Tampilkan postingan dengan label Wayang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wayang. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Desember 2020

 

SOLO – Tak banyak peserta didik yang mencintai pewayangan. Satu di antara mereka Siswa SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Brama Kesawa putra dari Ki Cahyo Kuntadi Sukesi yang tetap asyik di masa pandemi Covid-19. Pentas wayang kulit secara virtual menjadi pilihannya.

Kecintaan pada kesenian, membuat dia sering mendapat tempat istimewa dalam beberapa pergelaran.

Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, Jatmiko mengatakan di tengah pandemi corona keramaian pentas wayang semacam itu tak bisa dilaksanakan.

Namun, Brama kelas II berhasil mementaskan wayang online tetap gayeng ditandai banyaknya pengguna Internet yang menontonnya.

Wayang mampu menjembatani untuk mendongkrak literasi khususnya mendorong warga pembelajar terutama kemampuan bercerita di era industri 4.0 menuju era society 5.0.

“Di beberapa segmen, Brama tak lupa menyisipi pesan-pesan tentang perlindungan diri agar terhindar dari Covid-19. Termasuk pesan peduli sesama di tengah wabah besar yang melanda dunia ini,” ujar Jatmiko ketika dikonfirmasi, Jum’at (18/12/2020).

Brama mengungkapkan, Live wayang virtual lakon ‘Anoman Duta’, siaran langsung dalam rangka ulang tahun yang ke- 6 tahun Mikaela Humaira Ayu Sujatmiko. Putri Bapak Arif Sujatmiko ST dan Reni Anggraini SH, persembahan H Sunardi Keluarga Susukan - Ciracas - Jakarta Timur.

“al Hamdulillah, senang. Kemarin pentaskan wayang virtual Sabtu 12 Desember 2020 live streaming Kuntadi Channel - Madhangkara Channel, selama 30 menit di tonton 14 ribu selama 4 hari yang lalu,”ucapnya via pesan WhatsApp.

Kebahagiaan Brama semakin lengkap, ketika bercita-cita jadi dalang profesional mendapat dukungan dan pelatih Ki Cahyo Kuntadi ayah kandung Brama.  

Untuk mempelajari teknik mendalang tidak mudah, harus memiliki ketekunan dan kemauan keras agar bisa menjadi dalang yang profesional.

Menyampaikan nilai-nilai kehidupan yang baik melalui cerita wayang agar masyarakat mendapatkan pencerahan dalam segala hal kebaikan.

“Latihan 2 kali, Anoman Duta. Kisah kesetiaan prajurit kera kepada Raja, untuk membasmi angkara murka raja Rahwana. Harapan, menjadi generasi yang mencintai budayanya melalui wayang. Main wayang sejak usia 5 tahun,”ucapnya sambil tersenyum.

Humas, Jatmiko.

Jumat, 16 Oktober 2020

 

SOLO – Dalam rangka menyambut peringatan Hari Santri dan Sumpah Pemuda, SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta menggelar serangkaian acara.

Salah satunya menampilkan keunikan guru pentas wayang 30 menit dipuncak gedung 4 lantai sekolah besok Jum’at dengan Protokol Kesehatan (16/10/2020).

Ki Agung Sudarwanto mengaku pentas di atas gedung guna meresapi, menghayati keindahan kota Solo sebagai kota layak huni. 

Terlihat tampak jelas dari sana adeging kraton Kasunanan, Mangkunegaran yang begitu mempesona. Masjid Al Wustha yang kokoh dan siqoh menebar kebaikan diperkuat keberadaan  Masjid Taman Sriwedari yang terlihat jelas jika diamati dari lantai empat Sekolah Berkebudayaan Unggul.

Sebagai pembangkit alternatif dalam berinovasi dan berkreatifitas seni dimasa pandemi Covid-19. Seni sebagai media terapi pembangkit imun dan daya tahan tubuh.

“Berkarya wujud sumbangsih guru seniman dalam menciptakan suasana aman tentram dan damai yang dijiwai semangat Hari Santri dan Sumpah Pemuda,”ujar Agung jelang pentas, Kamis (15/10/20).

Dengan semangat Santri Berkemajuan dan Sumpah Pemuda, mari kita bersumpah pada diri kita untuk selalu menjaga jiwa, menjaga raga, menjaga kesatuan, menjaga persatuan, menjaga kebersihan, menjaga kesehatan demi terciptanya kondisi yang tentram, aman dan damai.

“Tentreming ati ambabar tentreming bumi -Ketentraman hati akan membawa ketentraman dunia,”pesan Agung.

Maka ketentraman hati harus selalu dijaga. Hilangkan buruk sangka terhadap sesama, sucikan hati, sucikan diri, saling menjaga rasa (rumangsa lan ngrumangsani). Dengan demikian kedamaian dan ketentraman yang didambakan setiap insan akan terwujud.

Kepala Sekolah Hj Sri Sayekti melalui Wakil Kepala Sekolah bidang Humas Jatmiko menjelaskan, acara ini pertama kali digelar oleh sekolah.

Momentum bulan santri dan sumpah pemuda ini, kita ingin mengajak warga sekolah khususnya, masyarakat Solo, Indonesia dan Dunia agar meniru semangat juang santri dan pemuda dahulu dalam menyatukan NKRI. 

“Bagaimana anak bangsa terbaik Nusantara di masa prihatin akibat pagebluk Corona ternyata masih menggelorakan semangat berkarya terbaik bidang kemampuan masing-masing kepada Nusa dan Bangsa. Bersamaan itu pula Besok di gelar TOT Dalan Slamet, singkatan dari Dolanan Lalulintas lan Sinau Keselamatan Ketertiban,” kata Jatmiko.


Humas, Jatmiko.

Minggu, 19 Januari 2020

SOLO – Semakin hari, Ekstrakurikuler Pedalangan, Karawitan dan Tari SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta memperlihatkan perkembangan menggembirakan bagi dunia pedalangan di kalangan generasi kekinian, Sabtu (18/1/2020).
Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, Jatmiko mengakui ada 4 dalang saat produksi shooting film dokumenter, di antaranya Gibran Maheswara Javas Setyawan kelas II, Galen Bianco Hartono kelas III, Muhammad Azkhavin Rizky Wiratama kelas V dan Brama Kesawa kelas I putra dari Ki Cahyo Kuntadi Sukesi.
Mengangkat lakon sang Hanuman binaan guru Ki Agung Sudarwanto, M.Sn yang juga merupakan anggota Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Kota Surakarta Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang).

"Seni tradisional seperti karawitan, wayang kulit dan tari wajib dikenalkan melalui ekstrakurikuler kepada pelajar agar tidak kehilangan seni budaya adiluhung dan banyak mengandung nilai-nilai moral dan pendidikan," ujar Jatmiko, di Sanggar Madhangkara Sawahan RT 08/23 Karanganyar.
Sekolah Sehat Berkemajuan (SSB) berbasis karakter, agama dan budaya konsisten mendidik siswa berbakat seni dan siap melatih pangrawit menjadi seniman muda.

Faktor kesempatan mengedukasi tentang bahasa Jawa di era industri menuju era society yang makin minim, dan persoalan ”sulitnya” mendapatkan tontonan yang syarat tuntunan, seperti sang Hanuman pembela kebenaran.
“film dokumenter atas kerja sama salah satu stasiun Televisi Jawa Tengah sarat makna dan pengetahuan.  Karena akan membuka mata banyak orang tentang kesadaran untuk merawat wayang, di dalamya ada tatah sungging atau seni membuat wayang kulit, dan rencananya anak –anak akan di sowankan dalang kondang sang maestro ki Manteb Soedharsono,”imbuhnya.
Setiap anak dilahirkan sebagai pribadi yang unik. Artinya, bakat dan kemampuan menjadi tolok ukur utama bagi orang tua dan sekolah.

Peran penting, kwartet dalang cilik ini wajib pandai dalam mengolah kata melalui pesan-pesan verbal yang bisa ditangkap kawan sekolahnya.

“Ya banyolan-banyolannya saya kemas dalam bahasa sehari-hari seperti ngobrol dengan teman di sekolah. Biar pesannya lebih masuk di ingatan,” ucap Gibran.

Humas, Jatmiko.

Kamis, 16 Januari 2020

SOLO - Bergelut menjadi dalang wayang kulit sudah biasa. Namun, berbeda dengan dalang yang satu ini karena memiliki kelebihan.

Berkat kreativitasnya, Ki Agung Sudarwanto, S.Sn, M.Sn bersama Dr. Bambang Suwarno, S.Kar, M.Hum akan menggebrak wayang rutin agenda PEPADI Surakarta di era industri 4.0 tahun 2020. “Saya mulai mendalang sejak kelas lima SD tahun 1990, tanggal 25 Januari menyajikan lakon Banjaran Rama, diperkuat penata iringan B. Subono, S.Kar, M.Hum,” ungkap Agung Sudarwanto, guru SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo, Rabu (8/1/2020).
Pria kelahiran Desa Kauman, Nganjuk Jawa Timur pada 4 Agustus 1979 mengaku terinspirasi dari para senior di dukung kurator Dr. Bambang Suwarno, S.Kar, M.Hum, Dr. Suyanto, S.Kar, MA, Purbo Asmoro, S.Kar, M.Hum yang saling mendukung demi kesuksesan agenda PEPADI di Balai Kota Surakarta.
Agung berharap, dengan iringan gamelan, di dukung tata lighting yang maksimal optimal mampu menggairahkan nobar (nonton bareng) untuk mengapresiasi terhadap lakon yang disajikan menuju era society 5.0.
Ki Agung merupakan anggota Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kota Surakarta mengemukakan pernah kondang di masa kecilnya dengan sebutan Dalang cilik di daerah Kauman, Nganjuk, Jawa Timur.
“Di masa remaja telah berhasil menggondol predikat terbaik dibidang sabet, Penyaji dan Iringan se Jawa Timur, untuk karya di pendidikan telah melahirkan Genk ki Gibran dalang cilik milenial yang akan tampil di televisi nasional,” ujarnya.

Ki Agung Sudarwanto mengemukakan, dirinya siap berkolaborasi dengan Dinas manapun. “Setiap pertunjukan selalu saya sisipkan pesan moral di dalamnya, ada pesan lima karakter utama, dari sisi religius, nasionalisme, integritas, gotong royong dan mandiri,” kata Sarjana Seni (SSn) lulusan Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Surakarta.

Pegiat Berita Humas PEPADI Solo, Jatmiko.

Jumat, 26 April 2019

SOLO – Dua siswa SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, yakni Fahmilhaq Zahran Wibawa dan Carissa Marcheta Bianca Putri dari ratusan murid berbakat bentuk karakter dengan melukis, terinspirasi dari wayang.
Pada dasarnya anak mempunyai bakat dan kemampuan yang terpendam dalam dirinya. Kita harus memahami karakter mereka dengan menggali kemampuan mereka untuk berani mengekspresikan karsanya dalam sebuah karya.
Hal itu disampaikan Agung Sudarwanto, MSn guru seni mengaku takjub pada hasil karya siswa.
Semua sudah menunjukkan kemampuan terbaik agar bisa turut serta dalam pembukaan Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2019, tingkat Jawa Tengah di Kota Solo, Selasa (23/4/2019). Tentunya patut diapresiasi.

“Kehadiran saya cenderung ke pembinaan dan memberikan kesempatan siswa untuk selalu meruang dan mewaktu dalam berekspresi, berkreasi serta berinovasi demi terwujudnya sebuah karya,” ujarnya. Kamis, (25/4/2019)

Jangan paksakan dia memahami kita, tapi kita harus memahami pola pikir, sikap mereka, karakter anak untuk dibina, di didik, diarahkan menuju insan yang berkemajuan.
Dia mengatakan, melalui sajian kolaborasi ini, saya berusaha memberikan ruang dan waktu siswa dalam mengekspresikan karsanya dalam bentuk karya. Fahmi ternyata mampu menghasilkan Karya Komik yang dibungkus dalam lakon sang Gatutkaca. Caca mampu menorehkan pensilnya dalam bentuk karyanya “Aku Mendalang”. Yang juga tidak terlepas dari motivasi wali kelasnya Dyah Ellina Indriyani, S.Pd bersama kedua orang tuanya.

Sementara itu, Fahmi, salah satu siswa mengaku bangga terhadap hasilnya. Apalagi dia menyadari jika dari melukis, bisa memberi pembelajaran yang banyak untuk membentuk karakter siswa, mulai dari kejujuran, kesabaran, kedisplinan dan keuletan pada setiap goresan.
“al Hamdulillah, tadi dapat hadiah tanda tangan dan foito bersama Dr. Supriano, M.Ed. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud RI,” tuturnya.

Humas Jatmiko.

Rabu, 24 April 2019

SOLO - Aksi dua dalang cilik dari SD Muhammadiyah 1 Ketelan, diundang untuk tampil dalam rangkaian pembukaan perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Jawa Tengah  yang digelar pada 22 hingga 27 April 2019 di Pendhapi Gedhe, Balaikota  Jl. Jenderal Sudirman No. 2 Kp. Baru, Pasar Kliwon Kota Surakarta.
Dalam acara yang dibuka oleh Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Dr. Supriyono M.Ed itu, dengan menyuguhkan Fragmen Kolaborasi Musik Tari Wayang Tetuko Sang Gatutkaca, penampilannya itu mampu memukau para pengunjung.
“Ini kehormatan bagi SD Muhammadiyah 1 Ketelan dan Peryarikatan Muhammadiyah,” cetus Wakil Kepala Sekolah bidang  Humas, Jatmiko.
Jatmiko mengaku terharu dengan penampilan anak didiknya. Baginya, ini pengalaman yang terindah dan bisa menumbuhkan karakter dan rasa percaya diri pada anak di era derasnya arus informasi.
“al Hamdulillah, anak-anak mampu tampil dengan memukau, semoga mampu melahirkan generasi emas berkemajuan pada tahun 2045,” katanya.
Jatmiko menyebut siswanya yang tampil dalam Hardiknas Jawa Tengah itu di antaranya adalah M. Darell Bramantya berperan raden Gatutkaca, Ian kala Pracana, Queensa, Caca, Mathari, Mazaya, Nirwasita, Alifsya sebagai penari. “Mereka ini termasuk siswa unggulan di sekolah,” ujarnya.
Menurut Jatmiko, Sekolahnya, termasuk sekolah unggul dan rujukan yang berbasis  pendidikan karakter, Teknologi Informasi, Komunikasi (TIK) dan budaya.
“Mengusung 36 personil, seperangkat gamelan slendro pelog inventaris sekolah, dua dalang Gibran Maheswara Juara 1 Festival dalang cilik 2019 dan Galen Bianco Hartono dalang berpotensi dengan dua layar minimalis, serta gebrakan memberi ruang dan waktu bagi dua siswa untuk menggambar kartun wayang dengan cepat,” cetusnya.
Proses pendewasaan sangat diperlukan dalam upaya pembentukan insan berkemajuan. Untuk mencapai hal itu perlu melibatkan orang sekitar dalam membimbing dan mengawal tercapainya generasi yang handal dan berkarakter.
Demikian yang diungkapkan Ki Agung Sudarwanto anggota Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kota Surakarta yang juga guru ekstrakurikuler SD Muhammadiyah 1 Ketelan.

 “Seperti tetuka yang telah di didik oleh para Dewa di Kahyangan Suralaya, semasa kecil ia di lebur dalam kawah Candradimuka sebagai pengejahwantahan (perwujudan) proses menjadi manusia yang lebih “dewasa” dalam berfikir dan “dewasa” menyikapi keadaan zaman. Setelah tumbuh menjadi sosok dewasa ia diberi tanda nama Gatutkaca, artinya “kumpuling lelandhep” atau kumpulan dari yang serba tajam. Berhasilkah Gatutkaca mengabdikan jiwa raganya demi terciptanya kedamaian di muka bumi?,” ungkapnya.

Pembukaan Peringatan Hardiknas Provinsi Jawa Tengah dihadiri Semua UPT, IKAPI, Wakil Walikota dalam hal ini diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Bapak Said Romadhon, Kepala Dinas Etty Retnowati, SH., MH, Kadis Pendidikan Solo Raya, Arpusda, Kadisdikbud Provinsi, Kemenag Solo Raya, Muspida Solo, Dewan Pendidikan Drs. H.M. Joko Riyanto, SH., MM.,MH., H. Yatimun Majelis Dikdasmen, ka. PAUD, Kepala sekolah (KKS), MKKS, wartawan cetak dan TV, ratusan masyarakat, pelajar, serta instansi terkait.

Humas Jatmiko.

Kamis, 08 November 2018

SOLO,- Sebanyak 40 siswa Sekolah Dasar Swasta Rujukan (SDSR) SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Solo berlaga dalam ajang Gebyar Wayang Jagad Mendalang Strategi Pemajuan Kebudayaan Hari Wayang Dunia 2018, Rabu (7/11/2018) di Pendapa Ageng  “GPH Joyokusumo” Kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Solo.

Mereka beradu keterampilan, mengolah kemampuan dalam pagelaran padat berdurasi lebih kurang 60 menit. Aksi dalang cilik kolaborasi wayang orang ini sungguh menarik hati dan bikin gemas. Hari itu, benar-benar jadi Idola Generasi Kekinian di Era Industri 4.0.

Gibran Maheswara (Karanganyar, 10 Juni 2018/ 7 Thn) satu diantara, Siswa Berbakat, menyajikan lakon Tetuka Sang Gathutkaca.

"al Hamdulillah, Gibran bisa ikut lagi Hari Wayang Dunia kedua kalinya, semoga tahun depan bisa ikut lagi, apalagi kali ini pementasannya dengan wayang orang. Senang bisa menghibur banyak orang," ujar siswa kelas satu, Rabu (7/11/2018).

Tubuh mungil dalang cilik itu tenggelam dikepung belasan tokoh wayang yang berjejer di kelir Selain itu, tangannya yang begitu imut itu, dengan lincah memainkan beragam tokoh wayang dalam lakon ‘Jabang Tetuko’.

" Dalam pagelaran wayang ini, dikisahkan tentang proses pendewasaan dalam pembentukan karakter seseorang ditentukan lingkungan pendidikan dalam hal ini sekolah, keluarga, dan lingkungan sekitar. Hal itu sebagaimana yang dialami Jabang Tetuka dalam proses pendewasaannya yang telah ditempa atau di didik oleh para dewa di Kahyangan dan Do’a/restu seorang ibu (Arimbi) dan para tetua. Untuk pembentukan karakter Jabang Tetuka diuji menyelesaikan permasalahan di Kahyangan. Ia dipercaya oleh Dewa sebagai Jagoning Dewa untuk menhentikan keinginan Prabu Pracona menjadi Raja di Kahyangan. Berkat restu ibu dan pendidikan dari para dewa, ia berhasil menciptakan ketentraman di Kahyangan Suralaya ditandai dengan kematian Prabu Pracona," dia mengisahkan.

Sementara itu ayah dari Gibran, Agus Setyawan, SST mengaku bangga akan kemampuan anaknya. Meskipun tidak berdarah seni, namun putra pertamanya tersebut dapat mendalang.

"Sejak awal dari kemauan anak saya sendiri yang meminta untuk belajar jadi dalang," ucapnya.

Terpisah, Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) bidang humas, Jatmiko, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dr. Drs. Guntur, M.Hum Rektor ISI beserta jajarannya, yang telah bersedia memberikan fasilitas berupa tempat untuk menggelar wayang kulit, yang dalang dan pengrawitnya dimainkan para siswa SD Muhammadiyah 1 Ketelan dan diperkuat Agung Sudarwanto, S.Sn., M.Sn., Rohmadin, S.Sn., Sri Suwanti, S.Pd., Danardono Sri Pamungkas, S.Sn.

Humas Jatmiko.

Senin, 29 Oktober 2018

SOLO,- Lomba Budaya Mutu dan Lomba Penulisan Buku Bacaan Anak SD Tahun 2018 se-Indonesia di gelar sejak 23 sampai 26 Oktober 2018 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia bertempat di Hotel Lor In, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah diikuti 545 Sekolah Dasar perwakilan dari 34 provinsi.

Acara kemudian ditutup pada Kamis Malam (25/10/2018) dengan menampilkan seorang dalang bocah, Gibran Maheswara yang sudah sangat populer di era Kekinian yang dikemas dalam sinopsis ‘Tetuka Sang Gatutkaca’ Kolaborasi Wayang Kulit dan Wayang Orang Minimalis.

Penonton berdecak kagum melihat Alunan Gamelan Bertempo cepat mengiringi gerakan wayang kulit yang digerakkan dalang diperkuat Agung Sudarwanto, S.Sn., M.Sn., Rohmadin, S.Sn., Sri Suwanti, S.Pd., Danardono Sri Pamungkas, S.Sn dan didukung 42 para siswa Sekolah Pendidikan Karakter Berbasis TIK dan Budaya SD Muhammadiyah 1 Ketelan yang sering langganan tampil Nasional maupun Internasional.

"Sebelum pagelaran wayang kulit minimalis berbahasa Indonesia dimulai, untuk memecah suasana keheningan SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta menampilkan Monggang, Lancaran Pendidikan Karakter, Lancaran Suwe Ora Jamu, Lancaran Kutha Solo, Lagu Bendera (Coklat) oleh Nabila Alya versi Gamelan," kata Agung Sudarwanto.

Disajikan selama 15 menit. Meskipun durasinya cukup padat tetapi digarap dengan apik sedemikian rupa tanpa meninggalkan nilai esensial dari suatu pakeliran wayang kulit purwa.

Proses pendewasaan dalam pembentukan karakter seseorang ditentukan lingkungan pendidikan dalam hal ini sekolah, keluarga, dan lingkungan sekitar. Hal itu sebagaimana yang dialami Jabang Tetuka dalam proses pendewasaannya yang telah ditempaatau di didik oleh para dewa di Kahyangan dan Do’a/restu seorang ibu (Arimbi) dan para tetua. Untuk pembentukan karakter Jabang Tetuka diuji menyelesaikan permasalahan di Kahyangan. Ia dipercaya oleh Dewa sebagai Jagoning Dewa untuk menhentikan keinginan Prabu Pracona menjadi Raja di Kahyangan. Berkat restu ibu dan pendidikan dari para dewa, ia berhasil menciptakan ketentraman di Kahyangan Suralaya ditandai dengan kematian Prabu Pracona.

"Oleh karena itu saya berharap 3 T yang terdapat dalam suatu pertunjukkan Wayang Kulit tetap dipegang teguh, yaitu Tatanan, Tuntunan dan Tontonan. Tatanan, bahwa Pertunjukkan Wayang Kulit ada aturannya. Tuntunan, melalui “lakon” yang disajikan diharapkan mampu bermanfaat bagi hidup dan kehidupan di muka bumi. Tontonan, sebagaimana pertunjukkan yang lain diharapkan mampu sebagai “hiburan” tetapi hiburan yang memberikan pencerahan kemaslahatan dan hajat hidup umat manusia yang beradab dan berkemajuan," harap Ki Agung Praktisi Seni dan Anggota PEPADI.

Dr. Khamim, M.Pd. Direktur Pembinaan Sekolah Dasar mengatakan bahwa lomba ini dapat dipetik hasilnya bahwa semangat dan daya juang dalam pembelajaran kreatif dan inovatif semakin menampakkan hasilnya. Semoga para juara khususnya dan para finalis mampu memberikan contoh atas prestasi yang dicapai.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Jatmiko bahwa sekolah ingin menginisiasi bahwa kita hidup di era derasnya informasi dan data serta mempersiapkan generasi di era 4.0 untuk terampil berbahasa dengan baik dan benar.

"di antara bunyi ikrar sumpah pemuda Berbangsa satu, bangsa Indonesia. Berbahasa satu, bahasa Indonesia, maka membumikan budaya melalui bahasa merupakan kebutuhan primer para peserta didik baik jawa maupun masyarakat Nusantara dalam menjawab tantangan masa depan dan pergumulan internasional," katanya.

Humas Jatmiko.

Ketua

Dr. Mohamad Ali, S.Ag., M.Pd
NBM. 887.570

Menu

Jadwal Sholat


jadwal-sholat

Kalender

Jam

Berita Umum

Posting Populer

Inovasi Pendidikan karakter anti korupsi SD Muhammadiyah 1 Ketelan

Informasi


Kalender Islam

Kalender Hijriyah

Unduh - Download

>> Surat Pernyataan Tidak Terjadi Konflik 2021
>> Instrumen Data Sekolah 2021
>> Form Input PTK GTK Cabdin
>> Ceklist Persyaratan PTK Baru SMA, MA,SMK
>> Ceklist Persyaratan PTK Baru SD, SMP
>> Ceklist Persyaratan PTK Baru PAUD TK
>> Rekap Form Excel Pengajuan Input PTK Baru TK, PAUD, SD, SMP
>> Materi 1 BLC
>> Materi 2 Pengenalan HTML (BLC)
>> Materi 2 Web Editor (BLC)
>> News Template
>> Pro News Template
>> Materi 3 BLC ( Membuat Email )
>> Materi 3 BLC ( Membuat Blog )
>> Blangko Pengajuan SK GTT/PTT
>> Blangko Pengajuan SK GTY/PTY
>> Instrumen Sekolah 2015
>> Memasang Link Di Pada Blog Wordpress
>> Menambah Header di Blog (Blogger)
>> Materi 4 BLC ( Membuat Blog Dengan Wordpress )
>> Materi 5 BLC ( CMS )
>> Tutorial CMS Balitbang
>> Materi 6 Localhost CMS Balitbang
>> Materi 8 Cloud Storage
>> Blangko Biodata Guru Agama Islam ( PAI )
>> Materi 9 Pembuatan Header Website
>> Blangko PPDB 2016 / 2017
>> Pengantar PPDB 2016 / 2017
>> Menambahkan Feed Rss Pada Halaman Website
>> Materi Tahsin Perguruan Muhammadiyah
>> Skrip .php untuk Feed RSS CMS Balitbang
>> Materi Google Form atau Formulir Online
>> Materi Desember 2016
>> Jadwal UTS Genap Ciri Khusus SD
>> Blangko Data Bantuan Sekolah 2016
>> Jadwal UAS ( SEKOLAH ) Ciri Khusus SMP/Mts, SMA/MA, SMK 2016/2017
>> Materi Penguatan Kepala Sekolah Tawang Mangu
>> Pengembangan Kurikulum ISMUBA 2017
>> Olimpiade Ahmad Dahlan 2017
>> Kalender Pendidikan Muhammadiyah Provinsi Jawa Tengah Tahun Pelajaran 2022 / 2023
>> Kisi - Kisi Akhlaq SMK Ciri Khusus 2017 / 2018
>> Form Data Bantuan dan Prestasi Sekolah 2018
>> Pelatihan SPMU
>> Kalender Pendidikan Dikdasmen PWM Jateng 2018 / 2019
>> Instrumen Data Sekolah 2019
>> Rekaman Irama Nahawand
>> Blangko RKAS 2021
>> Surat Tarik PTK Dinas / Mutasi
>> Form Input PTK GTK Cabdin
>> Syarat Pengajuan SK Yayasan
>> Landasan Hukum Muhammadiyah ( 2016 )
>> KISI US ISMUBA WILAYAH 2022
>> BLANGKO DAYA TAMPUNG PENGGEMBIRA MUKTAMAR 48 TAHUN 2022
>> BLANGKO PAKTA INTEGRITAS
>> BLANGKO RKAS 2022/2023
>> EDARAN MENCHANDISE MUKTAMAR KE - 48
>> Syarat Pengajuan NUPTK JULI - DESEMBER 2022
>> Form Isian Data 2022 / 2023
>> Logo Musyda 2023
>> Lampiran Musyda Dikdasmen 2023
>> SYARAT DAPODIK 2023
>> BADAN HUKUM MUHAMMADIYAH PART 1
>> BADAN HUKUM MUHAMMADIYAH PART 2
>> DAFTAR PCM 2022 - 2027
>> Badan Hukum Muhammadiyah 2024
>> Maklumat PP Muhammadiyah Ramadhan 1446 H / 2025 M
>> JADWAL WAKTU SHOLAT BULAN RAMADHAN 1446 H / 2025 M

Pengunjung

Flag Counter