Tampilkan postingan dengan label Dongeng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dongeng. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Januari 2020

SOLO – Sedikitnya 795 siswa SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta duduk rapi di depan podium.

Mereka tak sabar menunggu dongeng seru, disampaikan Kak Annas Mujahidin dari PPMI (Persaudaraan Pencerita Muslim Indonesia), Kamis, (2/1/2020).

Kepala Sekolah Hj. Sri Sayekti, mengatakan tahun ajaran baru semester 2 dibuka Dongeng Belajar Merdeka, Guru Penggerak, semangat baru dan berpresatsi dengan materi menyongsong lomba sekolah sehat tahun 2020 tingkat Nasional.
“Diawali apel dan pengajian di SD Muhammadiyah 1 merupakan kegiatan rutin sebagai salah satu program pendidikan karakter, diharapkan karakter religius dapat terbangun, anak-anak sangat perlu diajarkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta promosi kesehatan supaya terhindar dari penyakit,”ujarnya.

Suara sapi, suara kambing mengembik, ayam berkokok dan suara kelinci jadi surprise hingga membuat peserta penasaran.

Setelah muncul dari balik kantor tata usaha Annas mengajak anak-anak bermain tepuk lalu bercerita.

“Buka mata, buka telinga, mulutnya dikunci,” katanya.

Semua peserta pun langsung bisa mengikuti dan tertib.

Kak Annas menceritakan, seorang anak bernama Zaenab. Duduk di bangku SD selalu mendengarkan nasihat orangtuanya.
Sebelum Zaenab berangkat sekolah ayahnya berpesan, anak hebat itu bukan anak yang hanya mendapatkan nilai tertinggi di kelasnya.
Ath-thahuuru syatrul iimaan “Bersuci itu setengah daripada iman” Suci tanpa najis dan hadas, baik hadas besar maupun kecil, pada badan, pakaian, tempat, air, dan sebagainya.

”Anak hebat itu anak berkarakter atau berakhlakul karimah, lihat sampah langsung di ambil dan dibuang ke tempat sampah, antisipasi banjir,” katanya.

Dia menyampaikan motivasi melalui dongeng dipadukan dengan gerakan tubuh yang atraktif.
Para peserta sangat antusias mendengarkan dan bergerak mengikuti instruksi yang diberikan.

Aisyah Huwaida al Azizah kelas VD menuturkan sangat terkesan mendengarkan dongeng dari Kak Annas sehingga lebih bersemangat untuk meraih prestasi.

“Dongeng seru sekali, lucu, tidak bosan dengan membawakan suara mirip dengan suara asli, seperti hewan, setan dan suara benda jatuh”, ungkapnya.

Humas, Jatmiko.

Jumat, 24 Mei 2019

SOLO — Di era Industri 4.0 apapun bisa diakses melalui telepon genggam dengan sekali klik dengan instan dan cepat. Salah satu dampaknya, kurangnya menghargai proses. Oleh karena itu, penting mengajarkan anak untuk terbiasa melewati beberapa proses dengan sungguh-sungguh dalam belajar perlu ditanamkan.

Metode mendongeng mengajari anak berjiwa sosial saling Asah, Asih dan Asuh bisa menjadi alternatif. Seperti yang dilakukan di Sekolah Pendidikan Karakter Berbasis TIK dan Budaya SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta.

Halaman sekolah tersebut dipenuhi ratusan siswa yang sudah duduk rapi sesuai kelas masing-masing. Mereka terlihat sangat gembira karena akan mengikuti kegiatan parade mendongeng dalam rangka peringati Nuzulul Quran.

Wakil Kepala Sekolah bidang Humas Jatmiko menyampaikan bahwa mendongeng merupakan media efektif, menanamkan nilai pendidikan karakter kepada siswa usia SD.

“Kita memberikan nasihat tanpa menggurui, dengan rasa senang, gembira menjadikan anak malah butuh nasehat tersebut sehingga dengan penuh perhatian menyaksikan dan mendengarkan dengan enjoy pentingnya nilai empati, kepekaan dan kepedulian terhadap sesama,” jelasnya. Rabu (22/5/2019)

Selesai berdoa di kelas masing-masing, peserta didik membawa kencleng surga melalui program filantropi cilik yang bekerja sama dengan Lazismu Solo.
 Acara dilanjutkan dengan mendongeng oleh Kak Rachmat dari Istana Dongeng Nusantara. Gaya penyampaian dongeng yang sangat komunikatif diselingi dengan nyanyian, tarian, dan gerakan-gerakan unik membuat siswa semakin antusias mengikuti kegiatan ini di akhiri pendongeng Kak Amar.

Rachmat Agung Cahyo atau lebih dikenal Kak Rachmat memberikan tausiah tentang kewajiban kita terhadap Al-Qur'an, di antaranya adalah bagaimana mengimani, membaca, memahami, mengamalkan dan mengajarkannya.
Tausiyah tersebut dikemas dalam cerita. Ia mengambil tokoh bernama Sari, boneka dongeng lucu yang menemani kak rachmat bercerita. Dengan alur cerita Sari anak sholihah yang pergi beritikaf ke masjid berusaha untuk mendapatkan malam lailatul bersama adiknya.

“Menyampaikan pelajaran kepada anak yang dikemas dengan cara yang menarik dengan metodologi cerita dan keteladanan dari tokoh cerita, diharapkan pesan lebih melekat pada ingatan anak, karena anak-anak tidak hanya melihat pesan apa yang disampaikan, tetapi juga cara kita dalam menyampaikan pesan moral kepada anak menentukan pesan itu diterima atau tidak,” ujar Rachmat.

Sementara itu, Direktur Lazismu Solo Reynal Falah, Program ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat bersedekah pada siswa serta memiliki kepedulian pada sesama.

“Melatih siswa rajin berderma, sebagai bagian pendidikan karakter, aplikasi nilai keislaman sejak dini, dan meneladani kisah perjuangan KH. Ahmad Dahlan ketika awal-awal mendirikan Persyarikatan Muhammadiyah,” kata Reynal.

Humas Jatmiko.

Rabu, 10 April 2019

Isra Mi’raj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa kemudian naik ke langit ketujuh dan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha, dalam waktu semalam. Isra Mi’raj merupakan persitiwa yang luar biasa jika diukur dari rasionalitas manusia biasa.
Dalam rangka memperingati Isra Mi’raj 1440 H, SD Muhammadiyah 8 Jagalan Surakarta gelar acara “Dongeng Islami”, Sabtu (6/4/2019).
Acara yang diadakan di Masjid Baiturrahman Jagalan Surakarta ini diikuti oleh sekitar 400 siswa-siswi kelas satu sampai lima beserta para guru dan karyawan SD Muhammadiyah 8 Jagalan Surakarta.
Acara diawali dengan salat Dhuha berjamaah dan hafalan surat-surat pendek. Setelah salat, siswa-siswi diminta untuk tetap duduk di dalam masjid untuk mendengarkan dongeng.
Hadir sebagai pendongeng yakni Ustadz Firman atau yang akrab disapa Kak Fire Man. Dalam kegiatan yang berlangsung sejak pukul setengah delapan sampai setengah sepuluh pagi tersebut, Kak Fire Man menceritakan awal mula perintah salat wajib lima waktu diturunkan.
 Selain memaparkan cerita Isra Mi’raj, guru salah satu sekolah swasta di Surakarta tersebut menyampaikan 3 ciri anak saleh yakni kuat akal (cerdas), kuat hati, serta kuat badan (sehat jasmani).
Untuk menarik perhatian siswa, Kak Fire Man menampilkan beberapa trik sulap, seperti mengubah penggaris menjadi bunga imitasi dan mengubah cairan berwarna menjadi cairan bening.
Siswa-siswi antusias mendengarkan dongeng yang dibawakan Kak Fire Man. Hal tersebut tampak dari banyaknya siswa yang tunjuk tangan dan menjawab dengan lantang ketika pendongeng mengajukan pertanyaan.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Agama Islam dan Kemuhammadiyahan, Buchory Wahyu, berharap melalui kegiatan dongeng Islami, warga sekolah dapat lebih meningkatkan keimanan. “Dengan merenungkan peristiwa Isra Mi’raj, semoga kita dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah”, ungkapnya saat membuka acara.
Selain untuk meningkatkan keimanan warga sekolah, ada tujuan lain yang ingin dicapai melalui kegiatan yang rutin diadakan setiap tahun tersebut. Kepala SD Muhammadiyah 8 Jagalan Surakarta, Parimin Tedjo Pramono, memberikan tugas supaya siswa membuat resume/ringkasan tentang materi yang dibawakan pendongeng. Resume terbaik memperoleh reward dari sekolah yang diberikan pada saat upacara bendera, Senin (8/4/2019).
“Kami berharap, melalui tugas membuat resume, siswa dapat lebih memperhatikan cerita yang dibawakan pendongeng. Selain itu, tujuan kami adalah membiasakan siswa untuk menulis apa yang mereka dengar sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS)”, tutur Parimin.

Pengirim    : Marina
Alamat        : Surakarta
Profesi        : Guru

Kamis, 16 Agustus 2018

Solo, Jawa Tengah,- Menyemarakkan HUT ke-73 RI, siswa, guru SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta mengadakan Karnaval Kebangsaan dan Dongeng Kemerdekaan, Kamis (16/8/2018).

Sebanyak 806 siswa kelas 1-6 berjalan kaki sejauh 3 kilometer dengan rute dari sekolah belok kiri lewat SMA Muh 1 lurus sampai masjid Solikhin belok kiri ke arah selatan melewati Rumah Dinas Wakil Walikota sampai Jalan Slamet Riyadi, Pasar Ngarsopura, Gerbang Mangkunegaran lalu menuju kembali ke sekolah mengenakan kostum merah putih.

Wakil Kepala Sekolah bidang Humas mengatakan, masing-masing kelas mengusung tema tertentu, misal kelas 1 tema cita-citaku, kelas 2 tani makmur Indonesia, harapan juang aku bisa, kelas 3 Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dengan 5 nilai utama Religius, Nasionalis, Mandiri, Integritas, Gotong Royong, kelas 4 Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, kelas 5 barisan pelajar I Love Indonesia dan kelas 6 Kerja Kita Prestasi Bangsa. Kostum yang dikenakan siswa disesuaikan dengan tema.

"Momen ini sudah menjadi tahunan tapi Kami hari ini spesial dan memiliki khas tersendiri bagaimana menyambut HUT RI ke-73 untuk merangsang kreativitas warga sekolah terutama peserta didik dan yang terbaik akan mendapatkan reward," terang Jatmiko usai karnaval.

Menurutnya, penyelenggaraan karnaval menyemarakkan HUT ke-73 RI bertujuan untuk membangkitkan rasa cinta tanah air dalam diri siswa. Dengan begitu akan tumbuh dan tergugah karakter generasi penerus bangsa yang tangguh dengan rasa nasionalisme tinggi.

"di era digitalisasi dan membanjirnya informasi serta konten-konten negatif yang beredar saat ini sesuai pantuan dan jangkauan, maka memperteguh rasa handarbeni atau memiliki jiwa  nasionalisme harus disemai sejak dini, semoga karnaval dan dongeng ini kita bangkitkan rasa optimisme dan cinta anak-anak terhadap bangsa dan negaranya," katanya.

Di hadapan siswa Kak Jaja berhasil menyajikan sosok idola untuk anak-anak bangsa berkemajuan, berkarakter dan hebat, menghadirkan karakter baik ditiru anak-anak. Kisah tentang manusia langit, yang hidupnya penuh dengan perjuangan, tidak kenal lelah, beramal dan beribadah seperti Uais al Qarni yang berbakti pada orang tua, menuruti keinginan orang tua hingga ia merdeka di dunia karena bisa sembuh dari sakit dan merdeka di akhirat atas amal-amal baiknya.

Salah satu siswa kelas VI, Nafisah mengaku sangat senang mengikuti karnaval dan dongeng, menurut dirinya semakin cinta dengan Indonesia.

 "Saya bangga menjadi anak Indonesia, NKRI harga Mati," katanya.

Humas Jatmiko.

Kamis, 07 Juni 2018

 



Solo, Jawa Tengah, - Sekolah Pendidikan Karakter Berbasis TIK SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, menggelar kegiatan bulan Ramadan 1439 H dengan tema Menghiasi Ramadan dengan memperbanyak amal ibadah bagi warga sekolah dan lingkungan binaan sekolah.

Di Ramadan pula, Allah dengan Maha Pemurah-Nya melipatgandakan pahala dan kebaikan kita. Di sana terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu malam lailatul qadr, diturunkannya kitab suci petunjuk hidup bagi manusia, penjelas dan pembeda antara yang haq dan bathil, yaitu al Qur’anul Kariim.

“Alhamdulillah, Dalam kegiatan mendongeng ini Annisa Gemar Menghafal al Qur’an mendapat sambutan yang luar biasa. Acara diikuti 674 peserta didik mulai dari kelas 1 sampai 5 A, B, C, dan D. Semoga melalui kegiatan ini, banyak anak yang mendapatkan stimulus yang positif melalui dongeng-dongeng yang mereka dengarkan,” Ujar Kak Rachmat Agung Cahyono.

Anak bisa belajar merasakan empati dan olah hati, rasa serta fikir dari apa yang dialami tokoh cerita idolanya. Anak akan berimajinasi menjadi tokoh tersebut.

“Bagi kaum muslimin, kita bisa memperkenalkan kepada generasi anak bangsa tentang konsep salat atau berpuasa. Sisipkan doa-doa pendek yang dapat dihapalkan anak dengan mudah,”harapnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah bidang al Islam Kemuhammadiyahan, Ahmad Syaifuddin, S.Pd.I, mengatakan Ramadan bulan yang ditunggu-tunggu oleh sebagain besar orang. Sehingga pada bulan ramadan kali ini kita dapat memperbanyak amal ibadah, mulai dari puasa, tilawah al Qur’an, zakat, infaq dan shodaqoh. Pihaknya setiap tahun memberikan zakat fitri kepada masyarakat yang tidak mampu di wilayah Kecamatan Banjarsari Kelurahan Ketelan dan lingkungan binaan sekolah.

”Zakat yang kami berikan ini berasal dari zakat fitri anak-anak SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta untuk mempertinggi rasa rela berkorban dan kasih sayang terhadap kaum dhu’afa dan  membantu warga yang membutuhkan,” kata dia, Rabu (6/6/2018).

Dia menerangkan, perincian penerima zakat adalah, Tetangga SD dan Sopir Becak (Pircak) 307 Bungkus, SD Muhammadiyah 5 Kadipiro 50 Bungkus, Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 18 Solo 30 Bungkus, SD Muhammadiyah 13 Makam Bergolo 50 Bungkus dan tetangga guru karyawan 307 bungkus masing-masing seberat 2,5 kilogram.

Humas Jatmiko.

Senin, 30 April 2018

 
Solo, Jawa Tengah, - Siswa Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 1 Ketelan kembali mengukir prestasi. Kali ini diraih oleh Reza dan Khaylila. Siswi kelas V Sekolah Pendidikan berbasis TIK tersebut berhasil menjadi juara satu dan Juara harapan 1 lomba bercerita   dalam Kategori Sekolah Dasar yang diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan di Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta, Jum’at (27/04/2018).

“Reza dan Khaylila berhasil menyisihkan peserta lainnya dari 17 gugus membawakan legenda malin kundang,” kata Eny Khusnul Khotimah, S.Pd, dan bangga setelah menyaksikan siswa binaannya meraih juara.

Prestasi yang diraih Reza ini misalnya sudah tidak membuat gurunya heran. Maklum, Reza selama ini dikenal punya segudang keahlian dan sudah sekian kali menjadi juara. Di antara keahliannya adalah memainkan gamelan, dan puisi. Dari seluruh keahlian itu, Reza pernah juara 2 mendongeng tingkat Daerah Kota Surakarta untuk seleksi  di ivent lomba yang digelar oleh Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) PP Muhammadiyah di Sidoarjo, Kamis (26/04/2018)

Namun Reza sebelumnya sudah merasa sangat yakin akan lolos setelah penampilannya dirasa memuaskan di depan Juri Digedung Dakwah Balai Muhammadiyah Kota Surakarta.

 “Perasaan saya bahagia sekali, bisa mengantarkan anak-anak mendapatkan hasil yang terbaik. Tujuan lomba ini yang paling utama agar anak-anak bangsa gemar membaca, melatih keberanian dan menguatkan pendidikan memajukan literasi di era kekinian,” tutur Eny.

Humas Jatmiko.

Ketua

Dr. Mohamad Ali, S.Ag., M.Pd
NBM. 887.570

Menu

Jadwal Sholat


jadwal-sholat

Kalender

Jam

Berita Umum

Posting Populer

Inovasi Pendidikan karakter anti korupsi SD Muhammadiyah 1 Ketelan

Informasi


Kalender Islam

Kalender Hijriyah

Unduh - Download

>> Surat Pernyataan Tidak Terjadi Konflik 2021
>> Instrumen Data Sekolah 2021
>> Form Input PTK GTK Cabdin
>> Ceklist Persyaratan PTK Baru SMA, MA,SMK
>> Ceklist Persyaratan PTK Baru SD, SMP
>> Ceklist Persyaratan PTK Baru PAUD TK
>> Rekap Form Excel Pengajuan Input PTK Baru TK, PAUD, SD, SMP
>> Materi 1 BLC
>> Materi 2 Pengenalan HTML (BLC)
>> Materi 2 Web Editor (BLC)
>> News Template
>> Pro News Template
>> Materi 3 BLC ( Membuat Email )
>> Materi 3 BLC ( Membuat Blog )
>> Blangko Pengajuan SK GTT/PTT
>> Blangko Pengajuan SK GTY/PTY
>> Instrumen Sekolah 2015
>> Memasang Link Di Pada Blog Wordpress
>> Menambah Header di Blog (Blogger)
>> Materi 4 BLC ( Membuat Blog Dengan Wordpress )
>> Materi 5 BLC ( CMS )
>> Tutorial CMS Balitbang
>> Materi 6 Localhost CMS Balitbang
>> Materi 8 Cloud Storage
>> Blangko Biodata Guru Agama Islam ( PAI )
>> Materi 9 Pembuatan Header Website
>> Blangko PPDB 2016 / 2017
>> Pengantar PPDB 2016 / 2017
>> Menambahkan Feed Rss Pada Halaman Website
>> Materi Tahsin Perguruan Muhammadiyah
>> Skrip .php untuk Feed RSS CMS Balitbang
>> Materi Google Form atau Formulir Online
>> Materi Desember 2016
>> Jadwal UTS Genap Ciri Khusus SD
>> Blangko Data Bantuan Sekolah 2016
>> Jadwal UAS ( SEKOLAH ) Ciri Khusus SMP/Mts, SMA/MA, SMK 2016/2017
>> Materi Penguatan Kepala Sekolah Tawang Mangu
>> Pengembangan Kurikulum ISMUBA 2017
>> Olimpiade Ahmad Dahlan 2017
>> Kalender Pendidikan Muhammadiyah Provinsi Jawa Tengah Tahun Pelajaran 2022 / 2023
>> Kisi - Kisi Akhlaq SMK Ciri Khusus 2017 / 2018
>> Form Data Bantuan dan Prestasi Sekolah 2018
>> Pelatihan SPMU
>> Kalender Pendidikan Dikdasmen PWM Jateng 2018 / 2019
>> Instrumen Data Sekolah 2019
>> Rekaman Irama Nahawand
>> Blangko RKAS 2021
>> Surat Tarik PTK Dinas / Mutasi
>> Form Input PTK GTK Cabdin
>> Syarat Pengajuan SK Yayasan
>> Landasan Hukum Muhammadiyah ( 2016 )
>> KISI US ISMUBA WILAYAH 2022
>> BLANGKO DAYA TAMPUNG PENGGEMBIRA MUKTAMAR 48 TAHUN 2022
>> BLANGKO PAKTA INTEGRITAS
>> BLANGKO RKAS 2022/2023
>> EDARAN MENCHANDISE MUKTAMAR KE - 48
>> Syarat Pengajuan NUPTK JULI - DESEMBER 2022
>> Form Isian Data 2022 / 2023
>> Logo Musyda 2023
>> Lampiran Musyda Dikdasmen 2023
>> SYARAT DAPODIK 2023
>> BADAN HUKUM MUHAMMADIYAH PART 1
>> BADAN HUKUM MUHAMMADIYAH PART 2
>> DAFTAR PCM 2022 - 2027
>> Badan Hukum Muhammadiyah 2024
>> Maklumat PP Muhammadiyah Ramadhan 1447 H / 2026 M
>> JADWAL WAKTU SHOLAT BULAN RAMADHAN 1446 H / 2025 M
>> Logo Milad Muhammadiyah 113
>> Kode Indeks Surat Muhammadiyah
>> Pembuatan E-KTAM dan Tata Cara Klaim

Pengunjung

Flag Counter