Kamis, 11 Januari 2018

Acara kegiatan Wisuda Tahfidz MA Mu'alimin Muhammadiyah JUZZ 29 - 30 yang di gelar pada beberapa hari yang lalu dengan di adakan lomba Tahfidz dan Tartil di harapkan agar dapat menjaring peserta didik baru. dengan hasil lomba sebagai berikut :

Juara Lomba Tahfid :
Juara 1 SMP N 5 Ska,
Juara 2 SMP Muh 2 Ska,
Juara 3 SMP Islam Diponegoro

Juara Lomba Tartil :
Juara 1 Mts Al Kahfi,
Juara 2 SMP N 5 Ska,
Juara 3 SMP Islam Diponegoro










 Redaksi : MA Mu'alimmin Muhammadiyah Surakarta

Dokumentasi : MA Mu'alimmin Muhammadiyah Surakarta

Rabu, 10 Januari 2018

Solo, Jawa Tengah, - Sebanyak 142 siswa kelas 1A, B, C dan D Sekolah Pendidikan Karakter berbasis TIK SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Jawa Tengah mengadakan outing class di Toko Roti Ganep yang beralamat di Jl. Sutan Syahrir No 176, Setabelan, Banjarsari, Solo. Toko Roti Ganep buka mulai pukul 06.00-21.00 WIB. Selasa, 9 Januari 2018.
Nama Ganep diberikan oleh Raja Surakarta Sinuhun Pakubuwono X dan dipatenkan pada tanggal 25 Nopember 1948. Nama Ganep mempunyai arti filosofi: sehat, utuh, waras dan lengkap. 142 siswa tersebut didampingi bapak ibu guru mulai dari Kelas 1 A (Dien Qonita, S.Pd dan Sri Suwanti, S.Pd), Kelas 1 B (Ivaningsih, S.Pd dan Yuliarto Wiku Prabowo, SE), Kelas 1 C (SW. Winarsi, S.Ag., S.Pd dan Dwi Suparwanto, S.Pd) dan kelas 1 D (Ria Susanti, S.Pi., S.Pd dan Agung Sudarwanto, S.Sn., M.Sn).
“Tujuannya untuk meningkatkan motivasi pada diri masing-masing siswa dan mengenalkan tentang tata cara membuat roti secara langsung di pabriknya, di harapkan anak-anak nantinya juga bisa membuat roti sendiri di rumah, belajar sambil bermain tentang entrepreneur dan menggali pengalaman dalam berwirausaha” ungkap Waka Kurikulum SW. Winarsi, S.Ag., S.Pd SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, di sela-sela kunjungan.
Sementara itu, pendamping kelas 1 D Ki Dalang Agung Sudarwanto, S.Sn., M.Sn mengemukakan, dalam kegiatan tersebut para peserta didik mendapat kesempatan membuat roti mulai dari mengaduk adonan hingga membentuk adonan roti siap panggang. Setiap murid diajarkan cara membuat empat macam roti yang kemudian diberi tanda bendera bertuliskan nama masing-masing anak.
“Oleh karena itu, mengabdi pada negeri, bahwa komponen dari itu terdiri dari beberapa unsur seperti terigu, gula, ketan, dll ketika hal tersebut dipadukan dan digarap dengan apik maka akan menghasilkan sebuah cita rasa roti yang enak dan lezat untuk di nikmati, nilai karakter yang terkandung dalam proses tersebut ialah keberagaman dan keharmonisan budaya, suku jika dikelola dengan baik tanpa harus melukai yang lain maka terbentuk NKRI yang kokoh dalam kehidupan yang harmonis karena di sana di ajarkan budaya disiplin, taat aturan, sadar etika untuk menjaga keabadian setiap rasa “rasa sejatining rasa”, dan untuk meneguhkan rasa handar beni-rasa memiliki- karena telah teruji oleh zaman roti tertua di solo,” ujar Agung Sudarwanto, S.Sn., M.Sn.
Dengan mengenakan pakaian ala baker atau tukang roti, para siswa antusias mengikuti petunjuk para baker dari Toko Roti Ganep yang berdiri sejak 1881. Selain membuat roti, para siswa juga diajak berkeliling melihat lebih dekat dapur atau pabrik tempat pembuatan roti di toko tersebut. Humas Jatmiko.


