Tampilkan postingan dengan label PEPADI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PEPADI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Agustus 2021

SOLO – Hari Kemerdekaan ke-76 RI sudah semakin dekat! Maka dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia, Sekolah Sehat SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta akan mengedukasi gerakan Agustusan 5 M, putus rantai Covid-19 secara online melibatkan guru karyawan memainkan alat musik, gamelan baik pelog slendro, pentatonis maupun diatonis.   

Informasi ini disampaikan Kepala Sekolah Hj Sri Sayekti MPd melalui wakil Kepala Sekolah bidang Humas Jatmiko di Laboratorium satu atap karawitan dan musik, Rabu (4/8/2021). 

“Mari berantai ajak warga negara terutama warga sekolah menyemarakkan HUT RI Ke-76 pada 17 Agustus 2021, Indonesia tangguh Indonesia tumbuh putus rantai covid-19 lewat pesan gerakan Agustusan 5 M,” ujarnya.

Lahirnya lagu dengan tajuk Gerakan 5M sebagai edukasi terutama peserta didik sejak dini. 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi.

“Karya sederhana ini untuk membantu minimal tim satgas Covid-19 sekolah sebagai bahan kampanye lawan Covid-19, kalau dahulu melawan penjajah,” terang penyusun lagu gerakan 5M Ki Agung Sudarwanto, MSn.

Berikut lirik lagunya,
Yo ayo ayo ayo ayo
Perangi pandemi
Yo ayo ayo ayo ayo
Jalani hidup sehat setiap hari

5M jangan terlupakan
Pakai masker
Cuci tangan slalu
Jaga jarak
Jauhi kerumunan
Batasi mobilisasi dan interaksi

Dalam pembuatan lagu ini, menurut Agung Sudarwanto tidak memerlukan waktu yang lama. Dalam sehari, bisa menciptakan lagu tersebut bersama Satgas Covid-19 sekolah. 

Pria kelahiran Desa Kauman yang mulai mendalang sejak kelas lima SD tahun 1990, Nganjuk Jawa Timur pada 4 Agustus 1979 ini mengaku  dalam pembuatan lagu ini, tidak memerlukan waktu yang lama. Dalam sehari, bisa menciptakan lagu tersebut bersama Satgas Covid-19 sekolah.

“Saat itu bertepatan dengan hari Persatuan Dalang Indonesia (Pepadi) di Pendapa Kabupaten Nganjuk. Dalam pentas keliling Jawa Pos itu, saya sebatas ‘mucuki’ al marhum Ki H Manteb Soedharsono tanggal 2 Agustus 1990,” ujar Agung, panggilan akrabnya.

Ia pun berharap, jingle lagu ini bisa menghibur sekaligus mendorong masyarakat Solo dan Indonesia ubah laku untuk selalu hidup bersih dan mentaati protokol kesehatan.

Humas, Jatmiko.

Minggu, 25 April 2021

SOLO –  Asah gemar membaca dan menumbuhkan karakter anak bangsa melalui kecintaan terhadap budaya lokal, SD Muhammadiyah 1 Ketelan ikutkan Rajwa Aisyah Mau’ida Izzati kelas 4 lomba bertutur yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Surakarta jenjang SD/MI, Minggu (25/4/2021).

“di bawah komando manajer Hj Sri Sayekti, sesuai tagline kami Sekolah Pendidikan Karakter berbasis TIK dan Budaya turut berperan aktif mengikuti kompetisi walau di tengah pagebluk Covid-19,” ujar Jatmiko, Wakil Kepala Sekolah bidang Humas.  

Diungkapkan, selama pelatihan dan tim IT sekolah terkhusus dan guru karyawan 100 % telah menerima vaksin biar tidak muncul klaster sekolah. Sesuai perkembangan zaman di era industri 4.0 menuju era society 5.0, terutama pelajar alangkah baiknya tetap nguri-nguri budaya lokal.

Dampaknya membangun generasi Indonesia memiliki sikap nasionalisme, jujur, religius, peduli lingkungan, tanggung jawab, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokrasi, cintai damai, bersahabat, dan senang belajar.

“Sejak dini anak-anak perlu di kenalkan pendidikan multikultural, menawarkan solutif strategi pemanfaatan keragaman yang ada di masyarakat, terutama pada siswa seperti keragaman etnis, budaya, bahasa, agama, status sosial, gender, kemampuan, umur, dan ras,”bebernya.

Dahulu kala hidup seorang raja raksasa, Dewata Cengkar di Negara Medang Kamulan. Sang raja sangat tamak dan suka memakan daging manusia. Rakyat sangat resah gelisah, takut dijadikan santapan Sang Raja. Datanglah seorang berjiwa ksatria dari tanah Majeti, yaitu Ajisaka.

