Tampilkan postingan dengan label PHBS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PHBS. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Desember 2021

Keterangan foto : UKS SMP Muhammadiyah 8 Surakarta tampak depan.

Selama masa pandemi menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan hal yang yang sangat penting, termasuk di lingkungan sekolah. Usaha Kesehatan Sekolah atau yang biasa disingkat UKS menjadi merupakan wahana untuk meningkatkan kemampuan pola hidup sehat dengan cara membentuk perilaku hidup sehat, yang pada gilirannya menghasilkan derajat kesehatan individu dan sosial yang optimal. UKS menjadi salah satu motor penggerak penerapan PHBS di sekolah. Pastinya, UKS/M terlibat sebagai tim pelaksana satgas Covid-19.

UKS SMP Muhammadiyah 8 Surakarta juga menjadi garda terdepan cegah penyebaran Covid-19 di sekolah. Peran UKS selama Pembelajaran Tatap Muka (PTMT) juga mengawal penerapan protokol kesehatan di lingkungan sekolah. Kegiatan UKS lebih dioptimalkan dengan membenahi fasilitas dan prasarana UKS.

Kepala UKS SMP Muhammadiyah 8 Surakarta, Sri Rahayu, S.Pd. mengungkapkan pentingnya UKS untuk meningkatkan PHBS warga sekolah. Dia berharap dapat memberi motivasi kepada warga sekolah untuk meningkatkan pola hidup bersih dan sehat selama pandemi. Maka dari itu, guna menunjang proses pembelajaran tatap muka selama pandemi serta tetap menjaga kualitas pendidikan bagi peserta didik, setiap UKS di sekolah diimbau mengaplikasikan program UKS lebih optimal.

Keterangan foto : Berbagai jenis obat-obatan dan buku kesehatan di UKS

“Terkait kegiatan UKS SMP Muhammadiyah 8 Surakarta selama pandemic, meskipun pandemi Alhamdulillah UKS tetap berfungsi antara lain ada beberapa anak yang berkunjungke UKS. Yang pertama karena sakit dan tidak bisa mengikuti pembelajaran, menimbang berat badan, membaca buku-buku tentang kesehatan. Selain anak-anak juga guru maupun tenaga pendidikan juga memanfaatkan UKS” tambahnya. (16/12/2021).

Adanya kerja sama dan peran yang selaras antara UKS dengan warga sekolah, diharapkan mampu mencegah adanya kluster covid-19 di lingkungan sekolah. Terjaganya kebersihan dan kesehatan dengan menjalankan prokes akan membuat proses pembelajaran selama PTMT akan semkin terjaga


Rabu, 28 Juli 2021

SOLO – Ada 18 butir nilai-nilai pendidikan karakter yang dicanangkan Kementerian Pendidikan Nasional yaitu, Religius, Jujur, Toleransi, Disiplin, Kerja Keras, Kreatif, Mandiri, Demokratis, Rasa Ingin Tahu, Semangat Kebangsaan, Cinta tanah air, Menghargai prestasi, Bersahabat/ komunikatif, Cinta Damai, Gemar membaca, Peduli ling- kungan, Peduli sosial, Tanggung jawab.

Namun, faktanya di dalam dunia pedidikan masih banyak penyimpangan remaja yang sering diabaikan padahal merusak karakter generasi anak bangsa. Sebagai sekolah penggerak SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta memberikan solutif hadirkan Buku Moitoring Amal Yaumiyah (BMAY) ‘Hadirkan Sehari Bersama Rasul’.

Untuk mensukseskan program ini, Waka Al Islam dan Kemuhammadiyahan tidak berjalan sendiri. Tapi dibantu oleh wali kelas masing-masing serta mengoptimalkan pelibatan orang tua.

“Alhamdulillah, sampai saat ini kami belum menemukan kendala yang berarti, justru kamilah yang dituntut untuk menemukan teknik-teknik kreatif agar BMAY ini bisa efektif, sehari bersama Rasul dalam tanda kutip,” jelas Jatmiko Waka Humas Sekolah Penggerak.  

24 Jam aktivitas peserta didik berfastabiqul khairat – berlomba dalam kebaikan-, adalah langkah strategis untuk pengamalan dan penyebarluaskan al Qur’an di Masyarakat, terutama warga sekolah.

Buku ini memuat kegiatan harian, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), monitoring shalat, monitoring hafalan, baca al Qur’an, 25 kumpulan hadits pilihan, catatan Ramadhan yang muaranya menjadi generasi profil pelajar pancasila.

“Sekolah Muhammadiyah didesain dan diorientasikan Rintisan Sekolah Berbasis Dunia Akhirat, implikasinya kualitas lulusannya berkepribadian unggul, baik sisi keagamaan, keilmuan, ketrampilan, berkarya seni budaya dan berdaya saing lokal, asional dan internasional,” beber Jatmiko, Peraih Kontributor terbaik 1.

Kepala Sekolah, Hj Sri Sayekti MPd menyampaikan ucapan syukur dan terima kasih kepada Waka AIK Ahmad Syaifuddin MPd yang telah menemukan cara baru untuk pembentukan peguatan karakter siswa di era disrupsi dan di tengah pandemi Covid-19.

“Ini hal yang baru dan harus kami pertahankan. Kami akan sepenuhnya mendukung ini, Semangat  bapak/Ibu jaga terus Integritas.  Sekolah lain boleh amati, tiru, modifikasi (ATM) tapi SD Muh 1 tetap pelopor, dan Pendidikan karakter sudah melekat, ditambah predikat lain sebagai Sekolah Rujukan Nasional maupun Sekolah model berbasis TIK dan Budaya,” tegas Hj Sri Sayekti MPd

Kontributor, Humas Jatmiko.

