Portal Resmi Majelis Pendidikan Muhammadiyah Kota Surakarta
Arsip Berita
Berita Terbaru Unduhan Jadwal Sholat
Tampilkan postingan dengan label Karakter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karakter. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 April 2020

SOLO – Ini cara ratusan siswa untuk selalu mengasah jiwa “al Ma’un” dan percontohan Penguatan Pendidikan Karakter, SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta bekerja sama dengan Presiden Republik Aeng-Aeng, Mayor Haristanto, Senin (13/4/2020).

Prihatin terhadap tenaga medis yang berguguran dan pejuang tenaga medis dalam kasus covid 19 di Indonesia yang semakin masif dan di berbagai belahan dunia.

Kepala Sekolah Hj Sri Sayekti MPd melalui wakil kepala sekolah bidang Humas, Jatmiko menyampaikan, kegiatan ini sangat penting karena bisa melatih rasa peduli sejak dini dengan cara menulis surat cinta, khususnya warga sekolah terutama siswa Kelas I hingga VIABCD. 
“Sebanyak 793 siswa memberikan dukungan Nakes berupa surat cinta, sosok inspiratif Mayor Haristanto, Presiden Republik Aeng-Aeng pemilik 31 Rekor MURI. terbanyak di Indonesia! akan membukukan dan diserahkan ke Tim medis sebagai penghormatan dan penyemangat,” ucap Jatmiko.

Dengan perpanjangan masa pembelajaran di rumah ini guru dituntut agar kreatif memberikan materi agar siswa tetap bersemangat.

Jatmiko menambahkan pembelajaran di rumah oleh para guru memang dilakukan dengan berbagai cara agar anak tidak jenuh.

"Melalui surat pemberitahuan No. 538/III.4.AU/A/IV/2020 kepala sekolah telah menginformasukan tentang libur Ramadhan dan hari Raya Idul fitri, KBM di rumah diperpanjang sampai 26 April,  KBM dilaksanakan Daring, mohon orang tua aktif berkomunikasi dengan wali kelas, dan Penialain Akhir Tahun masih menunggu serta orang tua di mohon selalu memantau kegiatan ibadah, belajar, menjaga kesehatan," ujarnya.

Pemerintah menghimbau masyarakat bekerja dari rumah, belajar di rumah, bahkan beribadah di rumah. 
Di antara cara menjaga, pastikan anak tetap di rumah, ajari anak cuci tangan, jaga daya tahan tubuh anak, pantau kondisi anak, hindarkan anak dari kontak fisik dengan orang lain (jaga jarak minimal) 1 meter, bawa anak ke halaman pada pagi hari agar mendapatkan sinar matahari dan Rutin bersihkan mainan anak dengan disinfektan.

Salah satu siswa kelas 5D, Daffa Rajendra N menyampaikan ucapan terima kasih atas perjuangan tim medis di garda terdepan dalam penanggulangan wabah virus Corona.

Isi surat Daffa adalah:
Assalamualikum wr wb
Salam sehat selalu untuk semua tenaga medis Indonesia. perjuangan Anda semua dalam merawat dan mendampingi pasien Covid-19 di garis terdepan sungguh sangat mulia dan tidak terbalaskan dengan apapun juga.
Semua yang tenaga medis miliki, waktu, tenaga, pikirantidak ada yang bisa menandingi. Pengorbanan yang telah Anda lalukan dimiliki oleh orang yang telah terpilih dan teristimewa.

Semoga virus corona ini segera berakhir. Kita semua anak-anak Indonesia bisa segera masuk sekolahkemabli. Dan tentunya semua tenaga medis selalu diberikan kesehatan sampai virus corona ini berakhir, amin … .

Assalamualikum wr wb
Murid yang rindu sekolah
Daffa Rajendra N

Sementara itu, Fiersha Aulia Aqila Siswa kelas VI B mengungkapkan “Bapak ibu dan semua tim medis, kami semua akan patuh dan taat dengan semua anjuranmu untuk tetap membatasi kontak yang efektif demi memperlambat virus corona ini,” ucap Fiersha gadis kelahiran Solo, 17 Februari 2008 dan atlet Juara I Badminton Jawa Tengah.

Humas, Jatmiko.

