Rabu, 21 Februari 2024

SOLO – Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Program Khusus Kartasura Sukoharjo lakukan studi tiru badan usaha milik sekolah (BUMS) SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo sebagai pembelajaran dan pengembagan sekolah yang berkemajuan dan kekinian, Selasa (20/2/2024).

“Dalam rangka studi Pengelolaan Koperasi atau Kantin Sekolah yang bernaung di BUMS, Kegiatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, dan Pengelolaan Kepegawaian. Ilmunya semoga berkah dan sambutan sangat ramah. Ikut membersamai saya Budi Waluyo, Khoirul Luqman, dan Misnanto,” ujar Kepala MIM PK Kartasura, Rochmadi.

Kepala SD Muh 1 Solo Sri Sayekti, M.Pd mengungkapkan BUMS telah mendapat kunjungan studi tiru dari berbagai sekolah dalam kota dan  luar kota di Indonesia.

“Adanya BUMS itu sebagai pusat keunggulan dan pembelajaran serta pelayanan bagi siswa, dan tidak semata-mata mencari keuntungan,” ujar Sayekti, sambil tersenyum. 

Selain itu, Jenis usaha yang dilaksanakan oleh BUMS pada prinsipnya mengacu pada kebutuhan pokok dan kebutuhan umum  yang dibutuhkan oleh para peserta didik, disamping menyediakan kebutuhan lain yang mungkin diperlukan oleh para peserta didik. 

Pada dasarnya bidang usaha yang dilaksanakan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar bahkan lebih mengarah pada menambah pengetahuan serta praktik nyata tentang kegiatan berwirausaha.

Unit Pertokoan meliputi toko sekolah, kantin sehat ramah anak, foto copy. Toko sekolah melayani pengadaan buku, alat tulis, seragam sekolah serta barang-barang lain yang diperlukan oleh peserta didik dan wali siswa. 

“Kantin menyediakan konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman sehingga anak memiliki derajat kesehatan yang tinggi untuk mendukumg kegiatan pembelajaran. Sedangkan unit foto copy untuk membantu mempermudah proses kegiatan belajar khususnya dalam penggandaan bahan ajar,” bebernya.

Dalam presentasinya, Sri Sayekti sebagai supervisor menambahkan BUMS, mempunyai unit berupa dapur sekolah melayani makan siang siswa sesuai standar baku dari kementerian kesehatan  dan dipantau secara rutin oleh Dinas kesehatan kota Surakarta dan Badan pengawasan obat dan makanan.

“Lalu ada, unit Antar jemput melayani peserta didik yang orang tuanya terkendala tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengantar dan menjemput karena kesibukan. Antar jemput SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta melayani rute Solo Raya,” jelasnya.

Usai menyimak paparan Sayekti, tim studi tiru di ajak ke lokus BUMS bersama Wakil Kepala Sekolah bidang sarpras Jaka Prasetya dan Wakil Kepala Sekolah bidang Humas Jatmiko.

Kontributor, Jatmiko.

Senin, 19 Februari 2024

SOLO – Tampilan siswa SD Muhammadiyah 1 Solo (Sdmuh1solo) Jawa Tengah ikut memeriahkan hari jadi ke-279 Kota Surakarta. Hasil perpindahan pada masa pemerintahan Pakubuwana II, tepatnya pada 17 Februari 1745. Momentum itu pula yang kemudian diperingati sebagai hari ulang tahun (HUT) Kota Solo, Sabtu (17/2/2024).

Dalam acara yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Kota Surakarta, tarian caping siswa Sdmuh1solo menghibur para pengunjung acara Festival Jenang Solo di Koridor Ngarsapura Solo. Acara itu juga bertepatan dengan hari ulang tahun Kota Solo sekaligus Mangayu Bagyo Jumenengan KGPAA. Mangkunegaran X.

Staf Kesiswaan Danardono Sri Pamungkas SSn MPd menjelaskan cuaca panas tidak mengurangi semangat para siswa memberikan hiburan yang memesona melalui tari caping.

“Untuk bisa membawakan performance ini kami membutuhkan 1 pekan dalam menyiapkan diri dalam latihan, saya pilih 10 anak berbakat. Terima kasih atas kolaborasinya guru penari handal Sri Suwanti SPd dan orang tua wali murid yang luar biasa,” kata pendidik yang memiliki hobi menari dan menggambar ini.

Cowok yang bercita-cita menjadi seorang penari Internasional ini mengaku dalam menyiapkan diri memeriahkan acara HUT ke-279 ini tidak ada kendala dalam menyiapkan dengan tim karena sebagai sekolah budaya yang terletak persis di barat Pura Mangkunegaran.

“Selamat hari jadi ke-279 Kota Solo. Semoga bisa menjadi tonggak kekayaan seni budaya yang masih dipertahankan hingga penuh rekam jejak sejarah nasional. Alhamdulillah, anak-anak sudah tampil dengan baik dalam setiap acara termasuk pada hari ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Sri Sayekti mengatakan bersama-sama kita menciptakan Kota Solo yang aman, sehat, produktif serta inovatif dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Terkait dengan dinas untuk memberikan ruang dan waktu, dia mengungkapkan SD Muhammadiyah 1 Solo berupaya maksimal dan optimal sesuai visi misi sekolah.