Rabu, 15 Juli 2020

SOLO – SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara daring (dalam jaringan) atau online imbas Covid-19, Rabu (15/7/2020)

Diikuti 109 siswa baru dihelat selama tiga hari dengan beragam materi, mulai Senin (13 Juli 2020) hingga 15 Juli 2020.

Dalam MPLS, SD Muhammadiyah 1 Ketelan juga mentasbihkan diri sebagai sekolah rujukan, sekolah pendidikan karakter, berbasis TIK dan Budaya.
Tim kelas 1 SW Winarsi SAg SPd, Dra Novi Saptina, Ria Susanti SPi SPd  Yuliarto Wiku Prabowo SE, Eny Khusnul Khotimah SPd, Pinggir S.Pd, Siti Zakiyah Rakhmawati SPd, dan Ridho Padri P SPd.

“Selamat datang anak-anakku,  sekolah rujukan, sekolah pendidikan karakter, berbasis TIK dan Budaya, sekolah kita saat ini berusia 85 tahun sudah banyak prestasi baik akademik maupun non akademik, berbanggalah. Seharusnya saat ini kita dapat bersua, karena wabah kita bertemu secara online. Mudah-mudahan tidak mengurangi hikmah dan esensi dari kegiatan MPLS. Selanjutnya akan diperkenalkan sekolah kita baik sarpras, kegatan ekstrakurikuler, kegiatan pembelajaran, dan saat ini pembelajaran masih dilakukan dalam jaringan atau daring pembelajaran jarak jauh serta harus tetap semangat,” jelas Kepala Sekolah Hj Sri Sayekti saat memberikan opening kanal Youtube Radio Solo Belajar. 
Pembelajaran tatap muka dilaksanakan sesuai dengan izin pemerintah.  Pembalajaran tatap muka dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Jangan khawatir sekolah akan memberiakn panduan. Ingat, terus bangun PHBS perilaku hidup bersih sehat di manapun berada,”tuturnya.

Menurut Sayekti, hal yang paling penting prinsip kebijakan pendidikan di masa pandemi Covid-19 adalah kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat merupakan prioritas utama dan wajib dalam menetapkan kebijakan pembelajaran.
“Ayo selalu pakai masker ketika keluar rumah, rajin cuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir, jaga jarak dengan orang lain minimal 1,5 meter dan hindari kerumunan, jangan keluar rumah jika tidak ada keperluan yang sangat mendesak, semoga Allah Swt., memberikan kemudahan kelancaran menyelesaikan studi, dengan baik,”paparnya.

Di akhir sambutannya, Sayekti  berharap dengan adanya materi pengantar kepala sekolah, perkenalan guru kelas 1, pengenalan lingkungan sekolah, penyampaian informasi ekstrakurikuler dan tata tertib sekolah semoga peserta didik baru untuk menyadari tantangan masa depan yang membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dalam prestasi dilandasi akhlakul karimah bersih sehat hijau dan lestari.
Humas, Jatmiko.

Sabtu, 02 Mei 2020

SOLO – Mengusung tema Belajar dari COVID-19, Sekolah Rujukan Nasional SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta merayakan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2020 dengan cara kreatif, menjaga dan membangkitkan semangat.

Kepala Sekolah Hj Sri Sayekti MPd melalui Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, Jatmiko mengatakan aktivitas atau kegiatan alternatif untuk memperingati dan memeriahkan, kita libatkan partisipasi publik khususnya warga sekolah terutama peserta didik sebanyak 791.
"Kita mengikuti pedoman peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2020 Bapak Menteri Pendidikan Nadiem Anwar Makarim, melakukan pembatasan sosial dan jaga jarak memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Selamat Hari Pendidikan Nasional. Ilmu tanpa amal adalah omong kosong, amal tanpa ilmu adalah kesesatan. Jadikan setiap tempat sebagai sekolah dan jadikan setiap orang sebagai guru," ujar Jatmiko.

Dari Kemendikbud mengajak seluruh insan pendidikan menyaksikan program peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2020,  'Belajar dari Covid-19' di TVRI pada  Sabtu, 2 Mei 2020 pukul 19.00 WIB.
Pedoman Penyelenggaraan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2020 disusun dengan memperhatikan Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Coronavirus Disease 2019 dan Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Nonalam Penyebaran Coronavirus Disease 2019 sebagai Bencana Nasional.

Mengingatkan tanggal 1 Mei 2020 Hari Buruh Sedunia tidak ada tugas untuk anak-anak. Tanggal 2 Mei 2020 bersamaan peringatan Hardiknas bapak ibu wali kelas memberikan kegiatan dan kesiswaan sudah menyiapkan pedomannya.

“Siswa kelas 1-2 membuat kata-kata mutiara, kelas 3-4 membuat puisi dan kelas 5-6 membuat poster serta semua temanya tentang pendidikan, juga anak-anak menyanyi Mars Wajib Belajar, Guruku Tersayang bersama sekolah dan wali murid mempublikasikan baik media cetak, elektronik serta medsos,” jelasnya.
Farid Athaillah Hafidz Ibni salah satu siswa dengan wali kelas Dwi Suparwanto SPd mengaku sangat senang belajar dan beribadah di rumah bersamaan bulan tarbiyah (pendidikan), bulan latihan, bulan Alquran, bulan maghfirah, bulan penuh berkah.