Ia mempunyai dua abdi setia: Dora dan Sembada. Sebelum menuju ke Medang Kamulan ia menitipkan pusaka sakti kepada Sembada. Ajisaka menyampaikan yang berhak mengambil pusaka ialah dirinya sendiri.

Singkat cerita, Terjadilah perselisihan dan pertikaian diantara kedua belah pihak. Diakhir pertikaian mereka berdua mati sampyuh (mati bersamaan).
 
“Melihat kedua abdinya tewas di peperangan, ajisaka merasa sedih  dan bersalah. Ajisaka membuat puisi “Aksara  Jawa”, ha na ca ra ka artinya ada utusan, da  ta sa wa la artinya saling berselisih, pa dha ja ya nya artinya sama kuatnya, ma ga ba tha ng, artinya keduanya mati,” ujar Ki Agung Sudarwanto MSn pelatih bertutur dan Praktisi Seni dan Anggota PEPADI Kota Solo.

Humas, Jatmiko.

Minggu, 18 Oktober 2020

SOLO - Bergelut menjadi dalang wayang kulit sudah biasa. Namun, berbeda dengan dalang yang satu ini karena memiliki kelebihan.

Berkat kreativitasnya, Agung Sudarwanto berhasil pentas di puncak gedung lantai 4 SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Jum’at (16/10/2020).

Sajian Wayang Covid-19 yang digelar selama 30 menit berakar dari Lakon Harjuna Wiwaha yang mengkisahkan perjuangan Harjuna dalam membinasakan Prabu Niwatakawaca, yang diawali dengan laku cipta kang wening sehingga ia bergelar Begawan Ciptaning.

Pria kelahiran Desa Kauman, Nganjuk Jawa Timur pada 4 Agustus 1979 mengaku terinspirasi mengembangkan wayang ini sejak SD Muh. 1 ditetapkan Sekolah Berkebudayaan Unggul Berbasis Pendidikan Karakter, TIK dan Budaya.

“Semua keinginan cita-cita yang luhur, harus dengan kesungguhan, fokus dan totalitas. Kemanunggalan semua unsur, semua bidang sangat dibutuhkan dalam pencapaian keinginan bersama,” beber Agung Sudarwanto, guru SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo.

Demikian pula dengan kondisi Pagebluk Covid-19 ini, ambyarnya pandemi diperlukan kerja bareng yang dijiwai semangat Hari Santri dan Sumpah Pemuda mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa.

Personil terdiri dari 7 vokalis merah putih, Keyboard, operator sound sistem, team perkengkapan, team satgas Covid.

“Dalam sajian Wayang Covid kali ini diiringi musik kontemporer dari keybord dan membawakan lagu Kebyar-kebyar karya almarhum Gombloh dan lagu Bangun Pemuda Pemudi yang dilantunkan oleh Vokalis Merah Putih SD Muhammadiyah 1 Surakarta,” ujarnya di tengah-tengah pentas.

Ki Agung Sudarwanto mengemukakan, dirinya siap berkolaborasi dengan Dinas atau masyarakat dan lembaga lainnya. Setiap pertunjukan selalu menyisipkan pesan moral, lima karakter utama, dari sisi religius, nasionalisme, integritas, gotong royong dan mandiri.

“Di kemas dalam sajian lancaran sekolah pendidikan karakter, lancaran adiwiyata, lagu sekolah istanaku, lagu sampah,” Imbuh Agung yang juga anggota Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang). 

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, Jatmiko mengatakan pentas dengan menerapkan protokol kesehatan dengan jaga jarak serta menggunakan masker.

“al Hamdulilah, dapat support dari Kabid Kesenian, Sejarah, dan Sastra Disbud Kota Solo, Mareta Dinar, apabila ada kemudahan bisa mengundang komposer Subono, tambah gayeng,”pungkasnya.

Humas, Jatmiko.

Rabu, 05 Februari 2020

SOLO – Lima dalang berkemajuan SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta sowan sang Maestro Ki Manteb Soedharsono di Karangpandan, Karanganyar, Senin (3/2/2020).

“Sebagai orang yang dituakan di mintai petunjuk sebisa mungkin saya jawab. Panggil saya mbah Manteb. Menjadi seniman pedalangan, tapi pertama kali saya berbangga karena terutama SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta anak didiknya suka wayang, itulah orang Indonesia,” ujar ki Manteb.
Permohonan saya, semua saja marilah kita berbudaya, melengkapi jati diri bangsa Indonesia karena budaya itu angan-angan pikiran yang bisa menimbulkan kebaikan, ketentraman, persatuan dan kesatuan untuk mencintai negara Republik Indonesia lewat agama dan budaya.

