Selasa, 17 Oktober 2017

SOLO, JAWA TENGAH —10 Kepala Sekolah (Kasek) Dasar dan 10 guru sekolah terdekat kecamatan Banjarsari Kota Surakarta ikuti Bimtek Pengimbasan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di Aula SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Selasa 17 Oktober 2017. Kegiatan ini untuk mensosialisasikan penguatan karakter siswa. Bertujuan mengajak seluruh Kasek dan guru agar bisa mengutamakan pembentukan budi pekerti siswa di sekolahnya masing-masing terkait tentang konsep dasar, prinsip implementasi, dan strategi penguatan PPK.
“Dengan adanya kegiatan ini, maka secara tidak langsung guru-guru akan didorong agar tidak hanya sekadar mengajarkan ilmu pengetahuan saja, tetapi juga membuat siswa-siswinya bisa tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang berakhlak, dan punya karakter yang positif,” ungkap Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd.
Karenanya, demi mewujudkan karakter positif ini, Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd berpendapat bahwa pemahaman pentingnya PPK, Manajemen dan kepemimpinan kepala sekolah terkait PPK, Implementasi PPK berbasis kelas, budaya sekolah, komunitas, sistem evaluasi dan rencana tindak lanjut implementasi PPK di sekolah butuh kerjasama semua pihak. Bukan hanya kepala sekolah yang harus terlibat aktif, tetapi juga Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), Dinas Pendidikan, termasuk pendidik dan tenaga kependidikan yang baik secara langsung maupun tidak secara langsung bersentuhan dengan para siswa di sekolah.
Kasi Kurikulum Subdit Dikdas Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dra. Rita Nirbaya, M.Pd, mengatakan, “Kegiatan ini memang sangat bagus sekali, sekarang kita sudah ada perpres nomor: 87 Tahun 2017 terkait tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), selain itu di Nawacita (Sembilan Program) Presiden nomor 8 tentang melalukan revolusi karakter bangsa melalui kebijakan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional dengan mengedepankan aspek pendidikan kewarganegaraan, yang menempatkan secara proporsional aspek pendidikan, seperti pengajaran sejarah pembentukan bangsa, nilai-nilai patriotisme dan cinta tanah air, semangat bela negara dan budi pekerti di dalam kurikulum pendidikan Indonesia. revitalisasi ini dibuktikan dengan keberpihakan kepada anak-anak yang tidak mampu itu juga berkaitan dengan nawacita, dengan pengimbasan ini saya yakin karena teman-teman di 10 SD langsung akan melihat seperti apa, karena ada in, on, in; ini contoh pendidikan karakter yang sudah diimplementasikan. Diharapkan siswa kedepan semakin cerdas, mandiri, kreatif, inovatif dengan karakter positif,” ujarnya.
turut dihadiri pula oleh Kasi Kurikulum Subdit Dikdas Dinas Pendidikan Kota Surakarta Dra. Rita Nirbaya, M.Pd dan Pendamping Sekolah PPK LPMP Jateng Hj. Sri Kastini, S.Pd serta sepuluh Kepala Sekolah SDN Tumenggungan, SDN Beskalan, SDN Bromantakan, SDN Yosodipura, SDN Ketelan, SDN Mangkubumen Wetan, SDN Cinderejo, SD Kristen Triwindu, dan SD al Firdaus. Humas Jatmiko.

 Memberikan penjelasan di hadapan guru -guru






Kegiatan Pengembangan Pelatihan Pendidikan Karakter ( PPK ) Dinas Pendidikan Kota Surakarta

Kasi Kurikulum Subdit Dikdas Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dra. Rita Nirbaya, M.Pd,


Redaksi : Dwi Jatmiko ( SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta )

Dokumentasi : Dwi Jatmiko ( SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta )

Minggu, 15 Oktober 2017

SOLO, JAWA TENGAH — Tim Tapak Suci Putera Muhammadiyah (TSPM) sekolah pendidikan karakter berbasis teknologi, informasi dan komunikasi (TIK) SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta berhasil keluar mendapatkan juara pada kejuaraan Yogyakarta Championship 2 tahun 2017 di Gedung Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Jl. Ringroad Barat, Kasihan, Bantul, D.IY, Sabtu-Minggu (14-15 Oktober 2017). Sembilan medali emas, dan tujuh perak, berhasil dikoleksi.
“Sebenarnya kami hanya menargetkan sembilan medali emas, dengan mengirim enam belas atlit tapi justru al Hamdulillah hasilnya luar biasa lebih dari itu. Dengan persiapan selama satu bulan dengan intensitas satu minggu tiga kali latihan dengan bermitra Pendekar Muda Abdul Wahid, Darjiyanto Kader Utama, dan semua pertandingan menggunakan penilaian digital,” kata pembina tim pembina TSPM SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Joko Santoso, S.Pd.I Minggu (15 Oktober 2017) siang.
Sebanyak sembilan medali emas yang diraih sekolah tersebut dipersembahkan oleh Sulaiman di kelas Tanding, Maaliki di kelas Tanding, Naufal Yoga Pratama di kelas Tanding, Laiqa Airannisa di kelas Tanding, Thalita Fauziyah di kelas Tanding, Dayu Putriemas di kelas Tanding, Nabila Fauzia di tunggal Tanding, dan Avila Azwa Viandri di Kelas Seni Tunggal.
Sedangkan tujuh perak diraih M. Raihan Luthfi di kelas Tanding, Vino Raffimalik di kelas tanding, M. Ikhwan Ghozy di kelas tanding, Nauva Arinanda di kelas Tanding, dan Shabrina Fawziyah, Rafi Muhammad, M. Darell Bramantya di kelas seni tunggal.
Sementara itu, Kepala Sekolah, Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd mengapresiasi kejuaraan Yogyakarta Championship 2 tahun 2017. “Prestasi ini adalah wujud komitmen sekolah untuk mengantarkan siswanya memiliki prestasi non akademik lewat Penguat Pendidikan Karakter (PPK) yang berbasis Ekstrakurikuler dan semoga tercipta bibit-bibit berbakat yang memiliki prestasi Dunia dengan merasakan pengalaman bertanding. Humas Jatmiko.

 Siswa - Siswi yang meraih juara pencak silat

Siswa - Siswi sedang persiapan sebelum bertanding

Pengunjung yang hadir memenuhi tribun penonton

Redaksi : Dwi Jatmiko ( SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta )

Dokumentasi : Dwi Jatmiko ( SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta )


Jumat, 13 Oktober 2017

SOLO, JAWA TENGAH – Sebanyak 116 siswa kelas 2 sekolah pendidikan karakter berbasis TIK SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta menggelar kegiatan kelas inspirasi. Kali ini menghadirkan Muhammad Nasyir, S.Pd., M.Pd, pendongeng senior Istana Dongeng Nusantara sekaligus Guru Lazuardi Kamila Surakarta di sekolah setempat, Kamis (12 Oktober 2017).
“Dalam rangka puncak tema tiga tentang tugas-tugasku, cukup meriah, cukup asyik dengan mereka, bahwa belajar tidak sekedar mencari llmu tetapi mencari bekal untuk menghantarkan anak-anak ke surga dan menjadi penghuni surga, belajar adalah tugas mulia” ujar Kak Nasyir di depan siswa. Dongeng adalah salah satu cara atau teknik mendidik anak tanpa kekerasan, dan mendongeng itu mendidik tanpa menggurui. Melalui dongeng terkadang juga bisa menghipnotis anak untuk bisa menerima nasihat dari orang dewasa. Melalui dongeng pula, anak-anak akan bisa menyerap dengan baik hikmah dan peristiwa yang tertanam sebagai sebuah pengalaman jiwa untuk bekal di masa dewasanya.
Di era digitalisasi, anak pasti memiliki mainan, tugas kita mengenalkan berteknologi sehat, fitur-fitur yang baik, bukan melarangya tetapi peduli dengan anak-anak kita. Ivent ini sangat bagus dan diupayakan berkelanjutan serta continue untuk membentengi mereka dari pengaruh negatif, mari kita kenalkan tugas-tugas anak kita secara tuntas dan akan menjadi sirat atau jalan untuk menyampaikan hak dan kewajiban anak, momentum yang bagus, dan semoga menjadi generasi yang handal, Jelasnya Kak Nasyir.
Kustinah Purwani, S.Pd, salah satu guru kelas 2 berharap para siswa terinspirasi dengan dongeng yang berjudul “Shirotol Mustaqim” yang menggambarkan anak saleh dan anak salah. Dengan cerita tersebut anak dapat terinspirasi atau berfikir bahwa diharapkan siswa berusaha untuk menjadi anak yang sholeh, yakni yang rajin salat, baca qur’an, menghormati orang tua, taat kepada guru dan sayang pada teman-temannya dan berbuat baik, juga tidak kalah pentingnya apabila seorang siswa rajin belajar, tentu dapat berhasil meraih cita-citanya”. tegasnya. Humas Jatmiko.