Rabu, 17 Juli 2019

SOLO – Ada cara yang mudah untuk mengenalkan adab saat makan-minum dan shalat berjama’ah di masjid pada anak kelas dua. Seperti yang dilakukan oleh siswa SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta mengawali tahun ajaran baru 2019/2020 di sekolah setempat pada Selasa (16/7/2019).
Disampaikan Dwi Suparwanto, S.Pd salah satu Wali Kelas bahwasanya agenda ini merupakan mengenalkan karakter Islam sejak dini yang sesuai tuntunan Nabi Muhammad Saw., Islam adalah panduan hidup.
“Kegiatan ini kami buat untuk mewujudkan generasi yang unggul dan berakhlaqul karimah. Di samping itu anak-anak dikenalkan secara langsung menjadi generasi anak bangsa tahu tentang seperti mencuci tangan sebelum makan, makan dengan tangan kanan, tidak makan sampai kekenyangan dan tidak makan sambil berdiri,”ujar Dwi Suparwanto.
“Sholat adalah tiang agama, maka barangsiapa mendirikannya maka sungguh ia telah mendirikan agama (Islam) itu dan barangsiapa merobohkannya maka sungguh ia telah merobohkan agama (Islam) itu,” Hadist di samping riwayat Al Baihaqi, menekankan keutamaan menunaikan ibadah sholat.
Dengan demikian, sholat wajib hukumnya untuk dilakukan tiap umat Islam baik laki-laki maupun perempuan.
Anak-anak terlihat senang karena baru kali pertama mereka di jelaskan secara rinci adab makan dan salat berjama’ah di masjid.
“Apakah kita tetap bandel membiasakan makan minum sambil berdiri dan salat mendahului gerakan imam,?” tanya Ustaz Dwi — panggilannya — pada para siswa yang terlihat serius mendengarkan. “Tidaakkk…,”sahut mereka dengan serempak.
Kepada Jurnalis, Jatmiko — Wakil Kepala Sekolah bidang Humas mengatakan, tujuan utama diadakan kegiatan shalat Dhuha berjamaah di masjid al Wustha Mangkunegaran adalah untuk pembelajaran bagaimana adab shalat di dalam masjid.
“Al hamdulillah kaya manfaat. Dan juga pembelajaran adab shalat di masjid,” ujarnya.
Di SD Muh 1 ini, juga digelar salat jum’at di hall sekolah dan yang terbaru praktik shalat Dhuha bagi kelas empat dan lima yang sebelumnya hanya kelas enam secara berjama’ah.

Humas Jatmiko.

Senin, 17 Juni 2019

BOGOR- E – money pertama kali disiapkan untuk mengendalikan jajan anak di luar sekolah dan mengantisipasi terus bertambahnya pedagang urban, keamanan dan kenyamanan anak-anak.
Ternyata secara otomatis memaksa anak untuk mengakrabi dan memanfaatkan teknologi informasi, dan komunikasi secara positif dalam kehidupan sehari-harinya.
E – Money, elektronik money adalah kartu pengganti uang sebagai alat transaksi yang terhubung dengan perangkat komputer dan terkoneksi dengan internet. Sebagian orang membatasi literasi hanya kepada aktivitas membaca dan menulis. Tetapi sebenarnya tidak hanya terbatas aktivitas tersebut.

Literasi  bisa mencakup semua aspek kehidupan sehingga literasi dapat digolongkan menjadi beberapa jenis literasi yaitu Literasi Informasi, Literasi Statistik, Literasi Teknologi, Literasi Visual, Literasi Kritikal, Literasi Data, Literasi Digital, Literasi Finansial dan Literasi Kesehatan.
Hampir seluruh kegiatan menggunakan e – money  masuk ke dalam delapan jenis  literasi tersebut, tetapi sekolah lebih menfokuskan pencapaian anak-anak kepada kemampuan literasi Data, literasi digital, dan literasi finansial.
Hal itu dikemukakan Jatmiko, Wakil Kepala Sekolah bidang Humas SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, saat berbicara dalam Diskusi Kelompok Terpumpun Penyusunan Bahan Bimtek PPK di Sekolah Dasar tahun 2019, Kamis (13/6/2019) di Hotel Onih Bogor Jl. Paledang No. 50 -52, Kota Bogor, Jawa Barat.
“Dengan e – money anak-anak memiliki kemampuan memahami informasi yang berupa data, dalam hal ini anak mampu membaca data-data transaksi belanjanya selama satu hari bahkan sampai satu bulan. Dan mampu mengkomnukasikannya kepada petugas maupun orangtua. Walaupun secara otomatis setiap transaksi akan dilaporkan kepada orang tua lewat pesan singkat (SMS),” ujar Jatmiko.
Peserta berasal dari unsur BAN SM, Tim PPK Kemdikbud, PASKA Kemdikbud, Perguruan Tinggi, Praktisi Pendidikan, Direktorat Jenderal GTK, Direktorat Pembinaan Seklah Dasar.
E– money sebagai alat pendidikan karakter sangat tepat meskipun hanya berfungsi sebagai alat transaksi pengganti uang.
E – money mampu dikonfigurasikan dengan totalitas proses psikologis maupun sosial-kulturul yang mencakup olah hati, olah pikir, olah raga dan olah karsa. Dengan e –money anak-anak mampu mengelola spirutal emosionalnya sehingga bisa berlaku jujur, bertanggung jawab, disiplin dan sabar.
E – money juga mampu melatih intelektual anak-anak dalam hal ini Leterasi Finansial sehingga mereka mampu menyusun skala prioritas kebutuhannya. Muaranya anak-anak memiliki kemampuan mengelola fisiknya sehingga mereka mempunyai derajat kesehatan yang tinggi karena mengkonsumsi makanan sehat di kantin sekolah dan tidak jajan di luar sekolah, karena tidak membawa uang tunai. Dengan e – money anak-anak memiliki kreativitas dalam setiap kegiatan sekolah.
“e – money sebagai sarana yang dimiliki sekolah merupakan wujud nyata dari upaya sekolah mendukung pendidikan karakter secara utuh dan menyeluruh, kegiatan di sini berlangsung mulai hari rabu sampai dengan sabtu, 12-15 Juni 2019,” Ujar Pegiat Humas, Jatmiko.
Menurut Sri Sayekti, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 Ketelan, selalu ada kegiatan pendidikan karakter yang harus dikerjakan karena termuat di renstra dan di RKS.