“Kalau ingin belajar menjadi dalang harus jujur; jujur terhadap dirinya sendiri, orang tua maupun gurunya. Jadi dalang harus mengenyam pendidikan TK, SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi, apabila tidak berpendidikan kurang lengkap, untuk penguasaan teknik bisa gladi di rumah,”urai Dalang Syetan.
Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, Jatmiko menyatakan pagelaran wayang kulit merupakan tontonan penuh tuntunan yang bisa mengantarkan masyarakat kepada tatanan berkeadaban.

“Kami berharap dengan sekolah dinobatkan sebagai sekolah budaya, karakter semakin kokoh dan seni budaya terus tumbuh dan berkembang lewat kegiatan ekstrakurikuler dan pihak-pihak yang akan memfasilitasi anak-anak kami tampil di luar sekolah,” ujar Jatmiko ketika ikut mengantar silaturahmi bertajuk “Aku Bangga Menjadi Anak Indonesia, NKRI Harga Mati,”.
Siapa yang tidak tercengang diajak oleh sekolah bertemu Ki Manteb yang terkenal dengan sabetan wayangnya, untuk syuting film dokumenter bersama salah satu stasiun TV Tanah Air dengan sebutan Genk Gibran semuanya berjalan dengan lancar.

“Kecepatan jari Ki Manteb bikin aku terpukau. ini yang belum hilang dari ingatan saya, temanku ada Muhammad Azkhavin Rizky Wiratama, Galen Bianco Hartono, dan adikku Brama Kesawa putra dalang Ki Cahyo Kuntadi Sukesi Rahayu, semua dalang berpotensi dan berkemajuan, serta guruku Dalang Muda Muhammadiyah Ki Agung Sudarwanto, M.Sn,” ucap Gibran dalang milenial.
Menurut Ki Agung Sudarwanto yang merupakan anggota Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kota Surakarta Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang.

Sebutan Dalang Cilik telah di raih pada masanya di daerah Kauman, Nganjuk, Jawa Timur. Ia kondang di masa kecilnya hingga sekarang dengan inovasi dan tetap eksis.

Penting bagi diri dan anak didiknya mengunjungi pelaku budaya empu paripurna sebagai penguat pendidikan karakter.

"Sangat bermanfaat untuk menguatkan karakter generasi dalang bocah seperti halnya yang disampaikan Ki Manteb tentang penanaman nilai kejujuran bagi seorang dalang," pungkasnya.


Humas, Jatmiko.

Kamis, 16 Januari 2020

SOLO - Bergelut menjadi dalang wayang kulit sudah biasa. Namun, berbeda dengan dalang yang satu ini karena memiliki kelebihan.

Berkat kreativitasnya, Ki Agung Sudarwanto, S.Sn, M.Sn bersama Dr. Bambang Suwarno, S.Kar, M.Hum akan menggebrak wayang rutin agenda PEPADI Surakarta di era industri 4.0 tahun 2020. “Saya mulai mendalang sejak kelas lima SD tahun 1990, tanggal 25 Januari menyajikan lakon Banjaran Rama, diperkuat penata iringan B. Subono, S.Kar, M.Hum,” ungkap Agung Sudarwanto, guru SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo, Rabu (8/1/2020).
Pria kelahiran Desa Kauman, Nganjuk Jawa Timur pada 4 Agustus 1979 mengaku terinspirasi dari para senior di dukung kurator Dr. Bambang Suwarno, S.Kar, M.Hum, Dr. Suyanto, S.Kar, MA, Purbo Asmoro, S.Kar, M.Hum yang saling mendukung demi kesuksesan agenda PEPADI di Balai Kota Surakarta.
Agung berharap, dengan iringan gamelan, di dukung tata lighting yang maksimal optimal mampu menggairahkan nobar (nonton bareng) untuk mengapresiasi terhadap lakon yang disajikan menuju era society 5.0.
Ki Agung merupakan anggota Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kota Surakarta mengemukakan pernah kondang di masa kecilnya dengan sebutan Dalang cilik di daerah Kauman, Nganjuk, Jawa Timur.
“Di masa remaja telah berhasil menggondol predikat terbaik dibidang sabet, Penyaji dan Iringan se Jawa Timur, untuk karya di pendidikan telah melahirkan Genk ki Gibran dalang cilik milenial yang akan tampil di televisi nasional,” ujarnya.

Ki Agung Sudarwanto mengemukakan, dirinya siap berkolaborasi dengan Dinas manapun. “Setiap pertunjukan selalu saya sisipkan pesan moral di dalamnya, ada pesan lima karakter utama, dari sisi religius, nasionalisme, integritas, gotong royong dan mandiri,” kata Sarjana Seni (SSn) lulusan Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Surakarta.

Pegiat Berita Humas PEPADI Solo, Jatmiko.

Minggu, 03 November 2019

Untuk kedua kalinya, Sekolah Rujukan Budaya SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Kembali mendapatkan kehormatan tampil diperhelatan resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sebelelumnya, diundang dalam pembukaan “Workshop Bantuan Pemerintah Fasilitasi Sarana Kesenian Satuan Pendidikan Tahun 2018”, Acara ini digelar di Golden Boutique Hotel, Jakarta Pusat, Rabu (7/3/2018) dihadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Dr. Muhadjir Effendy, MAP. Untuk tahun ini, Pentas Karawitan melibatkan 50 siswa dengan sentuhan kolaborasi yang apik pegiat seni Sri Suwanti, S.Pd dan Danardono Sri Pamungkas, S.Sn. Berangkat 1 Bus sewaan, 1 pick up, 1 Mobil APV armada sekolah dan 1 mobil tumindak becik, berangkat dari Solo jam 07.30 pagi. Berlokasi di lapangan desa Dawung, kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, para siswa menampilkan beragam seni pertunjukkan tradisional dan modern dalam kerangka Peringati Hari Wayang.
Acara ini di hadiri Direktur Kesenian Dr. Restu Gunawan, M Hum, Kepala Subdit Program, Evaluasi dan Dokumentasi, Direktur Kesenian Kemendikbud, Kuat Prihatin, Kepala Sekolah SD Muh 1 Hj. Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd, Bupati Karanganyar Drs. H. Yuliatmono, MM diwakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karanganyar, Tarsa serta 11 Kepala Sekolah Penerima Fasilitasi Kesenian.
Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, Jatmiko mengatakan, penampilan Fragmen Kolaborasi Musik Tari Wayang Anoman Sang Pinilih dalam acara resmi nasional merupakan kehormatan bagi warga sekolah maupun perguruan Muhammadiyah.
"Merupakan apresiasi yang luar biasa dari pemerintah pusat, dari kementerian terkait dan Direktorat Kesenian yang menjadi panitia, semoga anak-anak zaman milenial ini mampu mengenal kebudayaan Jawa, dan mampu melestarikannya, tidak hanya bermain gadget," ujar Jatmiko kepada jurnalis, Sabtu Sore (2/11/2019).

Sutradalang kondang Ki Agung Sudarwanto, S.Sn., M.Sn turut memperkuat tampilan dalang cilik Gibran Maheswara Juara 1 Festival dalang cilik 2019 kelahiran 10 Juni 2011, dan Brama Kesawa putra Ki Cahyo Kuntadi.

Selain para siswa bisa mengembangkan bakat dan kreativitasnya, juga dapat mengenal lebih jauh tentang aneka jenis seni dan budaya tradisional Indonesia. “Insya Allah ke depan kita akan menyajikan 9 dalang yang mengakselerasikan solah (tempo permainan), elemen instrumental (musik), dan cepengan (memegang/ menggerakkan wayang) yang mengesankan. Keunggulan estetik ini semakin diperkuat profesionalisme pengrawit,” ujar Agung, yang juga Anggota Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kota Solo.
Meski Sering Pentas, Nilai sekolah Dalang Cilik ini tetap Baik. “pihak sekolah selalu memberikan dukungan, al Hamdulillah senang, kemarin juga tampil di Jateng Bermunajat dan pembukaan OlympicAD 2019 di Lapangan Simpang Lima Semarang, Sabtu (26/10/19),” ujar Gibran dalang cilik yang baru kelas 2.

Sinopsis
Kisah ini bermula, Anoman diangkat sebagai Duta Sri Rama Wijaya memastikan keberadaan Sinta di Taman Argasoka.
Shinta, merupakan simbol dari kondisi alam yang “gemah, ripah, loh jinawi, kerta, tata, tur raharja”, yaitu menunjuk situasi alam dan masyarakat baldatun, Thayyibatun wa rabbun ghafur.
Keadaan demikian telah dijamah oleh niat angkara murka, direfleksikan tokoh Rahwana Raja.
Anoman sebagai Duta Sri Rama Wijaya, segera melaksanakan mandat yang diberikan kepadanya. Kedatangan Anoman di Taman Argasoka diketahui oleh Indrajit.
Terjadilah peperangan antara keduanya, Anoman berhasil dirantai oleh Indrajit. Anoman dibakar di tengah alun-alun Negara Alengkadiraja.
Berhasilkah Anoman sebagai duta Sri Ramawijaya ?

Humas, Jatmiko.

