Tampilkan postingan dengan label IHT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IHT. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Januari 2022

SMA Muhammadiyah 1 Surakarta menggelar IHT Peningkatan Kompetensi Guru Berbasis IT dengan pembicara Muhari, S.Pd., M.Pd. dengan materi Perncanaan Berbasis Data. Kegiatan dilaksanakan Kamis, 6 Januari 2022 diikuti oleh 50 guru PNS SMA Muhammadiyah 1 Surakarta

Agenda kegiatan dimulai dari pembukaan oleh MC dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Sang Surya. Sambutan Kepala SMA Muhammadiyah 1 Surakarta, Dr. Rahayuningsih, S.Pd., M.Pd., berujar sebagai awal memasuki Semester 2 secara PTM 100 % dengan membuat kontrak belajar antara guru dengan siswa selama PTM sehingga guru dan siswa harus sama-sama disiplin untuk mentaati kontrak belajar tersebut. 

Materi Muhari, S.Pd.,M.Pd., membahas tentang Perncanaa berbasis data. Semua harus berbasis data misalnya materi. Sebelum mengajar harus dilihat materi/data sebelumnya. Termasuk data siswa yang tidak hadir, nilai yang diperoleh siswa dan sebagainya. Dengan demikian guru harus membuiasakan untuk selalu menulis apa yang dikerjakan dan mengerjakan apa yangditulis.

Muhari, S.Pd.,M.Pd., menambahkan materi BAGJA. Model Managemen Perubahan dengan cara BAGJA: B-uat Pertanyaan, A-mbil Pelajaran, G-ali Mimpi, J-abarkan Rencana dan Atur Eksekusi. Guru perlu mengembangkan pembelajaran untuk meningkatkan kreativitasan anak. Guru wajib mengembangkan dan ini tidak spontan sehingga perlu perencanaan melalui Bagja. Semua usaha mengarah untuk mengembangkan kreatifitasan anak.

Dalam IHT ini ada tugas yang harus dikerjakan secara kelompok di MGMPS SMA Muhammadiyah 1 Surakarta.

Senin, 20 Desember 2021

Surakarta, SMP Muhammadiyah 4 Surakarta mengadakan IHT ( In House Training ). IHT/In House Training adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk menambah wawasan dan skill tenaga kependidikan dalam mengajar terutama Guru SMP MUH 4 Surakarta.

Kegiatan ini (IHT) dilaksanakan ba’da sholat jum’at, yang diawali dengan makan nasi disiang hari kemudian dilanjut dengan penyampaian materi. Untuk tema dalam kegiatan IHT bisa berbeda-beda untuk tiap jum’atnya, yang jelas seputar dunia pendidikan dan yang menjadi narasumber adalah para guru MUPATSKA bahkan bisa jadi mendatangkan pembicara/pakar pendidikan dari luar sekolah.

Dalam kegiatan IHT kali  ini yang menjadi narasumber adalah Bpk Syaifudin, S.Pd ( guru IPA MUPATSKA ) yang dimoderatori oleh Toto Cahyo Purniawan, S.Pd. ( Guru IPS MUPATSKA ) dengan mengangkat tema ” Pengimbasan Literasi Sains”.

Dalam penyampaian materinya Bpk. Syaifudin, S.Pd menyampaikan bahwa Literasi sains tidak hanya untuk mata pelajaran IPA, MTK saja tapi juga untuk semua mata pelajaran,  karena pembelajaran sains merupakan tuntutan pendidikan abad 21 yang didalamnya terdapat metode ilmiah dalam memecahkan masalah. Beliau menyampaikan bahwa kata “SAINS” yang selama ini menempel/melekat hanya pada mata pelajaran IPA, MTK itu adalah pandangan yang kurang tepat.

Alhamdulillah kegiatan ini diikuti sangat antusias sekali dari para guru MUPATSKA, itu dibuktikan dengan adanya pertanyaan-pertanyaan dari para guru MUPATSKA. Semoga dengan adanya kegiatan IHT seperti ini bisa membuat MUPATSKA menjadi sekolah yang unggul dan diminati oleh masyarakat solo dan sekitarnya ... aamiiin... MUPATSKA JAYA ...PRESTASI NYATA.....PINTAR NGAJI TERAMPIL IT.

Rabu, 10 November 2021

 

www.smamuh3ska.sch.id In House Training adalah kegiatan yang diselenggarakan oleh sebuah satuan pendidikan dalam rangka meningkatkan kompetensi guru dan karyawannya. IHT tentu saja sangat penting sebagai salah satu dari CPD (Continuous Proffesional Development) yang harus senantiasa dilakukan oleh satuan pendidikan untuk menjaga kualitas bagi para pendidik dan tenaga kependidikan. SMA Muhammadiyah 3 Surakarta, melaksanakan In House Training (IHT)  dengan tema “Pengembangan SDM Sekolah” yang dibuka langsung bapak kepala sekolah SMA Muhammadiyah 3 Surakarta Warsidi, S. Pd. MM, dihadiri sebagai nara sumber oleh Bapak Drs. H. Tridjono selaku Pimpinan Majelis Dikdasmen PDM Kota Surakarta dan Bapak Amin Muslih, S. Pd. M. Pd, selaku Pengawas Sekolah Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah (09/11/2021).

(Bapak Drs. H. Tridjono, Ketua Majelis Dikdasmen PDM Kota Surakarta)

Didalam sambutan bapak Drs. H. Tridjono mengingatkan akan beberapa hal yang harus selalu dimiliki bagi seorang pendidik yakni “Komunikasi yang baik, baik itu antara teman sejawat atau bahkan berhubungan dengan instansi lain diluar sekolah” beliau juga menambahkan “agar para pendidik dan tenaga kependidikan dapat berkolaborasi dapat terus meningkatkan kompetensi mereka untuk dapat memajukan baik sekolah, peserta didik dan masyarakat sekitar”

Bapak Amin Muslih, S. Pd. M. Pd. Pengawas Sekolah Cabdin Wilayah VII DISDIKBUD Provinsi Jawa Tengah

sedangkan pada kesempatan selanjutnya Bapak Amin Muslih, S. Pd. M. Pd, memaparkan tentang Pembelajaran Abad 21, yang berlandaskan pada Undang-Undang SISDIKNAS Pasal 57(1): “Evaluasi  dilakukan dalam rangka  pengendalian mutu  pendidikan secara  nasional sebagai  bentuk akuntabilitas  penyelenggara  pendidikan kepada  pihak-pihak yang berkepentingan.” dan Pasal 59(1):  “Pemerintah dan  Pemerintah Daerah  melakukan evaluasi  terhadap pengelola,  satuan, jalur, jenjang,  dan jenis pendidikan.” beliau juga menambahkan tentang tugas guru, yakni “Guru adalah tenaga pendidik profesional di bidangnya yang memiliki tugas utama dalam mendidik, mengajar, membimbing, memberi arahan, memberi pelatihan, memberi penilaian, dan mengadakan evaluasi kepada peserta didik yang menempuh pendidikannya, serta agar guru bisa menjadi Motivasi bagi para peserta didiknya untuk dapat maju dan berkarya, oleh karena itu guru harus bisa terus mengikuti perkembangan baik itu ilmu pengetahuan serta perkembangan teknologi.”

Berkaitan dengan hal tersebut, SMA Muhammadiyah 3 Surakarta berupaya untuk memberikan bekal kepada guru dan karyawan agar mampu memahami tugas serta kewajibannya untuk dapat memajukan sekolah dan pastinya MENDIDIK DENGAN HATI MERAIH PRESTASI bagi peserta didiknya. Salah satu upaya yang ditempuh adalah menyelenggarakan kegiatan In Hous Training (IHT) Pengembangan SDM Sekolah di SMA Muhammadiyah 3 Surakarta

Rabu, 03 November 2021

Selasa, 2 November 2021 SMA Muhammadiyah 1 Surakarta menggelar In House Training dengan tema Penguatan SDM Sekolah.

Kegiatan dimulai pukul 07.30 dengan agenda pembukaan, dilanjutkan kultum, sambutan kepala Sekolah, Sambutan Majelis Dikdasmen Kota Surakarta, Motivasi Kinerja, Pembinaan Kepala Sekolah, Pengembangan Kompetensi Guru, Ishoma, Penilaian Kompetensi Guru Tahun 2021 dan ditutup dengan sosialisasi PPDB.

Kultum diisi oleh Ustad Farhan Qodriyanto, S.Pd.I berisi untuk mendidik putra putri harus mengenal masing-masing karekter peserta didik. Karena setiap anak memiliki bakat dan minat serta karakter yang beragam.

Sambutan Kelapa SMA Muhammadiyah 1 Surakarta memberikan ucapan selamat kepada seluruh guru dan karyawan untuk mengikuti kegiatan Penguatan SDM Sekolah dengan semangat, dan beliau berharap semoga kegiatan ini akan memberikan manfaat dan mendapat berkah semuanya.

Sambutan Ketua PDM Surakarta sekaligus komite SMA Muhammadiyah 1 Surakarta, Drs. H. Trijono berujar agar guru dan karyawan bisa melaksanakan tugas-tugas sesuai dengan tupoksi. Guru berkewajiban mendidik, melatih, mengajar, mengarahkan dan mengevaluasi. Disamping hal tersebut ada tambahan tugas yang harus kita kerjakan sepenuh hati. Beliau sekaligus membuka kegiatan IHT Penguatan SDM Sekolah.

Isian dari Dr. Ernawati, S.Psi., M.Psi., untuk mengenali diri kita sendiri. Bangga menjadi diri sendiri. Sugesti sebut nama diri sendiri, cari kelebihan yg dipunyai. Beri sugesti positif pada diri sendiri. Jika ada masalah temukan solusi, fokus pada solusi bukan fokus pada masalah. Sadari kekurangan untuk merubah menjadi lebih baik. Jangan fokus pada kekurangan fisik tunjukan kelebihan yg kita punyai. Karena problem kehidupan terus mewarnai hari sehingga kita harus mencharge diri sendiri setiap hari. Orang yg hebat adalah orang yg punya solusi dan mampu bangkit kembali ketika terpuruk. Lakukan relaksasi, tarik nafas panjang dan belajar memaafkan, akan membuat pribadi baru. Membentuk pribadi muslim yang pandangan, sikap, pilihan, keputusan dan perbuatan sesuai dengan nlai-nilai Islam. Prinsip hidup 2S +1I adalah sabar, syukur dan ikhlas. 

Materi isian kepala SMA Muhammadiyah 1 Surakarta, Dr. Rahayuningsih, S.Pd., M.Pd., berujar SMA Muhammadiyah 1 Surakarta di masa depan terletak pada proyeksi guru dan karyawan. Guru harus mempunyai kompetensi berpikir kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif. Mengembangkan literasi dengan memperbanyak membaca,  literasi budaya,  literasi teknologi dan pengelolaan keuangan. Tunjukan refleksi diri dengan rasa cinta, rasa memiliki, melaksanakan tupoksi, ukhuwah, pelaksanaan aturan, sikap dan perilaku serta pengembangan diri. SMA Muhammadiyah 1 Surakarta sebagai Sekolah Penggerak, Sekolah Ramah Anak, Sekolah Anti Bullying/Sekolah Anti Perundungan sehingga jangan melukai fisik maupun psikis anak.

Materi dari pengawas Muhari, S.Pd., M.Pd., mengisi tentang Model Kompetensi Guru, praktek pembelajaran professional, serta menyemangati agar guru-guru SMA Muhammadiyah 1 Surakarta mampu berkompetisi dalam tingkat nasional.

Untuk materi berikutnya diisi oleh Bu Siti Nurjannah, S.Pd,. MM. Beliau menyampaikan tentang penilaian kinerja Guru. Lebih fokus pada teknis pengisian aplikasi PGK yang telah ditetapkan pemerintah.

Untuk acara penutup diisi dengan sosialisasi PPDB oleh wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, Bapak Suratman, S.Pd.I. beliau menyampaikan tentang teknis pendaftaran ke SMA Muhammadiyah 1 Surakarta.

Rabu, 29 September 2021

SMA Muhammadiyah 1 Surakarta gelar pelatihan pemanfaatan media teknologi bagi para guru Muhammadiyah kota Surakarta secara virtual (Jumat, 24 September 2021) Kegiatan IHT dengan tema Pemanfaatan akun  @belajar.id  Terintegrasi Rumah Belajar Kemendikbudristek.  Kegiatan merupakan kegiatan Dikdasmen PDM Surakarta sedangkan penyelenggaraan dan tempat di SMA Muhammadiyah 1 Surakarta.

Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PP Muhammadiyah, H. R. Alpha Amirrachman, M.Phil,, Ph.D. Dihadiri juga Sekretaris Majelis Dikdasmen PDM Surakarta Drs. H. Yatimun dan bendaraha Majelis Dikdasmen PDM Surakarta, Drs. Harminto. Kegiatan diikuti 203 guru jenjang MI, MTs, MA dan SMA Muhammadiyah se Kota Surakarta. Pelatihan ini untuk meningkatkan profesionalisme dan kompetensi guru. Terutama dalam mempersiapkan bahan pelajaran di era digital. Menyesuaikan kondisi pandemi Covid-19 saat ini. Dengan Kerjasama oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Rumah belajar, Refo dan google for education.  

H. R. Alpha Amirrachman, M.Phil,, Ph.D., berujar Guru bukan hanya belajar mentransfer ilmu pengetahuan dan keterampilan namun juga nilai-nilai. Karena kami berharap anak didik kita tidak hanya cerdas dan terampil. Tapi juga berjiwa kepemimpinan dan berakhlakul karimah. Drs. H. Yatimun menambahkan, pemanfaatan sistem akun pembelajaran daring sangat dianjurkan. “Akun pembelajaran ini untuk memudahkan penyampaian pembelajaran dari guru kepada siswa, ataupun instansi kepada sekolah. Lebih hemat biaya dibandingkan akun lainnya.

Kegiatan Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari yaitu, 24, 25, dan 1 Oktober 2021 dengan nara sumber Fakrudin Sujarwo, S.Sos. dan Asih Prihatin, S. Pd., dari perwakilan Duta Rumah Belajar Jateng. Adapun materi meliputi Google Workspace for Education, mengelola file di Google Drive, mengelola email di gmail, dan membuat situs dengan sites, membuat google classroom, berkolaborasi dengan google docs, mengenal google calender, google meet & berkolaborasi di jamboard, RPP Hyperdoc di google slide dan membuat assasmen di google forms. 

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi sumberdaya manusia berkaitan dengan IT dalam proses pembelajaran daring/ online, dengan tujuan pembelajaran bisa dari mana mana dan dimana mana.

Selasa, 29 Juni 2021

SOLO – 5 Prinsip pembelajaran di antaranya pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan  tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai kebutuhan  belajar, serta mencerminkan karakter dan perkembangan  mereka.

Pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk  membangun kapasitas belajar peserta didik dan kapasitas  mereka untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat,  mendorong pengembangan kapasitas belajar.

Hal itu ditegaskan Hafid Sinung E S.Pd tim Komite Pembelajar SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta pada pelaksanaan In House Training (IHT) Program Sekolah Penggerak.

“Kegiatan belajar mendukung perkembangan kognitif dan karakter peserta didik secara berkelanjutan dan holistik. Pembelajaran yang relevan, yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai konteks kehidupan dan budaya peserta  didik, serta melibatkan orang tua dan komunitas sebagai  mitra,” jelas Hafid, Selasa (29/6/2021).

Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran,  memfasilitasi pembelajaran, menyediakan informasi sebagai  umpan balik untuk guru, peserta didik, dan orang tua.

“Asesmen perlu dirancang dan dilakukan sesuai dengan tujuan,” ujar Hafid, sambil tersenyum.

Asesmen dirancang secara adil, valid dan dapat dipercaya,  memberikan informasi yang kaya bagi guru, peserta didik dan  orang tua mengenai kemajuan dan pencapaian pembelajaran,  serta keputusan tentang langkah selanjutnya. Asesmen sebaiknya meliputi berbagai bentuk tugas, instrumen,  dan teknik yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang  ditargetkan.

Laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik  bersifat sederhana dan informatif, memberikan informasi yang  bermanfaat untuk peserta didik dan orang tua, dan data yang  berguna untuk penjaminan dan peningkatan mutu  pembelajaran.

Guru diberikan otonomi yang luas dalam merencanakan  dan menggunakan jenis dan teknik asesmen dengan  mempertimbangkan.

“Karakteristik mata pelajaran, Karakteristik dan kemampuan peserta didik, Capaian pembelajaran, Tujuan pembelajaran dan Sumber daya pendukung yang tersedia,” imbuh Komite Pembelajar, Ahmad Syaifuddin, MPd.

Harapannya bisa dihindari, Berfokus pada asesmen sumatif. Teaching to the test. Instrumen asesmen tidak sesuai dengan  tujuan pembelajaran. Melaksanakan asesmen hanya sebagai alat  untuk mendapat data nilai untuk pengisian  raport. Menggunakan hanya satu teknik penilaian.

“Penting! Guru diharapkan mampu  menerapkan moderasi dalam  asesmen, yaitu memastikan antar  guru mampu melakukan asesmen  secara adil dan konsisten dengan  menggunakan kriteria tertentu,  melakukan komunikasi,  konfirmasi, dan klarifikasi antar  guru,” pungkas Ahmad Syaifuddin, yang wakil kepala sekolah bidang al Islam Kemuhammadiyahan.

Kontributor, Jatmiko.

Senin, 28 Juni 2021

SOLO – Peserta didik Kita mengalami kesulitan saat  mengerjakan tugas yang  harusnya sudah dikuasai  olehnya? Mengapa hal tersebut  terjadi? Tentunya jawaban untuk pertanyaan tadi, memiliki banyak  faktor masalah.

Namun salah satu yang bisa menjadi akar  masalah dari kejadian tersebut adalah level atau tingkat capaian  ataupun kemampuan dari peserta didik tersebut yang  belum tepat dengan capaian belajar yang diharapkan.

Demikian disampaikan Tim Komite Pengajaran Sekolah Penggerak SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta Rusmawardah SPsi SPd dalam In House Training (IHT) yang dilaksanakan tatap muka di aula sekolah sehat, Sabtu (26/6/2021).

”Pembelajaran yang tepat untuk peserta didik harus disesuaikan dengan tingkat kemampuan dari peserta didik  tersebut,” katanya menguraikan pengajaran yang sesuai dengan  capaian dan tingkat kemampuan.

Dijelaskan, Pengajaran sesuai dengan capaian atau tingkat kemampuan, merupakan sebuah pendekatan belajar yang mengacu pada tingkatan capaian  atau kemampuan peserta didik. 

Seringkali disebut juga sebagai Teaching at  the Right Level (TaRL), Pendekatan pembelajaran ini tidak mengacu pada tingkatan kelas Pembelajaran dibuat disesuaikan dengan capaian, tingkat kemampuan,  kebutuhan peserta didik, untuk mencapai capaian pembelajaran yang  diharapkan. Ini adalah bentuk implementasi yang sesuai dengan filosofi Pendidikan Ki  Hadjar Dewantara.

“Dengan memperhatikan capaian,tingkat kemampuan,  kebutuhan peserta didik sebagai acuan untuk merancang pembelajaran, maka  kita melakukan segala upaya kita untuk berpusat pada peserta didik,” tambah Rusmawardah.

Sekilas mengenai pengajaran sesuai dengan capaian atau tingkat kemampuan. Tujuan pengajaran dengan  menggunakan pendekatan ini adalah  penguatan kemampuan numerasi dan  literasi pada peserta didik, serta  pengetahuan pada mata pelajaran  yang menjadi capaian pembelajaran.

Peserta didik tidak terikat pada  tingkatan kelas. Namun  dikelompokkan berdasarkan fase  perkembangan ataupun sesuai dengan  tingkat kemampuan peserta didik yang  sama. Setiap fase, ataupun tingkatan tersebut  mempunyai capaian pembelajaran yang  harus dicapai. Proses pembelajaran  peserta didik akan disusun mengacu pada  capaian pembelajaran tersebut, namun  disesuaikan dengan karakteristik, potensi,  kebutuhan peserta didiknya.

“Kemajuan hasil belajar akan ditentukan  berdasarkan evaluasi pembelajaran.  Peserta didik yang belum mencapai  capaian pembelajaran di fasenya, akan  mendapatkan pendampingan oleh  pendidik untuk bisa mencapai capaian  pembelajarannya,” pungkas Rusmawardah.

Kontributor, Jatmiko.

Jumat, 25 Juni 2021

SOLO – Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Jawa Tengah menggelar In House Training (IHT) di hari pertama beber tuntas profil pelajar pancasila, di tengah pagebluk Covid-19, Kamis (24/6/2021).

Sambutan ketua panitia oleh Imam Priyanto SPd sekligus diamanahi Wakil Kepala bidang Kurikulum. Dia memberikan penjelasan tentang teknis pelaksanaan IHT Program Sekolah Penggerak.

Kegiatan ini untuk membekali guru supaya mampu memahami filosofi pembelajaran yang memerdekakan, Profil Pelajar Pancasila dan implikasinya dalam pembelajaran Program Sekolah Penggerak

“IHT digelar sejak 23 Juni – 1 Juli 2021, diutamakan untuk Guru kelas 1, 4, PJOK, guru PAI sebagai implementasi tahun pelajaran 2021/2022 sebagai Sekolah Penggerak. Diikuti sebanyak 14 peserta, 6 narasumber  atau komite pemebelajaran, dan 3 panitia, totalnya 23 peserta,”ungkap Imam.

Salah satu Komite pembelajaran Hafid Sinung E, SPd membeberkan Profil Pelajar Pancasila bertujuan mendukung Visi dan Misi Presiden untuk mewujudkan Indonesia Maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian.

Hal ini telah dirumuskan dalam undang-undang dan dicita-citakan para memimpin bangsa ke dalam lembaga pendidikan. Profil Pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. 

“Mengapa dinamakan Profil Pelajar Pancasila? Penamaan Profil Pelajar Pancasila bertujuan untuk menguatkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam diri setiap individu pelajar. Pancasila adalah satu kata yang paling sesuai untuk merangkum seluruh karakter dan kompetensi yang diharapkan untuk dimiliki setiap pelajar Indonesia,” beber Hafid.

Sebagai acuan, Profil Pelajar Pancasila dimaksudkan untuk penguatan karakter bangsa, menyiapkan generasi masa depan yang unggul dan mampu menjawab tantangan masa kini dan masa yang akan datang. 

Selain itu profil pelajar Pancasila adalah penentu arah perubahan dan petunjuk bagi segenap pamangku kepentingan dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan.

Profil Pelajar Pancasila kemudian dirumuskan menjadi: “Pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila,  memuat tiga kata kunci: pelajar sepanjang hayat, kompetensi global, dan pengamalan nilai-nilai Pancasila,”imbuh Komite Pembelajar, Ahmad Syaifuddin, MPd.

Kontributor, Jatmiko.

Kamis, 24 Juni 2021

SMA Muhammadiyah 1 Surakarta menggelar IHT untuk persiapan Program Sekolah Penggerak.
Rabu, 23 Juni 2021 dilaksanakan pembukaan pelaksanaan IHT Program Sekolah Penggerak tepat jam 07.30

Sambutan ketua panitia oleh Bapak Iwan Wuriyanto, S.S selaku Wakil Kepala Kurikulum, beliau memberikan penjelasan tentang tehnis pelaksanaan IHT Program Sekolah Penggerak

IHT akan dilaksanakan selama 8 hari dari 23 Juni - 1 Juli 2021 diutamakan untuk Guru kelas X sebagai implementasi tahun pelajaran 2021/2022 sebagai Sekolah Penggerak untuk membekali guru supaya mampu memahami filosofi pembelajaran yang memerdekakan, Profil Pelajar Pancasila dan implikasinya dalam pembelajaran Program Sekolah Penggerak.

Dalam sambutan Kepala Sekolah Dr. Rahayuningsih, S.Pd,M.Pd beliau memberi gambaran tentang pelaksanaan IHT Program Sekolah Penggerak.

Selanjutnya IHT dimulai dengan kegiatan pembukaan, pretest, pemakalah dan tugas-tugas individu. Harapan kami semoga pelaksanaan IHT memberi bekal guru-guru tentang paradigma baru di dunia pendidikan, mempersiapkan SDM berkompeten tentang Kurikulum Sekolah Penggerak sehingga tujuan dari tercapainya pendidikan yang mencetak profil pelajar Pancasila sesuai filosofi Ki Hajar Dewantara.

SOLO – In House Traning (IHT) pacu dan sukseskan SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta sebagai sekolah penggerak. Sekolah penggerak, adalah upaya untuk mewujudkan visi Pendidikan Indonesiadalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri dan berkeperibadian melalui terciptnya pelajar pancasila.

Sekolah penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencangkup kompetensi literasi dan numerasi serta karakter. Diawali dengan sumber daya manusia yang unggul dalam hal ini kepala sekolah dan guru. Program sekolah penggerak merupakan penyempurnaan program transformasi sekolah sebelumnya. 

Di percaya dan ditetapkan sebagai pelaksana program sekolah penggerak oleh Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI sebagai sekolah penggerak.

“Alhamdulillah SD Muh 1 lolos semua tahapan tersebut, dan hari ini menggelar pelatihan implementasi pembelajaran di satuan pendidikan di satuan pendidikan, diikuti sebanyak 64 peserta, dan berakhir tanggal 1 Juli 2021,” ujar Kepala SD Muh 1 Hj Sri Sayekti MPd dalam sambutannya, Rabu (23/6/2021).

Raihan tersebut diperoleh setelah SD Muh 1 mengikuti seleksi dalam beberapa tahap. Pertama, pendaftaran seleksi. Kedua, proses seleksi yang diikuti oleh kepala sekolah dengan mengirimkan biodata, membuat esai dan tes bakat skolastik. Ketiga, tes wawancara dan simulasi mengajar.

Kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan masing-masing satuan pendidikan. Sekolah harus mengembangkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan kondisinya masing-masing. Agar pengembangan kurikulum ditingkat satuan pendidikan dapat dilaksanakan sesuai kondisi nyata, maka sekolah harus memahami aturan tetang hal apa saja yang dapat ditetapkan di masing-masing sekolah. Dan hal apa saja yang telah ditetapkan secara nasional sebagai standar nasional.

“Guru penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang menerapkan merdeka belajar dan menggerakkan seluruh ekosistem pendidikan,” beber Sayekti.

Di akhir materi sesi pertama, Sri Sayekti mengajak para peserta untuk bermain ice breaking lagi untuk me-refresh pikiran dan bergairah bekerja yang dipimpin wakil kepala sekolah bidang Kurikulum Imam Priyanto SPd serta rapat koordinasi (rakor). Acara ini di hadiri Pengawas Suwarno S.Pd., MM dan Ketua Majelis Dikdasmen Drs H Tridjono.

Kotributor, Jatmiko.

Rabu, 16 Juni 2021

SOLO – Wakil Kepala Sekolah, Program Sekolah penggerak (PSP) SD Muhammadiyah 1 Ketelan  Imam Priyanto SPd mengikuti rapat In House Training (IHT) bertajuk ‘Pelaksanaan Pelatihan Implementasi Pembelajaran di Tingkat Satuan Pendidikan’ bertempat di Novotel Hotel Solo, Selasa (15/6/2021).

Rapat koordinasi teknis dilakukan dengan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, pakai masker, dan jaga jarak Capaian IHT yang diharapkan Peserta IHT memahai filosofi pembelajaran yang memerdekakan, profil pelajar Pancasila, dan implikasinya dalam pembelajaran.

“Tadi diutus kepala sekolah Hj Sri Sayekti MPd dan saya ditemani staf Kurikulum Sri Martono Lanjarsari. Hasil dari rapat, satuan pendidikan sebagai Penyelenggara IHT berkewajiban membuat rencana kegiatan dengan mengacu pada panduan perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan yang diatur pada Buku Panduan Pelaksanaan Pelatihan Implementasi Pembelajaran,”jelas Imam.

Alur pembelajaran Inkuiri pada IHT, Sambung dia, mulai dari diri, eksplorasi konsep, ruang kolaborasi, refleksi terbimbing, demonstrasi kontekstual, elaborasi pemahaman, koneksi antara pemain, dan aksi nyata yang disingkat merdeka.

“Sekolah merencanakan kegiatan IHT bapak/ibu guru kelas 1, 4, PJOK, PAI pelaksanaan tanggal 23 Juni 2021 sampai dengan 1 Juli 2021 tempat ruang kls 1 lantai 1,” imbuh Imam.

Sementara itu, Kepala sekolah Hj Sri Sayekti MPd dalam informasi kegiatan persiapan kenaikan kelas menyampaikan pesan dan pengumuman wakil kepala sekolah dan staf terpilih agar mampu berkolaborasi, bergotong royong mewujudkan lembaga pendidikan yang unggul, islami, berkarakter, berkemajuan dan merdeka berfikir. 

“Pengangkatan Wakil Kepala Sekolah didasari syarat dan dipandang cakap,” pesannya.

Wakil Kepala Sekolah periode tahun pelajaran 2021/2022 yang akan datang sebagai berikut Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum Imam Priyanto SPd dan Staf Sri Martono Lanjarsari SPd, Kesiswaan SW Winarsi SAg SPd dan Staf Danardono Sri Pamungkas SSn MPd, Sarpras Jaka Prasetya Ssi MPd dan Staf Hafid Sinung E SPd, Al Islam Kemuhammadiyahan Ahmad Syaifuddin SPdI MPd dan Staf Sutrisno SPdI serta Waka Humas Dwi Jatmiko SPdI.

“Apresiasi layak diberikan pada bapak ibu guru karyawan sehingga kita sukses dalam kegiatan akademik dan non akademik hingga di tetapkan sebagai sekolah penggerak oleh Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (PAUD Dasmen) pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek),” tambahnya.

Humas, Jatmiko.

Senin, 14 Desember 2020

Surakarta---SMP Muhammadiyah 4 Surakarta (Mupatska) adakan In House Training For Teachers pada hari Jumat, 11 Desember 2020 mulai pukul 08.00 sampai dengan pukul 11.00 WIB. Kegiatan yang dilaksanakan di ruang kelas 7A Program Khusus Excellent Class ini diikuti oleh seluruh guru SMP Muhammadiyah 4 Surakarta. Adapun materi dari In House Training For Teachers adalah:

1.    Pemanfaatan Android TV sebagai Media Pembelajaran
2.    Pengolahan Nilai Semester 1
3.    Pengolahan Nilai Rapor Semester 1

Instruktur dalam pelatihan ini diambil dari guru SMP Muhammadiyah 4 Surakarta sendiri yaitu Agus Supriyanto, S.Pd. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM guru dalam bidang pembelajaran dan penilaian. Lebih lanjut kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan guru untuk menyongsong pembelajaran di semester 2. Karena masih dalam kondisi pandemi, kegiatan dilaksanakan tetap dengan menggunakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Kamis, 09 Juli 2020

SMA Muhammadiyah 1 Surakarta menghadirkan alumni untuk menambah movitasi Guru dan Karyawan (7Juli 2020) Alumni 1982, Drs. H. Joko Riyanto, S.H., MM., MH. Acara yang dilaksanakan sebelum kegiatan IHT ke-2 di SMA Muhammadiyah 1 Surakarta  yg dihadiri 72 orang Bapak/Ibu Guru serta Karyawan.
Dalam memotivasi beliau menyadarkan bahwa guru adalah profesi yang mulia. Kita bisa memberi contoh kepada peserta didik dan menginspirasi mereka. Guru harus memiliki kemampuan yang hebat serta hati yang luas dengan keteladanan, sabar, ikhlas, jujur, dapat dipercaya dan cerdas. Membangkitkan semangat Sekolahku adalah surgaku dengan cara menghadirkan Allah dalam  setiap langkah kita.
Menurut kepala SMA Muhammadiyah 1 Surakarta, Dr. Rahayuningsih, S.Pd. M.Pd., kegiatan ini menunjukkan bakti nyata alumni kepada almamaternya. Guru dan karyawan menyambut baik dan  benar-benar termotivasi oleh beliau.

Maturnuwun

Rabu, 08 Juli 2020

Sejumlah 70 guru dan karyawan  SMA Muhammadiyah 1 Surakarta menyelenggarakan IHT ke-2. (7 Juli 2020). Adapun tema IHT adalah Peningkatan Kompetensi Guru dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Kegiatan dimulai jam 07.00 diawali kultum oleh Drs. Rusmaijun dilanjutkan Pembinaan oleh Dr. Rahayuningsih S.Pd., M.Pd., selaku kepala SMA Muhammadiyah  1 Surakarta sekaligus membuka kegiatan IHT.
Selanjutnya pembinaan dari Drs. H. Trijono, selaku ketua Majelis Dikdasmen Kota Surakarta. Beliau berpesan untuk selalu beritikad baik berubah menjadi lebih baik dengan berubah secara bertahap yang akhirnya dapat menjadi berkah dan jangan lupa doa.
Materi terakhir adalah pembuatan RPP untuk Pembelajaran Jarak Jauh menggunakan aplikasi Google Teams dan Google Classroom yang merupakan program dari kurikulum, disampaikan oleh Iwan Wuriyanto, SS. Bapak/ibu guru SMA Muhammadiyah 1 Surakarta dapat langsung praktek program  tersebut karena Pembelajaran Jarak Jauh dengan Google Teams dan Google Classroom, guru dapat mengirimkan materi pembelajaran, soal sekaligus penilaiannya serta presensi kehadiran peserta didik.

Minggu, 10 Mei 2020

SOLO – Dampak pandemi Covid-19 menyasar sektor pendidikan.  Berbagai aktivitas rutin yang melibatkan banyak aktivitas fisik, seperti pertemuan tatap muka di kelas, proses pembimbingan akademik, pertemuan formal dalam forum seminar, pengajian baksos dan lain sebagainya terhambat.

E-learning Schoology solusi yang  digunakan membuat soal evaluasi akhir tema semester 2. Diharapkan dengan menggunkan E-learning Schoology mampu meningkatkan semangat belajar siswa dalam kegiatan belajar di rumah saat pandemic Virus Covid-19.

Inilah poin utama disampaikan praktisi komputer SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta Lilik Haryono Skom dalam In House Training (IHT) bertajuk Buka Hati dan Pikiran untuk Peradaban, di Laboratorium Komputer dan Bahasa, Sabtu (9/5/2020).
“Secara umum media schoology memiliki nilai plus dalam proses belajar mengajar, khususnya di SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta,” ungkap Lilik.

Fitur-fitur yang dimiliki oleh Schoology di antaranya: Courses (Kursus), fasilitas untuk membuat kelas mata pelajaran, misal mata pelajaran Tematik, Pendidikan Agama Islam, dan lain sebagainya, Groups (Kelompok), fasilitas untuk membuat kelompok, dan Resources (Sumber Belajar).

“Kelebihannya mudah diakses, fitur banyak, efektif dan efisien, submit tugas bisa dari mana saja. Pembelajaran E-learning berbasis schoology jadi lebih menarik dan cocok untuk pembelajaran siswa. Tentunya media ini juga memiliki kelemahan, tergantung pada sambungan internet, tidak ada internet maka pembelajaran tidak bisa berjalan,” tutur Lilik.

Manfaat inovasi teknologi terhadap dunia pendidikan semakin terasa di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi di seluruh dunia.

Dihubungi terpisah, Wakil Kepala Sekolah bidang Humas Jatmiko menuturkan pelatihan semacam ini bisa membuat fresh dan mampu memberikan nilai positif dalam pengembangan kemampuan guru, khususnya SD Muh 1 Sekolah Rujukan Nasional terakreditasi Unggul.

KH Ahmad Dahlan pahlawan nasional pendiri Muhammadiyah telah ajarkan model menalar tentang Surat Al-Maun, membutuhkan waktu bertahun-tahun, sampai para peserta didiknya bisa memahami,  setelah itu dipraktekkan, dan amalannya berbuah. 
“Seseorang berbasis hafalan, bisa jadi belajar teknologi akan menjadi sesuatu yang menakutkan, karena teknologi tidak dapat dihafalkan. Belajar teknologi membutuhkan penalaran, dan penalaran harus dilatih sejak kecil saat masa anak-anak. Jadi keluarga, guru, dan murid merupakan satu tim untuk menyukseskan pendidikan, saatnya Akrabi teknologi,” ungkapnya.

Humas, Jatmiko.

Ketua

Dr. Mohamad Ali, S.Ag., M.Pd
NBM. 887.570

Menu

Jadwal Sholat


jadwal-sholat

Kalender

Jam

Berita Umum

Posting Populer

Inovasi Pendidikan karakter anti korupsi SD Muhammadiyah 1 Ketelan

Informasi


Kalender Islam

Kalender Hijriyah

Unduh - Download

>> Surat Pernyataan Tidak Terjadi Konflik 2021
>> Instrumen Data Sekolah 2021
>> Form Input PTK GTK Cabdin
>> Ceklist Persyaratan PTK Baru SMA, MA,SMK
>> Ceklist Persyaratan PTK Baru SD, SMP
>> Ceklist Persyaratan PTK Baru PAUD TK
>> Rekap Form Excel Pengajuan Input PTK Baru TK, PAUD, SD, SMP
>> Materi 1 BLC
>> Materi 2 Pengenalan HTML (BLC)
>> Materi 2 Web Editor (BLC)
>> News Template
>> Pro News Template
>> Materi 3 BLC ( Membuat Email )
>> Materi 3 BLC ( Membuat Blog )
>> Blangko Pengajuan SK GTT/PTT
>> Blangko Pengajuan SK GTY/PTY
>> Instrumen Sekolah 2015
>> Memasang Link Di Pada Blog Wordpress
>> Menambah Header di Blog (Blogger)
>> Materi 4 BLC ( Membuat Blog Dengan Wordpress )
>> Materi 5 BLC ( CMS )
>> Tutorial CMS Balitbang
>> Materi 6 Localhost CMS Balitbang
>> Materi 8 Cloud Storage
>> Blangko Biodata Guru Agama Islam ( PAI )
>> Materi 9 Pembuatan Header Website
>> Blangko PPDB 2016 / 2017
>> Pengantar PPDB 2016 / 2017
>> Menambahkan Feed Rss Pada Halaman Website
>> Materi Tahsin Perguruan Muhammadiyah
>> Skrip .php untuk Feed RSS CMS Balitbang
>> Materi Google Form atau Formulir Online
>> Materi Desember 2016
>> Jadwal UTS Genap Ciri Khusus SD
>> Blangko Data Bantuan Sekolah 2016
>> Jadwal UAS ( SEKOLAH ) Ciri Khusus SMP/Mts, SMA/MA, SMK 2016/2017
>> Materi Penguatan Kepala Sekolah Tawang Mangu
>> Pengembangan Kurikulum ISMUBA 2017
>> Olimpiade Ahmad Dahlan 2017
>> Kalender Pendidikan Muhammadiyah Provinsi Jawa Tengah Tahun Pelajaran 2022 / 2023
>> Kisi - Kisi Akhlaq SMK Ciri Khusus 2017 / 2018
>> Form Data Bantuan dan Prestasi Sekolah 2018
>> Pelatihan SPMU
>> Kalender Pendidikan Dikdasmen PWM Jateng 2018 / 2019
>> Instrumen Data Sekolah 2019
>> Rekaman Irama Nahawand
>> Blangko RKAS 2021
>> Surat Tarik PTK Dinas / Mutasi
>> Form Input PTK GTK Cabdin
>> Syarat Pengajuan SK Yayasan
>> Landasan Hukum Muhammadiyah ( 2016 )
>> KISI US ISMUBA WILAYAH 2022
>> BLANGKO DAYA TAMPUNG PENGGEMBIRA MUKTAMAR 48 TAHUN 2022
>> BLANGKO PAKTA INTEGRITAS
>> BLANGKO RKAS 2022/2023
>> EDARAN MENCHANDISE MUKTAMAR KE - 48
>> Syarat Pengajuan NUPTK JULI - DESEMBER 2022
>> Form Isian Data 2022 / 2023
>> Logo Musyda 2023
>> Lampiran Musyda Dikdasmen 2023
>> SYARAT DAPODIK 2023
>> BADAN HUKUM MUHAMMADIYAH PART 1
>> BADAN HUKUM MUHAMMADIYAH PART 2
>> DAFTAR PCM 2022 - 2027
>> Badan Hukum Muhammadiyah 2024
>> Maklumat PP Muhammadiyah Ramadhan 1446 H / 2025 M
>> JADWAL WAKTU SHOLAT BULAN RAMADHAN 1446 H / 2025 M

Pengunjung

Flag Counter