Selasa, 31 Agustus 2021

Menindaklanjuti kunjungan silaturahim SD Muhammadiyah Palur Program Khusus, Mojolaban, Sukoharjo di SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta beberapa pekan lalu, kedua sekolah mengadakan kegiatan try out Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) bersama, Sabtu (28/8/2021).

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan salah satu bagian dari Asesmen Nasional (AN) yang dirancang untuk mengukur pencapaian belajar kognitif, yaitu literasi dan numerasi. Asesmen Nasional akan dilaksanakan secara perdana pada bulan November 2021 oleh Kemendikbud Ristek RI. Untuk jenjang SD dipilih sejumlah 35 siswa kelas V berdasarkan data pokok pendidikan (Dapodik).

Andi Arfianto, Koordinator Sukses AKM SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, mengungkapkan bahwa kegiatan try out ini mengangkat tema "Mempersiapkan AKM Menuju Sekolah Berkualitas."

"Yang melatari kegiatan try out bersama ini adalah semangat fastabiqul khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan dan kolaborasi untuk mempersiapkan Asesmen Nasional yang insya Allah akan dilaksanakan pada bulan November 2021," kata Andi.

Menurutnya, jumlah soal yang diujikan dalam try out adalah 10 soal literasi dan 10 soal numerasi dengan model soal pilihan ganda, pilihan ganda komplek, menjodohkan, isian, dan uraian.

"Untuk teknis pelaksanaannya, siswa dikirim soft file soal kemudian diprint dan dikerjakan di rumah masing-masing, hasilnya difoto dan dikirimkan kepada guru," ujar Andi.

Sedangkan Nur Laili, Waka Kurikulum SD Muhammadiyah Palur Program Khusus, menyebutkan bahwa try out bersama ini sebagai upaya untuk mengenalkan siswa terhadap model-model soal AKM.

"Tujuan utamanya adalah untuk memperkenalkan model-model soal AKM dan memetakan kondisi siswa berdasarkan hasil try out," ungkapnya.

Karena AKM ini merupakan program baru dari Kemendikbud Ristek RI, Nur Laili berharap melalui try out siswa akan terbiasa menghadapi soal AKM yang menggunakan standar Higher Order Thinking Skills (HOTS).


Muhamad Arifin / Humas SD Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta 081329718196

Senin, 30 Agustus 2021

SOLO - Ciri-ciri kepemimpinan transfomasi. Muncul pada waktu sekolah menginginkan untuk meningkatkan motivasi dan moralitas yang tinggi. Berusaha untuk memotivasi dan menginspirasi warga sekolah dengan cara menjelaskan bahwa pekerjaan mereka penting dan penuh tantangan. Mampu mengurangi ketergantungan guru/karyawan  terhadap pemimpin/KS, dengan cara mendelegasikan kewenangan, mengembangkan kemampuan, dan meningkatkan rasa percaya diri guru/karyawan. Mengembangkan pemikiran visioner.

Lebih mengembangkan cara kerja kolaboratif ketimbang cara kerja hierarkis, dengan melalui pembelajaran individual maupun pembelajaran Sekolah. Meningkatkan pemberdayaan guru/karyawan sehingga cocok untuk menghadapi perkembangan situasi dan lingkungan yang berpengaruh terhadap Sekolah.

Hal tersebut disampaikan Sri Sayekti dalam Webinar Kepemimpinan Transformatif yang diselenggarakan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) hasil kerja sama dengan Majelis Dikdasmen PDM Kota Surakarta, Sabtu (28/8/2021)

Sedangkan bertindak sebagai narasumber lain adalah Prof Dr Sutama MPd (Dekan FKIP UMS), dan Dr Sabar Narimo MM (BPH UMS).

Sayekti menuturkan, kepala sekolah, bisa dikatakan, harus mampu mengembangkan mengembangkan potensi diri. Diawali, Mengenal Diri Sendiri, Kuatkan niat, Berkomitmen terhadap niat dan tujuan, Cari tahu kelebihan dan kekurangan Diri, Open Minded terhadap saran dan Kritik, Buang pikiran negatif, Dapatkan teman-teman yang positif.

“Tidak takut mencoba hal baru. Terapkan kebiasaan baik. Optimisme,” papar Kepala Sekolah Peggerak SD Muhmmadiyah 1 Surakarta.

Kepemimpinan transformasi adalah paradigma baru. Memiliki tujuan atau misi. Mampu mengambil keputusan strategis. Mampu memimpin perubahan. Memiliki kemampuan melaksanakan pelatihan dan pembimbingan. Mampu membangun hubungan kerja sama.

“Memiliki orientasi pembelajar, daya juang, kematangan beretika, mampu memimpin implementasi dan mampu mendorong inovasi,” ucapnya.

Sedangkan, menurut Prof Sutama bahwa Sekolah Berkemajuan dan Menggembirakan itu bisa dilihat dari input, proses maupun output. 

“KepSek efektif, Guru/Pegawai ahli. Fasilitas lengkap. Lingkungan kondusif. Tampilan sekolah Menarik. Kurikulum berstandar “tinggi”. Dana pendukung “cukup”. Siswa terseleksi,” ungkapnya.

Oleh karena itu, menurutnya, dalam proses baik sisi Pembelajaran, metode dan Pengujian Efektif. Organisasi/Manajemen/Administrasi “Baik”. Hubungan Masyarakat atau Industri erat. Unit Produksi maju, lancar. Kegiatan Ekstra kurikuler Aktif, semarak. Penerapan “Budaya” terlaksanadan Pengendalian mutu efektif .

“Outputnya nilai hasil belajar memuaskan. Kompetensi dicapai di atas standar. Tingkat kelulusan tinggi. Keterserapan ke Dunia kerja tinggi dan Kepercayaan Masyarakat tinggi,” tandasnya.

Menurut Dr Sabar Narimo, kepemimpinan transformasional kepala sekolah
berbasis kearifan lokal adalah Kepala Sekolah sebagai pembaharu,  dengan memberi keteladanan,  dan mendorong kinerja dan memberdayakan komponen sekolah (guru, tendik dan siswa) untuk mampu meningkatkan prestasi dan kualitas sekolah serta menghadapi berbagai tantangan, didasarkan atas sistem nilai yang telah dibangun.

“Nilai nilai kearifan lokal, baik berupa gagasan, tuntunan, pemikiran, akal budi, maupun karya karya berupa berupa seni, bangunan, dan peradaban lain,” pungkasnya.

Kontributor, Humas Jatmiko.

Surakarta, 28 Agustus 2021. SMP Muhammadiyah 1 Surakarta merayakan Milad ke 69 dengan tetap berbagi manfaat untuk masyarakat luas, dengan menyelenggarakan Tabligh Akbar Virtual. Tabligh Akbar ini selain mengundang seluruh civitas akademika SMP Muhammadiyah 1 Surakarta juga Mengundang Kepala Sekolah Muhammadiyah baik SD, SMP dan SMA. Tema yang disampaikan “Mewujudkan Gerakan Islam yang Berkemajuan demi terwujudnya SMP Muhammadiyah 1 Surakarta yang berkualitas.” Pembicara Tabligh Akbar Virtual hari ini adalah Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ustadz Fathurrahman Kamal, Lc, M.SI.

Beliau menyampaikan pentingnya program Anak dicerdaskan Qolbunya dan akalnya karena dari kecerdasan qolbu dan akal jasmaninya akan melakukan kebaikan untuk sekitar. Karena Surga dan neraka adalah tergantung amalan yang diniatkan untuk mencari Ridho Alloh. Menghidupkan Syariat Alloh dengan mencerahkan qolbu dengan pengetahuan. Sehingga setiap ilmu harus dikaitkan dengan Alloh. Misal setiap guru mata pelajaran apapun perlu bertanggung jawab atas akhlak setiap anak. 

Dalam membangun keilmuan seharusnya mengaitkan Alqur’an dan Hadist dengan realita sosial. Muhammadiyah memandang Pendidikan Muhammadiyah adalah penyiapan lingkungan yang memungkinkan seseorang untuk tumbuh sebagai manusia yang menyadari kehadiran Alloh SWT sebagai Rob dan Menguasai Ilmu Pengetahuan Tehnologi dan seni (IPTEKS). Dengan kesadaran (tauhid) atau makrifat seseorang mampu memenuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri, peduli sesama, serta menyebarluaskan kemakmuran sebagai Ibadah kepada Alloh.


Cinta dunia adalah persoalan manusia yang perlu dibersihkan dengan tauhid.Dengan memurnikan Tauhid ditambah amalan dzikir akan terwujud nyata gerakan amal sholeh.Diakhir Tausiyah Ustadz Faturrahman, Lc, M.SI mendoakan semoga Alloh terus mermberikan anugerah dan petunjuk demi kemajuan SMP Muhammadiyah 1 Surakarta.

Pada sesi setelah tausiyah, disampaikan pengumuman pemenang lomba sebagai rangkaian Milad SMP Muhammadiyah 1 Surakarta ke 69 dan HUT RI Ke 76. Sekolah mengadakan 3 macam lomba , yakni  Lomba Poster Digital dengan tema Milad Simpon ke 69 dan HUT RI ke-76,Lomba Video Kreasi Mars SMP Muhammadiyah 1 Surakarta, serta Lomba Tik Tok dengan tema Pendidikan Karakter. Pemenang Lomba Poster Digital, juara pertama Rafif Zuhayr Fahriansyah(9PK2), juara kedua Revalina Karuniawati (9C), juara ketiga Sabrina Ghiffari Amrah(8A). Pada lomba Tik Tok Pendidikan Karakter juara pertama Devinta Auliasari (9A), juara kedua Maylo Aditya Sanjaya dan Juna Arista (8C) dan juara ketiga Salwa Rizky Ramadhani (9PK2). Pada lomba Video Kreasi Mars SMP Muhammadiyah1 Surakarta juara pertama Filosofia Nadia oktava(7A), juara kedua tim Kelas 8 C dan juara Ketiga  Aqila Humayda(9PK1). Dari lomab ini diharapkan siswa memiliki semangat menebar kebaikan didunia maya. Acara Tabligh Akbar ini ditutup dengan doa. (Frida -Humas).

Sabtu, 28 Agustus 2021

"Jika diibaratkan naik pesawat, kondisi dunia pendidikan saat ini sedang mengalami turbulensi akibat badai Covid-19. Oleh karena itu, yang harus dilakukan oleh pemangku kepentingan di sekolah adalah terus bergerak dan mencari celah inovasi untuk tetap eksis dan bertumbuh, jangan pernah berhenti, karena ketika berhenti itulah titik awal dari kehancuran."

Itulah pengantar yang disampaikan Ustaz Nursalam, Kepala SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta dalam rapat terbatas yang dihadiri wakil kepala sekolah beserta staf dan koordinator penelitian dan pengembangan (Litbang) sekolah, Rabu (26/8/2021).

Dalam rapat tersebut, Ustaz Nursalam juga menyampaikan bahwa tantangan berat yang dihadapi dunia persekolahan saat ini harus disikapi dengan positif sehingga menjadi peluang untuk terus meningkatkan kualitas sekolah.

Ia mengungkapkan, ke depan konsep jamaah harus benar-benar diaktualisasikan dalam pengelolaan institusi sekolah. Sumber daya manusia yang ada di sekolah perlu terus ditingkatkan kompetensinya sehingga tantangan berat yang dihadapi akan bisa diantisipasi dengan banyaknya orang yang mau berpikir dan bertindak sesuai dengan tugas pokok, fungsi, dan kompetensinya masing-masing.

"Dalam rapat terbatas ini saya sengaja Mengundang koordinator Litbang untuk merefleksikan dan mengakselerasi program-program Litbang yang ke depan perannya akan sangat strategis, terutama dalam penyediaan data untuk pengembangan sekolah," kata Ustaz Salam.

Siti Junaidati, selaku Koordinator Litbang, dalam kesempatan tersebut menyampaikan beberapa program strategis yang sudah dan akan dijalankan oleh Litbang.

Ke depan sekolah ini akan diproyeksikan menjadi sekolah berbasis riset, artinya kebijakan apapun yang diambil oleh sekolah harus berpijak pada data dan berbasis sains, termasuk program pelatihan untuk pengembangan profesionalitas guru dan tenaga kependidikan, serta memfasilitasi pihak eksternal yang akan melakukan riset di sekolah," ujarnya.

Ust. Dati juga memaparkan bahwa selama ini kebijakan sekolah juga sudah berdasarkan basis data riset, misalnya terkait perkembangan akademik siswa dan kebijakan pembelajaran di masa pandemi.

"Melalui riset yang kita lakukan akhirnya bisa ditemukan formula yang kita anggap paling rasional dijalankan terkait pembelajaran di masa pandemi, yaitu penggunaan modul bahan belajar daring yang disusun oleh guru dipadukan dengan video pembelajaran dari guru, serta interaktif melalui Zoom Meeting," imbuhnya.

Di akhir paparannya, Ust. Dati mengungkapkan bahwa sekolah yang maju adalah sekolah yang menghargai data hasil riset saintifik karena bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah, tidak asal membuat kebijakan tanpa mempertimbangkan data yang objektif dan komprehensif.

"Melalui berbagai riset tersebut, kualitas sekolah juga akan tetap terkontrol," pungkasnya.

Muhamad Arifin / Humas SD Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta 081329718196

SOLO – Pandemi Covid-19, tak halangi sekolah penggerak merdeka belajar di era industri 4.0 menuju era society 5.0. Maka dibutuhkan kepemimpinan transformatif. Kepemimpinan transformasi merupakan gaya kepemimpinan yang menginspirasi dan memberdayakan individu, kelompok dan organisasi dengan cara mentransformasi paradigma dan nilai-nilai organisasi menuju kemandirian.

Untuk mentransformasi paradigma dan nilai-nilai tersebut diperlukan pemimpin yang teladan dan mampu membangun optimisme dan percaya diri para pengikutnya. Mengapa kepemimpinan transformasi? keluar dari stigma :  sekolah besar dan tua akan sulit dikembangkan lagi keluar dari zona aman dan nyaman.

Pernyataan tersebut, disampaikan Sri Sayekti, akan disampaikan besok di Webinar Kepemimpinan Transformatif yang digelar FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (28/8/2021)

“Perjalanan panjang 86 tahun SD Muh 1, melahirkan sekolah   dengan  budaya mutu. amanah Kemdikbud Ristek, sekolah penguat pendidikan karakter nasional, sekolah model pembelajaran berbasis TIK, sekolah budaya, sekolah rujukan dan sekolah penggerak, besok Webinar bersama Dekan FKIP UMS Prof Dr Sutama, dan BPH UMS Dr Sabar Narimo,” tandasnya.

Menurut Dia, “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.“ QS Al-Insyirah Ayat 5-6

Menurut Sayekti, upaya yang bisa dilakukan baik sekolah maupun pribadi. Diawali pertama, Menyamakan cita-cita membawa SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta diusianya ke - 86 menjadi sekolah berkemajuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kedua, Memotivasi seluruh  warga sekolah untuk melakukan perubahan dan tagline Tinggalkan Kebiasaan ikuti perubahan, meninggalkan kerja individual menjadi kolaborasi. Ketiga, Me-branding ulang sekolah dengan program-program unggulan.

Secara pribadi memperkuat  Spiritual,  dengan menyakini bahwa setiap amanah yang diberikan akan dipertanggungjawabkan dihadapan Tuhan Yang Maha Esa, Bahwa di setiap kesulitan itu ada kemudahan Memperkuat Mental dengan membangun optimisme. Selalu Belajar dan mengembangkan kapasitas untuk memaksimalkan energi dengan positif.

“Bersilahturahmi dengan mengunjungi orang-orang yang telah lebih dulu sukses. Mau berbagi dengan menyakini bahwa sebaik-baiknya orang adalah yang bisa memberikan manfaat bagi orang lain, dan peserta bisa mendaftar di fkip.ums.ac.id/kepemimpinan-transformatif,” pungkasnya.

Kontributor, Humas Jatmiko.

Rabu, 25 Agustus 2021

Untuk menyemarakkan hari kemerdekaan RI ke-76 pada hari Selasa, 24 Juli 2021 Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 18 Surakarta mengadakan Lomba yang di ikuti oleh anak-anak TK daerah solo timur, seperti TK Tawazu, TK Aisyah 47, TK Aisyah 10, TK Aisyah Gajahan, TK Aisyah 5, TK Kampung sewu 1, TK Purwodiningratan 33 dan masih banyak lagi. 

Lomba yang digelar diantaranya : Fotogenik, Menyanyi, dan Mewarnai, yang di lakukan secara virtual, dengan cara mengirimkan hasil Foto, Video maupun Mengumpulkan Kertas Warna yang di sediakan oleh panitia lomba. 

Kemudian pengumuman lomba diselenggarakan di Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 18 secara langsung, dengan teknis melihat pameran hasil prakarya seluruh peserta dan media pembelajaran secara bergiliran (banyu mili) oleh peserta dengan didampingi oleh orang tua.

Humas Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 18 Surakarta
Caesar

Selasa, 24 Agustus 2021

Meskipun masih dalam situasi pandemi Covid-19, SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta tetap berupaya melaksanakan program-program unggulan bagi seluruh siswa. Salah satunya adalah program penguatan karakter religiusitas melalui kegiatan pembinaan tahfiz Alquran.

Sebagai persyaratan mengikuti wisuda tahfiz yang akan dilaksanakan pada bulan Februari 2022, sekolah mengadakan ujian kenaikan level tahfiz bagi siswa yang digelar secara daring. 

Seperti diungkapkan Ustazah Tati Kuraesin, penanggung jawab tahfiz SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, bahwa ujian kenaikan level tahun 2021 ini akan dilaksanakan dalam tiga gelombang, yaitu pada bulan Agustus, Oktober, dan Desember.

"Untuk ujian gelombang pertama di bulan Agustus ini diikuti oleh 34 siswa dan berlangsung selama tiga hari, Senin-Rabu, 23-25 Agustus 2021," kata  Ust. Tati.

Dari 34 peserta tersebut, sambungnya, 32 peserta mengikuti ujian juz 30 sedangkan 2 peserta mengikuti ujian Juz 27.

"Ujian kenaikan level ini di samping sebagai persyaratan mengikuti wisuda dan untuk melanjutkan hafalan juz berikutnya juga sebagai ajang fastabiqul khairat, atau berlomba-lomba dalam kebajikan.  Siswa biasanya akan terpacu semangatnya untuk bisa mengikuti ujian seperti teman-temannya,"  imbuhnya.

Terkait pembinaan tahfiz, menurut Ust. Tati, siswa dibiasakan murajaah (mengulang-ulang hafalan) setiap pagi menggunakan irama Nahawand dan setoran hafalan minimal tiga ayat kepada pembimbing akademik (PA) melalui Zoom Meeting.

"Ujian kenaikan level ini kita bekerjasama dengan ustaz dari ma'had tahfiz Alquran, dengan harapan penilaiannya lebih objektif," ujar Ust. Tati menambahkan.

Salah satu siswa kelas 4 peserta ujian juz 27, Aisyah Fayza Khansa,  mengaku sudah siap untuk mengikuti ujian kenaikan level gelombang pertama.

"Saya biasanya murajaah setiap hari bersama Abi atau Umi, dan untuk persiapan ujian ini harus mengulang-ulang terus supaya lancar," ungkap Fayza.

Meskipun sudah mempersiapkan diri dengan  murajaah setiap hari, tetapi ia juga merasa sedikit grogi karena yang akan menguji adalah ustaz yang belum dikenalnya.

"Agak grogi juga sih, Bismillah insya Allah sudah siap dan semoga lancar,"  pungkasnya.

Muhamad Arifin / Humas SD Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta 081329718196

Senin, 23 Agustus 2021

SOLO,- Komitmen SD Muhammadiyah 8 Jagalan Surakarta dalam mewujudkan visi, misi dan tujuan sekolah, serta untuk membantu menyediakan sarana dan prasarana berupa SDM yang professional dan berkualitas tercermin dalam berbagai pelaksanaan kegiatan kepelatihan (trining) dan workshop guru. Kali ini SD Muhammadiyah 8 Jagalan menggelar kegiatan “Kursus Orientasi Singkat Pelatih Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan”, Sabtu (21/8). Bertempat di ruang kelas (gedung I), sebanyak 19 peserta/pelatih terdiri dari 18 guru kelas dan 1 guru mapel mengikuti kegiatan tersebut.

Sebagai narasumber dalam kegiatan di isi oleh pimpinan dari Kwartir Pusat (Kwarpus), Ramanda Dwi Suparwanto. Dalam kesempatan tersebut, ayah dari tiga anak yang menjabat sebagai Sekretaris Bidang Diklat Kwartir Pusat Hizbul Wathan ini selain memberikan materi dan pelatihan juga memotivasi pendidik dan pelatih qabilah SD Muhammadiyah 8 Jagalan. 

“Kegiatan HW harus terus berjalan dan terlaksana dengan berbagai metode dan inovasi supaya kader-kader HW bisa tumbuh, bisa muncul, pendidik sekaligus pelatih khususnya di qabilah SD Muhammadiyah 8 Jagalan dalam mendidik harus menyenangkan sehingga akan selalu diingat oleh anak-anak nantinya,” pesan Ramanda Dwi memotivasi para peserta.

Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (disingkat HW) adalah salah satu organisasi otonom (ortom) dilingkungan Persyarikatan Muhammadiyah. HW didirikan pertama kali di Yogyakarta pada 1336 H (1918M) atas prakarsa KH Ahmad Dahlan, yang merupakan pendiri Muhammadiyah. HW berasaskan Islam didirikan untuk menyiapkan dan membina anak, remaja, dan pemuda yang memiliki aqidah, mental dan fisik, berilmu dan berteknologi serta berakhlak karimah dengan tujuan terwujudnya pribadi muslim yang sebenar-benarnya dan siap menjadi kader persyarikatan, umat, dan bangsa. Hizbul Wathon (HW) merupakan kegiatan yang memberikan ketrampilan khusus bagi siswa dalam hal kepanduan.

Sementara,hal senada disampaikan oleh kepala sekolah sekaligus pemimpin qabilah Ramanda Parimin Tedjo Pramono dalam sambutannya. Bahwa ke depan kegiatan HW harus tetap eksis meskipun lewat daring atau tatap muka terbatas dengan terus mengikuti perkembangan kebijakan pemerintah terkait dengan adanya wabah Covid-19 yang tak kunjung tuntas.

Sebagai langkah persiapan di laksanakannya kembali intrakurikuler HW di qabilah SD Muhammadiyah 8 Jagalan Surakarta Tahun Pelajaran 2021/2022 bagi peserta didik pada September mendatang, maka Ramanda Parimin  menginisiasi acara ini dengan nama “Refresing Pembina Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Qabilah SD Muhammadiyah 8 Jagalan”. Dengan tema “Mewujudkan Kader Pandu Hizbul Wathan Qabilah SD Muhammadiyah 8 Jagalan Surakarta Berkemajuan". Serta, sebagai wadah dalam implementasi “Sekolah Berbudaya dan Religi”.

Ramanda Parimin berharap, “Semoga dengan kegiatan orientasi singkat ini Ramanda,Bunda,Rakanda,Ayunda (sebutan pelatih/pembina HW) dapat mengambil ilmu dan manfaatnya serta dapat ditindak lanjuti untuk diaplikasikan ke peserta didik”, jelasnya.

Humas SD Muhammadiyah 8 Jagalan Surakarta
( Andri Nugroho )
085 865 443 261

Sabtu, 21 Agustus 2021

SOLO – Lomba mewarnai online semarakkan pitulasan SD Muh 1 Solo secara daring. Dalam rangka merayakan peringatan ulang tahun kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia.  Bertujuan membangkitkan rasa bangga kepada bangsa Indonesia yang tidak berhenti berkarya di tengah pandemi, Jum’at, (20/8/2021).

Kepala Sekolah Hj Sri Sayekti melalui Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SW Winarsi Sag SPd mengatakan Semarak Pitulasan SD Muh 1 Solo ini diadakan untuk memperingati HUT RI ke-76 sekaligus menghibur anak-anak di tengah pandemi covid-19 dan kegiatan belajar mengajar daring.

“Bapak dan Ibu Wali Kelas 1,2 dan 3 untuk bisa mengingatkan kembali link pengumpulan gambar mewarnai online, ” ujarnya.

Winarsi memaparkan semua kegiatan lomba dilaksanakan di rumah masing-masing. Peserta lomba bisa mengumpulkan hasilnya dalam link pengumpulan karya satu Lomba Selfie Kemerdekaan https://b.link/LOMBA-SELFIE-KEMERDEKAAN, kedua Lomba video kreatif kemerdekaan https://b.link/LOMBA-VIDEO-KREATIF, ketiga Lomba ucapan kemerdekaan https://b.link/LOMBA-UCAPAN-KEMERDEKAAN.

“Yang keempat lomba kreativitas musik https://b.link/LOMBA-MUSIK-KREATIF, kelima lomba mewarnai online https://b.link/LOMBA-MEWARNAI, keenam kuis online https://quizizz.com/join?gc=20309990 Jika gagal : http://joinmyquiz.com 20309990, ketujuh    lomba karaoke online https://b.link/LOMBA-KARAOKE-KEBANGSAAN, kedelapan    lomba puisi https://b.link/LOMBA-PUISI, dan kesembilan lomba hias masker https://b.link/LOMBA-MENGHIAS-MASKER,” beber Winarsi, sambil tersenyum.

Peringatan HUT RI secara virtual ini mendapat apresiasi dari Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Drs KH Tafsir MAg  melalui whatsapp. Perayaan kemerdekaan merupakan momentum yang penting untuk diperingati, karena dapat membangkitkan kembali nilai-nilai patriotisme dan nasionalisme bangsa. 

“Berkat kemajuan teknologi, perayaan ini kini bisa dilakukan secara virtual dan justru bisa menjangkau seluruh warga Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Layak diapresiasi. Semoga SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta terus berkembang dan maju. Aamiin," ujar Kiai Tafsir.

Sementara itu, Guru Ekstrakurikuler Mewarnai Dwi Suparwanto memaparkan dalam kegiatan ini bisa menggali dan menampilkan bakat minat siswa seara virtual.

“Sebut saja Rainar Agnashindu yang dipanggil Aghnya kelas 3  pola mewarnainya hampir memenuhi kriteria dan syarat yang sangat baik. Dan bisa dilihat cerianya anak-anak di https://www.youtube.com/watch?v=B04PNReDY-I sebelumnya live di Zoom,” terangnya

Humas, Jatmiko.

"Saat ini ada penyakit S3 yang banyak menjangkiti para guru, yaitu sak sake, sak anane, sak isane,"

Itulah salah satu bagian dari materi kajian rutin guru dan karyawan SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, yang diisi oleh Ustaz Rahman Budiyono, da'i sekaligus praktisi pendidikan asal Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (21/82021).

Mengawali kajian yang digelar melalui Zoom Meeting tersebut, Ustaz Rahman mengajak peserta untuk merefleksikan kandungan dalam surat Al Muthaffifin ayat 1 sampai 3.  Ayat tersebut menggambarkan tentang kecelakaan bagi orang-orang yang curang, yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain minta dilebihkan, tetapi apabila menimbang untuk orang lain mereka mengurangi.

Ayat tersebut kemudian dikorelasikan dengan profesi guru atau karyawan dalam institusi sekolah. Ustaz Rahman mengajak kepada guru maupun karyawan agar tidak berlaku curang, yaitu dengan mengurangi hak anak dalam memperoleh pembelajaran maupun hak instansi sekolahan, yaitu dengan perilaku yang melanggar tata tertib, misalnya sering datang terlambat.

"Sudah sering terlambat mengajar, terlambat datang ke sekolahan, tetapi selalu meminta haknya untuk ditepatkan waktunya, inilah contoh perilaku orang-orang yang curang," ungkapnya diikuti tawa para peserta.

Ustaz Rahman juga mendorong para guru untuk bangga dengan profesinya karena guru adalah profesi yang sangat mulia. Guru mengajarkan ilmu kepada para murid untuk kebaikan hidup di dunia maupun di akhirat.

Untuk menyemangati para guru, Ustaz Rahman menyitir salah satu hadis riwayat Muslim tentang keutamaan mengajarkan ilmu "Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.”

"Tidak ada yang dilakukan guru kecuali menunjukkan kepada jalan kebaikan untuk murid-muridnya. Saat murid mengikuti jalan tersebut, maka sang guru akan mendapatkan pahala seperti pahala yang didapatkan oleh muridnya," kata  Ustaz Rahman.

Oleh karena itu, sambungnya, mestinya guru harus menghindari penyakit S3, yaitu sak sake atau semaunya sendiri, sak anane atau seadanya, artinya tidak mau meningkatkan kapasitas keilmuan, kemudian sak isane yang berarti sebisanya dan mudah menyerah dengan keadaan.

Ustaz Rahman juga mengajak para guru untuk meneladani pendidikan gaya Rasulullah Muhammad Saw. Ketika ada salah seorang sahabat bertanya apakah boleh berwudu dengan air laut karena keterbatasan air tawar, Rasulullah menjawab air laut itu suci dan mensucikan serta bangkainya halal.

"Sebagai seorang guru, hadis tersebut memberikan pesan ketika guru menerima pertanyaan dari murid sebaiknya menjelaskan dengan jawaban yang luas dan menambah wawasan. Seperti dicontohkan dalam hadis tersebut, yang ditanyakan sahabat hanya hukum kesucian air laut, tetapi Rasulullah menambahkan pengetahuan tentang kehalalan bangkai binatang yang ada di laut," imbuhnya.

Di akhir kajian, ustaz Rahman juga mengingatkan kepada para guru untuk ikhlas, jujur, dan selalu belajar untuk meningkatkan profesionalitas keilmuan sebagai bekal mendidik.

"Terimalah murid bagaimanapun keadaannya, karena itu adalah amanah dari Allah dan kita sebagai guru harus ikhlas dalam mendidiknya," pungkasnya.

Muhamad Arifin/ Humas SD Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta 081329718196

Dengan mengenakan Batik Hijau yang sudah di tetapkan oleh PP Pusat Muhammadiyah sebagai Batik Nasional Muhammadiyah. Bertempat di Halaman Balai Muhammadiyah Surakarta, meliputi dari berbagai Ortom diantaranya Karyawan Staff Pimpinan Daerah Muhammadiyah ( PDM ), Majelis Dikdasmen, Radio Mentari FM, Lazismu, Majelis Tarjih ( Masjid ), Security. 

Di ikuti kurang lebih 30 peserta dengan Pembina Upacara Bapak Sholikin Muchtar dan Pemimpin Pasukan Agus Dwi Setyawan. Susunan acara dengan merapikan barisan oleh pemimpin pasukan. Pasukan disiapkan selanjutkan pemimpin pasukan melaporkan berita upacara. Menyanyikan lagu Sang Surya dengan diikuti oleh seluruh peserta Upacara.

Amanah pembina acara di isi oleh Bapak Solikhin Muchtar beliau menyampaikan dan berdoa semoga kita semua di berikan kesehatan. Aaamin. Tokoh Muhammadiyah Pejuang Bangsa terdiri dari 15 Tokoh diantaranya : KH. Ahmad Dahlan, Siti Walidah, Ir. Soekarno, Fatmawati Soekarno, Jenderal Sudirman, KH. Mas Mansyur, dsb, untuk olahraga balai apakah sudah bisa di mulai, supaya di koordinasikan dengan MCCC. 

Pada purna acara ditutup dengan doa dipimpin oleh Pembina Upacara, dengan khusyuk para peserta upacara berdoa dan di akhir pembubaran pasukan. Menambah kemeriahan acara diadakan makan - makan yang disediakan oleh panitia.  

Jumat, 20 Agustus 2021

SOLO – Beasiswa Polresta Surakarta menjadi kabar kejutan bagi Rizki Anugerah Ramadhan Putra, siswa Sekolah Penggerak SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta. Dia menerima beasiswa berpretasi anak dari anggota Polri, Rabu (19/8/2021).

”Alhamdulillah saya kemarin mendapat reward beasiswa bepretasi dan maju ke depan. Bahagia sekali nilai raport saya kelas 3A tahun pelajaran 2020/2021 tertinggi dari 19 SD,” ujar Rizki.

Ceritanya, kata Rizki, Selama pembelajaran dalam jaringan (daring) di bimbing wali kelas Ki Agung Sudarwanto MSn, sangat menyenangkan dan menggembirakan, cara penyampaian materi mudah dipahami, sangat lucu tidak spaneng karna kadang di selingi cerita-cerita lucu inspiratif, solutif dan mendidik sehingga proses kegiatan belajar mengajar sangat  mudah di mengerti bagi anak-anak kelas 3A.

”Selain karena dari dorongan papi dan ibu saya, Rizki Bripka Giyanto Provost Polresta Surakarta dan Meylasari SKM, anak hebat orang tua terlibat,” tuturnya.

Meylasari SKM Ibunda Rizki sempat terharu, terenyuh, sekaligus bangga dengan capaian prestasi putranya selama menempuh proses belajar. 

“Rizki Anugerah Ramadhan Putra punya cita cita Dokter, belajar lebih giat lagi, dukungan orang tua memfasilitasi anak dalam belajar dengan guru pembimbing, selalu menyemangati walau pun belajar di rumah harus tetap rajin dan semangat,” ujarnya saat dihubungi melalui whatsapp.

Meylasari menyampaikan prestasi yang diraih putranya merupakan hasil dari proses pendidikan di SD Muh 1. Terimakasih kepada bapak ibu yang telah memberikan ilmu kepada anak saya.

Rahasia siswa berprestasi SD Muh 1 adalah keaktifan mengikuti pembelajaran jarak jauh melalui media Zoom dilandasi mendekatkan diri pada Allah dan restu orangtua. Jika didalam jagad pewayangan ananda Rizki diejawantahkan sebagai Jabang Tetuka yang mendapat dukungan dari pihak keluarga, para dewa (guru), dan fasilitas yang mendukung dalam pendidikannya sehingga diharapkan mampu  mawujud Ksatria Gatutkaca yang bermanfaat bagi dirinya, orang lain bahkan alam beserta isinya.

Dipimpin Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak diwakili Waka Polresta AKBP Gatot Yulianto SIK, MHP di Mapolresta Surakarta, Rabu 18 Agustus 2021.

“Kemandirian, Kreatif, Kepercayaan diri. Ayo jadi manusia yang bermanfaat untuk manusia lain,” ujar Agung Sudarwanto, mantan Wali Kelas 3A.

Humas, Jatmiko.

Ketua

Dr. Mohamad Ali, S.Ag., M.Pd
NBM. 887.570

Menu

Jadwal Sholat


jadwal-sholat

Kalender

Jam

Berita Umum

Posting Populer

Inovasi Pendidikan karakter anti korupsi SD Muhammadiyah 1 Ketelan

Informasi


Kalender Islam

Kalender Hijriyah

Unduh - Download

>> Surat Pernyataan Tidak Terjadi Konflik 2021
>> Instrumen Data Sekolah 2021
>> Form Input PTK GTK Cabdin
>> Ceklist Persyaratan PTK Baru SMA, MA,SMK
>> Ceklist Persyaratan PTK Baru SD, SMP
>> Ceklist Persyaratan PTK Baru PAUD TK
>> Rekap Form Excel Pengajuan Input PTK Baru TK, PAUD, SD, SMP
>> Materi 1 BLC
>> Materi 2 Pengenalan HTML (BLC)
>> Materi 2 Web Editor (BLC)
>> News Template
>> Pro News Template
>> Materi 3 BLC ( Membuat Email )
>> Materi 3 BLC ( Membuat Blog )
>> Blangko Pengajuan SK GTT/PTT
>> Blangko Pengajuan SK GTY/PTY
>> Instrumen Sekolah 2015
>> Memasang Link Di Pada Blog Wordpress
>> Menambah Header di Blog (Blogger)
>> Materi 4 BLC ( Membuat Blog Dengan Wordpress )
>> Materi 5 BLC ( CMS )
>> Tutorial CMS Balitbang
>> Materi 6 Localhost CMS Balitbang
>> Materi 8 Cloud Storage
>> Blangko Biodata Guru Agama Islam ( PAI )
>> Materi 9 Pembuatan Header Website
>> Blangko PPDB 2016 / 2017
>> Pengantar PPDB 2016 / 2017
>> Menambahkan Feed Rss Pada Halaman Website
>> Materi Tahsin Perguruan Muhammadiyah
>> Skrip .php untuk Feed RSS CMS Balitbang
>> Materi Google Form atau Formulir Online
>> Materi Desember 2016
>> Jadwal UTS Genap Ciri Khusus SD
>> Blangko Data Bantuan Sekolah 2016
>> Jadwal UAS ( SEKOLAH ) Ciri Khusus SMP/Mts, SMA/MA, SMK 2016/2017
>> Materi Penguatan Kepala Sekolah Tawang Mangu
>> Pengembangan Kurikulum ISMUBA 2017
>> Olimpiade Ahmad Dahlan 2017
>> Kalender Pendidikan Muhammadiyah Provinsi Jawa Tengah Tahun Pelajaran 2022 / 2023
>> Kisi - Kisi Akhlaq SMK Ciri Khusus 2017 / 2018
>> Form Data Bantuan dan Prestasi Sekolah 2018
>> Pelatihan SPMU
>> Kalender Pendidikan Dikdasmen PWM Jateng 2018 / 2019
>> Instrumen Data Sekolah 2019
>> Rekaman Irama Nahawand
>> Blangko RKAS 2021
>> Surat Tarik PTK Dinas / Mutasi
>> Form Input PTK GTK Cabdin
>> Syarat Pengajuan SK Yayasan
>> Landasan Hukum Muhammadiyah ( 2016 )
>> KISI US ISMUBA WILAYAH 2022
>> BLANGKO DAYA TAMPUNG PENGGEMBIRA MUKTAMAR 48 TAHUN 2022
>> BLANGKO PAKTA INTEGRITAS
>> BLANGKO RKAS 2022/2023
>> EDARAN MENCHANDISE MUKTAMAR KE - 48
>> Syarat Pengajuan NUPTK JULI - DESEMBER 2022
>> Form Isian Data 2022 / 2023
>> Logo Musyda 2023
>> Lampiran Musyda Dikdasmen 2023
>> SYARAT DAPODIK 2023
>> BADAN HUKUM MUHAMMADIYAH PART 1
>> BADAN HUKUM MUHAMMADIYAH PART 2
>> DAFTAR PCM 2022 - 2027
>> Badan Hukum Muhammadiyah 2024
>> Maklumat PP Muhammadiyah Ramadhan 1447 H / 2026 M
>> JADWAL WAKTU SHOLAT BULAN RAMADHAN 1446 H / 2025 M
>> Logo Milad Muhammadiyah 113
>> Kode Indeks Surat Muhammadiyah

Pengunjung

Flag Counter