Rabu, 14 Agustus 2019

SOLO - Alunan gending gamelan pada Selasa (13/8/2019) siang itu terdengar melantun memecah suasana di tengah hiruk pikuk SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta jelang peringatan HUT RI ke-74 berupa lomba sudut baca kelas, taman, permainan, gerak jalan sehat, pawai merah putih dan upacara. Jatmiko, wakil kepala sekolah bidang humas, Gamelan Masuk Mall menjadi salah satu pre event pentas di ruang publik Solo Gamelan Festival 2019 menampilkan karya-karya musik gamelan yang bertemakan Semangat Perjuangan, Kepahlawanan dan Kerakyatan. 
Ia menyebutkan upaya meneguhkan lembaganya yang memiliki tagline Sekolah Pendidikan Karakter berbasis Teknologi, Informasi, Komunikasi dan Budaya untuk membangkitkan kembali kepedulian dan pelibatan masyarakat terhadap gamelan. “Sekolah siap unjuk gigi di Pre Event Solo Gamelan Festival 2019 di Food Court Solo Grand Mall sehingga para generasi muda untuk kembali menikmati gamelan selama satu setengah jam, Event ini atas undangan Dinas Kebudayaan tertanda tangan Kinkin Sultanul Hakim, SH, MM,’’ katanya kepada jurnalis, Selasa (13/8/2019).

Acara akan berlangsung Kamis Malam (15/8/2019) pukul 19.00 – 21.00 WIB itu bagian dari edukasi memperkenalkan gamelan kepada generasi anak bangsa kekinian. Menurut Ki Agung Sudarwanto, S.Sn., M.Sn, pembina seni pedalangan dan karawitan, salah satu hal yang menjadi penyebab mulai lunturnya moral, mental di Indonesia adalah rendahnya kepedulian terhadap budaya yang syarat akan ajaran budi pekerti. 
“Untuk pembentukan karakter perlu kiranya siswa-siswi di mantapkan dengan adanya apresiasi seni dan budaya,” terang Agung yang merupakan anggota Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kota Surakarta. Nanti akan ada pentas tari payung, tari caping, tari lutung, kolaborasi wayang kulit purwa dengan judul Sang Hanuman yang diiringi oleh gamelan secara live yang akan menggairahkan seni budaya di kota Solo sebagai kota Budaya.
Sementara itu, Solo Gamelan Festival 2019 akan diselenggarakan pada Jum’at dan Sabtu, 23 dan 24 Agustus 2019 bertempat di Beteng Vasternberg Jl. Jenderal Sudirman dan akan diikuti oleh berbagai potensi dari kelompok gamelan yang terdapat di Surakarta, dengan melibatkan, unsur anak-anak, Pelajar, dan masyarakat Umum di lima kecamatan se Solo, serta para komposer gamelan.
"SGF 2019 berupa sebuah pergelaran seni musik khususnya musik gamelan dengan beragam jenis dan bentuk pengembangannya dan bersifat non -elektrik," kata Kepala Bidang Kesenian Sejarah dan Sastra Dinas Kebudayaan Kota Solo, Maretha Dinar C, SE., MM Selasa (13/8) pagi. Dirinya juga berharap pada kegiatan pentas di ruang publik akan dibuat rekaman video yang nantinya akan dijadikan flash mop sekaligus teaser sehingga diharapkan akan menjadi viral dan menarik perhatian banyak masyarakat calon pengunjung SGF 2019.

Humas Jatmiko.

Kamis, 01 Agustus 2019

SOLO - Ratusan siswa terlihat ceria mengikuti latihan pentas seni (pensi) untuk acara Awwalussanah. Anak-anak silih berganti menampilkan gerak, lagu dan potensi masing-masing kelompok. Acara diadakan di halaman SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Besok Kamis (1/8/2019 Rundown acara terdiri pra acara Lagu Mendengar Alam, Sahabat Sejati, Para Pencarimu, Keluarga Cemara, Wisuda Tahfiz ke-V, Gangsaran Lagu Nasional, Serah Terima Genset, Tari Dinding Badinding, Sluku-Sluku Batok, Jaranan, Solo Vokal, Tari Payung, Vokal Group, Perform Drumer, Tari Piring (Sumatera), Kolaborasi Violin dan Vokal, Bercerita Bahasa Inggris, Dance, Tari Piring (Jawa), Demo UKS, Tari Caping, Tari Wiramuhi, dan Trio Dalang Berkemajuan. Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Jatmiko mengatakan Awwalussanah Peduli Lingkungan Semesta Menuju Sekolah Adiwiyata bertujuan untuk menggali bakat siswa di bidang akademis maupun non akademis maka seluruh peserta didik wajib mengikutinya.
“Awwalussanah 2019 mencari bibit-bibit unggul dan berdaya saing, ditempat kami ada 30 ekskul. Kami juga membuka pendaftaran anggota baru dan sebelumnya para guru memberikan bimbingan kepada anak didiknya,”ujar Jatmiko.Acara yang diikuti 795 orang siswa dari kelas 1 sampai kelas 6 akan diawali do’a belajar bersama dan didukung penuh dengan bazar makanan, minuman dan perlengkapan sekolah.Menurut Pelaksana Tugas Harian Kepala Sekolah, Imam Priyanto, S.Pd, merupakan program tahunan yang rutin.
“Pensi sebagai ajang kreatifitas dan bakat seni dari siswa, sehingga melalui kegiatan seni semua orang dapat bersatu dan berbaur mulai dari masyarakat, guru, karyawan dan siswa, saya mohonkan ijin ibu kepala sekolah Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd tidak bisa menyambut karena Haji ke Tanah Suci Mekkah dan menugaskan saya,” terangnya. Guru lainnya, Ki Agung Sudarwanto, S.Sn., M.Sn, mengungkapkan jika para siswa menampilkan pentas seni dengan instruksi yang sudah diberikan.“Tiap kelas menampilkan sesuai instruksi oleh guru ekstra dan kelasnya. Ada juga hafalan-hafalan, gerak lagunya, bermain, dan sebagainya, yang spesial di meriahkan trio dalang bocah milenial yaitu Gibran Maheswara Javas Setyawan putra Agus Setyawan, Brama Kesawa putra Cahyo Kuntadi Sukesi, dan Muhammad Azkhavin Rizky Wiratama live gamelan pelog slendro,” ungkap Agung Anggota Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kota Solo, disela-sela kegiatannya melatih, Rabu (31/7/2019).
Allah Swt., berfirman, “Apakah kamu tiada mengetahui bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata, dan sebagian besar daripada manusia? Dan, banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barang siapa yang dihinakan Allah maka tidak seorang pun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki,” (QS al-Hajj [22] : 18)

Diharapkan para siswa karakternya semakin baik dan mentalnya kuat, manusia membutuhkan matahari, bulan, bintang, dan alam semesta lainnya. Manusia, makhluk yang hidup di bumi, menjadi  bagian dari jagat raya atau alam semesta. Hidup manusia tidak dapat dipisahkan dengan alam semesta. Sebagai makhluk yang tidak bisa dipisahkan dengan alam semesta hendaknya kita mampu menyatukan diri dengannya.  “Caranya, yakni melakukan berbagai interaksi dengan alam semesta dalam berbagai kesempatan. Untuk menghadapi era distrupsi,”pungkas ki Agung.

Humas Jatmiko.

Senin, 29 Juli 2019

SOLO – Tiga siswa SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo mengikuti Temu Dalang Bocah Nusantara, merupakan agenda rutin setiap dua tahun sekali, diprakarsai oleh Yayasan Padepokan Seni Sarotama sejak tahun 2005.
 
Tahun 2019 penyelenggaraan Temu Dalang Bocah Nusantara ke-8, diikuti sebanyak 135 peserta dalang bocah dari 31 kota. Kegiatan ini merupakan wadah unjuk potensi maupun keterampilan bagi dalang bocah se-Nusantara tanpa adanya persaingan atau kompetisi. Acara tersebut digelar sejak, (27/7)-(2/8), bertempat di Pendapa Ageng Taman Budaya Jawa Tengah, Surakarta.   
“Al hamdulillah adanya TDBN yang ke-8 mampu memupuk darah seni bagi anak-anak kekinian untuk mencintai seni tradisi Indonesia sejak dini, tadi dari sekolah ada Imam Priyanto Pelaksana Tugas Harian Kepala Sekolah, Agung Sudarwanto, dan Yudi Suppriyadi,” Kata Jatmiko, Wakil Kepala Sekolah bidang Humas usai menghadiri dan nonton bareng, Sabtu Malam (27/7/2019).  
Dia berharap, sepuluh atau lima belas tahun lagi anak-anak ada yang menjadi dalang profesional yang melek teknologi, Penonton selalu memberi tepuk tangan setiap kali mereka selesai mendalang.  ”3 Siswa yang ikut sanggar padepokan Seni Sarotama, yaitu Muhammad Azkhavin Rizky Wiratama putra Wahyu Setyo Utomo membawakan lakon Anoman Duta, Gibran Maheswara Javas Setyawan putra Agus Setyawan lakon Puput Puser dan Brama Kesawa putra Cahyo Kuntadi lakon Sang Anoman, semoga kelak beradaptasi dengan teknologi agar masyarakat Indonesia mendapat akses seluas-luasnya pagelaran wayang,” sambungnya.
Sementara itu, Agung Sudarwanto, S.Sn., M.Sn, Anggota Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kota Solo. “Pagelaran wayang kulit, seperti ini sebagai ajang silaturahmi dan pendadaran para dalang untuk menujukkan kemampuan baik dari sisi karakter dan kepecayaan dirinya di depan publik. Kami mendukung karena sebagai upaya untuk mengangkat dan menghidupkan seni tradisonal, di harapkan akan abadi dan lestarinya kesenian wayang terutama wayang kulit,” ujar Agung.

Humas Jatmiko

Sabtu, 22 Juni 2019

KARANGANYAR - Akademi Keperawatan (Akper) 17 berubah menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas bersamaan dengan momentum Dies Natalis Yayasan Pendidikan Tujuh Belas Surakarta XXIII. Perekat dan Pemersatu NKRI. Didirikan sebagai monumental hidup tentara pelajar (TP0 Ex-TNI Brigade XVII.
Ketua Umum Yayasan Pendidikan 17 Surakarta, DR. Hj. Tatik S. Suryo, MM, mengatakan baru diberikan kewenangan oleh Menteri Riset Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) mengubah Akper menjadi Stikes. Dengan berbentuk Stikes bertambah program Studi Farmasi dengan Nomor 320/Kpt/I2019.
"Kami berfokus kepada farmasi yang herbal. Indonesia memiliki banyak tanaman yang bisa untuk obat. Kami membuka angkatan baru yang akan masuk pada awal September nanti. Kouta kami 120 mahasiswa yang terbagi dalam tiga kelas, visi kami menghasilkan insan kesehatan yang kompeten dan kompetitif di tahun 2025," ujarnya, Senin Malam (17/6/2019).
Gelar Seni Spektakuler Lakon Bimo Suci sebagai bentuk syukur dan pengenalan secara luas, dalangnya dari Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) yakni Ki Waluyo Nata Carita.
Acara ini menghadirkan sekitar 300 peserta dari banyak institusi kesehatan dan non kesehatan. Antara lain, Bupati Karanganyar Drs. H. Yuiatmono, MM dan jajaran pemerintah daerah dan Legislator Karanganyar, ADRI, HPTKES, APTISI, dan perguruan tinggi lain serta rumah sakit mitra Stikes Tujuh Belas.
Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VI Jawa Tengah, Prof. Dr. H. DYP Sugiharto, M.Pd. Kons bersyukur ketika Yayasan Pendidikan 17 Surakarta merayakan hari jadi ke-23 memperoleh kepercayaan menyelenggarakan pendidikan dari akademi menjadi sekolah tinggi.
“Waktu perguruan tinggi masih berbentuk akademi hanya boleh menyelenggarakan pendidikan vokasi. Setelah menjadi sekolah tinggi, mendapatkan kewenangan menyelenggarakan pendidikan sarjana,”ujar saat menyampaikan sambutan.

Sementara itu, Wakil Kepala SD Muhamadiyah 1 Ketelan Solo bidang Humas Jatmiko mengaku mendapat undangan  dari Ari Yeppy Kusumawati SE Msi menyatakan peningkatan mutu pendidikan dengan akses yang meluas dan merata sebagai elemen peradaban beriringan kualitas, keunggulan dan senantisa mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.
“Menanamkan jiwa patriotik melalui pendidikan karakter sebagai pemersatu dan perekat NKRI yang berkemajuan dan berdaya saing adalah kunci membangun perdaban,” pungkasnya.

Pegiat Humas, Jatmiko.

Selasa, 06 November 2018

SOLO,-  Sebanyak 40 Siswa yang tergabung dalam tim Kesenian Sekolah Dasar Swasta Rujukan (SDSR) SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Kolaborasi Wayang Orang dan Wayang Kulit akan kembali beraksi. Rabu, (7/11/2018), di Pendapa Ageng “GPH Joyokusumo” Kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Solo Jln. Ki Hajar Dewantara 19 Kentingan, Jebres, Surakarta.

Wayang diresmikan sebagai warisan dunia oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan (Unesco). Sebagai warisan budaya, Pemerintah Indonesia menetapkan 7 November sebagai Hari wayang.

“Bangga sekolah Pendidikan Karakter Berbasis TIK dan Budaya diberikan kepercayaan untuk manggung dalam acara berskala dunia, sekaligus merupakan prestasi tersendiri, terima kasih panitia Hari Wayang Dunia IV tahun 2018” kata Jatmiko, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas.

Ki Agung Sudarwanto, S.Sn., M.Sn yang juga pengurus PEPADI Solo membeberkan, penabuh dan pesinden dari sekolahnya akan memberikan penampilan maksimal Gebyar Wayang Jagad Mendalang Srategi Pemajuan Kebudayaan bagi generasi milenial.

"Dengan adanya Hari Wayang Dunia, sebagai wahana untuk menuangkan ide, gagasan, berupa kreativitas dalam sajian wayang kulit sehingga mampu menjiwai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara menuju Manusia Pembangunan Indonesia yang berkemajuan, sehingga mampu menciptakan rasa ”‘Hayu lan Rahayu” ," bebernya.

Agung, panggilan guru seni budaya, praktisi kesenian sekaligus pembina kegiatan ekstrakurikuler ini mengungkapkan, anak didiknya akan bermain lepas saat menabuh gamelan dan diperkuat dalang bocah milenial Gibran Maheswara.

Humas Jatmiko.`

Ketua

Dr. Mohamad Ali, S.Ag., M.Pd
NBM. 887.570

Menu

Jadwal Sholat


jadwal-sholat

Kalender

Jam

Berita Umum

Posting Populer

Inovasi Pendidikan karakter anti korupsi SD Muhammadiyah 1 Ketelan

Informasi


Kalender Islam

Kalender Hijriyah

Unduh - Download

>> Surat Pernyataan Tidak Terjadi Konflik 2021
>> Instrumen Data Sekolah 2021
>> Form Input PTK GTK Cabdin
>> Ceklist Persyaratan PTK Baru SMA, MA,SMK
>> Ceklist Persyaratan PTK Baru SD, SMP
>> Ceklist Persyaratan PTK Baru PAUD TK
>> Rekap Form Excel Pengajuan Input PTK Baru TK, PAUD, SD, SMP
>> Materi 1 BLC
>> Materi 2 Pengenalan HTML (BLC)
>> Materi 2 Web Editor (BLC)
>> News Template
>> Pro News Template
>> Materi 3 BLC ( Membuat Email )
>> Materi 3 BLC ( Membuat Blog )
>> Blangko Pengajuan SK GTT/PTT
>> Blangko Pengajuan SK GTY/PTY
>> Instrumen Sekolah 2015
>> Memasang Link Di Pada Blog Wordpress
>> Menambah Header di Blog (Blogger)
>> Materi 4 BLC ( Membuat Blog Dengan Wordpress )
>> Materi 5 BLC ( CMS )
>> Tutorial CMS Balitbang
>> Materi 6 Localhost CMS Balitbang
>> Materi 8 Cloud Storage
>> Blangko Biodata Guru Agama Islam ( PAI )
>> Materi 9 Pembuatan Header Website
>> Blangko PPDB 2016 / 2017
>> Pengantar PPDB 2016 / 2017
>> Menambahkan Feed Rss Pada Halaman Website
>> Materi Tahsin Perguruan Muhammadiyah
>> Skrip .php untuk Feed RSS CMS Balitbang
>> Materi Google Form atau Formulir Online
>> Materi Desember 2016
>> Jadwal UTS Genap Ciri Khusus SD
>> Blangko Data Bantuan Sekolah 2016
>> Jadwal UAS ( SEKOLAH ) Ciri Khusus SMP/Mts, SMA/MA, SMK 2016/2017
>> Materi Penguatan Kepala Sekolah Tawang Mangu
>> Pengembangan Kurikulum ISMUBA 2017
>> Olimpiade Ahmad Dahlan 2017
>> Kalender Pendidikan Muhammadiyah Provinsi Jawa Tengah Tahun Pelajaran 2022 / 2023
>> Kisi - Kisi Akhlaq SMK Ciri Khusus 2017 / 2018
>> Form Data Bantuan dan Prestasi Sekolah 2018
>> Pelatihan SPMU
>> Kalender Pendidikan Dikdasmen PWM Jateng 2018 / 2019
>> Instrumen Data Sekolah 2019
>> Rekaman Irama Nahawand
>> Blangko RKAS 2021
>> Surat Tarik PTK Dinas / Mutasi
>> Form Input PTK GTK Cabdin
>> Syarat Pengajuan SK Yayasan
>> Landasan Hukum Muhammadiyah ( 2016 )
>> KISI US ISMUBA WILAYAH 2022
>> BLANGKO DAYA TAMPUNG PENGGEMBIRA MUKTAMAR 48 TAHUN 2022
>> BLANGKO PAKTA INTEGRITAS
>> BLANGKO RKAS 2022/2023
>> EDARAN MENCHANDISE MUKTAMAR KE - 48
>> Syarat Pengajuan NUPTK JULI - DESEMBER 2022
>> Form Isian Data 2022 / 2023
>> Logo Musyda 2023
>> Lampiran Musyda Dikdasmen 2023
>> SYARAT DAPODIK 2023
>> BADAN HUKUM MUHAMMADIYAH PART 1
>> BADAN HUKUM MUHAMMADIYAH PART 2
>> DAFTAR PCM 2022 - 2027
>> Badan Hukum Muhammadiyah 2024
>> Maklumat PP Muhammadiyah Ramadhan 1447 H / 2026 M
>> JADWAL WAKTU SHOLAT BULAN RAMADHAN 1446 H / 2025 M
>> Logo Milad Muhammadiyah 113
>> Kode Indeks Surat Muhammadiyah

Pengunjung

Flag Counter