“Malahan adanya Covid-19, membuat keadaan untuk bekerja dan beribadah di rumah menjadikan waktu kita lebih banyak di rumah sekolah dari rumah, bisa di isi dengan mengaji atau menambah hafalan surat, dan giat PHBS seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta menjaga jarak,” kata siswa kelas dua B ini.

Berbeda Daffa Rajendra Naufal kelas 5 D mengucapkan melalui poster. “Selamat Hari Pendidikan, Generasi Berpendidikan merupakan Generasi Hebat,”Ucap Rajendra Siswa Berprestasi bidang Matematika.

Humas, Jatmiko.

Kamis, 30 April 2020

Ramadan telah tiba, bisa jadi hampir setiap umat Islam di dunia merasakan hal yang sama, suasana Ramadan tahun ini 1441 H, sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Khusyuk dan hening, mungkin menjadi kata yang tepat, menggambarkan momen Ramadan di tengah pandemi virus Corona yang belum berujung jua.

Ada kerinduan, kesedihan, kesakitan, serta sabarnya menyendiri yang mewarnai Ramadan tahun ini di tengah pandemi COVID-19.

Puasa dinyatakan oleh Allah SWT dalam Qur’an Surat al-Baqarah Ayat 183.
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa."

Berarti disetiap bulan puasa kita disuruh ngapain? Ya, disuruh sedekah sekuat-kuatnya agar orang miskin yang tidak makan atau anak-anak yatim yang lapar, segera kita bebaskan dari kelaparan.

Makanya kita disuruh kelaparan, bukan berarti kita ikut lapar disebelahnya anak yatim yang kelaparan, itu namanya lomba “Diet”, Maaf.

Tapi kenyataannya, disetiap bulan Ramadhan kita malah boros tidak? Terus borosnya untuk siapa? Untuk anak yatim, apa anak sendiri? Kan sebelas bulan sudah untuk anak sendiri? Subhana Allah.

Dalam konteks keumatan dan kebangsaan di Indonesia saat ini, penting untuk memaknai imsak secara holistik.

“Kesakkralan Ramadhan tidak akan berkurang, beribadah di rumah. Kita mengikuti aturan dan protokol medis untuk selalu menjaga PHBS, ibadah Ramadhan juga tidak cuma sebatas tarawih, tadarus, dan silaturahmi. Bisa juga ibadah untuk membanntu sesama, membagikan sembako dan membantu tenaga medis terbiasa memakai masker”.

Mengapa tujuannya takwa? Karena yang paling mulia disisi Allah adalah yang paling bertakwa.

“Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku bagi orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami.” Qs. Al A’raf: 156

Syarat takwa, “(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan,” Qs. Ali ‘Imran: 134

Sebaik-baik bekal adalah takwa. “Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat! Qs. Al Baqarah: 197

Dapat dipahami bersama bahwa substansi dasar puasa adalah “menahan”. Kata menahan, yang dalam bahasa agamanya disebut al-imsaak, inilah yang menjadi esensi dari puasa.

Dalam Alquran, misalnya, menahan diri dari berbicara juga diistilahkan shoum. Seperti yang disebutkan dalam Alquran pada kisah Maryam binti Imran yang dilarang bicara setelah melahirkan (Nabi Isa AS).

“Inni nadzartu lirRahmani shouma.” (Sesungguhnya Aku telah berjanji atau nadzar kepada Allah untuk menahan diri/shaoum.) Makna "menahan diri" di sini adalah menahan diri dari berbicara.

Di antara hikmah pandemic di bulan suci, supaya kita merasakan  suasana Ramadhan pada zaman Nabi Saw., ketika segala kegiatan berpusat di rumah, termasuk solat tarawih, juga di laksanakan di rumah masing masing.

Rasulullah SAW memang pernah dua atau tiga kali tarawih di masjid, tetapi kemudian kembali solat tarawih di rumah sampai beliau wafat.

Di awali dari iman, kemudian dilanjutkan dengan berpuasa dan ditutup dengan taqwa.

“Orang bisa berpuasa tidak mungkin dalam arti sesungguhnya, kalau tidak memiliki iman. Dan tidak mungkin orang bisa bertaqwa dalam arti yang sebaik-baiknya, tanpa orang itu mampu menangkap dan menghayati akan esensi puasa,” ujar Jatmiko Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas.

“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.” Qs. Al Hujurat: 13

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan furqan (kemampuan membedakan antara yang hak dan batil) kepadamu dan menghapus segala kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Allah memiliki karunia yang besar.” Qs. Al Anfal: 29

“Sungguh, orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan,” Qs. An Naba’: 31

“(yaitu) surga-surga ‘Adn yang mereka masuki, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam (surga) itu mereka mendapat segala apa yang diinginkan. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang yang bertakwa,” Qs. An Nahl: 31

Yang pasti percaya bahwa Allah SWT telah menjamin mulia, dampuni dosanya, mendapat kemenangan dan menyiapkan hari yang lebih baik, yaitu di akhirat. Tempat dan kenikmatan yang lebih baik dari pada dunia, yakni surga.

Oleh: Dwi Jatmiko, S.Pd.I
Wakil Kepala Sekolah bidang Humas
SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta

Minggu, 15 Maret 2020

SOLO – Tangkal virus corona Sekolah Sehat SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta menerbitkan surat edaran untuk warga sekolah.

Menindaklanjuti Surat Edaran dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Surakarta, Nomor : 3 Tahun 2020 tentang pencegahan Corona Virus Disease (COVID-19) pada Satuan Pendidikan.

Surat Edaran dari Walikota, Nomor : 443.26/581 Tahun 2020, tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Corona Virus Disease (COVID-19).

“8 Imbauan kami tekankan, pertama tanggal 16 – 28 Maret 2020, Siswa Kelas I – VI Belajar di rumah secara on line statusnya tetap belajar di rumah bukan libur, untuk tendik tetap masuk, dan menunggu instruksi selanjutnya,” ujar Kepala Sekolah Hj Sri Sayekti MPd, Sabtu (14/3/2020).

Menurut Sayekti Pelaksanaan Penilaian Akhir Tahun (PAT) Kelas VI ditunda (PAT akan dijadwalkan ulang), Kegiatan Pembelajaran selama 14 hari akan disampaikan melalui Group WA Wali Siswa masing-masing kelas (dalam bentuk tugas).

Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berikutnya menunggu informasi dari Dinas Pendidikan, Menghimbau untuk sementara waktu tidak traveling atau bepergian ke daerah endemik COVID-19 dan ke luar negeri.

Bagi Siswa dan Orang Tua Siswa yang pulang dari perjalanan Luar Negeri atau daerah endemik supaya memberitahukan kepada pihak sekolah atau Wali Kelas.
Sekolah melakukan upaya pencegahan dan penanganan COVID-19, sebagai berikut : Mengoptimalkan peran UKS dengan pelayanan kesehatan setempat (Puskesmas Setabelan) dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19.

Menyediakan sarana untuk Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dan alat pembersih sekali pakai (tissue) di tempat strategis di sekolah.

Semua warga sekolah menggunakan sarana CPTS (minimal 20 detik) dan melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Sekolah melakukan sterilisasi lingkungan sekolah dengan pembersihan ruangan, lingkungan sekolah secara rutin, khususnya handel pintu, saklar lampu, komputer, papan tik (keyboard) dan fasilitas lain yang sering dipegang oleh tangan secara menyeluruh,” paparnya.

Bagi siswa yang sedang sakit, istirahat di rumah sampai sembuh. Meningkatkan kegiatan ibadah dan daya tahan tubuh dengan makan minum yang bergizi dan istirahat yang cukup.

“Anak-anak sudah biasa menggunakan e-Learning, Sekolah kami berbasis TIK, temanya apa dikirim setiap hari melalui WAG, mudah-mudahan cukup efektif. Kesediaan Hand Sanitizer tiap kelas telah ada sejak dahulu karena sekolah sehat, justru sekarang yang kita maksimalkan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir,” ungkapnya. 
Lebih jauh dijelaskan oleh Sayekti, mari kita berserah diri sebagai orang yang beriman. Pastilah semua kejadian atas kehendak Allah Swt., penyakit yang memberikan Allah maka Allah pula yang akan menyembuhkannya.

 “Mari kita semakin meningkatkan kewaspadaan dengan selalu menjaga PHBS,,”sebutnya.

Sementara itu, pegiat tahsin al Qur’an Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta berpendapat berhati-hatilah jika kita termasuk ke dalam golongan yang Allah berikan kesempatan untuk merasakan hidup mewah di sebuah negeri.

“Karena jika kita melakukan kedurhakaan pada Allah, maka hal tersebut bisa menjadi alasan bagi Allah untuk menghancurkan negeri tersebut sehancur-hancurnya,”ungkap Jatmiko yang juga Wakil Kepala Sekolah bidang Humas.

 “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya,” (QS. Al Isra’ : 16)

Humas, Jatmiko.
SOLO,- Tim dokter kecil SD Muhammadiyah 8 Solo kembali menorehkan prestasi membanggakan. Catatan positif sekaligus mengesankan tersebut datang dari tiga siswanya, dalam ajang "Pelatihan dan Lomba Dokter Kecil" untuk tingkat SD/ MI Tahun 2020.
Betapa tidak,  sebanyak 120 siswa perwakilan  dari 15 SD Negeri/Swasta Wilayah Binaan UPT Puskesmas Pucangsawit Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, ketiga siswa SD Muhammadiyah 8 Solo mampu merebut juara  1,2 dan 3 yakni Kirana, Jihan dan Ilham.
Kegiatan yang dibuka oleh Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Kota Surakarta Drs.Maryanto, MM tersebut dilaksanakan di aula SDN 81 Jagalan, pada hari Rabu-Kamis, 11-12 Maret 2020.
Dalam sambutannya Maryanto mengajak kepada seluruh peserta dokter kecil untuk mengampanyekan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan. “Ilmu yang didapat dalam kegiatan ini nanti hendaknya ditularkan kepada teman-teman di lingkungan sekolah dan juga di rumah,” ajak pengawas gugus V Korwil 2 Kecamatan Jebres tersebut.
Materi yang diperoleh peserta dalam Kegiatan Pelatihan & Lomba Dokter kecil antara lain, pengetahuan tentang UKS, P3K, NAPZA dan Bahaya Merokok, Kesehatan Gigi dan Mulut, Gizi Anak Sekolah dan Kesehatan Reproduksi, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Penyakit Menular dan Tidak Menular,Alat Indera Manusia, serta Imunisasi.
Selain materi teori yang disampaikan oleh tim puskesmas Pucangsawit dan guru UKS,
PMI Kota Surakarta turut memberikan berbagai materi praktik tentang P3K kepada para peserta pelatihan seperti pembalutan luka, luka lecet, serta pengangkatan korban pingsan.
Usai pelatihan seluruh peserta dokter kecil mengikuti tahapan lomba, yakni babak penyisihan dengan tes tulis dan babak final dengan pemeriksaan kesehatan, pembuatan artikel tentang kesehatan serta pemaparannya.

Agus Nurhidayat, Guru UKS SD Muhammadiyah 8 Jagalan bersyukur dan mengatakan bahwa prestasi anak didiknya merupakan hasil dari ketekunan dan semangat belajar yang tinggi.

"Anak-anak berhasil berkat usaha mereka, kami hanya memfasilitasi, serta tidak lepas dari dukungan  kerjasama seluruh pihak, yakni sekolah maupun orangtua siswa", jelasnya.

Namun begitu guru uks yang juga gemar olahraga tersebut lantas tidak cepat puas, pasalnya usai mengantarkan siswanya berprestasi di tingkat kecamatan, pekan depan sudah akan berlanjut ke tingkat kota.


_______
Humas SD Muhammadiyah 8 Jagalan Ska
Andri Nugroho
SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta meminta murid-muridnya belajar di rumah menggunakan sistem online selama dua minggu sejak Senin, 16 Maret hingga Sabtu, 28 Maret. Hal itu upaya pihak sekolah menanggapi kasus penyebaran virus corona Covid-19 di Indonesia.

Hal ini juga merespon arahan dari Wali Kota Surakarta, surat edaran dari Dinas Pendidikan nomor 443.26/489 tahun 2020 tentang kesiapsiagaan dan pencegahan corona virus corona. Selain itu, mengikuti edaran tentang KLB dari Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta. Selama masa pembelajaran online di rumah, sekolah tidak ditutup karena guru dan staf melanjutkan pekerjaan seperti biasa.

“Pihak sekolah juga sudah berkoordinasi kepada beberapa pihak yang terkait dengan kegiatan luar sekolah seperti wisuda tahfiz, outing class, dan sarasehan sukses UN. Semua kegiatan luar sekolah dapat dilakukan penjadwalan ulang dan disesuaikan dengan perkembangan keadaan,” jelas Aryanto, Humas sekolah pada Sabtu (14/3).

Aryanto menambahkan sistem belajar online memungkinkan para siswa bisa mengikuti proses belajar mengajar di rumah masing-masing. Guru-guru dapat memanfaatkan perangkat-perangkat seperti goggle classroom, aplikasi office 365, dan media sosial untuk memberikan materi kepada siswa. Melalui perangkat ini, guru-guru dapat memberikan materi pelajaran dan siswa dapat mengumpulkan pekerjaan rumahnya. Sebagai pendukung pembelajaran, para siswa juga bisa mengakses e-book yang tersedia wesite sekolah, http://smp.muhpksolo.sch.id/literasi-siswa/.

“Era disruptif sekarang ini yang serba canggih memberikan banyak kemungkinan untuk proses belajar mengajar jarak jauh dengan sistem online. Sebelumnya, guru-guru sudah dilatih tentang pembelajaran digital. Apalagi, para siswa sudah terbiasa untuk mengikuti pembelajaran dan penilaian secara online seperti pelaksanaan Penilaian Tengah Semester (PTS) yang berbasis CBT,” paparnya.

Tak lupa, pihak sekolah juga mengingatkan dan mendorong seluruh civitas akademika SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat untuk mempraktikan dan membudayakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), sesuai dengan pedoman yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan. Selain itu, pihak sekolah juga sudah menyediakan cairan antiseptic hand sanitizer di beberapa titik sekolah.

Aryanto
Humas SMP Muh PK Solo
081586061554

Kamis, 05 Maret 2020

SOLO – Pasca diumumkannya penyebaran virus corona telah sampai ke Indonesia oleh Presiden Joko Widodo Senin 2 Maret 2020, memunculkan beragam reaksi dari masyarakat Indonesia.

Bahkan erupsi Gunung Merapi pagi ini membuat sejumlah wilayah diguyur hujan abu. Tak terkecuali Lapangan Sekolah Sehat SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta.

dr. Suci Suci Wuryanti dari Puskesmas Stabelan mengatakan, kebetulan kami dengan tim dalam rangka pembinaan Lomba Sekolah Sehat (LSS) Nasional sekolah sekaligus meninjau sekolah dari segala aspek penilaian dari tim pusat di mana, kami berusaha dengan sekolah berkoordinasi untuk bisa memenuhi seluruh indikator itu.
“Insya Allah SD Muh. 1 bisa menjadi juara 1 tingkat nasional sekolah sehat dan itu menjadi harapan provinsi Jawa Tengah semoga tercapai, dan  kami akan membantu sekuat tenaga maksimal dan optimal,” ucapnya kepada Wartawan, Selasa (3/3/2020).

Suci Suci Wuryanti menambahkan kami menginisiasi program sosialisasi Penyuluhan Hidup Bersih dan Sehat, ada langkah-langkah cara hadapi virus corona dan dampak hujan abu gunung merapi.

Untuk debu bisa kerja sama dengan cleaning servis, dan pencegahannya anak-anak supaya pakai masker dan banyak minum air putih.

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) diantaranya makan dengan gizi seimbang, rajin olahraga dan istirahat cukup, cuci tangan pakai sabun, jaga kebersihan lingkungan, tidak merokok, minum air mineral 8 gelar per hari, makan makanan yang dimasak, dan jangan lupa berdo’a.
“al Hamdulillah di Surakarta untuk Corona sampai saat ini belum terdeteksi, yang penting karena penyebabnya virus kita semua harus meningkatkan daya tahan tubuh dengan germas, bila batuk, pilek, dan sesak nafas segera ke fasilitas kesehatan,” katanya.

Senada Karlina Kartika Sari, S KM penyuluh kesehatan masyarakat Dinas Kesehatan Kota Surakarta menghimbau warga sekolah dan umumnya masyarakat luas untuk membiasakan pola hidup sehat.

Menurutnya, membiasakan hidup sehat dampaknya bukan untuk orang lain, tetapi untuk diri sendiri, dan cara meraih kesehatan, tergantung dari pola hidup sehari hari yang dijalankan.
“Kalau ingin sehat, harus dimulai sejak dini dengan melakukan pola hidup sehat antara lain selektif dalam memilih makanan, dan rajin berolahraga. Sehat diimulai dari saya!, katanya ketika dihubungi melalui WA.

Sementara itu, Kepala Sekolah Hj. Sri Sayekti melalui Wakil kepala sekolah bidang Humas, Jatmiko menyambut baik pembinaan hari ini dari tim Puskesmas Stabelan yang menterjunkan di lapangan sebanyak 8 personil.

“Terima kasih atas pembinaan hari ini, Islam melarang memakan daging hewan buas yang bertaring, darah, dan hewan-hewan yang disebutkan di Alquran, dan umatnya agar senantiasa menjalankan salat lima waktu dan menjaga wudu serta mengurangi intensitas sentuhan,”pungkasnya.

Humas, Jatmiko.

Kamis, 20 Februari 2020


SOLO - Bersamaan Peringatan Hari Jadi Ke-275 Kota Solo. SD Muhammadiyah 1 Ketelan luncurkan enam belas polisi cilik, empat penyiar radio streaming Solo Belajar sebagai sarana belajar merdeka guru penggerak Indonesia maju dan mendukung sekolah sehat, Senin (17/2/2020).

Kepala Sekolah Hj. Sri Sayekti mengatakan upaya menguatkan karakter sehat dan unggul untuk menjadi contoh dirinya sendiri maupun lingkungan tempat mereka berada. 
Sekolah aman dan ramah anak harus di kawal dan dijauhkan dari kekerasan berupa kekerasan fisik, psikis sampai kekerasan lainnya, maka siswa harus disiplin bawa E-Money  untuk presensi, kantin sehat yang tidak mengandung pemanis, penyedap, dan pengawet.

Dan berupaya menciptakan lingkungan sekolah aman secara fisik, asri dan hijau, mempunyai jalur evakuasi bencana, bebas asap rokok dan narkoba.
“Pentingnya edukasi kesehatan sejak usia dini bisa diawali dari pembentukan 16 polisi cilik (Pocil) dan 4 penyiar Humaira, Azalea, Dian Kiara dan Deandra Nafisa kelas 4B, ” ujarnya.

Karena itu tumbuhkan terus di dalam hatimu sifat menyayangi, mengasihi kepada semua makhluk ciptaan Allah bisa manusia, binatang dan tumbuhan.

Mengapa demikian karena kita tidak ingin dunia yang kita tempati cepat rusak, rusak karena perilakumu, tingkah lakumu, sehingga lingkungan kita menjadi rusak. 
Menurut Sayekti, karena anak-anak di sekolah setiap waktu harus menyayangi  dan mengasihi teman-teman.

“Tidak boleh melakukan tindakan-tindakan  hal yang bisa merugikan dirimu dan orang lain, bercanda boleh tetapi harus ada batasnya, tidak boleh menyinggung perasaan orang lain, kata-kata kasar yang tidak sesuai aturan agama,” ujarnya saat menyampaikan pembinaan di depan 792 siswa.

Tidak ada lagi anak-anak yang kurang beretika baik, kata Sayekti, tidak boleh main tangan, memukul, menendang, mencubit, mengolok-olok teman dan menarik karena bisa berbahaya.
 “Anak-anak boleh menendang ketika Eksrakurikuler Tapak Suci, setiap yang melanggar peraturan pasti kena sanksi,” jelasnya.

Koordinator Kelas M. Eksanto sangat bersyukur akhirnya terwujud Polisi Cilik yang anggotanya dari perwakilan siswa kelas 4 dan 5.

“Ini memang sudah menjadi program sekolah sehat untuk mengawal Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi siswa,” ujarnya bersemangat usai apel.
Hal ini, kata Eksan, untuk mengukur tingkat ketercapaian indikator-indikator sekolah sehat di setiap jenjang kelas untuk membantu mensuksekan kegiatan PHBS di sekolah.

“Tugas utamanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, menindak pelaku pelanggaran kebersihan, mengawasi dan mengkondisikan anak-anak dalam hal kebersihan,” jelasnya.

Setelah Apel selesai, acara dilanjutkan pengumuman kejuaran yang berhasil di raih Khenzuero Satria Aji kelas dua sebagai juara 3 Kyorugi Kategori A Putra Palagan Open Taekwondo Championship II  Provinsi Jawa Tengah, 8-9 Ferbruari 2020 dan Rajwa Aisyah Mau’ida Izzati kelas tiga mendapat juara 1 Festival Adat Nusantara tingkat karesidenan Surakarta di Palur Plasa Kabupaten Karanganyar, Sabtu (15/2/20).


Humas, Jatmiko.

Senin, 17 Februari 2020

SOLO - Bersamaan Peringatan Hari Jadi Ke-275 Kota Solo. SD Muhammadiyah 1 Ketelan luncurkan enam belas polisi cilik, empat penyiar radio streaming Solo Belajar sebagai sarana belajar merdeka guru penggerak Indonesia maju dan mendukung sekolah sehat, Senin (17/2/2020).

Kepala Sekolah Hj. Sri Sayekti mengatakan upaya menguatkan karakter sehat dan unggul untuk menjadi contoh dirinya sendiri maupun lingkungan tempat mereka berada.
Sekolah aman dan ramah anak harus di kawal dan dijauhkan dari kekerasan berupa kekerasan fisik, psikis sampai kekerasan lainnya, maka siswa harus disiplin bawa E-Money  untuk presensi, kantin sehat yang tidak mengandung pemanis, penyedap, dan pengawet.

Dan berupaya menciptakan lingkungan sekolah aman secara fisik, asri dan hijau, mempunyai jalur evakuasi bencana, bebas asap rokok dan narkoba.

“Pentingnya edukasi kesehatan sejak usia dini bisa diawali dari pembentukan 16 polisi cilik (Pocil) dan 4 penyiar Humaira, Azalea, Dian Kiara dan Deandra Nafisa kelas 4B, ” ujarnya.
Karena itu tumbuhkan terus di dalam hatimu sifat menyayangi, mengasihi kepada semua makhluk ciptaan Allah bisa manusia, binatang dan tumbuhan.

Mengapa demikian karena kita tidak ingin dunia yang kita tempati cepat rusak, rusak karena perilakumu, tingkah lakumu, sehingga lingkungan kita menjadi rusak.

Menurut Sayekti, karena anak-anak di sekolah setiap waktu harus menyayangi  dan mengasihi teman-teman.
“Tidak boleh melakukan tindakan-tindakan  hal yang bisa merugikan dirimu dan orang lain, bercanda boleh tetapi harus ada batasnya, tidak boleh menyinggung perasaan orang lain, kata-kata kasar yang tidak sesuai aturan agama,” ujarnya saat menyampaikan pembinaan di depan 792 siswa.

Tidak ada lagi anak-anak yang kurang beretika baik, kata Sayekti, tidak boleh main tangan, memukul, menendang, mencubit, mengolok-olok teman dan menarik karena bisa berbahaya.

 “Anak-anak boleh menendang ketika Eksrakurikuler Tapak Suci, setiap yang melanggar peraturan pasti kena sanksi,” jelasnya.
Koordinator Kelas M. Eksanto sangat bersyukur akhirnya terwujud Polisi Cilik yang anggotanya dari perwakilan siswa kelas 4 dan 5.

“Ini memang sudah menjadi program sekolah sehat untuk mengawal Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi siswa,” ujarnya bersemangat usai apel.

Hal ini, kata Eksan, untuk mengukur tingkat ketercapaian indikator-indikator sekolah sehat di setiap jenjang kelas untuk membantu mensuksekan kegiatan PHBS di sekolah. 
 
“Tugas utamanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, menindak pelaku pelanggaran kebersihan, mengawasi dan mengkondisikan anak-anak dalam hal kebersihan,” jelasnya.

Setelah Apel selesai, acara dilanjutkan pengumuman kejuaran yang berhasil di raih Khenzuero Satria Aji kelas dua sebagai juara 3 Kyorugi Kategori A Putra Palagan Open Taekwondo Championship II  Provinsi Jawa Tengah, 8-9 Ferbruari 2020 dan Rajwa Aisyah Mau’ida Izzati kelas tiga mendapat juara 1 Festival Adat Nusantara tingkat karesidenan Surakarta di Palur Plasa Kabupaten Karanganyar, Sabtu (15/2/20).


Humas, Jatmiko.

Rabu, 18 Desember 2019

SOLO -  “Kelas satu sampai enam mewakili kamu semua menerima piala kejuaraan penghargaan lomba sekolah sehat tingkat provinsi Jawa Tengah, yang menang siapa? Yang menang kamu semuanya, mengapa kita bisa menang? Karena kalian rajin salat, rajin beribadah sehingga ruhanimu, jiwamu sehat. 
Karena anak-anak sudah membangun PHBS dengan baik, misalnya rajin menggosok gigi, memotong kuku, keramas, potong rambut, tidak buang sampah sembarangan, tidak merusak tanaman, tidak mengotori dinding, tahun depan di 2020 anak-anak akan maju lagi tingkat nasional, sanggupkah anak-anakku? Sangggup,” ucap Hj. Sri Sayekti, M.Pd penuh motivasi. Kata-kata pembakar semangat tersebut disampaikan sang kepala sekolah ketika Apel penutupan kegiatan belajar mengajar (KBM) tahun ajaran 2019/2020 semester gasal, Selasa Pagi itu (17/12/2019). 
Sekolah berupaya meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya berprestasi dan menjaga kebersihan lingkungan di sekolah. Acara yang bertajuk “Sehat dimulai dari saya! Prestasiku Hebat!”. Pembiasaan untuk hidup bersih harus diberikan sejak dini kepada anak-anak kita. Tidak hanya di rumah, tapi juga di sekolah. 
Di sekolah telah dibuat rambu-rambu untuk tidak membuang sampah sembarangan dengan media gambar, sehingga mudah dipahami maksudnya oleh anak-anak. Terpantau, hadir dalam apel tersebut diikuti sebanyak 72 siswa-siswi dan 24 wali kelas 1 hingga 6 ABCD yang berhasil menjadi terbaik di kelasnya masing-masing dari 795 peserta didik. 

Di antara terbaik satu, Khansa Dira Al Defa, Nadya Kamila Luqya, Aline Neila Putri, Avika Selviana Putri, Aisyah Arrahma, Gibran Maheswara, Shofia Fatiya, Aisya Zahrani, Calista Hadya, Kania Larasati, Muh. Ghaisan, Daffa Zaidan, Zafira Rashida, Humaira Putri, Karine Deandra, Dzulfikar Hakam, Andini, Maisya, Guntur, Nirwasita, Indira al Farra, Kiarra, Carissa dan Farellino. “Al Hamdulillah, SD Muh 1 sarat prestasi dan komplit dengan sarana prasarana maupun guru berkualitas, kami harus mempersiapkan diri mulai saat ini dalam ajang sekolah sehat,” sebut Sri Sayekti.
Lanjutnya, sekolah yang menjadi pemenang akan mewakili provinsi di tingkat nasional. “Terimakasih kepada seluruh dewan guru dan seluruh warga sekolah, serta tim pelaksana UKS yang sudah mantap bergotong-royong dan berjuang bersama-bersama untuk mempersiapkan sekolah dalam rangka lomba sekolah sehat tahun ini. Sekolah pemenang tingkat provinsi akan maju di tingkat nasional, mohon do’a restunya,” terangnya.
Pembiasaan untuk hidup bersih dan sehat harus diberikan sejak dini kepada anak-anak kita. Tidak hanya di rumah, tapi juga di sekolah.  Di sekolah telah dibuat rambu-rambu untuk tidak membuang sampah sembarangan dengan media gambar, sehingga mudah dipahami maksudnya oleh anak-anak.

Humas, Jatmiko.

Ketua

Dr. Mohamad Ali, S.Ag., M.Pd
NBM. 887.570

Menu

Jadwal Sholat


jadwal-sholat

Kalender

Jam

Berita Umum

Posting Populer

Inovasi Pendidikan karakter anti korupsi SD Muhammadiyah 1 Ketelan

Informasi


Kalender Islam

Kalender Hijriyah

Unduh - Download

>> Surat Pernyataan Tidak Terjadi Konflik 2021
>> Instrumen Data Sekolah 2021
>> Form Input PTK GTK Cabdin
>> Ceklist Persyaratan PTK Baru SMA, MA,SMK
>> Ceklist Persyaratan PTK Baru SD, SMP
>> Ceklist Persyaratan PTK Baru PAUD TK
>> Rekap Form Excel Pengajuan Input PTK Baru TK, PAUD, SD, SMP
>> Materi 1 BLC
>> Materi 2 Pengenalan HTML (BLC)
>> Materi 2 Web Editor (BLC)
>> News Template
>> Pro News Template
>> Materi 3 BLC ( Membuat Email )
>> Materi 3 BLC ( Membuat Blog )
>> Blangko Pengajuan SK GTT/PTT
>> Blangko Pengajuan SK GTY/PTY
>> Instrumen Sekolah 2015
>> Memasang Link Di Pada Blog Wordpress
>> Menambah Header di Blog (Blogger)
>> Materi 4 BLC ( Membuat Blog Dengan Wordpress )
>> Materi 5 BLC ( CMS )
>> Tutorial CMS Balitbang
>> Materi 6 Localhost CMS Balitbang
>> Materi 8 Cloud Storage
>> Blangko Biodata Guru Agama Islam ( PAI )
>> Materi 9 Pembuatan Header Website
>> Blangko PPDB 2016 / 2017
>> Pengantar PPDB 2016 / 2017
>> Menambahkan Feed Rss Pada Halaman Website
>> Materi Tahsin Perguruan Muhammadiyah
>> Skrip .php untuk Feed RSS CMS Balitbang
>> Materi Google Form atau Formulir Online
>> Materi Desember 2016
>> Jadwal UTS Genap Ciri Khusus SD
>> Blangko Data Bantuan Sekolah 2016
>> Jadwal UAS ( SEKOLAH ) Ciri Khusus SMP/Mts, SMA/MA, SMK 2016/2017
>> Materi Penguatan Kepala Sekolah Tawang Mangu
>> Pengembangan Kurikulum ISMUBA 2017
>> Olimpiade Ahmad Dahlan 2017
>> Kalender Pendidikan Muhammadiyah Provinsi Jawa Tengah Tahun Pelajaran 2022 / 2023
>> Kisi - Kisi Akhlaq SMK Ciri Khusus 2017 / 2018
>> Form Data Bantuan dan Prestasi Sekolah 2018
>> Pelatihan SPMU
>> Kalender Pendidikan Dikdasmen PWM Jateng 2018 / 2019
>> Instrumen Data Sekolah 2019
>> Rekaman Irama Nahawand
>> Blangko RKAS 2021
>> Surat Tarik PTK Dinas / Mutasi
>> Form Input PTK GTK Cabdin
>> Syarat Pengajuan SK Yayasan
>> Landasan Hukum Muhammadiyah ( 2016 )
>> KISI US ISMUBA WILAYAH 2022
>> BLANGKO DAYA TAMPUNG PENGGEMBIRA MUKTAMAR 48 TAHUN 2022
>> BLANGKO PAKTA INTEGRITAS
>> BLANGKO RKAS 2022/2023
>> EDARAN MENCHANDISE MUKTAMAR KE - 48
>> Syarat Pengajuan NUPTK JULI - DESEMBER 2022
>> Form Isian Data 2022 / 2023
>> Logo Musyda 2023
>> Lampiran Musyda Dikdasmen 2023
>> SYARAT DAPODIK 2023
>> BADAN HUKUM MUHAMMADIYAH PART 1
>> BADAN HUKUM MUHAMMADIYAH PART 2
>> DAFTAR PCM 2022 - 2027
>> Badan Hukum Muhammadiyah 2024
>> Maklumat PP Muhammadiyah Ramadhan 1447 H / 2026 M
>> JADWAL WAKTU SHOLAT BULAN RAMADHAN 1446 H / 2025 M
>> Logo Milad Muhammadiyah 113
>> Kode Indeks Surat Muhammadiyah
>> Pembuatan E-KTAM dan Tata Cara Klaim

Pengunjung

Flag Counter