“ada 60 macam budaya sekolah konsekuensinya berbasis pembiayaan, untuk tahun 2019 fokus di literasi, baik digital finansial, e-Learning, presensi, perpustakaan, BUM’S, pembelajaran, berkeraifan lokal meliputi seni karawaitan, pedalangan, tari dan seni rupa membatik,” katanya.
Humas Jatmiko.

Rabu, 17 Oktober 2018

Jebres, Solo- Sejumlah guru dari delapan sekolah dasar di wilayah Pasar Kliwon dan Jebres mengikuti kegiatan In Service II Pendampingan Kurikulum 2013 Dinas Pendidikan Korwil II Kecamatan Jebres Kota Surakarta, di antaranya turut serta guru olahraga, agama Islam, serta guru kelas 1 dan 4 SD Muhamadiyah 8 Jagalan. Kegiatan yang merupakan evaluasi sekaligus penutup rangkaian Pendampingan Kurikulum 2013 ini bertempat di SDN Mojosongo 3 Surakarta, Senin (15/10/2018).

Maria Sorongan selaku fasilitator dan pemateri mengajak guru untuk mengubah pola pikir dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), yakni pembelajaran hendaknya berpusat pada siswa dengan menggunakan pendekatan saintifik. Beliau juga menyampaikan pentingnya memahami karakter siswa. "Salah satu penekanan K-13 adalah tentang pendidikan karakter, jadi jangan mempelajari materi pembelajaran saja tetapi pelajari juga tingkah laku anak didik kita", tutur beliau.

Pemateri kedua, Priyono menjelaskan metode penilaian K-13. Penilaian dalam K-13 meliputi 3 unsur, yaitu nilai, predikat, serta deskripsi.

Pada akhir acara, Diah selaku ketua panitia  menyampaikan laporan bahwa rangkaian kegiatan Pendampingan Kurikulum 2013  yang dilaksanakan mulai tanggal 7 September 2018 tersebut berjalan dengan lancar. Kegiatan ditutup pukul setengah 4 sore oleh Ketua Korwil II,  Sunaryo.

Penulis : Andri Nugroho
Editor : Marina Tri Cahyani
Sumber : SD Mapan

Minggu, 14 Oktober 2018

SOLO,- Banyak strategi untuk mengasah bakat dan potensi siswa dalam menumbuhkembangkan semangat berkarya dan berwirausaha serta menyiapkan agar generasi kekinian siap menghadapi masa depan di era revolusi industri. Salah satunya penguatan literasi pasar online dan offline kepada siswa.

Seperti yang dilakukan Peserta didik kelas 2 A, B, C, dan D SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, (Jum’at, 12/10/2018). Suasana kelas mirip pasar tradisional yang berlokasi di kelas masing-masing.

Koordinator Kelas 2 Kustinah mengatakan, Anak-anak belajar dan bermain bersama dengan barang yang berupa alat tulis, mainan dan makanan (snack) serta cara menggunakan uang. Kegiatan ini merupakan pembelajaran kontekstual yakni implementasi pembelajaran tematik.

“Pada kegiatan ini anak-anak belajar sikap kerjasama dan kujujurannya dalam proses jual beli. Dengan kegiatan ini diharapkan anak mendapatkan pengalaman sebagai penjual, pembeli dan cara menggunakan uang,’’kata Kustinah disela-sela Pembelajaran.

“Seru juga ya bisa membeli boneka secara langsung,” ungkap Haris salah satu siswa diakhir pembelajaran.

”Iya, kayak pedagang di pasar,” sahut yang lain. Mereka pun lantas tertawa. Suasana sangat menyenangkan dan semua anak-anak semua tersenyum serta asyik dengan barang dan uangnya serta ceria melaksanakan kegiatan ini.

“Kegiatan ini bertujuan agar siswa lebih mudah menangkap, mengerti, dan memahami materi pelajaran yang disampaikan. Selain itu, agar siswa memahami kondisi kehidupan ekonomi di pasar,” tambahnya.

Dengan adanya kegiatan ini, Kus berharap siswa dapat lebih mengenal dan menentukan nilai pecahan uang yang setara, menukar nilai pecahan uang yang setara. Hal tersebut sesuai dengan tujuan yang ada pada tema 3 Kegiatanku sehari-hari di sekolah.

Humas Jatmiko.

Rabu, 29 Agustus 2018

Solo, Jawa Tengah,- SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta menerima 1 buku cetakan I, Oktober 2017 Penguatan Pendidikan Karakter Best Practise Rintisan PPK di 12 di Sekolah Dasar (SD) dari Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Buku tersebut dikirim salah satu tim penulis Ir. Dipo Handoko, Senin (27/8/2018) Pemberian ini karena dihalaman 79 ada profil SD Muhammdiyah 1 Surakarta, Jawa Tengah dengan judul Generasi berkarakter Melek Literasi Data, Digital dan Finansial.

Tahun 2016 lalu, sekolah ini diresmikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy sebagai Sekolah Aman dan Menyenangkan. Tahun 2014, sekolah swasta ini mencanangkan menjadi Sekolah Sehat. Sekolah mendirikan Kantin Sehat, yang dilengkapi dapur sehat, sebagai tempat mengolah makanan secara bersih dan higienis. Tahun 2017, sekolah memilih jargon Sekolah Pendidikan Karakter Berbasis TIK

Menurut wakil kepala sekolah bidang Humas, Jatmiko Rabu (29/8/2018),  Dalam setiap jargon, sekolah menyisipkan Pendidikan Karakter yang kuat. Sehingga bukan sekedar menjadikan mereka unggul dalam akademis, dan pengembanagn diri siswa, namun juga penguatan pendidikan karakter.

“Kita bersyukur masuk dalam keduabelas sebagai contoh praktik baik Pendidikan Karakter di SD. Di antaranya SDN Menteng 03 Pagi Jakarta Pusat, SDN 20 Kota Pekanbaru, SD Muh1 Ketelan, SDN Percobaan Palangkaraya, SD Widiatmika Bali, SD Kemala Bhayangkari Balikpapan, SDN 30 Kota Selatan Gorontalo, SDN 13 Baruqa Kendari, SDN 1 Taluditi, SD Inpres Fattolo Maluku, SDN 2 Cisarua purwakarta, dan SDN 015 Kresna, Kota Bandung,” aku Jatmiko.

Dikatakan, saat ini sekolah ini terbilang sekolah tua berdiri tahun 1935 dan berusia 83 tahun. Ketika bel berbunyi pada pukul 17.15 seluruh siswa masuk ke kelas masing-masing. Antara pukul 7.00-7.15 bagi para guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan berkumpul diruang guru yang berada di lantai dua, untuk mendengarkan ceramah agama dan pembacaan ayat suci al Qur’an.

Sebelum jam pertama pembelajaran dimulai. Sebelum pintungerbang ditutup. Bapak ibu guru piket sudah harus hadir melaksanakan Among Siswa, yakni kegiatan guru-guru menyambut siswa. Budaya 5 S, Senyum, Sapa, Salam, Sopan dan Santun menjadi budaya dan pembiasaan harian bagi seluruh warga sekolah setiap bertemu.
“Kita berharap semoga mendapat buku tambahan “Penguatan Pendidikan Karakter di SD” untuk menjawab kebutuhan sekaligus sebagai koleksi dan pedoman serta menggalakkan literasi baik warga sekolah maupun eksternal, karena dicetak sangat apik dan eksklusif enak dibaca seperti membaca novel,” ujarnya.

Beragam kegiatan untuk memperkuat lima nilai karakter utama mulai dari jenis kegoiatan, yang terlibat, tempat pelaksanaan, alasan dilaksanakan dan pelaksanaan baik tertulis maupun tidak tertulis tetapi terarah dan terukur secara sistematis, ada 21 jenis kegiatan Karakter Religius, 12 jenis kegiatan Karakter Nasionalis, 9 jenis kegiatan  Karakter Mandiri, 9 jenis kegiatan  Karakter Gotong Royong, dan jenis kegiatan 5 Karakter Integritas.

Humas Jatmiko.

Kamis, 19 Juli 2018

TAHUN Pelajaran 2018/2019 tengah dimulai. Siswa baru SD Muhammadiyah 8 Jagalan Surakarta tidak langsung dibekali kegiatan belajar mengajar.
Namun peserta didik diajak untuk mengenal lingkungan sekolah barunya.
Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 8 Jagalan Surakarta, Parimin Tedjo Pramono S.Pd., M.Pd. menyampaikan biasanya pada ajaran baru ada kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS).
Namun, hal itu diganti menjadi MPLS yakni Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah sesuai dengan peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 18 Tahun 2016.
Kegiatan MPLS SD Muhammadiyah 8 Jagalan diadakan selama tiga hari, dimulai Selasa, (17/07/18) hingga hari ini Kamis,(19/07/18).
Seluruh siswa baru disekolah sebanyak 92 siswa didampingi oleh beberapa guru terdiri dari guru kelas satu dan guru bidang studi melaksanakan kegiatan MPLS. Dalam hal ini anak-anak diberikan materi-materi seperti pengembangan karakter dan budi pekerti, materi tentang lingkungan Sekolah, materi kesehatan dan kebersihan serta kegiatan sosial.
Hal ini sangat positif, menurut Andri selaku ketua panitia MPLS. Banyak manfaat yang dirasakan dalam kegiatan ini, harapannya kedepan tidak ada lagi siswa yang masih minta ditunggui orang tuanya ketika belajar seperti tahun lalu, tidak ada siswa yang takut kepada guru dan kakak kelasnya.
Guru juga menyampaikan materi pengenalan sekolah dan tata tertib sekolah, jadi siswa tau mana saja yang nanti boleh dibawa ke sekolah dan hal apa saja yang tidak boleh dibawa. Begitu juga siswa tau apa saja yang boleh dilakukan selama disekolah dan sebaliknya yang tidak boleh. Ada juga materi-materi yang ditanamkan kepada para siswa baru sebagai penguatan karakter," katanya.
Kilas kegiatan MPLS hari pertama, kegiatan berlangsung dimasjid Baiturahman. Siswa berkenalan dengan Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 8 Jagalan Surakarta (SD MAPAN) dan seluruh guru kelas satu dan bidang studi. Selanjutnya siswa ditontonkan video profil SD MAPAN. Kemudian pembekalan mengenai materi Ibadah dari Waka (Wakil Kepala) Al Islam Kemuhammadiyahan.
Hari kedua, kegiatan pengenalan lingkungan sekolah. Siswa dibentuk kelompok dan didampingi satu guru untuk berkeliling keseluruh ruang yang ada di gedung 1 maupun gedung 2 SD MAPAN. Dalam hal ini siswa juga diajarkan menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan budaya 5S yaitu Senyum Salam Sapa Sopan dan Santun kepada Bapak/Ibu guru dan karyawan SD MAPAN.
Hari ketiga, siswa diajak berolahraga selain menyehatkan kegiatan ini juga untuk menumbuh kembangkan keberanian dibuktikan dengan siswa yang berani maju didepan untuk ikut memimpin teman-temannya senam. Selanjutnya adalah kegiatan mewarnai gambar, kemudian kegiatan tanya jawab guru dengan siswa, lalu di akhir kegiatan siswa juga diajarkan untuk belajar berbagi dengan membagikan beras yang dikumpulkannya untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya yakni tukang becak, tukang parkir dan tukang bangunan yang ada di lingkungan sekitar SD Muhammadiyah 8 Jagalan Surakarta. 

Redaksi : Andri Nugroho ( SD Muh. 8 Surakarta )

Dokumentasi : Andri Nugroho ( SD Muh. 8 Surakarta )

Selasa, 13 Maret 2018

Solo, Jawa Tengah, - Ratusan Siswa Sekolah Pendidikan Karakter Berbasis TIK SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta mengikuti Upacara Bendera hari Senin tampak berbeda dengan upacara biasanya, karena petugas upacaranya berasal dari Tim Paskibra SMA Muhammadiyah 1 Surakarta.

Upacara memiliki manfaat yang sangat baik bagi upaya penumbuhan budi pekerti dan karakter bangsa, terutama nilai-nilai kebangsaan dan kebhinekaan. Value yang terkandung di dalam setiap urutan tata upacara bendera di antaranya ialah nilai kedisiplinan, kepemimpinan, kerja sama dan kekompakan, kekuatan fisik dan mental, patriotisme dan lain sebagainya, Senin (12/3/2018).

Dalam amanatnya, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarpras Sahudi, S.Pd memberi pesan-pesan penting kepada siswa-siswi sekolah pendidikan karakter berbasis TIK yang telah menerapkan kurikulum Cambridge Inggris itu.

“Pertama, Terima kasih tim Kesenian yang telah bermain di Direktorat Kesenian Kemendikbud RI di Jakarta dengan sukses. Kedua, Terima Kasih kepada tim Paskibra (Pasukan Pengibar Bendera) dari SMA Muhammadiyah 1 Surakarta yang telah berkenan menjadikan petugas di SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta contoh yang baik anak-anak dalam melaksanakan tugas. Diharapkan kepada semua anak, besok yang menjadi yang petugas upacara diharapkan seperti ini artinya siap, tegas dan disiplin”

Sementara itu, Kepala Sekolah Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd mengatakan “Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan inspirasi dan contoh kepada anak-anak tentang arti penting Upacara Bendera yang dilaksanakan dengan baik dan dipersiapkan sungguh-sungguh. Sekaligus kegiatan ini dimaksudkan membangun silaturahmi dan sinergi sekolah-sekolah Muhammadiyah pada umumnya dan SMA Muhamadiyah 1 pada khususnya,” ucap Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd.

Upacara dilanjutkan penyerahan juara “Siswa SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Jawa Tengah, kembali menorehkan prestasi. Mereka membawa pulang Juara I OSN IPA tingkat Kecamatan Banjarsari atas nama Wildan Haris Rasikh kelas 5B, Harapan II OSN Tingkat Kecamatan kategori Matematika Khaylila Pradipta Ayu Pasha kelas 5 B, Piala Juara III Lomba Drum Junior dalam acara Surakarta Waralaba Festival 27-28 Januari 2018 Dinas Kebudayaan Kota Surakarta, dan Juara Harapan II lomba mewarnai tingkat SD se-Solo Raya yang diselenggarakan Trans Studio, 11 Februari 2018 atas nama Carissa Marcheta.

Olimpiade Sains, dibawah bimbingan Imam Priyanto, S.Pd dan Jaka Prasetya, S.Si, berhasil membawa piala. “Harapan kami semoga bisa menambah pengalaman dan mampu mewarnai di tingkat kota untuk mensyiarkan anak didik Perguruan Muhammadiyah,” ungkap Sri Sayekti.

Siswa yang menang dalam lomba Wildan Haris Rasikh “mengaku senang karena mendapat juara dan mewakili kecamatan untuk lomba di tingkat Kota, begitu pula Khaylila Pradipta Ayu Pasha “senang dan bahagia karena dapat lolos dan membanggakan sekolah serta orang tua”.

Di Tambahkan Jatmiko, “Semoga kegiatan Upacara Bendera ini mampu menumbuhkan nilai-nilai karakter bangsa dan mencetak generasi-generasi yang kuat dan tangguh baik generasi masa kini, juga generasi melenial. Sehingga pada akhirnya tujuan pendidikan karakter yang dicita-citakan dapat terwujud dengan baik yang bersumber dari nilai-nilai agama dan budaya secara lokal dan global”. Humas Jatmiko.




Redaksi : SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta


Dokumentasi : SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta

Sabtu, 23 Desember 2017

Solo, Jawa Tengah,- Sekolah Pendidikan Karakter Berbasis TIK SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Jawa Tengah mendapat kunjungan dan monitoring, Kepala Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan dan Kebudayaan Kemdikbud Jl. Sorowajan Baru 367 Yogyakarta.
Menjadi seorang pendidik merupakan sebuah tanggung jawab yang besar. Tak dipungkiri bahwa pola asuh seorang pendidik atau guru berpengaruh besar pada pengembangan potensi yang dimiliki peserta didik baik itu sisi kognitif, afektif maupun psikomotorik. Seorang pendidik juga harus terus belajar dan memperbaiki diri dalam kegiatan belajar dan mengajarnya.
Kepala sekolah dan praktisi pendidikan Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd mengatakan tantangan utama para pendidik saat ini adalah perubahan dunia yang sangat cepat—termasuk perubahan di dalam kegiatan belajar mengajar dari masa lalu hingga sekarang atau masa yang akan mendatang.
Dia mengakui bahwa banyak yang ingin dunia tak berubah, sehingga pola pengajaran tetap sama. Namun itu adalah sesuatu yang tak mungkin.
“Disadari atau tidak, teknologi itu akan sangat membantu siswa dalam memahami sejumlah materi di kelas. Banyak muatan materi KTSP dan Kurikulum 2013 yang bersifat abstrak. Portal rumah belajar akan mempermudah menyampaikan pelajaran melalui visualiasasi nyata seperti gambar, chart, grafik, video maupun audio. Dengan bantuan alat atau media tersebut siswa jadi mudah menangkap pelajaran yang susah dimengerti,” kata Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd, Solo, Jum’at (22/12/2017).
Senada dengan Kepala BPMRP Kemdikbud Drs. Aristo Rahadi, M.Pd. dia mengatakan Daripada susah dan pusing menjauhkan anak dari pengaruh teknologi, Aristo menyarankan agar anak diajarkan untuk memberdayakan teknologi. Dengan demikian anak tidak digunakan oleh teknologi, melainkan menggunakannya lebih baik.
Apalagi di ”zaman now” yang serba digital, sumber belajar berlimpah di dunia maya, anak-anak kita lahir lahir ceprot sudah kenal TIK, sedangkan kita lahir di zaman papan tulis. Bahkan, seseorang dapat terhubung langsung pada beragam sumber belajar, maka harus berubah paradigmanya. Sebab, pendidikan sejatinya bukanlah pengajaran. Namun, pendidikan haruslah untuk membentuk anak didik menjadi manusia utuh, baik nalar maupun budinya.
Ditambahkan, Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan data tentang pemanfaatan rumah belajar di sekolah, memperoleh informasi mengenai hambatan atau kendala selama pelaksanaan pemanfaatan rumah belajar di sekolah, dan merumuskan saran serta perbaikan untuk penyelenggaraan sekolah inovatif selanjutnya. Kegiatan ini dihadiri oleh 15 guru, waka Humas Jatmiko. Humas Jatmiko.

Suasana Rapa dengan Kepala Pengembangan Radio Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud

 Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd. dengan tim Kepala Balai Pengembangan Radio Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud

Rapat bersama kepala balai pengembangan radio pendidikan dan kebudayaan
kemendikbud

Redaksi : SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta

Dokumentasi : SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta

Jumat, 15 Desember 2017

Solo, Jawa Tengah,- Banyak Strategi dan model yang dilakukan lembaga pendidikan untuk meningkatkan motivasi Sumber Daya Manusia untuk selalu belajar dan membangun karakter baik dari sisi religius, nasionalisme, integritas, gotong-royong dan mandiri untuk menjaga produktivitas dan semangat bekerja dalam jangka panjang baik guru dan karyawannya. Salah satu yang dilakukan Sekolah Pendidikan Karakter Berbasis Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Jawa Tengah, mengajak seluruh guru dan karyawannya ke Dewi Pule untuk mengikuti kegiatan Outbound dan Tracking Sungai, Kamis (14/12/2017).
Sebanyak 73 guru dan karyawan mengikuti rangkaian kegiatan di alam terbuka dengan mengambil paket Tradisi 4. Beragam kegiatan yang dilakukan di tengah asrinya nuansa kehijauan alam pedesaan di desa wisata yang menyajikan sebuah wisata alam dan budaya tradisi untuk selalu melestarikan nilai-nilai budaya yang ada di masyarakat agar tidak punah di telan zaman modernisasi dengan memberikan informasi, edukasi, koleksi, inovasi dan ekonomis yang berlokasi di Pulesari, Wonokerto, Turi, Sleman, Yogyakarta.
“Kegiatan yang bertujuan untuk lebih mempererat kerjasama dan kekompakan, juga bertujuan sebagai penyegaran di waktu jeda penilaian akhir semester (PAS) gasal tahun ajaran 2017/2018,” kata Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd, kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta.
Harapannya, menurut Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd, di awal semester genap tahun pelajaran ini baik guru maupun karyawan lebih semangat lagi dalam bekerja dan tujuan dari sekolah dapat terwujud sesuai visi, misi, dan tujuan sekolah yang terarah, terukur, dan berkesinambungan dengan adanya optimalisasi layanan pendidikan.
Kegiatan outbond yang dilakukan di Pulesari, Wonokerto, Turi, Sleman, Yogyakarta ini, melakukan beberapa kegiatan, di antaranya permainan maupun motivasi. Untuk motivasi ini, selain dari kepala sekolah, juga menghadirkan Ruri Satria Berdasi, Berdasi Is Everyday, berbagi dengan senang hati.
Keseruan tampak terlihat begitu seluruh peserta mengikuti fun game, Belajar olahan salak, lalu menyusuri sungai sejauh 1000 meter. Setelah warming up, peserta bergiliran melewati jembatan goyang kurang lebih 15 meter.
Keseruan semakin dirasakan peserta tatkala satu persatu peserta melakukan tracking sungai yang di dalamnya ada Titian bambu, Vertkal Web, Hujan Buatan, Tangga air One, Susup ban, jaring laba-laba, tangga air two, dan air terjun menambah keseruan. Suasana semakin lengkap saat peserta disuguhkan wedang jahe, wedang jeruk dan teh manis semakin menghangatkan suasana.
Salah seorang peserta, Joko Santosa, S.Pd.I sang pendekar Tapak Suci Putera Muhammadiyah, mengatakan kegiatan Outbound yang diikutinya sangat seru dan menantang, ia mengaku senang dan dirinya betah berlama-lama di lokasi Desa Wisata Pulesari. ''Seru banget Outboundnya, dan menggembirakan untuk belajar ayat-ayat kauniyah (alam),''ujarnya.
Hal senada diungkapkan salah satu dalang Ki Agung Sudarwanto, S.Sn., M.Sn bersama Wahyudi, S.Pd guru kelas 5B, Kegiatan yang diikutinya sangat menantang dan menguji adrenalin.
''Pokoknya kami sangat puas dengan semua games yang diberikan panitia. Semua menguji nyali dan sangat menantang dan penuh keberanian,''kata Agung dan Wahyudi.
Salah seorang Tim Trainer, Eksan mengatakan kegiatan Outbound sangat seru dan mendidik terutama //Fun Game dan Ice Breaking//. ''Outbound mampu melatih keberanian, kemandirian dan kekompakan untuk menyeimbangakn otak kanan dan kiri, bagi siapapun yang berkeinginan kuat untuk menjadi guru asyik dan menyenangkan (Gurame) bagi peserta didiknya,''. Humas Jatmiko.



Guru dan Karyawan Senam Bersama


Berjalan meniti bambu melatih keseimbangan


Lomba gerak keserasian para guru dan karyawan


Menyusuri air terjun

Redaksi : SD Muhammadiyah 1 Surakarta

Dokumentasi : SD Muhammadiyah 1 Surakarta

Ketua

Dr. Mohamad Ali, S.Ag., M.Pd
NBM. 887.570

Menu

Jadwal Sholat

Surakarta (Solo)

Imsak--:--
Subuh--:--
Dzuhur--:--
Ashar--:--
Maghrib--:--
Isya--:--

Mengambil jadwal Surakarta...

Sumber jadwal: API MyQuran

Kalender

Jam

Berita Umum

Berita Terbaru Majelis

Memuat berita terbaru...

    Lihat semua berita

    Posting Populer

    Inovasi Pendidikan karakter anti korupsi SD Muhammadiyah 1 Ketelan

    Informasi


    Kalender Islam

    Kalender Hijriyah

    Unduhan

    >> Surat Pernyataan Tidak Terjadi Konflik 2021
    >> Instrumen Data Sekolah 2021
    >> Form Input PTK GTK Cabdin
    >> Ceklist Persyaratan PTK Baru SMA, MA,SMK
    >> Ceklist Persyaratan PTK Baru SD, SMP
    >> Ceklist Persyaratan PTK Baru PAUD TK
    >> Rekap Form Excel Pengajuan Input PTK Baru TK, PAUD, SD, SMP
    >> Materi 1 BLC
    >> Materi 2 Pengenalan HTML (BLC)
    >> Materi 2 Web Editor (BLC)
    >> News Template
    >> Pro News Template
    >> Materi 3 BLC ( Membuat Email )
    >> Materi 3 BLC ( Membuat Blog )
    >> Blangko Pengajuan SK GTT/PTT
    >> Blangko Pengajuan SK GTY/PTY
    >> Instrumen Sekolah 2015
    >> Memasang Link Di Pada Blog Wordpress
    >> Menambah Header di Blog (Blogger)
    >> Materi 4 BLC ( Membuat Blog Dengan Wordpress )
    >> Materi 5 BLC ( CMS )
    >> Tutorial CMS Balitbang
    >> Materi 6 Localhost CMS Balitbang
    >> Materi 8 Cloud Storage
    >> Blangko Biodata Guru Agama Islam ( PAI )
    >> Materi 9 Pembuatan Header Website
    >> Blangko PPDB 2016 / 2017
    >> Pengantar PPDB 2016 / 2017
    >> Menambahkan Feed Rss Pada Halaman Website
    >> Materi Tahsin Perguruan Muhammadiyah
    >> Skrip .php untuk Feed RSS CMS Balitbang
    >> Materi Google Form atau Formulir Online
    >> Materi Desember 2016
    >> Jadwal UTS Genap Ciri Khusus SD
    >> Blangko Data Bantuan Sekolah 2016
    >> Jadwal UAS ( SEKOLAH ) Ciri Khusus SMP/Mts, SMA/MA, SMK 2016/2017
    >> Materi Penguatan Kepala Sekolah Tawang Mangu
    >> Pengembangan Kurikulum ISMUBA 2017
    >> Olimpiade Ahmad Dahlan 2017
    >> Kalender Pendidikan Muhammadiyah Provinsi Jawa Tengah Tahun Pelajaran 2022 / 2023
    >> Kisi - Kisi Akhlaq SMK Ciri Khusus 2017 / 2018
    >> Form Data Bantuan dan Prestasi Sekolah 2018
    >> Pelatihan SPMU
    >> Kalender Pendidikan Dikdasmen PWM Jateng 2018 / 2019
    >> Instrumen Data Sekolah 2019
    >> Rekaman Irama Nahawand
    >> Blangko RKAS 2021
    >> Surat Tarik PTK Dinas / Mutasi
    >> Form Input PTK GTK Cabdin
    >> Syarat Pengajuan SK Yayasan
    >> Landasan Hukum Muhammadiyah ( 2016 )
    >> KISI US ISMUBA WILAYAH 2022
    >> BLANGKO DAYA TAMPUNG PENGGEMBIRA MUKTAMAR 48 TAHUN 2022
    >> BLANGKO PAKTA INTEGRITAS
    >> BLANGKO RKAS 2022/2023
    >> EDARAN MENCHANDISE MUKTAMAR KE - 48
    >> Syarat Pengajuan NUPTK JULI - DESEMBER 2022
    >> Form Isian Data 2022 / 2023
    >> Logo Musyda 2023
    >> Lampiran Musyda Dikdasmen 2023
    >> SYARAT DAPODIK 2023
    >> BADAN HUKUM MUHAMMADIYAH PART 1
    >> BADAN HUKUM MUHAMMADIYAH PART 2
    >> DAFTAR PCM 2022 - 2027
    >> Badan Hukum Muhammadiyah 2024
    >> Maklumat PP Muhammadiyah Ramadhan 1447 H / 2026 M
    >> JADWAL WAKTU SHOLAT BULAN RAMADHAN 1446 H / 2025 M
    >> Logo Milad Muhammadiyah 113
    >> Kode Indeks Surat Muhammadiyah
    >> Pembuatan E-KTAM dan Tata Cara Klaim
    >> Sewa Gedung Balai Muhammadiyah
    >> Sewa Gedung Balai Muhammadiyah">Sewa Gedung Pusdiklat Dharmo Tjahjono

    Pengunjung

    Statistik kunjunganDiperbarui otomatisCounter pengunjung dan tampilan halaman