“Memang visi kita mewujudkan   lembaga pendidikan Unggul Kompetitif   dengan   sumber daya insani yang bertakwa dan berakhlaq mulia, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, sehat jasmani dan rohani, berwawasan global dan  peduli lingkungan hidup melalui terciptanya Profil Pelajar Pancasila,” katanya tersenyum.

Kontributor, Jatmiko.

SOLO – Pemulasaraan jenazah merupakan rangkaian kegiatan mengurus jenazah mulai dari memandikan, mengafani, menyalati, hingga menguburkan jenazah. Pelatihan ini sangat penting dilaksanakan mengingat pemulasaran jenazah memiliki hukum fardhu kifayah bagi muslim.

“Artinya, hukum suatu perkara yang wajib dilakukan oleh sebagian orang. Jika tidak ada satu pun orang yang melaksanakannya, semua orang akan menanggung beban dosanya, tetapi jika sudah dilakukan oleh muslim yang lain maka kewajiban ini gugur,” ujar Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, Jatmiko, Sabtu (17/2/2024).

Praktik langsung dalam merawat jenazah, apalagi cara mengkafaninya, mungkin tidak terbiasa. Merawat jenazah inilah salah satu materi yang diberikan kepada siswa kelas VI ABCD SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo dalam acara bertajuk ‘Muhi Islamic Student Camp (MISC)’.

Ada siswa laki-laki yang justru tertawa dan tersenyum simpul ketika kegiatan itu dimulai. Maklum saja, saat itu, Aray, siswa kelas kelas VID dan Naura Maritza kelas VIB, yang masih hidup diperlakukan layaknya mayat. Belum lagi sesi acara yang ditempatkan pada sore hari, membuat banyak siswa yang deg-degan.

Ditelentangkan di atas lantai di depan peserta acara malam bina dan takwa (Mabit), yang di bawahnya telah disiapkan kain kafan warna putih 3 rangkap. Sejurus kemudian, sang pembimbing Baruno Nasution dengan sigap memperlihatkan kepada siswa bagaimana cara mengkafani mayat laki-laki. Mulai dari cara membungkus jenazah dengan kain kafan pertama, kedua, hingga ketiga

“Pembelajaran dalam materi ini tentu lebih mengena jika dilakukan dengan metode praktik langsung. Para siswa langsung mempraktikkan bagaimana cara merawat jenazah, sementara yang dijadikan contoh jenazah adalah kawan mereka sendiri,” ujar Joko Santosa, bersama tim.

Sementara dalam sambutan penutupan, kepala sekolah SD Muhammadiyah 1 Solo Sri Sayekti MPd, menyebut MISC ini sebagai upaya melahirkan generasi yang tertib ibadahnya terutama salat, tertib belajarnya, dan tertib organisasinya.

“Artinya kalian harus menjadi generasi Islam yang berkemajuan dan kaffah, intelektual yang qurani, dan pejuang yang tertata rapi dalam barisan yang terorganisir. Terima kasih seluruh panitia dan tim ngrukti jenazah Joko Santoso, Ishayati, Rusmawardah, Baruno Nasution dan Dyah Elina Indriyani,” tegas kepala sekolah pengegrak itu.

Kontributor, Jatmiko.

SOLO – Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Paesan Program Khusus Kedungwuni Barat Kabupaten Pekalongan melakukan studi tiru ke SD Muhammadiyah 1 Solo. Kepala Sekolah Sri Sayekti dan jajaran wakil kepala sekolah menerima tamu studi tiru di aula sekolah sehat ramah anak, Jumat (16/2/2024).

Rombongan tamu tiba tepat pukul 09.30 WIB di Sd muh 1 Solo. Rombongan terdiri dari 12 orang, mulai dari 2 orang dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), 6 orang dari Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan NonFormal cabang Kedungwuni dan 2 orang dari SD Muhammadiyah Paesan, serta 2 orang dari kaderisasi.

Dalam sambutan pembukanya, Kepala SD Muhammadiyah Paesan Laela Mujtahida menyampaikan terima kasih atas waktu dan kesempatan yang diberikan sekolah yang berdiri sejak 1935.

“Kami ingin belajar banyak, terutama terkait Badan Usaha Milik Sekolah (BUMS). Mohon doanya semoga kami bisa menerapkan apa yang sudah kami pelajari di SD Muhammadiyah 1 ketelan,” jelasnya.

Rombongan studi tiru setelah pembukaan kemudian diajak berkeliling untuk dapat melihat kondisi BUMS bersama Wakil Kepala Sekolah bidang Sarpras Jaka Prasetya bersama staf Hafid Sinung Efendy, ikut membersamai Wakil kepala sekolah bidang Humas Jatmiko dan Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan SW Winarsi. 

“Luar biasa. Kami mendapatkan ilmu pengembangan BUMS ada dapur sehat, kantin sehat, mini market dan BUMS yang dilengkapi kartu inovasi M1Smart Card, dan pengembangan sekolah. Mudah-mudahan kerja sama dan silaturahmi ini dapat terus terjalin. Maturnuwun. Jazakumullah khairan katsiran,” ujar Laela.

BUMS melayani kebutuhan warga sekolah dan masyarakat umum menghadirkan yang bersih, aman, dan higenis. Berbagai Jenis barang yang di jual seperti perlengkapan kebutuhan lainnya seperti Snack, Jajan, Alat tulis, dan kebutuhan pokok sehari-hari.

BUMS menjadi amal usaha bagi Muhammadiyah untuk membantu mendanai sekolah dan dengan hadirnya badan ini memberikan sebuah pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Sekolah Penggerak Berkemajuan Sri Sayekti mengakui bahwa sebagai Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, BUMS baginya merupakan kompetensi kewirausahaan.

Dari sekian banyak kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang kepala sekolah berkemajuan dan berkeunggulan, dapat dikelompokkan menjadi enam kompetensi, 1) Kompetensi Kepribadian dan Sosial; 2) Kompetensi Kepemimpinan Pembelajaran; 3) Kompetensi Pengembangan Sekolah; 4) Kompetensi Manajemen Sumberdaya; 5) Kompetensi Kewirausahaan; dan 6) Kompetensi Supervisi Pembelajaran.

 “Berkenaan dengan sub kompetensi yang kelima, kepala sekolah harus mampu mengembangkan sekolah dengan menerapkan prinsip-prinsip inovatif dan kreatif, rasa percaya diri yang kuat, berorientasi pada visi, misi, dan tujuan sekolah, kerja keras dan pantang menyerah, dan bervisi pertumbuhan,” ungkapnya.

Kontributor, Jatmiko.

SOLO – SD Muhammadiyah 1 Solo gelar Islamic Camp (MISC), Jumat- Sabtu (16-17/2/2024).

Kepala Sekolah Sri Sayekti menerangkan, telah kita ketahui bersama, bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kini memasuki era 4.0 memiliki beberapa dampak negatif.

 “Dimana hal tersebut sangat memperberat peran orangtua dan guru dalam proses pendidikan anak,” ungkapnya saat di sela-sela acara kegiatan.

Beberapa diantara dampak negatif tersebut antara lain; terjadinya pendangkalan aqidah, merosotnya akhlaqul karimah dan semakin meluasnya pola pergaulan anak didik yang jauh dari norma-norma Islami.

“Pada akhirnya, dampak negaitif tersebut menimbulkan berbagai permasalahan mendasar yang sangat merugikan berbagai pihak; baik sekolah, keluarga, masyarakat, bahkan anak didik tersebut,” beber Sayekti, sapaan akrab Sri Sayekti.

Oleh sebab itu diperlukan suatu sistem pembinaan peserta didik secara terpadu, yang diantaranya diwujudkan dalam kegiatan.

 “Muhi Islamic Student Camp Kelas VI SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta Tahun Ajaran 2023/2024 bekali kemandirian hidup siswa ,” katanya, sambil tersenyum.

Ketua Panitia Ahmad Syaifuddin mengatakan MISC diselenggarkan dengan harapan mampu menanamkan lebih dalam terkait ilmu dasar Agama Islam antara lain shalat wajib, bacaan dan hafalan al-Qur`an hingga praktik pengurusan jenazah sehingga dapat membuat pelajar Muhammadiyah semakin mencintai agamanya, berpegang teguh padanya dan menjadi Insan Kamil.

“Kegiatan MISC diikuti sebanyak 130 siswa kelas VI tahfidzul Qur’an, sains, seni maupun olahraga. Ta’aruf dan Silaturrahmi, Halaqah, Muhasabah diri, Olahraga dan Praktik Pengurusan Jenazah,” ungkapnya.

Materi Guru dan Karyawan dimulai membaca al-Qur’an dengan baik dan lancer, menghafal surah-surah pendek juz 30 dan praktik pengurusan Jenazah. Peserta terlihat sangat antusias menjalankan kegiatan ini. Mereka tampak semangat mengikuti rangkaian aktivitas kegiatan Tahfidz Camp.

Acara dibuka secara resmi dan dihadiri Wakil Sekretaris Majelis Pendidikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta Kartono, Ketua Komite Sekolah Harminto dan seluruh guru karyawan. Lalu, pembaca doa Wakil Kepala Sekolah bidang humas, Jatmiko, MC Nur Fitri Astuti bersama Novita Al Muti’ah.

Kontributor, Jatmiko. m

SOLO - Sebanyak 10 orang SD Ummu Aiman di bawah Yayasan Bani Salim Ummu Aiman Malang Jawa Timur melakukan studi tiru di SD Muhammadiyah 1 Solo, Kamis (15/2/2024).

Hadir Pengawas Sekolah Ummu Aiman Muhammad Muklish Iwanto dan diterima oleh Kepala Sekolah Hj Sri Sayekti, Wakasek bidang Kurikulum Imam Priyanto beserta staf Sri Martono Lanjarsari, Wakasek Kesiswaan SW Winarsi, Wakasek Humas Jatmiko dan Wakasek al Islam dan Kemuhammadiyahan Ahmad Syaifuddin.

Kepala Sekolah Penggerak Hj Sri Sayekti, menyampaikan studi tiru memperkaya pengalaman dan merubah sekolah menuju berkemajuan siap belajar bersama.

“SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo yang berdiri sejak 1935 dan saat ini berusia 89 tahun siap menerima studi tiru dan sharing praktik baik Pendidikan berkeunggulan dan berkemajuan,” terangnya saat memberikan sambutan di aula sekolah sehat.

Sayekti, menjelaskan bahwa sekolah yang berada tepat di barat Pura Mangkunegaran sebelah utara masjid al Wustha memiliki kekhasan tersendiri.

“Berdasarkan penilaian KPK RI sekolah penggerak ini dinobatkan sebagai yang terbaik praktik baik dalam implementasi pendidikan antikorupsi (PAK) bertepatan puncak peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia), sekolah sehat, sekolah budaya, sekolah religius, sekolah multi talenta dan sekolah adiwiyata,” terangnya.

Setelah acara penyambutan dan ramah tamah, studi tiru dilanjutkan dengan visitasi ke lokus-lokus terpilih.

Kepala SD Ummu Aiman yang berciri khas Islam, Rika Oktavia Saptiningtyas, menyampaikan rasa ketertarikannya terhadap kekhususan yang dimiliki SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta Jawa Tengah.

“Banyak temuan yang kami dapatkan saat visitasi lingkungan sekolah dan keunikan dari implementasi kurikulum merdeka, budaya sekolah sehat, kantin sehat terbaik pertama dari Kemenkes RI, dan program sekolah ramah anak,” tuturnya saat kegiatan penutupan.

Sementara itu, Muhammad Muklish Iwanto pengawas internal sekolah Yayasan Bani Salim Ummu Aiman mengatakan bahwa SD ini punya keunggulan dan kemiripan yang hampir sama.

“Jadi kami ke sini untuk silaturahmi dan untuk terus menjalin hubungan dan apa ke depannya yang kita bisa kolaborasikan dengan kami karena hamper mirip semua. Karena kami kedepan punya mimpi menjadi sekolah ramah anak, dan saat ini kita punya impian untuk membangun Madrasah Tsanawiyah atau setara sekolah menengah pertama,” tambahnya.

Kontributor, Jatmiko.

Kamis, 25 Januari 2024

SOLO – Bedah Draft Kurikulum Al-Islam, Kemuhamamdiyahan dan Bahasa Arab (Ismuba) 2024 yang membahagiakan dan berkemajuan digelar Majelis Pendidikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta diadakan di  Balai Muhammadiyah Solo Jalan Teuku Umar Keprabon, Banjarsari, Rabu (24/1/2024).

Acara dibuka oleh sekretaris Drs H Supraptono MPd, yang mewakili ketua majelis Pendidikan Dr Mohamad Ali Sag MPd dengan moderator Wakil Kepala Sekolah bidang Humas SD Muhammadiyah 1 Ketelan Dwi Jatmiko. 

Dalam bedah itu, hadir tiga narasumber. Pertama pendidik Ismuba Hadyan Muntashir Windayanto MPd, kedua Dr Isa al Fajri LC MPd dan ketiga ketua kelompok kerja guru (KKG) Nurul Jannah SAg. 

Hadyan Muntashir menyatakan dalam paparan kurikulum merdeka (Kumer) diluncurkan sebagai kurikulum yang bertujuan untuk mengasah minat dan bakat anak sejak dini dengan berfokus pada materi esensial, pengembangan karakter, dan kompetensi peserta didik.


“Kurikulum Merdeka menghadirkan rasa kebahagiaan bagi peserta didik dan pendidik,” ujarnya.  

Kemudian, Isa al Fajri Kurikulum Pendidikan ISMUBA meliputi kurikulum Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah, Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah dan Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah.  Kurikulum ISMUBA ini mencakup intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, dan program pembiasaan yang terintegrasi. 

Kurikulum intrakurikuler berisi mata pelajaran Pendidikan Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab. Pada sekolah, Pendidikan Al-Islam dalam kegiatan intrakurikuler berupa Pendidikan Al-Islam terintegrasi yang memuat unsur Al-Qur’an dan Hadis, Aqidah, Akhlak, Ibadah, dan Tarikh. Sedangkan pada Madrasah, Pendidikan Al-Islam dalam kegiatan intrakurikuler memuat mata pelajaran Al-Qur’an-Hadis, Aqidah-Akhlak, Fikih, serta Tarikh

“Kokurikuler pada sekolah berisi penguatan kompetensi baca tulis, tahsin, dan tahfidz Al-Qur’an; pembinaan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM); dan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila/Profil Pelajar Berkemajuan (P5/PPB) yang dirancang terpisah dari intrakurikuler. Sedangkan pada madrasah berisi penguatan kompetensi baca tulis, tahsin, dan tahfidz Al-Qur’an; pembinaan IPM; dan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila/Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin/Profil Pelajar Berkemajuan (P5/PPRA/PPB) yang dirancang terpisah dari intrakurikuler,” bebernya.

Adapun pemateri ketiga, Nurul Jannah Program pembiasaan bertujuan untuk membentuk sikap dan perilaku peserta didik dalam mencapai profil pelajar berkemajuan. Kegiatannya berupa pembiasaan baik di sekolah/madrasah maupun di luar sekolah/madrasah. 

Program ini terdiri dari pendampingan kegiatan Pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di sekolah/madrasah dan pemantauannya di luar sekolah/madrasah. 

“Seperti pembiasaan shalat wajib dan sunnah; kultum; khotbah; berinfak di Kantor Layanan Lazismu Sekolah/Madrasah; mengikuti kajian di Muhammadiyah; dan pembiasaan berbahasa Arab. Program ini didampingi dan dipantau melalui buku program pembiasaan. program ekstrakurikuler dapat dikembangkan sesuai karakteristik minat murid,” terangnya.

Unsur pembantu pimpinan bidang ISMUBA Abdul Hakam Faruq SHI MAg, bedah kurikulum, pendidik mampu mengetahui apa sebenarnya inti dari pokok bahasan di setiap pertemuan.

Dengan mengetahui inti pokok bahasan, selanjutnya kita bisa tentukan bagian mana yang akan dibahas secara mendalam di kelas, bagian mana yang dijadikan penugasan bagi siswa, bagian mana yang harus dipelajari sendiri oleh siswa.  

“Dengan kata lain, bedah kurikulum perlu memperhitungkan proses belajar di kelas, penugasan dan belajar mandiri sebagai sebuah kesatuan. Sekaligus acara ini memberi ruang dan waktu bagi KKG, MGMP perguruan Muhammadiyah Kota Surakarta untuk bernalar kritis,” ujarnya. 

Kontributor, Jatmiko.

SOLO – Empat strategi mendesain sekolah unggul berkemajuan menjadi bahasan ruang lingkup, program, prestasi, penerimaan peserta didik baru (ppdb) sekolah di siaran pendidikan radio Mentari FM di Gedung dakwah Balai Muhammadiyah Solo, Rabu (24/1/2024).

Menghadirkan narasumber Wakil Kepala Sekolah bidang Humas SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta Dwi Jatmiko MPd, Pembahasan fokus bagaimana strategi mendesain sekolah unggul berkemajuan. Inovasi dan terobosan menjadi kunci utama sekolah yang berdiri sejak 1935 ini tetap eksis yang saat ini di bawah manajerial kepala sekolah penggerak Hj Sri Sayekti MPd. 

”Terima kasih kepada masyarakat yang telah mengamanahkan putra putrinya di SD Muhammadiyah 1 dan saat ini kuota tahun 2024/2025 telah terpenuhi dan sekarang membuka penitipan tahun 2025/2026,” tutur Jatmiko.

Dia lantas menjelaskan empat strategi, seperti memperbaiki mutu sekolah, mulai dari jam masuk lebih pagi terutama guru karyawan pukul 06.45 WIB dan wajib apel, siswa pukul 07.00 WIB, jaminan bisa mengaji dengan metode al Husna dan langgam nahawand untuk bacaan al Quran, anak bisa wudhu, dan salat dengan benar.

“Empat strategi kalau di sekolah ini mudahnya bisa dilihat pertama adanya kelas tahfiz, kedua kelas sains, ketiga kelas olahraga dan keempat kelas seni,” ujarnya.

Selain itu, ditambah ekstrakurikuler, ada makan siang dari dapur sehat dan jajan makanan yang sehat dari kantin sehat, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) modern, perpustakaan terakreditasi A dari Perpusnas RI, Mushola bersertifikat arah kiblat, radio solo belajar (RSB), pelayanan antar jemput yang prima, selain itu Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) lebih awal dan sepanjang masa.

“Kepala sekolah selalu melibatkan wali murid untuk bisa membantu membesarkan sekolah. Ada kelas inspirasi dari orang tua, dan sekolah ini sesuai pesan bu Yekti harus mampu memetakan potensi, keahlian, dan senioritas guru. Diajak diskusi, sharing, untuk  ikut membesarkan sekolah bersama-sama,” bebernya.

Sekolah yang berada di Jalan Kartini No 1 ini tidak hanya berprestasi akademik tetapi juga non akademik. Sekolah sudah mengajarkan siswa dan siswinya menjauhi praktik korupsi sejak dini. Implementasi pendidikan antikorupsi (PAK) ada di pembelajaran pengembangan diri, ekstrakurikuler aktualisasi, budaya sekolah dan projek pelajar Pancasila.

”Akhirnya sekolah, terima apresiasi praktik baik dalam implementasi pendidikan antikorupsi (PAK) bertepatan puncak peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2022 berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta,” ujarnya.

Kontributor, Jatmiko.

Sabtu, 20 Januari 2024

SOLO –  Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan melalui Wakil Kepala Sekolah bidang Humas Jatmiko menyampaikan ucapan selamat datang kepada Kegiatan Munadharah Korp Mubaligh Muhammadiyah Surakarta, di Aula Sekolah Sehat, Jumat Sore (19/1/2024). 

“Saya atas nama kepala sekolah dan keluarga besar SD Muh1 Selamat datang di sekolah bersejarah yang berdiri sejak 1935. Terima kasih diberikan kesempatan menjadi tuan rumah kegiatan Munadharah Korp Mubaligh Muhammadiyah,” ujarnya, sambil tersenyum.

Ia melanjutkan, capaian prestasi terakhir tahun ini adalah implementasi praktik baik pendidikan antikorupsi dari KPK RI yang didukung dari kegiatan al Islam, Kemuhammadiyahan dan Bahasa Arab (ISMUBA) terkait praktik kejujuran via kartu Smart Card serta dukungan moral dan doa dari keluarga Korp Mubaligh Muhammadiyah.

“Terima kasih kepada para orangtua, warga Muhammadiyah yang telah memercayakan putra-putrinya untuk menempuh pendidikan di SD Muh 1 Solo. Untuk kuota tahun 2024/2025 sudah terpenuhi, sekarang sudah membuka inden PPDB tahun 2025/2025,” lanjutnya disambut riuh tepuk tangan. 

Dr Saiful Islam dalam kajian ilmu menjelaskan, manhaj tarjih secara harfiah berarti cara melakukan tarjih. Sebagai sebuah istilah, manhaj tarjih lebih dari sekedar “cara mentarjih.” Istilah tarjih sendiri sebenarnya berasal dari disiplin ilmu usul fikih. Dalam ilmu usul fikih tarjih berarti melakukan penilaian terhadap suatu dalil syar’i yang secara zahir tampak bertentangan untuk menentukan mana yang lebih kuat. Atau juga diartikan sebagai evaluasi terhadap berbagai pendapat fikih yang sudah ada mengenai suatu masalah untuk menentukan mana yang lebih dekat kepada semangat al-Quran dan as-Sunnah dan lebih maslahat untuk diterima.

“Tarjih merupakan salah satu tingkatan ijtihad dan merupakan ijtihad paling rendah. Dalam usul fikih, tingkat tingkat ijtihad meliputi ijtihad mutlak (dalam usul dan cabang), ijtihad dalam cabang, ijtihad dalam mazhab, dan ijtihad tarjih,” ujarnya.

Dalam lingkungan Muhammadiyah pengertian tarjih telah mengalami pergeseran makna dari makna asli dalam disiplin usul fikih. Dalam Muhammadiyah dengan tarjih tidak hanya diartikan kegiatan sekedar kuat-menguatkan suatu pendapat yang sudah ada, melainkan jauh lebih luas sehingga identik atau paling tidak hampir identic dengan kata ijtihad itu sendiri.

Dalam lingkungan Muhammadiyah tarjih diartikan sebagai setiap aktifitas intelektual untuk merespons realitas sosial dan kemanusiaan dari sudut pandang agama Islam, khususnya dari sudut pandang norma-norma syariah.

”Oleh karena itu bertarjih artinya sama atau hampir sama dengan melakukan ijtihad mengenai suatu masalah dilihat dari perspektif agama Islam,” ungkapnya.

Hal ini terlihat dalam berbagai produk tarjih seperti putusan tentang etika politik dan etika bisnis (Putusan Tarjih 2003), masalah-masalah perempuan seperti dalam Adabul Marah fil-Islam (Putusan Tarjih 1976), fatwa tentang face book yang sudah dibuat Majelis Tarijih dan Tajdid. Jadi jelas bahwa tarjih itu tidak dilakukan secara serampangan, melainkan berdasarkan kepada asas-asas dan prinsip tertentu. Kumpulan prinsip-prinsip dan metode-metode yang melandasi kegiatan tarjih itu dinamakan manhaj tarjih (metodologi tarjih).

Metodologi tarjih memuat unsur-unsur yang meliputi wawasan/semangat, sumber, pendekatan, dan prosedurprosedur tehnis (metode). Tarjih sebagai kegiatan intelektual untuk merespons berbagai persoalan dari sudut pandang syariah tidak sekedar bertumpu pada sejumlah prosedur tehnis an sich, melainkan juga dilandasi oleh semangat pemahaman agama yang menjadi karakteristik pemikiran Islam Muhammadiyah. 

“Semangat yang menjadi karakteristik pemikiran Islam Muhammadiyah dimaksud diingat dalam memori kolektif orang Muhammadiyah dan akhir-akhir ini dipatrikan dalam dokumen resmi. Semangat tersebut meliputi tajdid, toleran, terbuka, dan tidak berafiliasi mazhab tertentu,” bebernya.

Kontributor, Jatmiko.

SOLO – Sebanyak 454 siswa mengikuti Salat Asar yang dilaksanakan di halaman sekolah sehat SD Muhammadiyah 1 Ketelan. Iqomah dikumandangkan muazin dari siswa kelas VI, sedangkan Imam Dwi Jatmiko dari Da’i Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat RI, Kamis (18/1/2024). 

Siswa yang ikut saalat berjamaah itu berasal dari kelas IV, V dan VI. Siswa pria berada di depan, siswa perempuan berada di shaf paling belakang dengan fasilitator pendamping guru karyawan. Sama seperti siswa pria, tak terdengar suara di shaf perempuan. Usai shalat wajib mereka mengemasi mukena dengan tertib tanpa berisik.

“Salah satu alternatif yang bisa dilakukan dalam melaksanakan pendidikan karakter disekolah adalah mengoptimalkan pembiasaan salat berjama’ah di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Pembiasaan seperti ini, lanjutnya, tidak hanya mendidik siswa untuk hidup dengan disiplin waktu dan bertanggung jawab, tetapi juga memberikan panduan dalam menjalani hidup sehari-hari seiring dengan nilai-nilai religius berbasis agama Islam. 

“Mengajarkan siswa untuk berangkat ke masjid dengan pakaian yang rapi merupakan hal yang perlu diberdayakan. Guru al Islam, Kemuhamamdiyahan dan Bahasa Arab (ISMUBA) garda terdepan tertib salatnya siswa,” ungkapnya.

Selain menunjukkan kesopanan, Jatmiko meyakini perilaku ini akan mempersiapkan mereka untuk situasi formal di masa depan, seperti saat mereka menghadiri acara-acara keagamaan atau upacara resmi. 

“Terlebih lagi, berpakaian rapi juga dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka dan memberikan kesan positif kepada orang lain,” jelasnya.

Ternyata anak-anak yang biasa ribut itu bisa ditenangkan saat salat. Tentu butuh perjuangan ekstrakeras dari para pendidik ISMUBA yang mengawal kegiatan ibadah itu. Tampak kepala sekolah Hj Sri Sayekti mengawasi siswanya, dibantu Wakil Kepala Sekolah bidang al Islam Kemuhammadiyahan Ahmad Syaifuddin dan staf Sutrisno.

“Mendidik anak-anak agar bisa seperti itu butuh kerja keras dan kerja ikhlas, semua pendidik di sini disebut guru ISMUBA dan harus menjadi teladan bagi anak didiknya. Terbukti adanya salat berjamaah berdampak pada tertibnya masuk siswa maksimal pukul 07.00 WIB, guru karyawan maksilmal pukul 06.45 WIB dan wajib ikut apel,” kata guru al Islam ini.

Kontributor, Jatmiko.

SOLO – Gerakan kekebalan siswa meningkat. Hal ini berdasarkan surat dari Kementerian Kesehatan Nomor IM.02.13/Menkes/1051/2023 tanggal 29 Desember 2023 mengenai pelaksanaan sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio dalam rangka penanggulangan KLB Polio cPDPV2, Selasa (16/1/2024).

Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan Sri Sayekti melalui Wakil Kepala Sekolah bidang Humas Jatmiko mengatakan hadirnya sub PIN polio akan menambah kekebalan tubuh siswa dan sekolah berkolaborasi dengan Puskesmas Stabelan. Hadir 3 petugas dan 1 dari dinas Kesehatan Kota Surakarta.

“Pemberian tetes polio ini dilakukan untuk mencegah penyakit polio anak di sekolah yang berdiri sejak 1935 ini, untuk kelas 1 dan 2 sebagian,” katanya.

Untuk kegiatan Sub PIN ini semua anak usia 0-7 tahun wajib mendapatkan tetes polio tanpa memandang status imunisasi anak. Pemberian tetes polio ini harus diberikan 2 kali pada setiap anak.

Penyakit polio sendiri merupakan penyakit saraf yang dapat membuat penderitanya lumpuh permanen, yang lebih mengerikan penyakit ini tidak dapat diobati. 

“Insya Allah, penyakit ini dapat dicegah dengan pemberian imunisasi polio, Imunisasi ini mendukung terbentuk generasi yang cerdas, sehat, dan kuat,” lanjutnya.

Vaksniasi polio dengan teknik meneteskan vaksin kedalam mulut siswa. “Alhamdulillah, anak-anak saat di imunisasi terlihat antusias dan tidak ada yang takut untuk diimunisasi. Yang biasanya jika ada kegiatan semacam ini ada saja yang merasa takut, namun kali ini berjalan dengan lancar,” ungkapnya. 

Selain itu, imunisasi juga telah mendapatkan persetujuan dari orang tua siswa. “Kami ingin anak-anak sehat, kuat dan berkemajuan. Belajarnya unggul dalam prestasi dilandasi akhlakul karimah, bersih, sehat dan hijau serta lestari. Sejauh ini, belum ada penolakan dari orang tua siswa. Semua pihak mendukung dan berkolaborasi, bergerak, berdampak dan bermanfaat,” bebernya.

Sebelumnya atas nama Kepala Puskesmas Stabelan Dinas Kesehatan Kota Surakarta Ka Subbag TU Suning Nugraheni telah menerbitkan surat pemberitahuan pelaksanaan Sub Pekan Imunisasi Nasional dan tak mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM). 

“Menyiapkan Foto Copy Kartu Keluarga peserta didik saat pelaksanaan sub PIN,” pungkasnya.

Kontributor, Jatmiko.

SOLO – Dalam QS Al Qomar ayat 17, 22, 32 dan 40 Allah menegaskan bahwa "Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?

Keluarga besar Da’i Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) RI Dwi Jatmiko mengemukakan hal itu dalam Pengajian Rutin Aisyiah yang diselenggarakan Pimpinan Ranting Aisyah (PRA) di Madrasah Diniyah (Madin) depan masjid Jami’ Kampung Sewu Solo, Ahad (14/1/2024). 

“Bacalah Alquran, Kelak al Quran akan jadi syafaat di Hari Akhir. Maka setelah kita tahu bahwa al qur’an itu mudah, yang diulang sebanyak 4 kali, maka mari kita istiqomah membaca teks arab maupun artinya,” kata Jatmiko.

Guru PAI SD Muhammadiyah 1 Ketelan itu juga mengingatkan, perbuatan istiqamah dipengaruhi oleh lingkungan. Oleh karena itu dia menyarankan agar jamaah pengajian memilih lingkungan atau sahabat yang baik.

Lalu, Dia menjelaskan makna surat Fussilat ayat 41: “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka (istiqamah), maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: ‘Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan bergembiralah dengan jannah (surga) yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” 

Mengawali penjelasan soal istiqamah itu, Anggota Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta itu mengupas Alquran surat Fussilat. 

“Silakan ibu-ibu, kita buka Alquran surat Fussilat ayat 30,” ajaknya.

Maka, lanjut dia, Berbahagialah bagi orang yang istiqamah karena dia akan ditemani malaikat sehingga tidak perlu sedih dan takut.

“Semoga Allah memahatkan dihati kita istiqomah dalam ikhlas, sabar, menjaga hati, tidak syirik, tidak bersedih dan punya teman baik, seperti ibu ini luar biasa 92 tahun masih semangat pengajian,” ujarnya.

Irawati Muhaiminah, Sekretaris Majlis Tabligh PRA Kampung Sewu, mengatakan Namanya ya Pengajian Rutin Aisyiyah, yang diselenggarakan oleh PRA Kampung Sewu. Diadakan rutin setiap Ahad ke-2 setiap bulan. Diikuti kira- sekitar 200 orang. 

“al hamdulillah yang hadir hari ini sebanyak 200-225 orang anggota Aisyiyah, Nsyiatul Aisyiyah, dan juga guru-guru TK dan TPQ Aisyiyah Kampung Sewu,” ujarnya.

Kontributor, Jatmiko.

Ketua

Dr. Mohamad Ali, S.Ag., M.Pd
NBM. 887.570

Menu

Jadwal Sholat


jadwal-sholat

Kalender

Jam

Berita Umum

Posting Populer

Inovasi Pendidikan karakter anti korupsi SD Muhammadiyah 1 Ketelan

Informasi


Kalender Islam

Kalender Hijriyah

Unduh - Download

>> Surat Pernyataan Tidak Terjadi Konflik 2021
>> Instrumen Data Sekolah 2021
>> Form Input PTK GTK Cabdin
>> Ceklist Persyaratan PTK Baru SMA, MA,SMK
>> Ceklist Persyaratan PTK Baru SD, SMP
>> Ceklist Persyaratan PTK Baru PAUD TK
>> Rekap Form Excel Pengajuan Input PTK Baru TK, PAUD, SD, SMP
>> Materi 1 BLC
>> Materi 2 Pengenalan HTML (BLC)
>> Materi 2 Web Editor (BLC)
>> News Template
>> Pro News Template
>> Materi 3 BLC ( Membuat Email )
>> Materi 3 BLC ( Membuat Blog )
>> Blangko Pengajuan SK GTT/PTT
>> Blangko Pengajuan SK GTY/PTY
>> Instrumen Sekolah 2015
>> Memasang Link Di Pada Blog Wordpress
>> Menambah Header di Blog (Blogger)
>> Materi 4 BLC ( Membuat Blog Dengan Wordpress )
>> Materi 5 BLC ( CMS )
>> Tutorial CMS Balitbang
>> Materi 6 Localhost CMS Balitbang
>> Materi 8 Cloud Storage
>> Blangko Biodata Guru Agama Islam ( PAI )
>> Materi 9 Pembuatan Header Website
>> Blangko PPDB 2016 / 2017
>> Pengantar PPDB 2016 / 2017
>> Menambahkan Feed Rss Pada Halaman Website
>> Materi Tahsin Perguruan Muhammadiyah
>> Skrip .php untuk Feed RSS CMS Balitbang
>> Materi Google Form atau Formulir Online
>> Materi Desember 2016
>> Jadwal UTS Genap Ciri Khusus SD
>> Blangko Data Bantuan Sekolah 2016
>> Jadwal UAS ( SEKOLAH ) Ciri Khusus SMP/Mts, SMA/MA, SMK 2016/2017
>> Materi Penguatan Kepala Sekolah Tawang Mangu
>> Pengembangan Kurikulum ISMUBA 2017
>> Olimpiade Ahmad Dahlan 2017
>> Kalender Pendidikan Muhammadiyah Provinsi Jawa Tengah Tahun Pelajaran 2022 / 2023
>> Kisi - Kisi Akhlaq SMK Ciri Khusus 2017 / 2018
>> Form Data Bantuan dan Prestasi Sekolah 2018
>> Pelatihan SPMU
>> Kalender Pendidikan Dikdasmen PWM Jateng 2018 / 2019
>> Instrumen Data Sekolah 2019
>> Rekaman Irama Nahawand
>> Blangko RKAS 2021
>> Surat Tarik PTK Dinas / Mutasi
>> Form Input PTK GTK Cabdin
>> Syarat Pengajuan SK Yayasan
>> Landasan Hukum Muhammadiyah ( 2016 )
>> KISI US ISMUBA WILAYAH 2022
>> BLANGKO DAYA TAMPUNG PENGGEMBIRA MUKTAMAR 48 TAHUN 2022
>> BLANGKO PAKTA INTEGRITAS
>> BLANGKO RKAS 2022/2023
>> EDARAN MENCHANDISE MUKTAMAR KE - 48
>> Syarat Pengajuan NUPTK JULI - DESEMBER 2022
>> Form Isian Data 2022 / 2023
>> Logo Musyda 2023
>> Lampiran Musyda Dikdasmen 2023
>> SYARAT DAPODIK 2023

Pengunjung

Flag Counter