Tampilkan postingan dengan label KLB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KLB. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Juli 2021

Sejumlah 82 siswa kelas V SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Kelas Baru (MPKB) secara daring melalui Zoom Meeting, Senin-Selasa (12-13/7/2021).

MPKB merupakan program sekolah yang dilaksanakan secara serentak dari kelas I - VI. Uniknya, dalam kegiatan ini, setiap kelas memiliki jargon yang berbeda dengan tujuan untuk memberi motivasi dan sebagai visi kelas.

Rini Dewi Puspita Sari, koordinator tim guru kelas V, menyampaikan bahwa untuk kelas V memilih jargon Kompeten, Literat, Berkarakter (KLB).
 
"Melalui jargon tersebut, seluruh siswa diharapkan dapat menjadi pribadi  yang terampil dalam memecahkan masalah (kompeten), terpelajar dan berwawasan luas (literat), serta memiliki kepribadian, akhlak, dan budi pekerti yang baik (berkarakter)," ungkapnya.

Siswa terlihat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan MPKB. Banyak siswa yang aktif bertanya saat kegiatan berlangsung, salah satunya Dhanu. Ia mengaku sangat senang dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan MPKB.

"Selain bisa bertemu dengan guru dan teman-teman secara virtual, ada yel-yel yang menarik dari jargon kelas V," ujarnya.

Kegiatan MPKB diawali dengan tahfiz dan murajaah yang dipimpin oleh Ustazah Tati Kuraesin, guru PAI kelas V, dilanjutkan perkenalan dengan tim guru pengampu, kontrak belajar, pembagian kelompok Pembimbing Akademik (PA), dan simulasi pembelajaran sesuai kelas masing-masing melalui Breakout Rooms.

"Hari terakhir MPKB diisi dengan simulasi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) sebagai persiapan kelas V dalam menghadapi AKM Nasional yang akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2021," imbuh Rini.

Muhamad Arifin / Humas SD Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta 081329718196

Rabu, 15 Juli 2020

SOLO – Yayasan Gita Pertiwi menggelar persiapan pelatihan sosialisasi kantin sekolah sehat ramah anak di aula SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta.

Hasil rapat terbatas gugus tugas kantin sekolah sehat yang dihadiri oleh multistakholder, 17 Juni 2020 menghasilkan sejumlah rekomendasi.

"Salah satu rekomendasi yang cukup penting dalam mensikapi situasi KLB Covid-19 adalah segera disosialisasikannya standar kantin sekolah sehat, baik bentuk media cetak (poster), media online (video pendek), dan pelatihan bagi pengelola kantin sekolah," jelas Direktur Program Yayasan Gita Pertiwi, Titik Eka Sasanti, Selasa (14/7/2020).
Sesuai protocol kesehatan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, semua undangan wajib memakai masker.

Hadir dalam kegiatan ini antara lain dari, TP UKS/M Kota Surakarta Hartoyo, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat Sri Suharti, Loka POM Annisa Nurul A, Dinas Kesehatan Kota Sunjono, Konpasera Chandra NSW, Waka Humas Jatmiko, Waka Kurikulum SW Winarsi, tim kantin sehat Eny Khusnul K, Desy Gunawati, Tri Yuniarti, Dyah Ayu R, Iin Tri Mayasari, dan Winursito. 
 
TP UKS/M Kota Surakarta Hartoyo mengatakan, kantin sekolah menjadi salah satu komponen dalam system pendidikan di lingkungan sekolah yang keberadaannya sangatlah penting dan harus diperhatikan standarnya.

Pedoman standar kantin sehat sekolah disusun agar menjadi acuan atau panduan sekolah untuk mewujudkan kantin sehat sekolah.

“Kebutuhan gizi anak didik selama melaksanakan kegiatan belajar di sekolah terpenuhi melalui jajanan, pangan, yang diolah dan disajikan dengan cara yang benar dan mencegah anak-anak mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan berbahaya,” ujar Hartoyo.
Ruang lingkup Pangan sehat Jajanan Anak Sekolah Sehat (PJAS) mulai dari bahan makanan segar, sehat, tidak kadaluarsa, bahan tambahan pangan sesuai BPOM, suplai, fisik dan bangunan, manajemen kantin, penyuluhan atau pemantauan, evaluasi dan promosi.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah bidang Humas Jatmiko mengatakan, kegiatan ini terlaksana berkat mantab gotong royong dan sinergi semua elemen.