Anak - Anak mendengarkan instruksi dari pembimbing 

Anak - Anak rela mengantri untuk dapat mengikuti outing class




Anak - Anak mencoba membuat roti dengan didampingi oleh para baker



Anak - Anak antusias membuat baker memberikan pembelajaran membuat roti

Redaksi : SD Muhammadiyah 1 Surakarta

Dokumentasi : SD Muhammadiyah 1 Surakarta



Senin, 08 Januari 2018

Solo, Jawa Tengah, - Sekolah Pendidikan Karakter Berbasis Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Jawa Tengah kembali mendapat kunjungan tamu studi banding. Kali ini tamu studi banding berasal dari SD Muhammadiyah Abepura, Jl. Sami No. 3 Abepura, Kecamatan Abepura, Kota Adm Jayapura, Provinsi Papua. (Senin, 8 Januari 2018).
Sebanyak 21 perwakilan mulai dari kepala sekolah, tenaga pendidik dan kependidikan dari SD Muhammadiyah Abepura saling berbagi dan menimba ilmu di SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, yang dipimpin oleh Wiji, S.Pd selaku kepala sekolah. Dalam kunjungan ini mereka ingin mendapatkan kondisi dan informasi karena sering dibicarakan dikalangan guru tetapi belum tahu kondisi yang sebenarnya terutama tentang lokasi sekolah, kurikulum, kegiatan kesiswaan dan sistem administrasi sekolah di samping acara silaturahmi untuk mempererat rasa persaudaraan, persatuan sesama guru dan kemajuan sebagai anak bangsa Indonesia.
Di SD Muhammadiyah 1 Ketelan, rombongan langsung disambut hangat oleh Kepala Sekolah, Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd beserta jajarannya dan sekretaris Majelis Dikdasmen PDM Kota Surakarta, Drs. H. Muchsin al Rasyid. Pertemuan ini berlangsung di ruang aula. Acara diawali dengan pembukaan oleh waka humas Jatmiko, diawali upacara bendera hari senin dengan mempersembahkan mars dokter, tari, seni tunggal tim tapak suci putera Muhammadiyah, di akhiri penampilan apik Nabila Alya kelas 5 C, membawakan lagu Indonesia Jaya, Bendera lagu dari cokelat, dan Bengawan solo serta sambutan kedua belah sekolah.
Selanjutnya, pengenalan diawali dengan pemaparan singkat tentang profil SD Muh 1 Ketelan Surakarta oleh Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd diteruskan dengan pengenalan per bidang dari mulai waka humas , sarana prasarana Sahudi, waka al Islam Ahmad Syaifuddin, S.Pd.I Kesiswaan Imam Priyanto, S.Pd kurikulum, SW. Winarsi, S.Ag., S.Pd dan tata usaha Indriyani, S.Kom.
“Tujuan studi banding kali ini adalah perlu kiranya warga sekolah khususnya para guru dan karyawan SD Muhammadiyah Abepura diberikan pengenalan, wawasan, inovasi dan kreasi dari sekolah yang berkemajuan dengan latar belakang serta kondisi yang berbeda yang selama ini namanya sering dibicarakan dikalangan guru, juga ingin mendapatkan informasi tentang urusan kurikulum, kesiswaan, sarana/prasarana dan humas, pendidik dan tenaga kependidikan, ketatausahaan serta laboratorium dan acara silaturahmi, serta saya mengaku kagum atas prestasi yang telah diraih” terang Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Abepura, Wiji, S.Pd.
Selanjutnya, Kepala sekolah Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd menyatakan ’Momentum ini mampu menjadi media silaturahmi, dan cukup berbangga sebagai warga persyarikatan bisa berbagi untuk mendidik generasi anak bangsa di era kemajuan teknologi informasi “. Dalam kesempatan tersebut, Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd mengajak seluruh peserta studi banding untuk mengenal lebih dekat tentang potensi sekolah. Tidak hanya di bidang akademis, tetapi juga potensi yang lain, seperti dalam bidang Badan Usaha milik sekolah, kantin sehat, dokter kecil, antar jemput hingga proses pendirian radio streaming bidang pendidikan.
Setelah sharing dan bertukar informasi, peserta rombongan kemudian keliling komplek sekolahan untuk melihat langsung aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar. Humas Jatmiko.

