  
 Siswa - Siswi mendengarkan dongeng yang disampaikan oleh Muhammad Nasyir, S.Pd., M.Pd

Siswa - Siswi Antusias mendengarkan dongeng

Redaksi : Dwi Jatmiko ( SD Muhammadiyah 1 Surakarta )

Dokumentasi : Dwi Jatmiko ( SD Muhammadiyah 1 Surakarta )

SOLO, JAWA TENGAH – Kontingen lomba dari Sekolah pendidikan karakter berbasis teknologi, informasi dan komunikasi (TIK), SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta yang mewakili gugus II berhasil memborong 8 piala dalam ajang Lomba Mata Pelajaran dan Seni Islam (MAPSI) SD tingkat Kecamatan Banjarsari tahun 2017, yang dihelat di SDN Manahan pada Kamis (5 Oktober 2017).
Masing-masing 6 piala untuk juara 2, 2 piala untuk juara 3. Untuk rincian juaranya yaitu juara 2 Kewirausahaan Putra, juara 3 Kewirausahaan Putri, juara 2 cerita Islami Putra, juara 2 LKTIKI Putri, juara 2 Khot Putri, juara 2 Kaligrafi Putra, juara 3 PAI Putri, dan Juara 2 Group rebana.
Wakil kepala Sekolah bidang al Islam dan Kemuhammadiyahan, Ahmad Syaifuddin, S.Pd.I mengatakan, pihaknya sangat bersyukur dengan prestasi yang telah diraih oleh anak didiknya.
“AL Hamdulillah, Anak-anak sangat antusias dan serius saat latihan ketika persiapan lomba. Saya ucapkan selamat dan sukses kepada anak-anak yang telah meraih prestasi di Mapsi kecamatan dan group rebana bisa maju tingkat Kota Surakarta yang rencananya tanggal 11 oktober di SDN Cemara II, semoga mampu diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, yang muaranya mampu meningkatkan, menyalurkan bakat, minat dalam PAI yang berbudi pekerti luhur sebagai pondasi pembetukan karakter dalam pengembangan hidup atau life skill, ekonomi kreatif dan rasa Cinta seni yang Islami” ujar Ahmad Syaifuddin, S.Pd.I.
Ahmad Syaifuddin, S.Pd.I berharap kesuksesan ini dapat berlanjut di Mapsi tahun-tahun yang akan datang.
Dalam kegiatan lomba MAPSI tingkat kecamatan Banjarsari tersebut juga dihadiri oleh Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Banjarsari kota Surakarta, Drs. Sudarto, para pengawas, para kepala SD Negeri dan Swasta, dan beberapa tamu undangan lainnya. Humas Jatmiko.

Siswa SD Muhammadiyah 1 Surakarta menerima Piala dalam ajang lomba MAPSI

SD Muhammadiyah 1 Surakarta menampilkan kreatifitas siswa 

Siswa - Siswi dan Guru pendamping sukses mengikuti lomba MAPSI
 
( Dari kiri ) Ibu Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd. berfoto bersama dengan siswa - siswi pemenang lomba MAPSI ( Dari kanan ) Kepala UPT Bapak Drs. Sudarto.
 

Dokumentasi : Dwi Jatmiko  ( SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta )

Redaksi : Dwi Jatmiko ( SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta ) 

Minggu, 08 Oktober 2017

Solo, JAWA TENGAH –Qabilah Sekolah Pendidikan Karakter Berbasis TIK SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta meraih juara 2 dalam kegiatan Ceria Pandu Athfal X tahun 2017, lomba Hizbul Wathan tingkat athfal (sekolah dasar) Muhammadiyah se-Kota Surakarta di Islamic Center Muhammadiyah Jebres yang diikuti 23 Qabilah, 58 kuntum dengan total peserta 580 siswa yang berlangsung selama satu hari.

“Kegiatan ceria pandu athfal X ini merupakan pertemuan bersama antar rumpun beberapa Qabilah sebagai sarana pembentukan watak dan kepribadian di golongan athfal dan kepentingannya serta keadaan lingkungannya dan semoga dengan kompetisi ini memberikan peneguhan karakter kepada pelajar baik dari sisi religius, nasionalis, integritas, gotong royong dan mandiri” ucap Jatmiko selaku Humas SD Muhammadiyah 1 Ketelan dan Panitia, Minggu, (8/10).

Adapun kriteria yang dalam penilaian dewan juri yaitu terkait Ismuba (sejarah nabi, kepanduan, kemuhamadiyahan), Ibadah (Adzan, Qira’ah Juzz 30), Kesehatan (Kim Apotek Hidup atau tanaman obat keluarga), ketrampilan kepanduan (4 macam simpul dasar mati, simpul mati, jangkar, pangkal, dan anyam). Pengembangan diri dan kepemimpinan, kedisipilinan dengan PBB dasar, seni budaya dan hasta karya. Untuk jumlah personel setiap perwakilan sejumlah 10 siswa berseragamkan hizbul wathan dengan aksesorisnya. Perlombaan kali ini mengambil dewan juri berasal dari guru-guru Sekolah Menengah Pertama dan Dewan Sughli Daerah Hizbul Wathan Kota Surakarta.

“Semoga dengan kejuaraan kali ini semakin memantapkan pengetahuan dan pemahaman siswa terkait Hizbul Wathan serta silaturrahmi berkompetisi (fastabiqulkhairaat) bagi siswa-sisiwi yang lainnya” tambahnya Jatmiko.

Selain agenda-agenda lomba siswa, juga dilaksanakan bakti sosial berupa paket sembako yang terdiri dari beras, minyak goreng, susu, gula, teh serta alat tulis yang dibagikan warga sekitar di ceria pandu athfal, panti asuhan dan apresiasi untuk 23 penjaga sekolah.
(Minggu, 8 Oktober 2017) Humas Jatmiko.


( Dari Kiri ) Bp. Drs. Yatimun Foto Siswa bersama penerima juara lomba
 
Bp. Drs. H. Yatimun menyerahkan piala ke siswa

Siswa - Siswi melaksanakan Upacara Hizbul Wathan

Foto bersama siswa - siswi SD Muhammadiyah 1 penerima piala

Redaksi : Dwi Jatmiko ( SD Muhammadiyah 1 Surakarta )

Dokumentasi : Dwi Jatmiko ( SD Muhammadiyah 1 Surakarta )

Senin, 02 Oktober 2017

Solo, JAWA TENGAH – Penguatan Pendidikan Karakter berbasis Masyarakat dengan melibatkan, menyinergikan, dan menyinkronkan program kegiatan melalui kerja sama pemerintah daerah, dinas pendidikan, masyarakat dan orang tua.

Sebanyak 20 Siswa dari SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta dan siswa-siswi negeri UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Banjarsari tampil mempesona dalam Festival Bocah Dolanan 2017 di Joglo Sriwedari, Minggu (1/10/2017). Serta ratusan anak tampak begitu semangat mengikuti Festival, dimaksudkan untuk mempopulerkan budaya lokal, salah satunya permainan tradisional.

“Mengangkat dolanan tradisional, cublak-cublak suweng, jaranan, selain itu juga disajikan lagu suwe ora jamu. Di akhiri dolanan tradisi njuk tali, njuk emping yang diiringi lagu degung untuk penutupan sajian,” ujar Penata Iringan, Ki Agung Sudarwanto, S.Sn., M.Sn, Minggu (1/10/2017).

Pesan moral yang terdapat dalam sajian bocah dolanan tersebut adalah penanaman karakter anak tentang nilai-nilai sosial, kegotongroyongan, sportivitas, kemandirian, dan tidak kalah pentingnya memahaki akan arti keanekaragaman budaya nusantara yang adi luhung,” ungkapnya.

Partisipasi publik yang efektif akan berdampak positif bagi pembentukan karakter peserta didik dalam pengembangan budaya.
“Kegiatan ini sebagai sarana untuk menumbuhkembangkan kebersamaan siswa yang berakhlaqul karimah, berbudaya dan beretika. Pendidikan karakter sebagai jantung hati, mampu mengintegrasikan, memperdalam, memperluas dan menyelaraskan berbagai program yang ada di sekolah. Mengintegrasikan kegiatan kelas, di luar kelas, sekolah di luar sekolah. Memadukan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler. Pelibatan seluruh warga sekolah, keluarga, dan masyarakat. Penyelarasan tugas pokok guru, manajemen berbasis sekolah dan fungsi komite sekolah”. (Minggu, 1 Oktober 2017) Humas Jatmiko.

Anak - Anak menampilkan permainan tradisional

Dolanan Jaranan
 

 


 






Redaksi : Dwi Jatmiko ( SD Muhammadiyah 1 Surakarta )

Redaksi : Dwi Jatmiko ( SD Muhammadiyah 1 Surakarta )

Kamis, 28 September 2017

Solo, Jateng - Sekolah berperan penting dalam menciptakan generasi literat menuju masyarakat makmur yang kritis dan peduli. Sekolah dapat mengembangkan keunggulan dalam literasi yang dimulai dari membaca hingga menulis.
Saatnya mendorong gerakan literasi dari siswa dan guru. Paling tidak, semangat ini diusung SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, sekolah di bawah binaan Majelis Dikdasmen PDM Kota Surakarta dan UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Banjarsari.
Salah satu langkah nyata ialah Pra pembelajaan dengan literasi Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah yang rutin digelar pada setiap hari pukul 07.00 sampai 07.15 di Lantai 2 Ruang Guru
Ada empat belas pokok masalah yang dibahas pada Kitab (buku) HPT Pimpinan Pusat Muhammadiyah di mana setiap pokok masalah tersebut memiliki beberapa sub-bab. Masalah pokok yang dibahas antara lain, (1) Kitab Iman, (2) Kitab Thaharah, (3) Kitab Shalat, (4) Kitab Shalat Jama'ah dan Jum'ah, (5) Kitab Zakat, (6) Kitab Shiyam, (7) Kitab haji, (8) Kitab Jenazah, (9) Kitab Waqaf, (10) Kitab Masalah Lima, (11) Kitab Beberapa Masalah, (12) Keputusan Tarjih Sidoarjo, (13) Kitab Shalat-shalat Tathawwu' dan (14) Kitab Keputusan Tarjih Wiradesa.
Di sini, sekolah tidak hanya menyediakan perpustakaan modern dengan fasilitas buku-buku yang menarik dan desain ruangan perpustakaan yang ramah dan nyaman, tetapi pembelajaran di sekolah pun dimanfaatkan untuk meningkatkan literasi siswa melalui pojok baca.
"Pada era digitalisasi dan masifnya informasi, budaya literasi menjadi keniscayaan dan memberikan bekal Al Islam dan Ke-Muhammadiyah-an kepada tenaga pendidik dan kependidikan dan siswa, merupakan satu langkah untuk menanamkan pribadi yang unggul islami yang berekadaban dan berkemajuan". kata Wakil Kepala Sekolah bidang Humas Jatmiko, Kamis (28/9/2017).
Guru al Islam dan Kemuhammadiyahan SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta Baruno Nasution, S.Pd.I mengatakan, "Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah penting dibaca dan dikaji oleh warga Muhammadiyah, terlebih oleh pelaku pendidikan. Karena dalam HPT terdapat berbagai penjelasan terkait hal-hal dasar yang dilakukan umat Islam. Sehingga apabila kebiasaan membaca dan mengkaji HPT ini rutin dilakukan, maka kehidupan warga Muhammadiyah akan tertata dengan baik dan bukan tidak mungkin akan membentuk sebuah karakter Religius yang kuat dan menghujam”. Humas Jatmiko.

Guru dan Karyawan membaca Al - Qur'an sebelum jam mengajar

Guru dan Karyawan sedang mempelajari buku tentang Agama Islam 

 Redaksi : Dwi Jatmiko ( SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta )

Dokumentasi : Dwi Jatmiko ( SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta )

Minggu, 24 September 2017

Solo, JAWA TENGAH – SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta menggelar acara Seminar Pendidikan Karakter dalam rangka resepsi milad ke-82 tahun, Sabtu, 23 September 2017. Acara yang bertempat di hotel sahid jaya solo, menghadirkan Narasumber Kepala Seksi Penilaian Kurikulum Direktorat PSD dari Jakarta, DR. Susanti Sufyadi, M.A. dan Noor Endah Tjahyaningtias, ST Praktisi pendidikan, Drs. Wahyono, M.Pd Kepala Bidang SD dinas pendidikan kota, Drs. H.M. Joko Riyanto, SH., MM., MH, Ketua Dewan Pendidikan dengan Moderator Annas Habibi Prambors.

Turut hadir pada acara tersebut Dinas Pendidikan, Dewan Pendidikan, Ketua PDM, Ketua Majelis Dikdasmen, Kepala SD negeri dan Swasta se Kecamatan Banjarsari, Kepala TK, Kepala UPT Pendidikan Drs. Sudarto, Guru dan karyawan, komite sekolah dan paguyuban.