“Sesuai arahan Kepala Sekolah Hj Sri Sayekti MPd kantin sekolah sehat yang telah meraih Piagam Bintang Satu Kemanan Pangan dari BPOM RI siap diambil vidionya baik Loka POM maupun Duta Pertiwi,” tuturnya

Humas, Jatmiko.

Minggu, 31 Mei 2020

Solo — SMP Muhammadiyah 5 Surakarta mengadakan wisuda tahfidz online, agenda yang menjadi kegiatan rutin kali ini dilakasanakan sedikit berbeda karena kondisi KLB-Covid19.

“Kegiatan ini tetap kita laksanakan, karena memang sudah kita agendakan akan digelar kegiatan wisuda tahfidz, namun karena KLB Covid-19 untuk tahun ini diadakan berbeda yaitu dengan media online” ungkap Ketua Panitia  Wisuda Tahfidz SMP Muhammadiyah 5 Solo, Nurul Huda, S.Pd.I Sabtu (9/5).
Nurul Huda mengatakan, kegiatan ini dilakukan di sekolah oleh Guru Agama, Penguji dan seluruh siswa peserta wisuda dari rumah masing - masing menggunakan aplikasi zoom. “Kenapa kegiatan ini tetap diadakan, selain sudah menjdi agenda rutin sekolah, kita melihat antusiasme siswa ingin tetap diadakan meskipun dari rumah masing-masing, mereka menyampaikan melalui grup wa kelas,” tambahnya.

Dengan adanya acara Wisuda tahfidz ini merupakan salah satu bukti bahwa SMP Muhammadiyah 5 Surakarta layak menjadi sekolah pilihan sebagai mitra bagi orang tua dalam mendidik anak. Selain fokus membentuk akhlaqul karimah dan karakter anak didik, sekolah ini menanamkan kecintaan kepada Al-Quran sejak dini secara konsisten. (fian/muliska)

Minggu, 12 April 2020

SOLO, Siswa kelas Program Khusus (PK) SMP Muhammadiyah 1 Simpon Solo membuat tutorial mengenai giving Encouragement (memberi semangat) hadapi Corona dan How to protect yourself and loved ones from corona virus (bagaimana melindungi diri dan orang yang dicintai dari virus Corona) untuk Mata Pelajaran (Mapel) Bahasa Inggris.

Frida Alfani Maslahah, SPd sebagai guru mapel Bahasa Inggris SMP Muhammadiyah 1 Simpon Solo mengatakan bahwa, “Dalam keadaan wabah Covid-19 Virus Corona dan situasi di Kota Surakarta masih dalam keadaan Kejadian Luar Biasa (KLB), apalagi pembelajaran siswa harus dilakukan secara daring atau online, maka guru dituntut untuk lebih kreatif dalam memberikan tugas atau pembelajaran secara jarak jauh”. Sabtu (11/4/2020).
Frida Alfani Maslahah dengan nama Tag @fridaalfani atau di FB Frida Alfani Maslahah, juga menceritakan bagaimana membuat siswa tidak merasa jenuh, bosan, atau terbebani dengan tugas-tugas yang diberikan, tetapi sebaliknya malah membuat merasa senang dalam menyelesaikan tugas tersebut, maka dibuatlah tugas untuk siswa yaitu membuat rekaman video atau tutorial yang percakapannya menggunakan bahasa Inggris sehingga dapat dinilai Pronounciation-nya (pengucapan yang bena).

Tugas ini diselesaikan siswa selama satu pekan, dan dibuat melalui rekaman video dengan aplikasi bebas yang dipunyai siswa, kemudian ditampilkan di Istagram (IG) nya masing masing, bisa juga melalui Facebook (FB) dimana juga ditampilkan Caption dan Hastag sebagai penyemangat yaitu #smpmuhiskalawancorona / #smpmihiskastudyfromhome.

Tugas ini dinilai untuk digunakan sebagai nilai praktek bahasa Inggris yaitu Speaking dan harapannya agar siswa dapat berbagi hal positif di media sosial dengan penuh percaya diri

Sabtu, 04 April 2020

SOLO - Pemerintah Republik Indonesia menginstruksikan kegiatan belajar mengajar dijalankan dari rumah demi mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Walaupun tak semua peserta didik memiliki gadget atau fasilitas yang memadai, sehingga kegiatan belajar mengajar di rumah sedikit terkendala.