Redaksi : SD Muhammadiyah 1 Surakarta 

Dokumentasi : SD Muhammadiyah 1 Surakarta

Jumat, 05 Januari 2018


Bertempat di SD Muhammadiyah 22 Sruni Kota Surakarta lantai 2, yang merupakan bangunan baru yang akan dijadikan mushola. Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al – Qur’an oleh guru SD Muhammadiyah 22 Surakarta. Selanjutnya sambutan kepala sekolah Bp. Muzaini, S.Ag., S.Pd. SD., MM. beliau menyampaikan “bahwa pengajian dengan nuansa baru “lesehan” dan mohon bantuan agar agar sejajar dengan sekolah – sekolah yang lain” ungkapnya.  Pada acara ini semoga dapat di ridhoi Allah SWT. Sekolah yang terdiri dari 382 murid 19 guru serta 12 rombel. Dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Majelis Dikdasmen PDM Kota Surakarta Bp. Drs. H. Tridjono bahwa Pengajian Perguruan Muhammadiyah akan digilir dan tempat yang di jadikan pengajian agar dapat di carikan narasumber dari pihak sekolah, perlu menyampaikan profil sekolah dan keadaan sekolah perlu adanya suatu forum antar kepala sekolah untuk menyampaikan kendala dan keluhan. Pada acara penutup / tausiyah yang disampikan oleh Bp. Sarjono dari PCM Solo Utara bahwasanya dakwah adalah untuk semua, bukan dipandang dari latar belakang. Rosulullah menyampaikan apabila dakwah tidak tersampai, maka tempatnya di neraka. Dalam dakwahku perlu diajarkan kepada anak, karena mereka adalah generasi islam, penerus yang tangguh. 


 Muzaini, S.Ag., S.Pd. SD.,MM memberikan sambutan selaku kepala sekolah

Drs. H. Yatimun menjadi pembawa acara 

Pembacaan ayat suci Al - Qur'an

Drs. H. Tridjono memberikan sambutan selaku Ketua Majelis Dikdasmen PDM Kota Surakarta

Jama'ah yang hadir

Jama'ah yang hadir

Jama'ah yang hadir


Redaksi : Arif ( IT )



Dokumentasi : Arif ( IT )  

Rabu, 03 Januari 2018

.Solo, Jawa Tengah, - Sebanyak 30 siswa kelas 3 B Sekolah Pendidikan Karakter berbasis TIK SD Muhamamdiyah 1 Ketelan Surakarta, Jawa Tengah belajar upaya pencegahan korupsi melalui permainan edukatif yang diberi nama “Sembilan Nilai Permainan Anak Anti korupsi” atau SEMAI di sekolah, Rabu, 3 Januari 2018.
Seperti namanya, permainan ini berisikan 9 nilai anti korupsi, antara lain kejujuran, kepedulian, kemandirian, keadilan, tanggung jawab, kerja sama, sederhana, keberanian dan kedisiplinan. Dengan permainan belajar sambil bermain, peserta didik diharapkan akan tumbuh menjadi pelajar dan pribadi yang berkarakter, berkeadaban, beraklaqul karimah, dan berintegritas.
“Permainan pendidikan anti korupsi adalah salah satu program KPK untuk disosialisasikan di bidang pendidikan agar nilai-nilai ini apabila diajarkan kepada anak sejak dini, akan membawa dampak dan manfaat baik dari sisi wawasan dan pemikiran anti korupsi; yang isinya kasus dan solusi, anak memberi argumentasi, Permainan ini bisa dimainkan berdua atau berkelompok. Terdiri dari papan permainan, kartu putih berisi situasi, dan kartu merah berisi pertanyaan untuk hukuman. Pada papan permainan, terdiri dari dua bagian. Masing-masing bagian terdiri dari 9 kotak bergambar yang bertuliskan nilai-nilai anti korupsi tersebut, Belajar anti korupsi tidak hanya sekedar diajarkan dan dijelaskan di dalam kelas, tetapi belajar karakter ini juga bisa aplikasikan dalam metode belajar sambil bermain”. Kata Dra. Novi Saptina Wali Kelas 3 B.
Cara bermainnya, kedua pihak yang menjadi peserta di dampingi oleh fasilitator yang bertugas memberikan pertanyaan dan menentukan benar-salahnya jawaban peserta. Setelah fasilitator menentukan siapa peserta yang memulai terlebih dahulu, maka ia harus mengambil satu kartu putih, lalu membacakan dengan saksama situasi yang dideskripsikan dalam kartu tersebut. Kemudian, ia harus menentukan situasi tersebut, masuk ke dalam kelompok nilai antikorupsi yang mana; kejujuran, kepedulian; kemandirian dan seterusnya, lalu meletakkan kartu tersebut ke nilai anti korupsi di atas papan. Tambahnya.
Sementara itu, Aisha Idelia Haeri, salah satu siswa kelas 3 B mengaku senang dengan pembelajaran ini.
“Saya tadi mendapat tugas memimpin teman-teman, untuk mengontrol jawaban dan respon dari teman-teman tentang permainan ini, pemain lawan harus memberikan penilaian di sertai alasan, apakah jawaban tersebut benar atau salah. Fasilitator akan memimpin diskusi tersebut dan memberikan keputusan. Bila jawaban tersebut salah, peserta harus mengambil kartu merah dan menjawab pertanyaan atau melaksanakan perintah yang tertera di dalamnya. Begitu seterusnya bergiliran. Peserta atau kelompok yang menang, adalah mereka yang paling banyak menempatkan kartu putih dan paling sedikit mengambil kartu merah”, ungkapnya dengan penuh semangat. Para siswa sangat antusias selama mengikuti pembelajaran. Mereka aktif bermain, belajar, berdiskusi dan mempresentasikan hasil kerja kelompoknya masing-masing. Humas Jatmiko.
















Redaksi : SD Muhammadiyah 1 Surakarta

Dokumentasi : SD Muhammadiyah 1 Surakarta

Senin, 01 Januari 2018

Di penghujung  tahun 2017 PDM Kota Surakarta mengadakan pengajian ahad pagi, dengan tidak menyurutkan para jama’ah yang hadir pada kesempatan tersebut turut bekerja sama dengan STIEKES PKU Muhammadiyah Kota Surakarta dengan memberikan cek kesehatan gratis bagi jama’ah yang hadir serta launching mobil transportasi untuk Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 18 Surakart a demi menunjang akomodasi sekolah. Pada akhir acara ditutup dengan tausiyah yang disampaikan oleh Bapak Drs. H. Hajriyanto Y Thohari, MA ( Pimpinan Pusat Muhammadiyah ) menerangkan bahwa “ Jangan Ajari Muhammadiyah Tentang Cinta Tanah Air / NKRI“ serta perlunya untuk menjadi Islam yang kuat.

Drs. H. Hajriyanto Y. Thohari memberikan Tausiyah

Drs. H. Anwar Sholeh, M. Hum memberikan sambutan pada pengajian hari ber Muhammadiyah

 
Paduan Suara dari STIEKES Muhammadiyah Surakarta

Among Tamu Pengajian Hari Ber Muhammadiyah Surakarta

Launching Mobil Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 18 Surakarta ( Tampak Depan )




Launching Mobil Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 18 Surakarta( Tampak Samping ) 


Launching Mobil Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 18 Surakarta ( Tampak Belakang )


Redaksi : Arif ( IT )

Dokumentasi : Nurhadi Thohir ( Pimpinan )

Rabu, 27 Desember 2017

Solo, Jawa Tengah,- Wakil kepala sekolah bidang humas sekolah Pendidikan Karakter Berbasis TIK SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta mengikuti workshop proses kreatif menulis esai. Kegiatan yang berlangsung di Lembaga Pelatihan Jurnalistik (LPJS) SOLOPOS Jl. Adisucipto 190 Solo.
Wakasek Bidang Kehumasan SDM 1 Ketelan Surakarta Jatmiko bahagia mendapat ilmu baru berkaitan dengan teknik proses kreatif menulis esai.
"Sepanjang yang saya ketahui, pendidikan ada tiga komponen penting atau lingkungan yang sangat berpengaruh yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. Sebagai salah satu lingkungan terjadinya kegiatan pendidikan, masyarakat berpengaruh besar terhadap berlangsungnya segala aktivitas yang menyangkut masalah pendidikan," katanya saat ditemui usai workshop di Griya Solopos, Rabu 27 Desember 2017 sore.
Hubungan sekolah dengan masyarakat adalah kerjasama antara sekolah dengan masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan pendidikan, di mana sekolah memiliki tanggung jawab memberi pemahaman kepada masyarakat tentang visi, misi, tujuan, program, dan kebutuhan sekolah.
Pelatihan workshop sehari kreatif menulis esai dimulai sejak pukul 08.30 pagi hingga 15.30 sore. Rangkaian kegiatan ini diawali dengan presensi, pembukaan yang dbuka oleh Sholahuddin. Materi yang disampaikan terbagi ke dalam 2 sesi. Sesi pertama adalah proses kreatif menulis esai yang dibawakan oleh Syifaul Arifin. Sesi kedua, terkait dengan menuangkan ide ke dalam Esai oleh Ichwan Prasetyo.
Syifaul Arifin, menyampaikan materi Proses Kreatif menulis Esai. Ada 4 hal, yang menentukan tulisan yang baik, pertama ide yang baik: orisinil, berdampak, unik, baru, bermanfaat. Kedua tulisan yang berbobot, informatif, benar, akurat, objektif, bermanfaat, istimewa. Ketiga, kepiawaian menyususn tulisan, baik sisi eksposisi, argumentasi, deskripsi, narasasi dan keempat, kepiawaian berbahasa, dalam berbahasa, hindari istilah asing yang membingungkan pembaca. Standar yang dipakai adalah bahasa baku (KBBI).

Ichwan Prasetyo, menyampaikan materi menuangkan ide ke dalam Esai, Esai yang baik memberi dan memperkaya pengetahuan pemabaca, memiliki signifikasi atau posisi penting, tidak biasa, terdapat nilai pembeda, ringkas dan padat, memiliki rujukan konteks dan peristiwa. Ada 7 elemen tulisan, satu informatif, dua signifikan, ketiga fokus, keempat konteks, kelima wajah, keenam bentuk, ketujuh suara. Terlihat antusias dari para peserta mengikuti materi tersebut. Humas Jatmiko.








Jumat, 22 Desember 2017

Solo, Jawa Tengah,- Sekolah Pendidikan Karakter Berbasis TIK SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Jawa Tengah mendapat kunjungan dan monitoring, Kepala Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan dan Kebudayaan Kemdikbud Jl. Sorowajan Baru 367 Yogyakarta.
Menjadi seorang pendidik merupakan sebuah tanggung jawab yang besar. Tak dipungkiri bahwa pola asuh seorang pendidik atau guru berpengaruh besar pada pengembangan potensi yang dimiliki peserta didik baik itu sisi kognitif, afektif maupun psikomotorik. Seorang pendidik juga harus terus belajar dan memperbaiki diri dalam kegiatan belajar dan mengajarnya.
Kepala sekolah dan praktisi pendidikan Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd mengatakan tantangan utama para pendidik saat ini adalah perubahan dunia yang sangat cepat—termasuk perubahan di dalam kegiatan belajar mengajar dari masa lalu hingga sekarang atau masa yang akan mendatang.
Dia mengakui bahwa banyak yang ingin dunia tak berubah, sehingga pola pengajaran tetap sama. Namun itu adalah sesuatu yang tak mungkin.
“Disadari atau tidak, teknologi itu akan sangat membantu siswa dalam memahami sejumlah materi di kelas. Banyak muatan materi KTSP dan Kurikulum 2013 yang bersifat abstrak. Portal rumah belajar akan mempermudah menyampaikan pelajaran melalui visualiasasi nyata seperti gambar, chart, grafik, video maupun audio. Dengan bantuan alat atau media tersebut siswa jadi mudah menangkap pelajaran yang susah dimengerti,” kata Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd, Solo, Jum’at (22/12/2017).
Senada dengan Kepala BPMRP Kemdikbud Drs. Aristo Rahadi, M.Pd. dia mengatakan Daripada susah dan pusing menjauhkan anak dari pengaruh teknologi, Aristo menyarankan agar anak diajarkan untuk memberdayakan teknologi. Dengan demikian anak tidak digunakan oleh teknologi, melainkan menggunakannya lebih baik.
Apalagi di ”zaman now” yang serba digital, sumber belajar berlimpah di dunia maya, anak-anak kita lahir lahir ceprot sudah kenal TIK, sedangkan kita lahir di zaman papan tulis. Bahkan, seseorang dapat terhubung langsung pada beragam sumber belajar, maka harus berubah paradigmanya. Sebab, pendidikan sejatinya bukanlah pengajaran. Namun, pendidikan haruslah untuk membentuk anak didik menjadi manusia utuh, baik nalar maupun budinya.
Ditambahkan, Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan data tentang pemanfaatan rumah belajar di sekolah, memperoleh informasi mengenai hambatan atau kendala selama pelaksanaan pemanfaatan rumah belajar di sekolah, dan merumuskan saran serta perbaikan untuk penyelenggaraan sekolah inovatif selanjutnya. Kegiatan ini dihadiri oleh 15 guru, waka Humas Jatmiko. Humas Jatmiko.








Redaksi : SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta

Dokumentasi : SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta

Ketua

Drs. H. Tridjono
NBM. 498.374

Menu

Jadwal Sholat


jadwal-sholat

Kalender

Jam

Kategori

berita (11) Muktamar (4) Milad (1)

Kontak Kami

Email Kantor :
dikdaspdmsolo@yahoo.co.id
dikdasmenska@gmail.com

Email Admin :
Steve6853@gmail.com

Nomor Telp Kantor :
656942

Fax :
(0271)653025

Saran dan Kritik ( Mail Box )

Arsip Blog

Posting Populer

Kerjasama


Video Kelompok Paduan Suara di Halal Bihalal SMP Muhammadiyah 4 Surakarta

Kalender Hijriyah

Pengunjung

Flag Counter

DIKDASMEN

Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified