Tampilkan postingan dengan label PPKM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PPKM. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Desember 2021

Solo. Masa pandemi yang melanda hampir selama dua (dua) tahun ini diakui berdampak pada berbagai bidang kehidupan. Bidang kesehatan, bidang ekonomi, bidang sosial kemasyarakatan, sampai pada bidang pendidikan tidak luput dari dampak pandemi covid 19. Perubahan-perubahan pola hidup masyarakat, mulai dari lockdown, PPKM, social distancing, sampai pada protokoler kesehatan dilalui oleh masyarakat kita. Atas dasar itu, penting bagi siswa di sekolah memahami fenomena tersebut dan mencoba merumuskan solusi yang akan meringankan dampak sosial yang terjadi. 

Berdasarkan fenomena tersebut, SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat memprogramkan ujian menulis dan beropini dengan tema “Bangkit Di Masa Pandemi”. Ujian menulis dan ber-opini ini merupakan  kegiatan ujian praktik bagi siswa kelas XII IPS. Ganda Setya Gunawan, selaku guru pengampu sosiologi dan penyusun materi ujian ini menyampaikan bahwa penting bagi sekolah untuk memfasilitasi siswa dalam menumbuhkan cara berfikir solutif atas permasalahan sosial yang terjadi. 
 
Jumat, 10 Desember 2021 merupakan hari bagi siswa kelas XII IPS untuk menuangkan ide kreatif dalam tulisan dan mempresentasikan ide nya kepada sekolah melalui zoom. Tulisan yang dibuat siswa terkait bagaimana proses integrasi sosial, kelompok sosial, dan proses harmonisasi sosial diciptakan di tengah masyarakat yang sedang ditempa dampak pandemi. Ganda menuturkan,proses ini sebagai proses menumbuhkan kreatifitas dan membentuk alur berfikir siswa yang logis, ujarnya.

Dalam kegiatan ujian ini, Ganda menyampaikan secara detail kepada humas bagaimana persiapan dan pelaksanaan yang harus dilakukan siswa. Siswa menulis opini terkait tema yang diberikan dengan data-data yang mereka miliki. Kemudian, siswa diberikan waktu untuk presentasi di hadapan penilai. Penilaian yang dilakukan mengacu pada kriteria seperti rasionalitas argument dan analisis permasalahan yang disertai data yang kuat. Ganda berharap dari kegiatan ini, karakter ilmiah dan kepedulian sosial  siswa akan terasah tajam, ungkapnya.

Senin, 18 Oktober 2021

Sabtu, 16 Oktober 2021. SMA Muhammadiyah 2 Surakarta melakukan pembagian hasil Penilaian Tengah Semester Gasal. Acara ini diadakan guna orang tua/wali mengetahui hasil belajar siswa selama setengah semester ini.

Pelaksanaan Penilaian Tengah Semester Ganjil sendiri sudah dilaksanakan selama dua minggu mulai 6 September sampai 20 September 2021. Kegiatan PTS dilakukan dengan sistem daring menggunakan Aplikasi CBT. Meskipun Solo sudah masuk level 2 dalam aturan PPKM, pengambilan hasil PTS tetap dilakukan secara tatap muka. Untuk menyiasatinya, kehadiran orang tua/wali siswa dibagi menjadi 3 sesi yang berbeda. Tak hanya waktu, tempat pengambilan pun dilakukan di beberapa titik kelas sehingga tidak terjadi kerumunan.

Protokol Kesehatan tampak masih dipegang oleh para petugas yang bersiaga di sisi depan gedung SMA Muhammadiyah 2 Surakarta. Ketika akan memasuki area sekolah, tamu terlebih dahulu dicek suhunya. Handsanitizer dan masker pun disiapkan oleh petugas registrasi. Setelah itu, orang tua/wali siswa akan diarahkan oleh petugas menuju ruangan yang sudah ditentukan bagi masing-masing kelas. Pengambilan Hasil PTS ini dilakukan di ruang aula dan beberapa ruang kelas yang dibuka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Orang tua/ Wali murid yang sudah datang akan diberi nomor antrean dan duduk dengan tetap menjaga jarak.

Pengambilan hasil PTS kali ini cukup berbeda, biasanya diadakan pengarahan secara sentral di ruang aula oleh kepala sekolah namun kali ini tidak ada. Tetapi tetap ada pengarahan dan informasi dari masing-masing wali kelas secara personal terkait perkembangan putra/putri mereka di sekolah sebelum hasil PTS dibagikan ke wali siswa.

Selain pembagian hasil PTS, Bapak dan Ibu guru juga mempersiapkan ruang kelas yang akan digunakan sebagai ruang PTM terbatas yang akan berlangsung selama dua minggu ke depan, dimulai besok Senin 18 Oktober. PTM terbatas ini merupakan lanjutan dari simulasi PTM yang pertama yang berlangsung sejak tanggal 4 Oktober 2021 sampai dengan 15 Oktober 2021. Pada simulasi PTM yang akan mendatang jumlah siswa yang dapat mengikuti PTM ditambah secara bertahap.

PTM Terbatas akan diselenggarakan minggu depan melibatkan anak-anak kelas X MIPA 2, X IPS, XII MIPA 1, dan XII IPS 2. Sesuai dengan peraturan, masing-masing kelas hanya dipilih 18 siswa & siswi saja yang dapat mengikuti PTM selebihnya tetap mengikuti pembelajaran daring dari rumah masing-masing.

Peningkatan dari simulasi PTM ke PTM terbatas ini dikarenakan hasil evaluasi yang baik. Menurut Yainuri selaku ketua pelaksanaan PTM SMA Muhammadiyah 2 Surakarta, hal ini bisa terjadi Karena tidak adanya kejadian luar biasa selama simulasi PTM, Bapak Ibu guru yang bertugas dapat mengatur siswa untuk tetap mematuhi prokes, dan penyediaan alat kebersihan yang selalu lengkap dan terus dilengkapi oleh sekolah. Selain itu, Kehadiran siswa yang baik dalam artian tidak banyak yang ijin sakit dan lain sebagainya juga menjadi nilai tambah terhadap hasil evaluasi PTM pada minggu kemarin.

Rabu, 13 Oktober 2021

Ditengah kondisi PPKM yang masih terjadi, tidak menyurutkan semangat siswa-siswi SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta untuk belajar dan mengkaji perilaku berpahala dan berdosa. Pagi itu, Selasa (12/11/2021) pembelajaran Aqidah-Akhlak tengah disampaikan oleh salah seorang guru. Dan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM)  dengan protokoler kesehatan yang ketat pun di laksanakan dan ditaati oleh warga di sekolah ini.

Di salah satu ruang kelas, tampak suasana hangat dan akrab terjadi. Diskusi untuk menumbuhkan penghayatan terhadap pahala dan dosa serta menumbuhkan semangat untuk mendapatkan pahala dalam diri siswa menjadi metode pembelajaran yang dilakukan. Metode diskusi merupakan salah satu metode pendidikan yang pernah dilakukan oleh Rosulullah SAW yang bersifat edukatif dan humanis.

Siswa bukanlah sesuatu yang kosong tanpa ada potensi untuk berkembang. Tugas guru salah satunya adalah mengarahkan dan membimbing siswa sesuai potensi dan fitrahnya masing-masing. Melalui metode diskusi, tampak siswa antusias berpendapat dan menganalisis perbuatan manusia yang mendapatkan pahala dan dosa. Termasuk juga mengidentifikasi dan mengumpulkan contoh-contoh  perbuatan manusia yang mendapatkan pahala dan dosa.

Muhammad Khairul Safa’at, guru yang mengampu pelajaran Aqidah-Akhlak menyatakan bahwa tema pembelajaran dengan materi pokok pahala dan dosa mengajak siswa untuk refleksi dan menghayati perilaku-perilaku yang termasuk mendapatkan pahala dan dosa. Selain itu, membiasakan diri melaksanakan perbuatan yang mendapatkan pahala atau ibadah serta membiasakan diri terhindar dari perbuatan maksiat menjadi indikator keberhasilan dalam pembelajaran. Semoga dengan metode ini, mampu membangun fitrah, potensi dan menumbuhkan penghayatan, yang pada akhirnya menjadi pembiasaan dalam kehidupan  sehari-hari dan mengkristal dalam karakter siswa, ungkapnya.

Kamis, 23 September 2021

SOLO – Direktorat Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, melaksanakan Monitoring dan Evaluasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMS) di Sekolah Penggerak SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Rabu (22/9/2021)

“Saya lihat SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta kondisinya sudah sangat bagus, fasilitas memadai,” ujar Direktorat SD Heriyanto. 

Di antara upaya Pemerintah mewujudkan harapan agar kondisi kekuatiran hilangnya proses pembelajaran pada peserta didik akibat pandemi Covid-19 yaitu dengan melakukan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) di awal tahun pelajaran 2021/2022 yang mengacu pada SKB 4 Menteri dan memenuhi daftar periksa dan kebijakan Pemberlakuan Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

 “SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta untuk melaksanakan PTM dan kesiapan sekolah benar-benar siap, dengan kondisi SDM yang memadai, terutama untuk gurunya, kelengkapannya, sarana dan prasarana dan orang tua wali muridpun banyak mengizinkan untuk melaksanakan PTM dan izin dinas terkait,”bebernya.  

Sejalan dengan Visi Pendidikan Indonesia yaitu, mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, bergotong royong, dan berkebinekaan global.

"Untuk mewujudkan generasi unggul sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang digaungkan Kemdikbudristek,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Sekolah, Hj Sri Sayekti menyampaikan informasi terkait sekolah Ada 707 siswa, 23 rombongan belajar, 23 ruang kelas, dan dalam satu kelas rata-rata 28 siswa. Dan kami telah membaca membaca Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri yang terbaru tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

“Terima kasih kami sampaikan kepada Kasi Kurikulum Dikdas SD Disdik Kota Surakarta Priyono yang telah membimbing dan menemani monev PTM dari Dit SD Jakarta, terutama dalam hal Persiapan Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Sekolah Dasar di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), Sesuai dengan SKB 4 Menteri yang Terbaru,” katanya.

Humas, Jatmiko.

Senin, 16 Agustus 2021

UU No 20 Tahun 2003 pasal 1 ayat 2 menerangkan bahwa “Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan zaman. Oleh karena itu, tujuan pengembangan modul ajar, yaitu Mengembangkan perangkat ajar yang memandu pendidik  melaksanakan pembelajaran.

Pendidik memiliki kemerdekaan untuk memilih atau memodifikasi modul ajar yang sudah disediakan pemerintah untuk  menyesuaikan modul ajar dengan  karakteristik peserta didik, atau menyusun sendiri modul ajar sesuai dengan  karakteristik peserta didik.

Dengan catatan, pendidik dan satuan pendidikan dapat menggunakan berbagai  strategi untuk mengembangkan modul ajar selama modul ajar yang  dihasilkan memenuhi kriteria yang telah ditetapkan dan aktivitas  pembelajaran dalam modul ajar sesuai dengan prinsip pembelajaran dan  asesmen.

Sementara itu, Modul ajar yang dikembangkan memenuhi kriteria berikut ini:  Kriteria yang harus dimiliki oleh modul ajar adalah:
Pertama, Esensial: Pemahaman konsep dari setiap mata pelajaran melalui  pengalaman belajar dan lintas disiplin.
Kedua, Menarik, bermakna, dan menantang: Menumbuhkan minat untuk belajar dan melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses  belajar. Berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki sebelumnya, sehingga tidak terlalu kompleks, namun juga  tidak terlalu mudah untuk tahap usianya.
Ketiga, Relevan dan kontekstual: Berhubungan dengan pengetahuan dan  pengalaman yang dimiliki sebelumnya, dan sesuai dengan konteks di waktu dan tempat peserta didik berada.
Dan keempat, Berkesinambungan: Keterkaitan alur kegiatan pembelajaran sesuai  dengan fase belajar peserta didik.

Dwi Jatmiko, S.Pd.I
Wakil Kepala Sekolah bidang Humas
Sekolah Penggerak SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta

Komponen Modul Ajar: Penulisan modul ajar bertujuan untuk memandu pendidik untuk melaksanakan proses  pembelajaran. Komponen dalam modul ajar ditentukan oleh  pendidik berdasarkan  kebutuhannya. Secara umum modul ajar memiliki komponen sebagai berikut

Informasi umum meliputi, Identitas penulis modul, Kompetensi awal, Profil Pelajar Pancasila, Sarana dan prasarana, Target peserta didik dan Model pembelajaran yang digunakan.

Komponen Inti, yaitu Tujuan pembelajaran Asesmen, Pemahaman bermakna, Pertanyaan pemantik, Kegiatan pembelajaran, Refleksi peserta didik dan pendidik.

Sedangkan lampiran berupa, Lembar kerja peserta didik, Pengayaan dan remedial Bahan bacaan pendidik dan peserta didik, Glossarium, serta Daftar pustaka. Yang pasti tidak semua komponen wajib tercantum dalam modul ajar yang dikembangkan oleh pendidik sesuai dengan konteks lingkungan dan kebutuhan belajar peserta didik.

Modul adalah sebuah buku yang ditulis dengan tujuan agar peserta didik dapat belajar secara mandiri tanpa atau dengan bimbingan guru, sehingga modul berisi paling tidak tentang segala komponen dasar bahan ajar yang telah disebutkan sebelumnya, yang muaranya membentuk profil pelajar pancasila, baik kompetensi dan karakter yang dapat dipelajari lintas disiplin ilmu  tertuang dalam 6 dimensi.

Setiap dimensi memiliki beberapa elemen yang menggambarkan  lebih jelas kompetensi dan karakter yang dimaksud. Selaras dengan tahap perkembangan  peserta didik serta sebagai acuan bagi pembelajaran dan asesmen, indikator kinerja pada setiap  elemen dipetakan dalam pada setiap fase, Pertama Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia. Kedua, Berkebinekaan global. Ketiga, Bergotong royong. Keempat, Mandiri. Kelima, Bernalar kritis. Keenam, Kreatif.

Pelajar kreatif mampu memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna,  bermanfaat, dan berdampak walaupun di tengah Pemberlakuan Pengetatan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk merdeka dari Covid-19.

Kamis, 12 Agustus 2021

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Surakarta berdampak langsung terhadap kerentanan ekonomi warga masyarakat. Hal tersebut berimbas pada penurunan daya beli masyarakat untuk memenuhi barang kebutuhan pokok (sembako).

Untuk meringankan beban masyarakat terdampak kebijakan PPKM,Baitul Maal Muhammadiyah Kottabarat yang berpusat di Masjid Kottabarat Surakarta kembali mengadakan program mengumpulkan donasi dan berbagi paket sembako, Senin (9/8/2021). 

Baitul Maal Muhammadiyah Kottabarat Surakarta membagikan 350 paket sembako kepada masyarakat terdampak kebijakan PPKM di sejumlah titik di area Kottabarat, Joho, Sumber, dan Banyuanyar.

Muhamad Arifin, selaku humas Baitul Maal Muhammadiyah Kottabarat menyampaikan bahwa kegiatan ini memasuki tahap ke empat selama pandemi Covid-19 berlangsung.

“Alhamdulillah, pada tahap ke empat ini Baitul Maal Muhammadiyah Kottabarat menyalurkan 350 paket sembako untuk warga terdampak kebijakan PPKM di sekitar Masjid Kottabarat dan Masjid Mu'tasimbillah di area Sumber serta Banyuanyar, ungkapnya.

Menurut Arifin, setiap paket sembako seharga Rp.100.000,00 berisi beras 5 kg, minyak goreng 1 liter, gula1 kg, teh celup 1 pak, dan mie telur 1 pak.

Arifin menambahkan bahwa data penerima paket sembako bersumber dari RT dan RW setempat. Area Masjid Kottabarat tepatnya di Badran RW 10 ada 38 paket, area Yosoroto RW 09 sejumlah 63 paket, jamaah masjid 18 paket, di Kalitan belakang SD Mangkubumen Kidul No. 16 terdapat 40 paket, area sebelah timur Lapangan Kottabarat ada 9 paket, warga sekitar KB-TK Aisiyah Program Khusus ada 51 paket. Area sekitar Masjid Mu'tasimbillah, sekitar SMP dan SMA Muhammadiyah Program Khusus, daerah Sumber dan Banyuanyar terdapat 131 paket.

Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Takmir Masjid Kottabarat dengan Baitul Maal Muhammadiyah Kottabarat dan melibatkan keluarga besar Perguruan Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta.

Proses penggalangan donasi tahap ke empat efektif berjalan selama satu minggu dan terkumpul 42,5 juta rupiah. Pada tahap ke empat ini sudah disalurkan dalam bentuk paket sembako sejumlah Rp 35.000.000,00 sedangkan sisanya akan dibelanjakan untuk tahap berikutnya.

Mewakili pengurus Takmir Masjid Kottabarat dan Baitul Maal Muhammadiyah Kottabarat, Arifin mengimbau kepada masyarakat untuk saling membantu sesama dengan berdonasi di Baitul Maal Muhammadiyah Kottabarat yang beralamatkan di Jalan Dr. Moewardi No 24 Purwosari, Laweyan, Surakarta. Atau bisa transfer melalui nomor rekening Bank Jateng Syariah 5022090157 a.n. Baitul Maal Muh. Kottabarat.

“Semoga ke depan Masjid Kottabarat semakin bermanfaat untuk umat, berupaya turut meringankan beban masyarakat ekonomi menengah ke bawah, para duafa yang terdampak langsung pandemi Covid-19,” pungkasnya.

Kamis, 05 Agustus 2021

SOLO – Di tengah masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 4, Sekolah Penggerak Berbasis TIK SD Muhammadiyah 1 Ketelan uji publik E-Absensi Pembelajaran daring untuk mendukung ekosistem digitalisasi sekolah sebagai jawaban dan solusi, sulitnya menggelar pembelajaran tatap muka (PTM).

Program e-Absensi salah satu bentuk literasi digital berbasis google form. Manfaat yang lain memberikan penguatan kedisiplinan kepada masyarakat terkhusus peserta didik agar terpacu dan giat belajar menuntut ilmu demi menggapai cita-cita.

”Akankah Terjadi Lost Generation karena Pandemi Covid-19?, e-Absensi dibuat berdasarkan keputusan bersama guru/karyawan dan pemangku kepentingan sekolah pada kegiatan rapat hari Senin 2 Agustus 2021 di ruang kelas 6. Pembuatan e-Absensi lebih kurang 2 hari setelah diuji coba oleh kurikulum beserta staff,” terang Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum SD Muh 1 Imam Priyanto SPd.

Disiplin belajar peserta didik dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti lingkungan, siswa dan tugas yang diberikan oleh guru-guru. Turunnya disiplin peserta didik di masa pandemi ini, yaitu guru tidak bisa memantau siswa lebih dekat, siswa lebih santai dalam kesiapan belajar dan mengerjakan tugas. 

Siswa bangun lebih siang langsung masuk ke zoom atau google meet dan absensi di sana. Siswa pura-pura sakit atau kehabisan kuota apabila terlambat absen dan mengerjakan tugas. Ini masalah terbesar bagi guru, susah untuk mengetahui murid mana yang benar ada masalah atau hanya berpura-pura untuk tidak mengikuti kegiatan pembelajaran.

“Daftar presensi atau daftar hadir dimaksudkan untuk mengetahui frekuensi kehadiran siswa di sekolah sekaligus untuk mengontrol kerajinan belajar mereka,” ujarnya.

Menariknya lagi, semua wali kelas harus mendaftarkan akun Pembelajaran yang merupakan akun elektronik yang memuat nama akun (user ID) dan akses masuk akun (password) yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan dapat digunakan oleh peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan sebagai akun untuk mengakses layanan/aplikasi pembelajaran berbasis elektronik dengan domain belajar.id.

Harapan kedepan dengan adanya e-Absensi pembelajaran bisa lebih terarah, terukur, tertib diiukti oleh semua peserta didik dan dukungan dari orang tua siswa sehingga peserta didik pada masa pandemi tetap mengikuti kegiatan KBM sesuai instruksi dari pemerintah.

“Anak Hebat, orangtua terlibat,”pungkasnya.

Humas, Jatmiko.

Kamis, 15 Juli 2021

Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) atau masa orientasi siswa tahun 2021/2022 SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta dilangsungkan secara daring karena mengingat kondisi pandemi covid-19 dan pemberlakuan PPKM Darurat. Sebanyak 124 siswa baru mengikuti kegiatan tersebut secara daring (online) dari rumah masing-masing.

Sesuai jadwal maka MPLS dilakukan selama 5 hari yakni tanggal 12-16 Juli 2021. Kegiatan berupa siaran langsung berbentuk podcast dari sekolah melalui zoom meeting dan youtube PK TV. Adapun teknisnya, guru atau panitia yang mengisi acara dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat.

“Karena suasana masih pandemi covid 19, dua tahun terasa berbeda, Ustaz-Ustazah hanya bisa menyapa anak-anak dari jauh termasuk MPLS virtual ini. Hal itu demi menjaga kesehatan dan keselamatan kita bersama,” ungkap Muhdiyatmoko, kepala sekolah saat membuka acara MPLS Senin (12/7). Pembukaan simbolis dengan memukul bedug dan penyerahan pohon ketapang kencana dari siswa ke sekolah.

Muhdiyatmoko menegaskan akan berusaha melejitkan potensi siswa sesuai dengan jargon green, clean, dan religious.

“Sekolah nyaman, rindang, bersih, dan penuh suasana religius akan kita buat guna melejitkan potensi dan akhlak siswa,” ungkapnya.     

Kegiatan yang mengusung tema “Belajar tanpa Batas Ruang dan Waktu Menuju Generasi Berkarakter dan Peduli Lingkungan di tengah Pandemi Covid-19” ini diikuti para siswa dari rumah dengan memakai seragam sekolah lengkap.

Materi dalam masa orientasi atau MPLS tersebut meliputi pengenalan kultur dan ideologi sekolah, tata krama dan Al Islam Kemuhammadiyahan, pembuatan kreativitas digital berupa video atau poster, pengenalan kegiatan sekolah dan ekstrakurikuler, serta pembuatan kapsul mimpi. Materi yang lain berupa kesiswaan, edukasi sekolah ramah anak, dan sekolah adiwiyata. 

Untuk mengobati rasa rindu siswa terhadap sekolah maka panitia mengajak siswa melihat kondisi ruangan sekolah secara virtual. Hal itu karena para siswa memang belum sempat melihat sekolah lebih dekat. Puncak acara MPLS berupa tampilan unjuk bakat dari siswa. Unjuk bakat berupa unjuk bakat berupa menyanyi, penyiar radio, tahfidz, video editing, memasak, menari, karate, dan membaca puisi. Tampilan tersebut ada yang direkam terlebih dahulu dalam bentuk video dan ada yang tampil secara live di youtube.

Aryanto
Humas SMP Muhammadiyah PK Solo.081586061554

Senin, 12 Juli 2021

SOLO – Berdasarkan kalender pendidikan, Tahun ajaran baru 2021-2022 dimulai hari ini. SD Muhammadiyah 2 Kauman Surakarta memulai tahun ajaran baru ini dengan kegiatan MPLS secara daring.  Kegiatan dilakukan secara daring dalam rangka mendukung program pemerintah untuk menekan penyebaran virus korona di kota Solo. Dalam kegiatan ini, Guru ada yang menggunakan zoom adapula yang menggunakan youtube.  Suprihanto, kepala sekolah SD Muhammadiyah 2 Kauman mengungkapkan “karena saat ini masih PPKM maka untuk mendukung program pemerintah tersebut  MPLS  kita lakukan secara daring, ada guru yang pakai zoom, ada yang youtube, ada pula yang melalui WA grup disesuaikan dengan kondisi kelas masing-masing”. 

MPLS daring SD Muhammadiyah 2 Kauman ini dilakukan selama tiga hari. Mulai dari Senin, 12 Juli 2021 sampai Rabu, 14 Juli 2021. Selama tiga hari siswa SD Muhammadiyah 2 mengikuti MPLS daring. Dalam kegiatan tersebut siswa akan berkenalan dengan guru kelasnya, dengan guru dan tendik di sekolah, dan pengenalan lingkungan sekolah. Pada hari pertama MPLS daring hari ini, siswa berkenalan dengan guru kelas dan guru pengampu mata pelajaran di kelasnya nanti. 

Kepala sekolah dalam sambutannya saat MPLS kelas satu melalui zoom menyampaikan selamat bergabung di SD Muhammadiyah 2 Kauman Surakarta, selain itu beliau juga menyampaikan pesan kepada siswa kelas satu untuk tetap semangat belajar meskipun belum bisa bertemu langsung dengan guru dan teman-teman.  Serta mengingatkan pada siswa untuk selalu mematuhi protokol kesehatan agar terhindar dari virus corona maupun penyakit lainnya. Kepala sekolah juga menyampaikan maaf kepada orang siswa karena saat ini belum bisa menyelenggarakan tatap muka. “selamat bergabung di SD Muhammadiyah 2 Kauman,,anak-anak, harus selalu semangat meskipun belum bisa bertemu langsung dengan bu guru dan teman-teman di kelas. Jangan lupa untuk menjalankan prokes agar terhindar dari virus corona dan penyakit-penyakit lainnya. Juga kepada bapak ibu orang tua kami mohon maaf karena saat ini belum bisa menyelenggarakan pembelajaran tatap muka, semoga kita selalu diberikan kesehatan oleh Allah Swt.”.

Ari, walisiswa dari Ananda Airlangga kelas  1 B saat dihubungi menyatakan, anaknya yang tahun ini masuk di SD Muhammadiyah 2 Kauman sangat senang mengikuti MPLS secara daring melalui zoom. Meskipun belum bisa bertemu langsung tapi sudah bisa melihat gurunya dan teman-temannya. Beliau juga menyampaikan semoga segera bisa sekolah tatap muka. “alhamdulillah, meskipun lewat daring, atau pakai zoom tapi anaknya senang bisa melihat, bisa tahu bu gurunya yang mana, dan bisa melihat teman-temannya serta bisa saling menyapa meskipun belum bisa bertemu secara langsung. Semoga segera bisa tatapmuka, maturnuwun”. Pungkasnya.

Redaksi : Humas SD Muh. 2 Kauman Surakarta

Sabtu, 10 Juli 2021

Melansir data dari situs https://covid19.go.id/, bahwa perkembangan kasus Corona di Indonesia mengalami lonjakan dan menempatkannya pada peringkat ketiga di seluruh dunia. Lonjakan kasus tersebut disinyalir karena munculnya berbagai varian baru virus Corona. Hal itulah yang menjadi salah satu latar belakang diberlakukanya PPKM Darurat Jawa dan Bali.

Untuk meminimalkan kekhawatiran dan berbagai masalah yang timbul akibat lonjakan kasus tersebut, SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta menggelar Kajian Daring Komprehensif #Seri 3 dengan tema "Varian Baru Corona Bagaimana Menyikapinya?," dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung di SDMUHPK TV, Jumat (9/7/2021).

Kajian tersebut menghadirkan narasumber dr. Tonang Dwi Ardyanto, Ph.D., Wakil Direktur Pendidikan dan Penelitian RS UNS dimoderatori oleh Andi Arfianto, Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta.

"Tidak resah dan tidak gegabah, hindari berita yang tidak jelas sumbernya, bertanya kepada yang kita percaya kompetensinya," ucap dokter Tonang sebelum mengawali pemaparan materi kajian. Hal tersebut sengaja ia sampaikan di awal untuk mengedukasi peserta kajian agar tetap tenang tetapi juga tidak menyepelekan perkembangan pandemi di Indonesia. 

Pada awal pemaparan materi kajian, dokter Tonang mengajak peserta untuk kembali mengenal virus Covid-19. Ia memberikan ilustrasi berupa gambar virus yang memiliki spike atau seperti paruh pada burung.

Paruh tersebut adalah gambaran spike virus Covid-19 yang digunakan untuk menginfeksi tubuh manusia. Mutasi yang terjadi pada spike virus merupakan perubahan yang terjadi agar virus lebih mudah menginfeksi manusia. Dampak dari mutasi inilah yang menyebabkan munculnya berbagai jenis varian baru.

Selanjutnya, narasumber menyampaikan informasi tentang varian virus Delta yang cepat menyebar dan meyebabkan lonjakan kasus beberapa pekan terakhir.

Menurutnya, Delta adalah salah satu varian virus yang mudah menular karena lebih mudah berikatan dengan sel manusia akibat mutasi yang dialaminya. Selain itu, varian ini memiliki perubahan yang tidak segera dikenali oleh imun tubuh kita. 

"Lebih mudah menular, lebih cepat menginveksi, tetapi tidak menambah keganasan" ungkapnya untuk menambah ketenangan para peserta.

Menyikapi berbagai varian baru tersebut ia menekankan pentingnya menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin.

"Selain menerapkan dan memperhatikan 5 M, kita juga harus menerapkan protokol VDJ, yaitu Ventilasi, Durasi, dan Jarak," ujarnya.

VDJ merupakan protokol yang memperhatikan ventilasi udara ruangan, durasi kegiatan di sebuah ruangan, dan jarak antarorang di sebuah ruangan. Hal ini sangat penting bagi orang-orang yang terpaksa tetap beraktifitas di luar rumah.

Salah satu peserta kajian, Atit Nur Ariyanna, menanyakan tentang protokol pemakaian masker dalam menghadapi varian Delta.

"Dengan munculnya varian baru ini kita dianjurkan memakai masker dobel, bagaimana protokol yang benar dalam pemakaian masker dobel tersebut?," tanya Atit.

Menanggapi pertanyaan tersebut dokter Tonang menyarankan memakai masker bedah untuk lapisan dalam dan masker kain untuk yang di luar.

Di akhir pemaparan, narasumber menyampaikan bahwa sebanyak apapun varian virus yang ada, hal tersebut tidak membahayakan asalkan virus tidak menginfeksi diri kita. Oleh karena itu, ia mengajak untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin agar virus tidak mudah masuk dan menginfeksi tubuh kita.

Agus Supardi/Staf Humas SD Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta +6285221302389

Jumat, 09 Juli 2021

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas yang rencananya digulirkan pada awal tahun ajaran 2021/2022 dipastikan mundur dengan diberlakukannya PPKM Darurat di Kota Surakarta.

Dengan adanya kebijakan tersebut, sekolah akan kembali memberlakukan pembelajaran daring penuh pada awal tahun ajaran baru. Pembelajaran daring menuntut peran aktif guru dan orang tua dalam mendampingi siswa belajar di rumah.

Untuk meminimalkan berbagai permasalahan yang menyertai kegiatan pendampingan belajar siswa di rumah, Kepala SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, Ustaz Nursalam, berbagi tips untuk para orang tua.

Pertama, usahakan selalu menjadi uswah hasanah atau teladan yang baik dalam ucapan dan tindakan. Anak-anak adalah peniru yang handal. Mereka akan berkiblat kepada orang tuanya.

Kedua, pilih waktu yang tepat untuk menasehati anak. Rasulullah Muhammad Saw. mencontohkan menasehati anak ketika dalam perjalanan, saat makan, dan ketika anak sedang sakit.

Ketiga, bersikaplah positif terhadap anak. Fokus pada ucapan dan tindakan yang positif karena akan berpengaruh positif  terhadap perkembangan mental dan psikologis anak.

Keempat, pahami jadwal belajar anak. Orang tua harus pandai-pandai melihat situasi dan memberi kesempatan anak untuk mengatur jadwal belajarnya.

Kelima, memahami gaya belajar anak. Orang tua perlu mencermati gaya belajar anak sejak dini sehingga tidak perlu memaksakan anak untuk belajar di luar tipe atau gaya belajarnya.

Keenam, jadikan rumah sebagai tempat belajar menyenangkan. Saat anak sedang belajar, dampingilah dengan sepenuh hati dan hindari aktivitas lain yang bisa memecah konsentrasinya.

"Dari keenam tips tersebut, yang tidak kalah penting adalah komunikasi intensif antara orang tua dengan guru di sekolah terkait perkembangan belajar dan karakter siswa," ungkapnya.

Melalui komunikasi intensif tersebut, ia berharap bisa menutup berbagai celah kelemahan dalam pembelajaran daring, sehingga hak siswa untuk mendapatkan pelayanan pendidikan tetap terpenuhi.

Muhamad Arifin/ Humas SD Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta 081329718196

Jumat, 19 Februari 2021

Guru SD Muhammadiyah 2 Kauman Surakarta, Sri Mey Ekowati,  15 Februari 2021 melaunching buku karyanya yang berjudul Klandestin. Buku tersebut berupa ratusan judul puisi karyanya.
Launching dilaksanakan secara sederhana mengingat PPKM karena pandemi. Launching buku dihadiri kepala sekolah, wakasek, dan guru.

Suprihanto, S.Pd selaku kepala sekolah mengucapkan selamat atas karya guru tersebut dan berharap dapat diikuti oleh guru lain serta siswa dalam produktif berkarya utamanya dalam menulis.
Buku tersebut menjadi salah satu koleksi perpustakaan SD Muhammadiyah 2 Kauman Surakarta.

Rabu, 27 Januari 2021

Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah PK, Muhdiyatmoko menyerahkan donasi peduli bencana di Indonesia yang diterima perwakilan LazisMu Lazismu (Lembaga Amal Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah) Kota Surakarta pada Selasa (26/1) di sekolah. Total donasi 9 juta rupiah tersebut merupakan hasil penggalangan dana yang diikuti siswa dan orang tua wali siswa dalam acara gerakan Jumat untuk Kemanusiaan yang digelar pada Jumat (22/1) lalu.

 Muhdiyatmoko menyampaikan rasa duka cita dan keprihatinan mendalam atas musibah yang terjadi akhir-akhir ini di tanah air tercinta seperti gempa bumi di Sulawesi Barat, tanah longsor di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Banjir di Kalimantan Selatan, dan daerah-daerah lain.

“Sebagai bentuk kepedulian kepada saudara-saudara kita yang terkena musibah maka sekolah mengadakan acara Gerakan Jumat untuk Kemanusiaan yang bertujuan untuk memberikan edukasi kepada anak-anak tentang nilai-nilai karakter kepedulian serta mengumpulkan donasi untuk disalurkan kepada korban bencana,” jelasnya kepada media.

Menurutnya, nilai-nilai karakter pada diri siswa perlu diperkuat sehingga seandainya ada orang lain yang membutuhkan, anak-anak langsung respek peduli. Muncul aksi simpatik dan empatik untuk memberikan pertolongan kepada orang lain yang sedang membutuhkan.

Sementara itu, Aryanto menjelaskan gelaran aksi penggalangan dana kali ini berbeda dengan sebelumnya. Di tengah keterbatasan dengan aturan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) yang diterbitkan pemerintah, sekolah tetap berusaha melakukan penggalangan dana secara virtual. 

“268 siswa baik kelas 7, 8, maupun kelas 9 kita ajak bertemu melalui zoom video meeting. Kami ajak anak-anak untuk berinteraksi satu sama lain membahas tentang bagaimana menyikapi musibah? Pembicaraan tema tersebut dibahas dalam tausiyah yang disampaikan Ustaz Muhammad Arif Wicagsono,” terang Aryanto selaku Humas sekolah.

Aryanto juga menambahkan rangkaian kegiatan virtual yang dilaksanakan pukul 07.00 s.d. 08.30 WIB pagi hari diisi juga dengan kegiatan sholat dhuha. Dengan memperlihatkan diri di depan kamera laptop atau gadget, para siswa melaksanakan sholat dhuha secara sendiri-sendiri dalam waktu bersamaan di rumah masing-masing. Kegiatan dilanjutkan dengan dzikir dan doa bersama untuk para korban bencana alam. 

“Semoga melalui donasi yang diberikan kepada para korban banjir bisa meringankan beban-beban saudara-saudara kita yang terkena musibah dan semoga kondisi segera cepat pulih seperti semula,” harapnya..

Aryanto
Humas SMP Muhammadiyah PK Solo
081586061554

Ketua

Dr. Mohamad Ali, S.Ag., M.Pd
NBM. 887.570

Menu

Jadwal Sholat


jadwal-sholat

Kalender

Jam

Berita Umum

Posting Populer

Inovasi Pendidikan karakter anti korupsi SD Muhammadiyah 1 Ketelan

Informasi


Kalender Islam

Kalender Hijriyah

Unduh - Download

>> Surat Pernyataan Tidak Terjadi Konflik 2021
>> Instrumen Data Sekolah 2021
>> Form Input PTK GTK Cabdin
>> Ceklist Persyaratan PTK Baru SMA, MA,SMK
>> Ceklist Persyaratan PTK Baru SD, SMP
>> Ceklist Persyaratan PTK Baru PAUD TK
>> Rekap Form Excel Pengajuan Input PTK Baru TK, PAUD, SD, SMP
>> Materi 1 BLC
>> Materi 2 Pengenalan HTML (BLC)
>> Materi 2 Web Editor (BLC)
>> News Template
>> Pro News Template
>> Materi 3 BLC ( Membuat Email )
>> Materi 3 BLC ( Membuat Blog )
>> Blangko Pengajuan SK GTT/PTT
>> Blangko Pengajuan SK GTY/PTY
>> Instrumen Sekolah 2015
>> Memasang Link Di Pada Blog Wordpress
>> Menambah Header di Blog (Blogger)
>> Materi 4 BLC ( Membuat Blog Dengan Wordpress )
>> Materi 5 BLC ( CMS )
>> Tutorial CMS Balitbang
>> Materi 6 Localhost CMS Balitbang
>> Materi 8 Cloud Storage
>> Blangko Biodata Guru Agama Islam ( PAI )
>> Materi 9 Pembuatan Header Website
>> Blangko PPDB 2016 / 2017
>> Pengantar PPDB 2016 / 2017
>> Menambahkan Feed Rss Pada Halaman Website
>> Materi Tahsin Perguruan Muhammadiyah
>> Skrip .php untuk Feed RSS CMS Balitbang
>> Materi Google Form atau Formulir Online
>> Materi Desember 2016
>> Jadwal UTS Genap Ciri Khusus SD
>> Blangko Data Bantuan Sekolah 2016
>> Jadwal UAS ( SEKOLAH ) Ciri Khusus SMP/Mts, SMA/MA, SMK 2016/2017
>> Materi Penguatan Kepala Sekolah Tawang Mangu
>> Pengembangan Kurikulum ISMUBA 2017
>> Olimpiade Ahmad Dahlan 2017
>> Kalender Pendidikan Muhammadiyah Provinsi Jawa Tengah Tahun Pelajaran 2022 / 2023
>> Kisi - Kisi Akhlaq SMK Ciri Khusus 2017 / 2018
>> Form Data Bantuan dan Prestasi Sekolah 2018
>> Pelatihan SPMU
>> Kalender Pendidikan Dikdasmen PWM Jateng 2018 / 2019
>> Instrumen Data Sekolah 2019
>> Rekaman Irama Nahawand
>> Blangko RKAS 2021
>> Surat Tarik PTK Dinas / Mutasi
>> Form Input PTK GTK Cabdin
>> Syarat Pengajuan SK Yayasan
>> Landasan Hukum Muhammadiyah ( 2016 )
>> KISI US ISMUBA WILAYAH 2022
>> BLANGKO DAYA TAMPUNG PENGGEMBIRA MUKTAMAR 48 TAHUN 2022
>> BLANGKO PAKTA INTEGRITAS
>> BLANGKO RKAS 2022/2023
>> EDARAN MENCHANDISE MUKTAMAR KE - 48
>> Syarat Pengajuan NUPTK JULI - DESEMBER 2022
>> Form Isian Data 2022 / 2023
>> Logo Musyda 2023
>> Lampiran Musyda Dikdasmen 2023
>> SYARAT DAPODIK 2023
>> BADAN HUKUM MUHAMMADIYAH PART 1
>> BADAN HUKUM MUHAMMADIYAH PART 2
>> DAFTAR PCM 2022 - 2027
>> Badan Hukum Muhammadiyah 2024
>> Maklumat PP Muhammadiyah Ramadhan 1446 H / 2025 M
>> JADWAL WAKTU SHOLAT BULAN RAMADHAN 1446 H / 2025 M

Pengunjung

Flag Counter