Prosentase yang memiliki HP di kelas 2 SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta dengan data sebagai berikut kelas 2A 5,5 % dari 36 anak, kelas 2B 16,7 %, 6 punya 30 punya ortu, kelas 2C 3 % HP anak 97% ortu, dan kelas 2D 6% 31 HP orang tua.
Untuk mengurangi kesulitan saat belajar di rumah ratusan siswa kelas 2 ABCD berkarya membuat maket kebun binatang mini di rumah masing-masing.

Sebanyak 139 peserta didik membuat hasta karya memakai peralatan kertas karton, kertas manila, plastisin, lem kertas, cat air, gunting, pensil dan penggaris.

“Mereka berkarya terkait pembelajaran Tematik untuk mengakhiri tema 7 Kebersamaan di Tempat Wisata,” jelas Guru kelas Dwi Suparwanto, Jumat (3/4/2020).

Dwi mengatakan, kegiatan ini merupakan praktik pembelajaran Tematik. Menekankan daya ketrampilan dan kreativitas siswa. 
Seperti diorama merupakan sebuah miniatur tiga dimensi untuk menggambarkan suatu cerita atau pemandangan alam sekitar. Diorama yang dibuat kali ini kebun binatang.

“Jadi saat praktik muncul kerja sama, gotong royong dan suasana seru yang membuat siswa antusias untuk belajar karya tiga dimensi walaupun pelaksanaannya di rumah masing-masing karena akibat Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19,” ujarnya.

Lebih lanjut Dwi mengatakan, maket adalah tambahan atas rancangan peserta didik, sebagai cara untuk menyampaikan ide dan menggambar tata letak. 
Pembuatan maket ini dilakukan secara individu dan didampingi orang tua setelah selesai difoto dan divideo untuk dikirim ke Wali kelas. Siswa diajak untuk berimajinasi membuat suatu tempat seperti kebun binatang.

Dengan langkah-langkah mulai dari membuat dasar maket, membuat binatang, membuat pagar, membuat pohon, memasang binatang, pagar dan pohon pada dasar maket.

“Terakhir, jadilah diorama kebun binatang dan siap dipajang,” paparnya.

Dengan membuat tugas maket kebun binatang dapat melatih kreatifitas dan imajinasi anak agar lebih berkembang.
Aura kelas 2B contohnya.  Gadis yang memiliki hobi membaca ini menceritakan saat atasi kebosanan selama social distancing ditengah penyebaran virus covid-19 bisa dijadikan aktivitas bermain sambil belajar (BSB) serta menjadi sarana diskusi antara anak dan orang tua.

Sehingga program dirumah aja bisa di isi dengan kegiatan bernilai edukatif yang menyenangkan.

 “Menyenangkan karena dapat membuat hewan dan kebun binatang sesuai dengan yang aku suka. Kebun binatang yang sudah aku buat bisa untuk belajar dan bermain dengan mama dan papa, sehingga peran orang tua perkuat merdeka belajar,” ucap Aruna saat diwawancarai.

Humas, Jatmiko.

Sabtu, 21 Maret 2020

SOLO- Cegah Covid-19, SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta gelar penyemprotan pest control mencakup seluruh bangunan sudut ruang kelas, musholla, ruang kepala sekolah, guru, laboratorium jurnalistik radio solo belajar, botani, aula dan area sekolah, Jum’at (20/3/20).

Hal tersebut upaya sistematis, terstruktur untuk mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19 setelah penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Corona di Solo. 
Mengendalikan hama seperti serangga terbang (nyamuk serta lalat), serangga merangkak (semut, kecoa, tikus serta rayap), hama gudang (kumbang, kutu, ngengat serta ulat) serta hama spesial (kaki seribu, laba-laba, tokek, kelelawar, burung, dan lain-lain).

Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, Jatmiko mengatakan virus Corona bisa dilawan mulai dari diri sendiri melalui pola hidup bersih dan sehat (PHBS), tingkatkan imun dan iman. Penyemprotan melibatkan tim dua belas pimpinan sekolah bekerja sama Nerv Pest.
"Bersama warga sekolah gotong royong melawan corona, kita lakukan treatment thermal fogging, menjaga kebersihan dari semua makanan dan mengurangi tumpukan barang di dalam gudang, agar tempat belajar nyaman dan mengurangi rasa was-was sehingga orang tua pun tenang ketika anak-anak belajar di sekolah" kata Jatmiko kepada wartawan.

Dyah Ayu Ratnaningsih SE SPd wali kelas 4B mencoba membuat hand sanitizer karena sudah langka. Memanfaatkan kebun botani, mengisi ketika di sekolah tidak mengajar.
“Dari daun Kemangi dan lidah budaya dengan air sedikit, proses membuatnya pisahkan lidah buaya, masukkan kemangi ke dalam blender dan lidah buaya lalu dicampur hingga merata dan masukkan ke dalam botol,”ujar Ayu.

Pada Jum’at 13 Maret 2020 lalu, sekolah mengadakan Literasi Kesehatan, Budaya, dan Korona. Mewajibkan semua bagian waspada akan kesehatan dan keselamatan diri.

Juga Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan gerakan 3M Plus (Menguras, Menutup, Memanfaatkan dan memelihara ikan pemakan jentik nyamuk) melibatkan dokter kecil yang dibina Nurtiningsih bagian dari progran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
“Di SD Muhi, berbagai kegiatan literasi rutin kami lakukan. Selain literasi dasar membaca buku 15 menit sebelum kegiatan belajar mengajar, juga ada literasi digital, finansial, dan kesehatan. Literasi kesehatan berperan agar siswa memahami petunjuk dan simbol-simbol terkait kesehatan,” Jelas  Sayekti.

Menurutnya, literasi tak sebatas membaca dan menulis. Beragam literasi lainnya juga perlu dikembangkan.

“Contohnya literasi finansial. Anak-anak sudah biasa tidak membawa uang ke sekolah. Mereka pakai satu kartu M1 Smart Card untuk transaksi apa pun. Ini juga upaya meningkatkan literasi kesehatan. Karena uang adalah salah satu sumber penyakit. Banyak bakteri bersarang,” paparnya.
Sementara itu, menurut Staf Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum Sri Martono Lanjarsari Internet membuat dunia berada diujung jari. Apapun yang ingin diakses hanya dengan sekali klik.

“Lockdown‘ sekolah membuat para guru memikirkan dan mengusahakan cara agar pembelajaran tetap sampai kepada peserta didik meskipun terpisah jarak. Salah satunya dengan produk Google yaitu Docs Google, Zoom, Live IG, Telegram dan Google Classroom,”pungkasnya.

Humas, Jatmiko.

Selasa, 17 Maret 2020

Solo, SMP Muhammadiyah 1 Simpon Solo adakan pembelajaran online atau pembelajaran jarak jauh dalam menyikapi dampak adanya virus corona atau Covid-19 yang sekarang ini sedang menjadi wabah virus tidak hanya di Indonesia tetapi juga menjadi wabah dunia.

Dengan adanya edaran Walikota tanggal 13 Maret 2020 tentang  penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) Corona kota Surakarta dan adanya edaran Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah  Jateng tanggal 14 Maret 2020 tentang pencegahan Corona Virus Disease (Covid-19) dan himbauan untuk menangguhkan proses belajar mengajar yang biasanya dilakukan di sekolah, tetapi ini dilakukan secara jarak jauh atau online, ungkap Harjanto, SPd selaku Wakil Kurikulum SMP Muhammadiyah 1 Simpon Solo, Selasa (17/3/2020).

Menurut Harjanto SPd pembelajaran jarak jauh atau online yang dilakukan di SMP Muhammadiyah 1 Simpon Solo lebih memanfaatkan aplikasi yang sudah ada atau sudah disediakan secara gratis di internet misalnya google form, aplikasi quizziz, google classroom, zoom clouds, juga ada yang menggunakan media whatsapp.

Kegiatan ini diikuti seluruh siswa sekitar 500 peserta didik SMP Muh 1 Simpon Solo baik dari kelas VII, VIII, dan IX serta dimulai tanggal 17 Maret 2020 sampai tanggal 27 Maret 2020 sesuai dengan edaran siswa untuk belajar dirumah dengan pembelajaran jarak jauh atau online.

Harjanto juga menambahkan  bahwa kegiatan pembelajaran jarak jauh ini guru juga dipersiapkan dan dibekali untuk membuat tugas-tugas pembelajaran jarak jauh atau online, dari beberapa mata pelajaran yang diajarkan  dibagi ada 4 mata pelajaran setiap harinya, sehingga peserta didik dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan guru dalam pembelajaran jarak jauh ini juga tidak menjadi beban bagi peserta didik.