Walikota Surakarta FX. Hadi Rudyatmo, dalam sambutan yang dibacakan Drs. Wahyono, M.Pd “Saya mengucapkan selamat merayakan ulang tahun atau milad ke 82 kepada keluarga besar SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, semoga bertambahnya usia semakin mantap dalam memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik bagi masyarakat. Pendidikan harus mampu mewujudkan kecerdasan intelektual, kecerdasan moral dan kecerdasan sosial. Atau dalam paradigma pendidikan sekarang ini, kita tidak hanya mengejar IQ saja, tetapi ESQ. ketiga kecerdasan ini harus berjalan seiring, jika hanya satu saja yang dipentingkan, maka akan terjadi ketimpangan dan justru akan menjadi penyebab kehancuran bangsa. Saya yakin pendidikan di lingkungan Muhammadiyah sudah mengajarkan hal itu sejak di rintis KH. Ahmad Dahlan tahun 1912. Saya berharap kualitas pendidikan di Muhammadiyah terus ditingkatkan dalam menyongsong era modern yang sangat kompetitif sekaligus mengedepankan nilai akhlak agar menghasilkan generasi yang cerdas yang berlandaskan imtaq dan iptek. Hal ini terbukti bahwa kontribusi pendidikan Muhammadiyah sejak dari PAUD sampai perguruan tinggi sangat berarti”.

Sementara itu dalam Keynote Speaker, Peraturan Presiden (Perpres) nomor 87 tahun 2017 tentang penguatan pendidikan karakter, dalam perpres ini disebutkan, penguatan pendidikan karakter yang selanjutnya disebut PPK adalah gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).

Senada hal tersebut Kepala Sekolah, Sri Sayekti S.Pd.,M.Pd “seminar ini bertujuan untuk membuka wawasan dan pemahaman guru serta kalangan pendidikan untuk mendorong tumbuhnya sekolah ramah anak dan sebagai jembatan pengimbasan penguatan pendidikan karakter SD Negeri atau swasta sekitar, sebagai amanah mencerdaskan kehidupan bangsa dengan tema peneguhan pendidikan karakter anak di sekolah dan terimakasih kepada Direktorat yang telah menghibahkan buku untuk mendukung gerakan literasi sekolah (GLS) dan penghargaan lomba pojok baca”. Humas Jatmiko.

Ibu Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd selaku Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta membuka acara

Pembukaan dengan pembacaan ayat suci al - qur'an oleh siswa SD Muhammadiyah 1 Kelan Surakarta
 
Penyerahan Buku Oleh Dr. Susanti Sufyadi, M.A. kepada Ibu Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd.

Pertunjukkan Tari Kukilo oleh Siswi SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta

Bp. Wahyono, M.Pd. mewakili Walikota Surakarta yang tidak dapat hadir pada acara tersebut

Bp. Drs. H. M. Joko Riyanto, SH., MM., MH. mewakili PDM Kota Surakarta memberikan sambutan

Bp. Wahyono, M.Pd. mempresentasikan tentang pentingnya pendidikan karakter pada anak dan membahas mengenai Perpres No. 87 Tahun 2017 .

( Kiri ) Bp. Yatimun mewakili Majelis Dikdasmen bersama Bp. Ahmad Sukidi.

Bp. Joko Riyanto memberikan presentasi pada acara tersebut.

Ibu Susanti Sufyadi menyampaikan presentasi tentang Pendidikan Karakter


Redaksi : Dwi Jatmiko ( SD Muhammadiyah 1 Surakarta )

Dokumentasi : Dwi Jatmiko ( SD Muhammadiyah 1 Surakarta )

Ketua

Drs. H. Tridjono
NBM. 498.374

Menu

Jadwal Sholat


jadwal-sholat

Kalender

Jam

Kategori

berita (11) Muktamar (4) Milad (1)

Kontak Kami

Email Kantor :
dikdaspdmsolo@yahoo.co.id
dikdasmenska@gmail.com

Email Admin :
Steve6853@gmail.com

Nomor Telp Kantor :
656942

Fax :
(0271)653025

Saran dan Kritik ( Mail Box )

Arsip Blog

Posting Populer

Kerjasama


Video Kelompok Paduan Suara di Halal Bihalal SMP Muhammadiyah 4 Surakarta

Kalender Hijriyah

Pengunjung

Flag Counter

DIKDASMEN

Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified