman menteri pendidikan dan menteri kesehatan Republik Indonesia.

"Tahun pelajaran 2020/2021 wajib menggunakan masker dari /ke selama di sekolah, anggota warga sekolah sakit dilarang masuk," kata Kepala Sekolah Sri Sayekti di Aula Sekolah Sehat, Jumat (29 Mei 2020).
 Sayekti menyebutkan siswa, guru karyawan, orang tua dan tamu wajib cuci tangan. "Selama pandemi tidak ada jabat tangan, sebelum masuk melakukan pengukuran suhu tubuh, satu kelas menempati 2 lokal kelas 50 % tatap muka dan 50 % daring serta ada ekstra, cuci tangan 54 unit, toilet 33, kantin dan dapur ikut SOP," ujarnya.

Menurutnya, skenario tersebut diterapkan karena dalam kenormalan baru nanti antara lain Physical Distancing 1 hingga 1,5 meter dalam semua aktifitas belajar dan bekerja.

"Pusat pengendali adalah Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) bekerja sama Puskesmas Stabelan," kata Perempuan berjilbab sekolah rujukan nasional.

New Normal merupakan pola hidup baru dengan tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 yang hingga detik ini masih terjadi.

Memfasilitasi sekolah yang aman sehat via higenis dan sanitasi sekolah. Sedia hand sanitizer 75 % alcohol, kampanye germas cuci tangan pakai sabun, etika batuk, berludah, olahraga, hindari penggunaan alat pribadi bersama dan tidak menggunakan uang tunai.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Ketua Majelis Dikdasmen PDM Kota Surakarta, Drs H Tridjono mengungkapkan pembahasan New Normal ini selaku pimpinan majelis mengapresiasi.
Karena bagaimanapun terlalu lama tidak ketemu dalam artian peserta didik rasanya khawatir.  Karena itu akan menjadi kendala.

“Maka kalau sudah memungkinkan sebaiknya kita mulai dengan catatan tetap mematui aturan yang berlaku baik dari sisi persyarikatan maupun sisi negara. Tapi jangan lupa sosialisasi kepada wali murid, masyarakat dan instansi terkait demi kemajuan sekolah kita,” ujar Tridjono.

Hadir juga Wakil Kepala Sekolah dan staf bidang Kurikulum SW Winarsi, Kesiswaan Imam Priyanto, Sarpras Jaka Prasetya, AIK Ahmad Syaifuddin, Humas Jatmiko, BUM’s Nurtiningsih, Dapur Sehat Eny Khusnul Khotimah dan Securty Slamet Widodo.

Humas, Jatmiko.

Jumat, 29 Mei 2020

 
SD Muhammadiyah Surakarta
SMP_MTs Muhammadiyah Surakarta
SMA_MA_SMK Muhammadiyah Surakarta

Senin, 25 Mei 2020

Suasana Idul Fitri tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pandemi Covid-19 kapan akan berakhir belum jelas membawa lebaran pada suasana keprihatinan.

Puasa Ramadan dimulai tanggal 1 bulan Ramadan dan diakhiri tanggal terakhir bulan Ramadhan.

Untuk tahun 2020 ini, usia bulan Ramadan 30 hari. Dimulai 24 April 2020, Ramadan berakhir 23 Mei 2020.

Sehingga Idul Fitri bertepatan pada 1 Syawwal, Ahad 24 Mei 2020.  Lantas, bagaimana ketentan salat Idul Fitri di rumah.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PPM) secara resmi mengeluarkanTuntunan Salat Idul Fitri dalam Kondisi Darurat Pandemi Covid-19.

Tuntunan tersebut dikeluarkan melalui Edaran Nomor 04/EDR/I.0/E/2020 yang dibuat di Yogyakarta, Kamis 21 Ramadhan 1441 atau 14 Mei 2020.

Semua kaum muslimin dan muslimat dianjurkan memahami tata caranya. Boleh dilakukan berjamaah atau sendiri.

Jika berjamaah, minimal diikuti 4 orang yaitu 1 imam dan 3 makmum. Jika jumlah jamaah kurang atau jika tidak ada yang mampu brkhotbah, boleh tetap berjamaah tanpa khotbah.

Jika dilaksanakan sendirian, berniat salat idul fitri, dilaksanakan dengan bacaan pelan dan tidak ada khotbah.

Panduan salat idul fitri berjamaah, sebelum salat disunahkan memperbanyak bacaan takbir, tahmid dan tasbih.

 “… dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur,” terjemahan QS al-Baqarah: 185. 
Waktu salat id adalah setelah matahari terbit sampai sebelum salat Duhur.

Salat dimulai dengan menyeru “ash-shalaatul jami’ah”, tanpa azan dan iqomah. Memulai dengan niat salat Idul Fitri. Membaca takbiratul ihram sambil mengangkat kedua tangan. Membaca takbir sebanyak 7 kali “di luar takbiratul ihram”.

Membaca surah Al Fatihah, diteruskan membaca surah pendek dari al Qur’an. Ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan berdiri hingga berdiri lagi seperti salat biasa.

Pada rekaat kedua sebelum membaca al Fatihah, disunahkan takbir 5 kali sambil mengangkat tangan, di luar takbir saat berdiri.

Membaca surah al Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari al Qur’an. Ruku’. Sujud dan seterusnya hingga salam, setelah salam disunahkan mmendengarkan khotbah Idul Fitri.

Apa amalan sunah idul fitri? Di antaranya mandi dan memotong kuku, memakai pakaian terbaik dan wangi-wangian, makan sebelum salat idul fitri, mengumandangkan takbir hingga jelang salat, dan saling mengucapkan selamat Taqabbalallahu mina waminkum.

Bagaimana lafadz takbir untuk Hari Raya khususnya warga Muhammadiyah? Dianjurkan seperti ini.

“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaaha illallah, Wallahu Akbar, Allahu Akbar walillaahil hamdu.”

Yang tidak boleh dilupakan saat memasuki Idul Fitri ialah menunaikan zakat fitri. Zakat fitri diwajibkan kepada setiap orang muslim/muslimah, tua muda, dan anak kecil, terutama yang memiliki kelebihan makanan pokok.

Zakat fitri berupa makanan pokok sebanyak 1 sha‘ (2,5 kg), atau bisa juga diganti uang dengan nominal sesuai harga barang tersebut.

Zakat fitri ditunaikan akhir Ramadan apabila tidak pandemi, dan selambat-lambatnya sebelum shalat Id dilaksanakan.

“Apabila zakat ditunaikan sesudah shalat Id, maka menjadi shadaqah biasa.”

Tujuan zakat fitri ialah untuk membersihkan orang yang berpuasa dari dosa-dosanya, juga untuk menyantuni para fakir miskin.

“Selamat idul fitri 1441 H mohon maaf lahir dan batin, meski tak bersua langsung, hendaknya kita tetap saling memaafkan setulus hati. Semoga dalam menghadapi perang Covid-19, persatuan dan persaudaraan kita semakin dikokohkan,”.

Bagaimana memutus rantai persebaran virus adalah menjaga jarak dan menghindari kerumunan, silaturahmi secara virtual, tradisi sungkeman dan berziarah ke makam perlu memperhatikan protokol kesehatan, takbir di rumah tak boleh takbir keliling. Menghargai tenaga medis yang sedang menjalankan amanahnya merawat pasien Covid-19.

Dengan demikian, kita semua masyarakat Indonesia menjadi bagian dari keluarga yang dikasihi Allah. Semoga.

Waallhu a’lam bi showab.

Dwi Jatmiko, S.Pd.I
Pengasuh Agama Kelas Bawah
Wakil Kepala Sekolah Sekolah Rujukan Nasional (SRN)
SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta
Penceramah Pegiat Tahsin 6 M

Jumat, 22 Mei 2020

SOLO, SMP Simpon atau SMP Muhammadiyah 1 Surakarta bagi zakat fitrah kepada masyarakat sekitar atau lingkungan sekolah yang tentunya pada saat ini terkena dampak Covid-19 atau wabah corona yang berada di lingkungan Surakarta.

Menurut H. Ahmad Sukidi, SAg, MPd selaku penanggung jawab kegiatan ini sekaligus kepala SMP Muhammadiyah 1 Simpon Solo mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang bersumber dari siswa dan guru yang mengumpulkan zakat fitrah selama dibulan Ramadhan ini, dan tentunya kita salurkan kepada lingkungan atau masyarakat yang berada disekitar sekolah terutama yang pada saat ini terkena dampak Covid-19 atau wabah corona yang masyarakatnya dalam kegiatan harus barada di rumah dan tidak beraktivitas sehingga mengganggu perekonomian mereka, Rabu (20/5/2020)

Ahmad Sukidi juga menambahkan bahwa kegiatan ini selain sebagai kewajiban muslim dalam membayar zakat, juga bertujuan untuk melatih para siswa untuk saling berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan terutama dalam kondisi seperti ini banyak masyarakat yang sangat membutuhkan bahan makanan pokok.

Ratusan bungkus zakat fitrah diberikan selain masyarakat sekitar yang membutuhkan juga kepada beberapa siswa SMP Muh 1 Simpon Solo yang tentunya orang tuanya juga sangat membutuhkan zakat ini, semoga dengan kegiatan berbagi dalam kondisi wabah ini SMP Muh 1 Simpon Solo paling tidak bisa sedikit meringankan beban masyarakat sekitar.

Kamis, 21 Mei 2020

Perintah konsistensi dinyatakan dalam Alqur’an dan sunnah. Allah berfirman: “ … tetaplah kamu (beribadah) kepada-Nya dan mohonlah ampunan kepada-Nya.” (Qs. Fushilat: 6).

“Maka tetaplah engkau (Muhammad) (di jalan yang benar), sebagaimana telah diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang bertobat bersamamu, dan janganlah kamu melampaui batas.” (Qs. Hud: 112).

“Karena itu, serulah (mereka beriman) dan tetaplah (beriman dan berdakwah) sebagaimana diperintahkan kepadamu (Muhammad) dan janganlah mengikuti keinginan hawa nafsu mereka … “ (Qs. Asy Syura: 15).

Rasulullah saw., bersabda : “Katakanlah: Saya beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah!” (HR. Muslim)

Kata istiqomah berasal dari kata istaqoma-yastaqimu artinya tegak lurus. Istiqomah dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai sikap teguh pendirian dan selalu konsekuen.

Orang yang bertindak konsistensi, akan mendapatkan kemulian. Firman Allah dalam Surat  Fushshilat ayat 30:

“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.”

Konsistensi beribadah Ramadan wajib berkelanjutan walaupun bulan puasa telah berlalu. Umat Islam istiqomah bersemangat melayani umat dan masyarakat untuk menjaga amalan dan maghfirah Allah, ibadah di rumah lebih dekat keluarga “baitii jannatii” rumahku surgaku.

Salat lima waktu berjamah, perbanyak puasa sunnah baik Senin-Kamis, puasa Daud, dan puasa enam hari di bulan Syawal. Kata Rasul sama puasa satu tahun.

Rajin menjaga dan mendengarkan pengajian secara online, salat lail, iktikaf di sepuluh hari terakhir, sedekah, zikir, aktivitas sosial yang bermanfaat bagi sayuran, buah-buah, telor, membagikan nasi bungkus kepada tukang becak, tukang sampah, pemulung, memberi bantuan kepada tenaga medis berupa pelindung diri, vitamin dan membaca Alqur’an sambil memahami artinya.

Sebaliknya orang merugi tandanya, tidak bisa mengalahkan hawa nafsunya untuk menjaga seluruh indra seperti mata, telinga, mulut, tangan kaki. Tidak sabar, pemarah, pembohong, juga lalai dengan waktu serta tidak istiqomah.
  
Apabila wabah Virus Corona COVID-19 semakin mengganas dan tenggrinas. Maka demi keselamatan diri, sanak dan saudara. Anjuran masyarakat dilarang salat tarawih bersama di masjid, ziarah kubur bahkan mudik ke kampung halaman, jaga jarak aman, cuci tangan setelah beraktivitas, pakai masker kemana saja. alangkah baiknya harus diikuti.

Karena iman yang sempurna adalah iman mencakup 3 dimensi, hati, lisan dan amal perbuatan.

Jika urusan dunia, kita mampu membuat Planning (perencanaan), Organizing (pengorganisasian), Actuating (perencanaan dan pengorganisasian), Controlling ( pengendalian) yang sangat baik; Apalagi urusan akhirat, hendaknya kita lebih perhatian.

Mengapa demikian jalannya? Setiap jalan ada syaitan yang selalu menggoda. “Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa.” (Qs. Al An’am: 153)

Jalan lurus yang dimaksud adalah agama Allah, Islam. “Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama dengan lurus, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).” (Qs. Al Bayyinah: 5)

Adakah buah dari konsistensi? Ada. Dalam surat Fussilat ayat 30-32 disebutkan. “Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.”

“Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya (surga) kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh apa yang kamu minta.”

“Sebagai penghormatan (bagimu) dari (Allah) Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

Orang yang berkonsistensi dijauhkan oleh Allah dari rasa takut, dan sedih. didekatkan berkonsistensi dijanjikan surga. Dia tak takut masa depan dan tak bersedih mengalami kegagalan masa lalu. Takut menghadapi masa depan, takut mengalami kegagalan. Ketakutan seperti itu akan menghambat kemajuan dan menyebabkan kemunduran dan tidak berbuat apa-apa.

Demikianlah, sikap konsistensi sangat diperlukan menjalani “New Normal” di Tengah Pandemi hingga kini belum ditemukan vaksin sebagai antivirus. Juga kita tidak akan cepat berputus asa, cepat lupa diri dan mudah terombang-ambing. #IndonesiaTerserah#Sukasukakalian#Sakkarepmu.

Lebaran akan tiba dalam hitungan hari. Pribadi muslim akan menyambut puncak kemenangan Hari Raya Idul Fitri 1441 H bersih hati, suci, saleh, halus budi pekertinya, cemerlang pemikirannya, tumbuh kepedulian dan kesadaran baru baik agama, manusia, lingkungan dan sistem atau 4 pilar, kita merasakan apa yang diarasakan masyarakat umumnya.

Itu semua buah dari ketakwaan, diraih selama Ramadan dan dipraktikkan pasca-Ramadan dengan konsistensi.

Waallahu A’lam Bishawab.

Dwi Jatmiko, S.Pd.I
Pengasuh Agama Kelas Bawah
Wakil Kepala Sekolah bidang Humas
SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta
Penceramah Pegiat Tahsin 6 M

Rabu, 20 Mei 2020

SOLO – Mobil sejuta umat dan kemanusiaan SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta Jawa Tengah memiliki mobil khusus atau pick-up untuk melayani berbagai kebutuhan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

Ramadhan 1441 Hijriah ini sangat istimewa.  Selain bertepatan dengan momentum sejarah Hari Kebangkitan Nasional yang ke- 112 (20 Mei 1908 – 20 Mei 2020) mampu melahirkan persatuan dan solidaritas di Tengah Pandemi Covid-19.
“Mobil pick up SD Muhammadiyah 1 Surakarta tidak pernah lelah menjadi saksi sejarah kemanusiaan hampir di seluruh Solo Raya bahkan nasional. Semoga menjadi catatan amal ibadah kita semua, berderma dan menebar kaya inspirasi,” ucap Kepala Sekolah Hj Sri Sayekti.

Sekolah Rujukan Nasional (SRN) Terakreditasi A (Unggul) baik sisi Pendidikan Karakter, Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) dan budaya pernah menyabet Penghargaan ‘Sekolah Peduli Filantropi’ dari  Lazismu Solo, Minggu (30/7/2017) yang berperan aktif memiliki keunggulan dalam Program Filantropis Cilik.

Sekolah turut berkontribusi dan mengambil peran membantu pencegahan penyebaran Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Ajarkan anak-anak sejak dini karakter peduli dan berbagi baik agama, manusia, lingkungan dan sistem. Bersedekah terhadap sesama yang kurang mampu via kencleng surga berupa beasiswa pendidikan,” jelas Sayekti Duta zakat lazismu Solo.

Dijelaskan, ada beberapa lokasi peran mobil sejuta umat dan kemanusiaan. Yakni, Ekpedisi Kemanusiaan 1 Qurban untuk kemnuisaan,  Diklat Dewan Sugli Daerah HW Solo di Gunung Gamping, Waduk Lalung, Mahrojan Penghela HW se-Jateng, Silaturahmi Nasional HW di Cibubur, gotong royong gugus II, kegiatan Kementerian, Gubernur, Walikota, Kraton Jogjakarta beserta Pimpinan Pusat Muhammadiyah dukung penuh konser seni kolaborasi karawitan, pedalangan dan tari.

Sedangkan menurut, Wakil Kepala Sekolah bidang Hubungan Masyarakat (Humas), Jatmiko mengatakan kecintaan pada Persyarikatan Muhammadiyah dan Indonesia, sekolah bisa bersinergi dan bermanfaat.

“Akhirnya kebaikan sekolah membawa warganya kepada bahagia dalam keadaan apapun. ketika kita berbuat baik dengan ikhlas dan mecari ridha Allah. Maka hati kita terbuka sehingga kasih sayang Allah swt.,  masuk dan membuat hati kita menjadi bahagia akhirnya menjadi kecanduan untuk berbuat baik,”pungkasnya.


Humas, Jatmiko.

Senin, 18 Mei 2020

SOLO, Siswa SMP Muhammadiyah 1 Simpon Solo uji kemampuan hafalan Al Qur’an atau Tahfidz Al Qur’an di bulan Ramadhan sekaligus dalam kondisi Pandemi Covid-19.

Isnaini Hilda Sabrina, kelas IXA SMP Muhammadiyah 1 Simpon Solo maju dalam ujian kemampuan hafalan Al Qur’an atau Tahfidz Al Qur’an yang diadakan oleh sekolah, Ujar Muhammad Nashir  SAg selagu guru PAI juga sekaligus penguji dalam kegiatan ini, disamping ada penguji lain yaitu Ustadz  Danik Ary Widyanto, SPd, Ustadz Isa Al Fajri, Lc,  Senin (18/5/2020).

Muhammad Nashir menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan tahunan yang menjadi program sekolah sebagai bentuk penghargaan bagi siswa yang  hafal Al Qur’an dan harus melalui uji kemampuan, dan bagi siswa yang lulus akan mendapatkan beasiswa dari sekolah.

Isnaini Hilda Sabrina  menceritakan setelah melakukan ujian, “Ujian hafalan ini, saya maju 2 juz sekaligus, yaitu juz 1 dan juz 27”, Dimana Isnaini Hilda Sabrina selama sekolah di SMP Muhammadiyah 1 Simpon Solo sudah mencapai 6 juz hafalan Al Qur’an yaitu Juz 1, 2, 27, 28, 29, 30, semoga dengan ujian hafalan ini memberikan motivasi dan minat menghafal bagi siswa-siswa lainnya,
SOLO – Situasi bulan suci Ramadhan 1441 Hijriyah tahun ini sangat berbeda dibandingkan tahun sebelumnya atau sepanjang perjalanan Ramadhan yang dilalui umat Muslim seluruh dunia.

Di tengah situasi pandemi Covid-19, masyarakat telah diimbau untuk banyak berdiam diri di rumah, termasuk dalam hal ibadah dan menjadi tantangan luar biasa khususnya bagi dunia pendidikan.

Pemerintah mengimbau kepada semua masjid untuk meniadakan sholat tarawih berjamaah di masjid, buka bersama, hingga kajian rutin selama bulan puasa yang melibatkan massa dalam jumlah banyak.

Meski demikian, tidak menyurutkan umat muslim untuk tetap bersemangat dan menyambut baik bulan ramadhan dengan penuh suka cita.
Salah satunya keluarga besar civitas akademika SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta yang tetap melaksanakan berbagai kegiatan rutin.

Ibuku Eltis Dhara Triesti bilang umat Islam harus gembira menyambut Bulan Ramadhan, Bulan Ramadhan bulan paling istimewa. Setan-setan dibelenggu, pintu taubat dibuka, dan setiap amalan sholeh akan dilipatgandakan pahalanya.

“Meskipun sekarang aku, teman-temanku, dan semua orang di dunia harus tinggal di rumah karena wabah COVID-19, aku tetap menjalankan ibadah puasa dengan semangat,” ucap Lutitisari Shiranalazkura kelas 2B.

Kegiatanku bulan Ramadhan dimulai makan sahur, jam 3.30, Ibu bilang aku boleh minta digorengin lauk kesukaanku, tahu goreng dan nugget. Selesai sholat subuh aku dan kakakku selalu melanjutkan kegiatan ramadhan dengan membaca Al-Quran.

Aku belum lancar membaca Al-Quran, jadi aku harus banyak belajar membaca Al-Quran ditemani Ibu. Ibu mengajari aku membaca makhraj huruf yang benar, berkali-kali harus diulang, kadang aku menangis karena salah dan harus diulang, ternyata belajar membaca Al-Quran harus sabar dan semangat karena banyak pahalanya. 
Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw., “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka Ia akan mendapatkan satu kebaikan dengan huruf itu, dan satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidaklah mengatakan Alif Laam Miim itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf”. (HR. Tirmidzi).

“Pasti teman-teman juga sama seperti aku, semangat mengaji meskipun di rumah, juga semangat melakukan ibadah bulan ramadhan lainnya seperti sholat tarawih. Aku dan keluargaku juga tarawih di rumah, Ayah yang menjadi imam sholat tarawih,”jelas  Lutitisari.

Sholat tarawih di rumah juga seru kan teman-teman, aku bisa minta Ayah baca surat Al-Qurannya yang pendek-pendek saja, jadi sholat tarawihnya bisa cepat, dan aku juga bisa minum susu kesukaanku di sela-sela sholat tarawih. Tapi sholat tarawihnya tetap harus fokus dan berusaha khusyu’ agar ibadah kita diterima Allah subhanahu wa ta’ala. Aamiiin.
Aku juga harus menuliskan kegiatan bulan ramadhan di buku Kegiatan Bulan Ramadhan dari sekolah, agar Bapak dan Ibu Guru bisa tahu kalau kita juga bersungguh-sungguh beribadah di rumah.

Bulan ramadhan kali ini Ibu berjanji memberiku hadiah jika aku puasa sampai selesai, wah senangnya, aku jadi tambah semangat puasa. Mudah-mudahan teman-teman juga semangat menjalankan ibadah puasa dan semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT., Aamiiin.

Saat dihubungi, Wali Kelas 2 B Dwi Suparwanto SPd mengungkapkan kegiatan Ramadhan peserta didik beraktivitas belajar dan beribadah di rumah. Guru mengingatkan untuk selalu tertib shalat wajib dan shalat sunnah seperti Dhuha.

“Mengingatkan bagaimana kesehatan siswa, meminta anak-anak olahraga ringan dan berjemur. Laporan Ramadhan lewat ebook setiap seminggu sekali dan pembelajaran menggunakan Umeet Me,”imbuhnya.


Humas, Jatmiko.

Minggu, 17 Mei 2020

Apakah seorang muslim berkeinginan agar usianya efisiensi (berkah) maksimal dan optimal?

Strategi wajib dipersiapkan menghadapi tantangan perubahan di era yang sudah berubah, sarat tantangan baru, penuh turbulasi, dan kompleksitas.

Perkembangan teknologi sangat pesat semakin mempermudah kita dalam beraktifitas, kehadiran berbagai macam aplikasi diponsel pintar seperti transportasi online, onlineshop, mobile payment, al quran online, hingga aplikasi penghimpun dan penyaluran dana sosial pun sudah menjamur keberadaannya.

Ramadan tiba saat Covid-19 masih mengamuk dan belum menunjukkan tanda-tanda lelah menggoda manusia. Daripada mengeluh, mari kita ambil positifnya.
Setiap muslim dapat menghayati hidup kesehariannya sejak pagi-pagi, Rasulullah berkenan mendo’akannya:

“Allahumma barik li-ummati fi bukuriha” (Ya, Allah berikan keberkahan bagi umatku pada pagi-pagi harinya) (HR Abu Daud dan Thirmidzi).

Adalah suatu bencana seorang muslim bergadang sangat lama, kemudian baru tidur sehingga salat subuh tersia-sia.

Rasulullah bersabda: Jikalau salah seorang dari kalian tidur, maka setan mengikat tiga tali pada tengkuk kepala, setan mengencangkan ikatan tersebut (sambil berkata): Malam masih panjang maka tidurlah. Jika dia bangun dan mengingat Allah maka lepaslah satu tali ikatan. Jika kemudian dia berwudhu maka lepaslah tali yang kedua, dan jika ia mendirikan shalat lepaslah satu tali ikatan, dan pada pagi harinya ia akan merasakan semangat dan jiwa yang tentram. Namun bila dia tidak melakukan  itu, maka pagi itu jiwanya tidak tentram dan ia merasa malas.” (HR. Bukhari).

Seorang muslim menjemput hari hidupnya sejak pagi-pagi dengan dzikir, kondisi suci, salat sunah, fardhu dan keluar kemudian menuju perjuangan hidup dengan tubuh yang aktif sehat, bagas waras, suci jiwanya serta lapang dada.

Sebaliknya, orang-orang yang dikepalanya masih dikat dengan simpil setan, pagi-pagi masih tidur, langkahnya lambat, jiwanya kotor, tubuhnya berat dan malas.

Allâhuma innî ashbahtu minka fî ni’matin wa ‘âfiyatin wa sitrin fa-atimma ni’mataka ‘alayya wa ‘âfiyataka wa sitraka fiddunya wal âkhirah

“Ya Allah, sesungguhnya aku sudah mendapatkan nikmat, kesehatan, dan perlindungan-Mu di pagi dan soreku, maka sempurnakanlah untukku nikmat-Mu dan perlindunganMu selama di dunia hingga akhirat.” 
Kemudian membaca Kitab Allah dengan khusyu’ dan memahami maknanya, sebagaimana Allah Swt., telah berfirman:
Ùƒِتٰبٌ اَÙ†ْزَÙ„ْÙ†ٰÙ‡ُ اِÙ„َÙŠْÙƒَ Ù…ُبٰرَÙƒٌ Ù„ِّÙŠَدَّبَّرُÙˆْٓا اٰÙŠٰتِÙ‡ٖ ÙˆَÙ„ِÙŠَتَذَÙƒَّرَ اُولُوا الْاَÙ„ْبَابِ - ٢٩
Kitab (Al-Qur'an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran. (Qs. Shad: 29).

Setelah selesai membaca al Qur’an, dilanjutkan makan pagi secukupnya apabila tidak puasa.

Alangkah indahnya kita mengerti bahwa amal perbuatan duniawi bagi setiap muslim akan dinilai sebagai ibadah dan jihad, apabila dilakukan dengan niat (motivasi) yang benar dan tidak mengganggu untuk mengingat Allah.

Di antara kewajiban haria seorang muslim yang tidak boleh dilupakan adalah kewajiban mengabdi kepada masyarakat dan menolong individunya yang akhirnya mampu besedekah atau istilah lain pajak sosial.

Imam Bukhari dan Muslim telah meriwayatkan, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap persendian manusia wajib bersedekah pada setiap hari di mana matahari terbit di dalamnya: engkau berlaku adil kepada dua orang (yang bertikai/berselisih) adalah sedekah, engkau membantu seseorang menaikannya ke atasnya hewan tunggangannya atau engkau menaikkan barang bawaannya ke atas hewan tunggangannya adalah sedekah, ucapan yang baik adalah sedekah, setiap langkah yang engkau jalankan menuju (ke masjid) untuk shalat adalah sedekah, dan engkau menyingkirkan gangguan dari jalan adalah sedekah.’

Demikianlah tata hidup muslim sejak pagi hingga menjelang Zuhur. Di negara beriklim panas atau musim kemarau, sebagian orang membutuhkan “Qailulah” tidur istirahat siang hari.

Bila waktu ‘Ashar “salat wustha” tiba, “Hayya alash sholaah – marilah menunaikan salat” hendaknya yang tidur beristirahat tadi bangun dengan segera.

Tidak layak, seorang muslim mengakhirkan salat ‘Asar hanya menganggap ringan hingga matahari menguning.

“ Itulah sholat orang munafik. Itulah sholat orang munafik. Itulah sholat orang munafik. (Yaitu) dia menunggu matahari sampai hampir terbenam kemudian dia berdiri (untuk sholat asar), lalu mempercepat (tanpa ada rasa khusyuk sedikitpun) empat rakaat, tanpa mengingat Allah di dalamnya kecuali sedikit sekali.” (HR. Imam Muslim).

Kadang ada seorang muslim, mengakhirkan makan malam setelah selesai salat isya’. Maka yang didahulukan adalah makan malam seperti hadits nabi.

Selayaknya, seorang muslim itu mempunyai jadwal harian dalam membaca, secara teratur. Allah berfirman Qs. Taha: 114
ÙˆَÙ‚ُÙ„ْ رَّبِّ زِدْÙ†ِÙŠْ عِÙ„ْÙ…ًا - ١١٤
dan katakanlah, “Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku. ”

Apabila seorang muslim hendak tidur, disunahkan bersuci, salat dua reka’at kemudian menempatkan diri ke kasurnya dan meletakkan lambung kanannya sambil membaca dzikir, mengingat Allah .

“Bismika Rabbi wadha ‘tu janbi wa bika arfa’ uhu in amsakta nafsii far hamha, wa in arsaltaha, fah fazhha, bima tahfazhu bihi’ ibaadakas shaalihiin.”

Dengan Nama-Mu, ya Rabbku, aku meletakkan lambungku. Dan dengan Nama-Mu pula aku bangun daripadanya. Apabila Engkau menahan rohku (mati), maka berilah rahmat padanya. Tapi apabila Engkau melepaskannya, maka peliharalah, sebagaimana Engkau memelihara hamba-hamba-Mu yang saleh.

Anehnya orang mengorbankan waktunya buat kepentingan dunianya, padahal itulah yang sebenarnya akan ia tinggalkan.

Sekarang giliran saudaraku untuk merenung, sudah kita isi dengan apakah sehari semalam dalam kehidupan ini?

Wallahu’alam bi shawab.


Dwi Jatmiko, S.Pd.I
Wakil Kepala Sekolah bidang Humas
Sekolah Rujukan Nasional (SRN)
SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta

Jumat, 15 Mei 2020

Baitul Maal Muhammadiyah Kottabarat bekerjasama dengan Perguruan Muhammadiyah Kottabarat Surakarta menyalurkan sejumlah 315 paket sembako untuk masyarakat duafa atau terdampak pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), Jumat (15/5/2020) dan 65 paket untuk guru dan karyawan Amal Usaha Muhammadiyah, Aisyiyah, dan Nasyiatul Aisyiyah di lingkungan Muhammadiyah Cabamg Kottabarat Surakarta, Selasa (16/5/20200) mendatang.

Humas Baitul Maal Muhammadiyah Kottabarat Surakarta, Muhamad Arifin mengatakan paket sembako yang disalurkan ini merupakan tahap dua setelah sebelumnya disalurkan tahap satu sejumlah 250 paket, Rabu (15/4/2020). 
Menurutnya,  pandemi COVID-19 sangat berdampak bagi perekonomian masyarakat, sehingga Baitul Maal Muhammadiyah Kottabarat yang berpusat di Masjid Kottabarat Surakarta bergerak mengumpulkan donasi dan berbagi paket sembako untuk duafa. Harapannya masjid bisa menjadi pusat gerakan untuk memberikan manfaat kepada warga sekitar.

Setiap paket sembako seharga seratus ribu rupiah yang berisi beras 5 kg, minyak goreng 1 liter, gula 0,5 kg, mie kering 4 bungkus, bihun 0,5 kg, kecap satu bungkus, dan ikan layur 3,5 ons.

"Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Baitul Maal Muhammadiyah Kottabarat dengan Perguruan Muhammadiyah Kottabarat. Pada tahap dua ini kami membagikan 315 paket sembako kepada masyarakat terdampak pandemi COVID-19 di sejumlah titik di area Kottabarat, Joho-Manahan, Kalitan, Mangkubumen, Sumber, dan Banyuanyar " kata Arifin.
Ia menambahkan bahwa sumber pembiayaan kegiatan ini berasal dari donasi warga masyarakat (aghniya'), wali siswa dari KB-TK Aisiyah, SD, SMP, SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat, dan guru serta karyawan Perguruan Muhammadiyah Kottabarat melalui nomor rekening Bank Jateng Syariah 5022090157, atas nama Baitul Maal Muh. Kottabarat.

Data masyarakat penerima bantuan diperoleh dari pengurus RT dan RW setempat. Supaya tetap sesuai dengan protokol kesehatan, penyaluran paket sembako dipusatkan di rumah RT atau RW dan kemudian akan diantar ke rumah warga masing-masing untuk menghindari kerumunan.

Peduli Pendidikan

Sebagai bentuk kepedulian terhadap guru dan karyawan Amal Usaha Muhammadiyah, Aisyiyah, dan Nasyiatul Aisyiyah di lingkungan Muhammadiyah Cabang Kottabarat, sejumlah 65 paket sembako rencananya akan disalurkan kepada guru TK Aisyiyah Sumber I, TK Aisyiyah Sumber II, TK Aisyiyah Sumber III, TK Aisyiyah Mangkubumen, SD Muhammadiyah 15 Sumber, dan SD Muhammadiyah Plus 20 Sidorejo Mangkubumen, Selasa (19/5/2020) mendatang. Selain itu, juga akan dibagikan bantuan tunai sejumlah tiga ratus ribu rupiah kepada 53 guru dan karyawan yang berstatus guru / karyawan tidak tetap dan belum menerima tunjangan sertifikasi.
 


Bakti Sosial

Sebelumnya, SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta telah mengadakan bakti sosial rangkaian milad ke-20 sekolah tersebut, Selasa (12/5/2020). Bakti sosial dilangsungkan di Desa Kedawung Kec. Jumapolo, Karanganyar dengan membagikan sejumlah 200 paket sembako senilai seratus ribu rupiah kepada warga duafa.

Ketua panitia milad ke-20 SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, Taryanto menyampaikan bahwa agenda bakti sosial ini sudah direncanakan jauh-jauh hari, tetapi sempat tertunda karena wabah COVID-19.
“Kegiatan bakti sosial berupa penyaluran 200 paket sembako ini merupakan hasil infaq harian siswa yang dikumpulkan sekitar tiga bulan dan Alhamdulillah bisa terkumpul 20 juta lebih,” ujarnya.

Ia menambahkan pentingnya gotong-royong dan kolaborasi antarlembaga untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. “Kolaborasi antara Baitul Maal Muhammadiyah Kottabarat dengan Perguruan Muhammadiyah Kottabarat Surakarta yang terdiri dari TK Aisyiyah, SD-SMP-SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat merupakan langkah konkret dalam melakukan gerakan-gerakan kemanusiaan dan peduli dengan sesama,” pungkasnya.

Muhamad Arifin
Humas Baitul Maal Muhammadiyah Kottabarat Surakarta
081329718196
 
Perangi Corona, SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta meluncurkan lagu aku ora mudhik. Tujuannya menyemangati masyarakat Indonesia khususnya umumnya dunia di tengah pandemi.

Lagu diciptakan oleh guru kelas 3 Ki Agung Sudarwanto SSn MSn yang juga pengagum musisi Legendaris Didi Kempot serta sobat ambyar.
Inilah syairnya.

AKU ORA MUDHIK
Aja mudhik, yo kanca aja mudhik
ngeman anak bojo lan tangga teparo.

Aja mudhik, yo kanca aja mudhik
Natas Corona jejaring sumebare

Ja … ngengkel yen kena dak elengake
Sumebare gawe lelara ing kene
Ja ... ngeyel yen kena dak elengake
Nenulari bisa njalari pepati

Dhuh Gusti ... iki lelakoning bumi
Si Corona sumebar ing ngendi-endi
Idul Fitri tahun iki ora bali
Sembah sungkem bapa biyung aja lali

Nadyan adoh parane ana ing kana
apuranto lepate dosa kawula
Aja gela jo nelangsa jroning dhadha
Niat kula Coronane enggal sirna

“Saya menciptakan lagu ini semalam, terjemahannya Aku tidak Mudik, jangan mudik, teman jangan mudik, sayang anak istri, dan tetangga sebelah. Jangan mudik, teman jangan mudik, memotong jejaring penyebaran Corona,” ucap Agung Sudarwanto saat dihubungi Kamis (14/5/2020).
Dalang berkemajuan ini punya seabrek prestasi,  melanjutkan terjemahannya, janganlah nekat, jikaku ingatkan persebarannya menimbulkan penyakit, janganlah nekat jikaku ingatkan, penularannya menyebabkan kematian.
“ya Allah … ini cerita di bumi si Corona bersebaran di mana-mana. Idul fitri tahun ini tidak pulang. Berbakti pada bapak ibu jangan lupa. Meskipun jauh di sana maafkan dosa kesalahanku, jangan kecewa jangan sedih dalam dada, niatku Corona segera berakhir,” katanya.

Pembuatan video ini melibatkan aransemen Rohmadin SSn, Keyboard Yuliarto Wiku Prabowo dan mendapat dukungan penuh kepala sekolah.

 “Alhamdulillah, tidak ada kendala dalam proses shooting, meskipun di tengah pandemi dan puasa Ramadan,” tutur Agung.

Pria kelahiran Desa Kauman, Nganjuk Jawa Timur pada 4 Agustus 1979 mengaku telah mentelorkan 9 karya seperti sekolah istanaku, lagu nasional, warna-wrana, lancaran wulanging jagad, sekolah sehat, pendidikan karakter, iringan wayang kolaborasi, prosesi wisuda versi gamelan.
Karya di atas telah di nikmati oleh Pejabat Kementerian, Gubernur, Walikota dan Pihak Kraton Jogjakarta beserta Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Orang tua Safaraz Aufa Azalia kelas 3 C  Tri Yuniarti berharap lagu Aku Ora Mudhik yang di ciptakan guru bertalenta bisa membawa virus positif.

“Semoga bukan hanya sebatas lagu, tapi bisa mendidik masyarakat luas untuk tidak mudik. Selain juga ada unsur budaya yang tidak boleh ditinggalkan sungkem bapak ibu, menghibur namun tetap tidak meninggalkan budaya dan karakter orang jawa,”harapnya.
Kepala SD Muh 1 Hj Sri Sayekti melalui wakil kepala sekolah bidang Humas, Jatmiko mengatakan, kami mengikuti satu komando dan arahan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir, Pemerintah, MUI dan protokol kesehatan pada Jum’at (15/5/2020).

“Seperti pesan belai bagi daerah yang masih merasa aman, justru perlu kehati-hatian, agar rantai penularan tidak terjadi. Kewajiban kita ikhtiar dan tawakal,” pungkasnya.

Humas, Jatmiko.
 
Drs. H. Tridjono Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta menjelaskan, pada tahun 2020 dan tahun 2021 ada beberapa kepala sekolah jenjang SD, SMP/MTs dan SMA/MA, SMK yang telah memasuki purna tugas dan ada yang masa bhaktinya sebagai kepala sekolah sudah habis.  Ketua Majelis menjelaskan, untuk mengisi kekosongan tersebut maka akan diselenggarakan seleksi calon kepala sekolah, untuk mengisi kekosongan sekolah tersebut.
Sebagai tindak lanjut  tanggal 06 Mei 2020. Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Kota Surakarta menerapkan sistem  seleksi kepala sekolah sejak tahun 2002 bekerjasama dengan perguruan tinggi, penyelenggaraan seleksi melibatkan akademisi dan praktisi. Tridjono berharap proses seleksi berjalan obyektif dan transparan serta menghasilkan calon kepala sekolah yang berkualitas.
Pada tahun 2020 panitia seleksi yang terdiri dari akademisi dan praktisi sudah dibentuk, yaitu; Dr. Drs. Anwar Hamdani, SH, SE, MM, M. Hum (Akademisi STIE AUB Surakarta, sebagai ketua),  Dr. Suharno, M.Pd (Akademisi Universitas Sebelas Maret) dan Drs. Supraptono, M.Pd (Pengawas Dinas Pendidikan Surakarta). Panitia seleksi  dari Majelis Dikdasmen adalah Drs. Tridjono, Drs. Yatimun, dan Drs. Harminto, Ketua Majelis berpesan kepada tim seleksi, agar melaksanakan seleksi dengan obyektif, transparan, profesional dan akuntabel. Tridjono berharap, hasil tes sudah diterima Majelis Dikdasmen paling lambat akhir Mei 2020.
Ketua Panitia Seleksi calon kepala sekolah  Anwar Hamdani dan anggota Tim Seleksi Supraptono menjelaskan, materi seleksi calon kepala sekolah meliputi beberapa aspek penilaian diantaranya Portofolio, Pembuatan Makalah, Wawancara, Al – Islam Kemuhammadiyahan. Dari 12 Calon Kepala Sekolah, hanya 11 calon yang hadir mengikuti seleksi.

Sumber : Kumparan.com

Pusdiklat Dharmo Tjahjono, Rabu, 13 Mei 2020

Rabu, 13 Mei 2020

Minggu, 3 Mei 2020 pukul 13.00-15.00, Guru SD Muhammadiyah 2 Kauman, mengisi Workshop Berbagidengan Hati yang diselenggarakan Komunitas Yuk Menulis (KYM) via grup WhatsApp. Workshop tersebut gratis dengan peserta terbatas 100 orang dan mengusung tema Kiat Sukses Berkarya di Media Massa dan Membuat Video Musikal.
Pemateri workshop dalamjaringan (daring), Sri Mey Ekowati yang juga anggota KYM, menyampaikan tentang pengalamannya menulis di media massa terutama cerita pendek dan artikel. Bagi komunitas menulis, keterampilan menulis di media massa juga harus dilatih agar tulisan dapat bermanfaat bagi banyak orang. Pemateri workshop anggota KYM lainnya adalah Danar Setyowati, staf Kemenag Kabupaten Klaten.
Testimoni Guru peserta workshop
 

Tujuan diadakan workshop ini adalah mengisi kegiatan KYM saat work from home (wfh) dengan hal positif dan menambah ilmu. Kegiatan ini digagas oleh founder KYM, Vitriya Mardiyati. Peserta workshop merasa senang karena mendapat ilmu yang bermanfaat. Selain itu juga dapat mengisi waktu saat harus di rumah saja seperti saat ini.

(Humas SD Muhammadiyah 2 Kauman, Surakarta)

Senin, 11 Mei 2020

SOLO, SMP Muhammadiyah 1 Simpon Solo tetap memantau kegiatan siswa saat di rumah dalam kondisi pandemi Covid-19 atau bawah Corona yang saat ini tidak hanya melanda Indonesia tetapi sudah menjadi wabah dunia.

Pantauan kegiatan yang dilakukan melalui pengisian data atau questioner yang diberikan kepada seluruh siswa melalui pengisiian data online , ujar Sukidi selaku kepala SMP Muhammadiyah 1 Simpon Solo saat dihubungi melalui Whatsapp, Sabtu (9/5/2020).

Sukidi menceritakan dalam pantauan ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan apa saja yang dilakukan siswa selain tugas-tugas pembelajaran yang diberikan di saat harus berada di rumah, misalnya pantauan dalam melaksanakan ibadah sholat, membaca Al Qur’an apa tidak, apakah membantu orang tua di rumah, apakah tetap berada di rumah atau malah keluar rumah harus memberikan keterangan yang jelas.
Pantauan ini diberikan kepada seluruh siswa, baik kelas 7, 8, dan 9, setiap hari harus mengisi data pantauan sehingga diharapkan sekolah tetap mengetahui keadaan dan kegiatan siswa saat dirumah. Karena pantauan ini sangat penting selain sebagai bentuk perhatian sekolah kepada siswa sebagai anak didik, tentu untuk mengetahui juga apakah siswa keluar rumah atau tidak.

Dari beberapa kali pantauan menurut Sukidi, masih ada siswa yang mengisi keluar rumah tetapi dengan memberikan alasan misalnya membeli kuota internet, membeli jajan atau lauk untuk berbuka puasa dan masih ada beberapa alasan yang memang masih dalam batas kewajaran. Disamping itu untuk pantauan mengenai ibadah sholat siswa mayoritas sudah melaksanakan sholat tarawih di rumah berjamaah dengan keluarga, dan setiap hari sudah membaca Al qur’an dengan memberikan keterangan berapa halaman yang sudah dibaca setiap harinya.

Ketua

Dr. Mohamad Ali, S.Ag., M.Pd
NBM. 887.570

Menu

Jadwal Sholat


jadwal-sholat

Kalender

Jam

Berita Umum

Posting Populer

Inovasi Pendidikan karakter anti korupsi SD Muhammadiyah 1 Ketelan

Informasi


Kalender Islam

Kalender Hijriyah

Unduh - Download

>> Surat Pernyataan Tidak Terjadi Konflik 2021
>> Instrumen Data Sekolah 2021
>> Form Input PTK GTK Cabdin
>> Ceklist Persyaratan PTK Baru SMA, MA,SMK
>> Ceklist Persyaratan PTK Baru SD, SMP
>> Ceklist Persyaratan PTK Baru PAUD TK
>> Rekap Form Excel Pengajuan Input PTK Baru TK, PAUD, SD, SMP
>> Materi 1 BLC
>> Materi 2 Pengenalan HTML (BLC)
>> Materi 2 Web Editor (BLC)
>> News Template
>> Pro News Template
>> Materi 3 BLC ( Membuat Email )
>> Materi 3 BLC ( Membuat Blog )
>> Blangko Pengajuan SK GTT/PTT
>> Blangko Pengajuan SK GTY/PTY
>> Instrumen Sekolah 2015
>> Memasang Link Di Pada Blog Wordpress
>> Menambah Header di Blog (Blogger)
>> Materi 4 BLC ( Membuat Blog Dengan Wordpress )
>> Materi 5 BLC ( CMS )
>> Tutorial CMS Balitbang
>> Materi 6 Localhost CMS Balitbang
>> Materi 8 Cloud Storage
>> Blangko Biodata Guru Agama Islam ( PAI )
>> Materi 9 Pembuatan Header Website
>> Blangko PPDB 2016 / 2017
>> Pengantar PPDB 2016 / 2017
>> Menambahkan Feed Rss Pada Halaman Website
>> Materi Tahsin Perguruan Muhammadiyah
>> Skrip .php untuk Feed RSS CMS Balitbang
>> Materi Google Form atau Formulir Online
>> Materi Desember 2016
>> Jadwal UTS Genap Ciri Khusus SD
>> Blangko Data Bantuan Sekolah 2016
>> Jadwal UAS ( SEKOLAH ) Ciri Khusus SMP/Mts, SMA/MA, SMK 2016/2017
>> Materi Penguatan Kepala Sekolah Tawang Mangu
>> Pengembangan Kurikulum ISMUBA 2017
>> Olimpiade Ahmad Dahlan 2017
>> Kalender Pendidikan Muhammadiyah Provinsi Jawa Tengah Tahun Pelajaran 2022 / 2023
>> Kisi - Kisi Akhlaq SMK Ciri Khusus 2017 / 2018
>> Form Data Bantuan dan Prestasi Sekolah 2018
>> Pelatihan SPMU
>> Kalender Pendidikan Dikdasmen PWM Jateng 2018 / 2019
>> Instrumen Data Sekolah 2019
>> Rekaman Irama Nahawand
>> Blangko RKAS 2021
>> Surat Tarik PTK Dinas / Mutasi
>> Form Input PTK GTK Cabdin
>> Syarat Pengajuan SK Yayasan
>> Landasan Hukum Muhammadiyah ( 2016 )
>> KISI US ISMUBA WILAYAH 2022
>> BLANGKO DAYA TAMPUNG PENGGEMBIRA MUKTAMAR 48 TAHUN 2022
>> BLANGKO PAKTA INTEGRITAS
>> BLANGKO RKAS 2022/2023
>> EDARAN MENCHANDISE MUKTAMAR KE - 48
>> Syarat Pengajuan NUPTK JULI - DESEMBER 2022
>> Form Isian Data 2022 / 2023
>> Logo Musyda 2023
>> Lampiran Musyda Dikdasmen 2023
>> SYARAT DAPODIK 2023
>> BADAN HUKUM MUHAMMADIYAH PART 1
>> BADAN HUKUM MUHAMMADIYAH PART 2
>> DAFTAR PCM 2022 - 2027
>> Badan Hukum Muhammadiyah 2024
>> Maklumat PP Muhammadiyah Ramadhan 1447 H / 2026 M
>> JADWAL WAKTU SHOLAT BULAN RAMADHAN 1446 H / 2025 M
>> Logo Milad Muhammadiyah 113
>> Kode Indeks Surat Muhammadiyah

Pengunjung

Flag Counter