“Ada pelatihan terlebih dahulu selama sehari, yaitu hari Senin (16/3/2020) semua guru masuk di laboratorium komputer untuk mempersiapkan tugas pembelajaran jarak jauh atau online, dan tugas tersebut dibagi setiap harinya 4 mata pelajaran” cerita Harjanto SPd

Ketua

Dr. Mohamad Ali, S.Ag., M.Pd
NBM. 887.570

Menu

Jadwal Sholat


jadwal-sholat

Kalender

Jam

Berita Umum

Posting Populer

Inovasi Pendidikan karakter anti korupsi SD Muhammadiyah 1 Ketelan

Informasi


Kalender Islam

Kalender Hijriyah

Unduh - Download

>> Surat Pernyataan Tidak Terjadi Konflik 2021
>> Instrumen Data Sekolah 2021
>> Form Input PTK GTK Cabdin
>> Ceklist Persyaratan PTK Baru SMA, MA,SMK
>> Ceklist Persyaratan PTK Baru SD, SMP
>> Ceklist Persyaratan PTK Baru PAUD TK
>> Rekap Form Excel Pengajuan Input PTK Baru TK, PAUD, SD, SMP
>> Materi 1 BLC
>> Materi 2 Pengenalan HTML (BLC)
>> Materi 2 Web Editor (BLC)
>> News Template
>> Pro News Template
>> Materi 3 BLC ( Membuat Email )
>> Materi 3 BLC ( Membuat Blog )
>> Blangko Pengajuan SK GTT/PTT
>> Blangko Pengajuan SK GTY/PTY
>> Instrumen Sekolah 2015
>> Memasang Link Di Pada Blog Wordpress
>> Menambah Header di Blog (Blogger)
>> Materi 4 BLC ( Membuat Blog Dengan Wordpress )
>> Materi 5 BLC ( CMS )
>> Tutorial CMS Balitbang
>> Materi 6 Localhost CMS Balitbang
>> Materi 8 Cloud Storage
>> Blangko Biodata Guru Agama Islam ( PAI )
>> Materi 9 Pembuatan Header Website
>> Blangko PPDB 2016 / 2017
>> Pengantar PPDB 2016 / 2017
>> Menambahkan Feed Rss Pada Halaman Website
>> Materi Tahsin Perguruan Muhammadiyah
>> Skrip .php untuk Feed RSS CMS Balitbang
>> Materi Google Form atau Formulir Online
>> Materi Desember 2016
>> Jadwal UTS Genap Ciri Khusus SD
>> Blangko Data Bantuan Sekolah 2016
>> Jadwal UAS ( SEKOLAH ) Ciri Khusus SMP/Mts, SMA/MA, SMK 2016/2017
>> Materi Penguatan Kepala Sekolah Tawang Mangu
>> Pengembangan Kurikulum ISMUBA 2017
>> Olimpiade Ahmad Dahlan 2017
>> Kalender Pendidikan Muhammadiyah Provinsi Jawa Tengah Tahun Pelajaran 2022 / 2023
>> Kisi - Kisi Akhlaq SMK Ciri Khusus 2017 / 2018
>> Form Data Bantuan dan Prestasi Sekolah 2018
>> Pelatihan SPMU
>> Kalender Pendidikan Dikdasmen PWM Jateng 2018 / 2019
>> Instrumen Data Sekolah 2019
>> Rekaman Irama Nahawand
>> Blangko RKAS 2021
>> Surat Tarik PTK Dinas / Mutasi
>> Form Input PTK GTK Cabdin
>> Syarat Pengajuan SK Yayasan
>> Landasan Hukum Muhammadiyah ( 2016 )
>> KISI US ISMUBA WILAYAH 2022
>> BLANGKO DAYA TAMPUNG PENGGEMBIRA MUKTAMAR 48 TAHUN 2022
>> BLANGKO PAKTA INTEGRITAS
>> BLANGKO RKAS 2022/2023
>> EDARAN MENCHANDISE MUKTAMAR KE - 48
>> Syarat Pengajuan NUPTK JULI - DESEMBER 2022
>> Form Isian Data 2022 / 2023
>> Logo Musyda 2023
>> Lampiran Musyda Dikdasmen 2023
>> SYARAT DAPODIK 2023
>> BADAN HUKUM MUHAMMADIYAH PART 1
>> BADAN HUKUM MUHAMMADIYAH PART 2
>> DAFTAR PCM 2022 - 2027
>> Badan Hukum Muhammadiyah 2024
>> Maklumat PP Muhammadiyah Ramadhan 1447 H / 2026 M
>> JADWAL WAKTU SHOLAT BULAN RAMADHAN 1446 H / 2025 M
>> Logo Milad Muhammadiyah 113
>> Kode Indeks Surat Muhammadiyah
>> Pembuatan E-KTAM dan Tata Cara Klaim

Pengunjung

Flag Counter