Tampilkan postingan dengan label AKM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AKM. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 November 2021

AKM memberikan pekerjaan baru bagi steakholder di sekolah. Penyelenggaraan AKM wajib dilaksanakan di tahun pelajaran 2021/2022. Hal ini mendorong semua aktivitas sekolah untuk prepare.   Masalah utama dihadapi hampir semua SD yaitu perangkat/Lab Komputer. Sebagian besar SD di Solo belum memilikinya. Pelaksanaan AKM dengan ANBK ( Asesmen Nasional Berbasis Komputer ).

Tekad dan Semangat tentu sangat menjadi prioritas sekoalah demi terselengaranya AKM melalui ANBK. Alhamdulillah atas petunjuk Alloh SWT. SD MUNISA ( SD Muhammadiyah 22 Sruni Saurakarta ) telah membangun Lab Multi Media/Lab Komputer. Keberadaan lab ini dengan tujuan memberikan layanan terbaik bagi peserta didik dalam melaksanakan ANBK. Selain itu dalam perjalanan dapat digunakan sebagai tempat peningkatan kapasitas guru dan pelatihan IT bagi peserta didik.

Foto diatas adalah Lab Multimedia/Lab Komputer SD MUNISKA terdiri :
-    16 unit Komputer
-    1 set LCD/Proyektor
-    Jarinag Internet.
Beaya pengadaan sekitar 75 juta

 Sosialisasi AKM bagi siswa Kelas V
 
Gladi bersih berlangsung lancar

Rabu, 20 Oktober 2021

SOLO – Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 1 Ketelan Solo bersiap asesmen nasional 2021. Asesmen Nasional tidak hanya mengevaluasi capaian siswa secara individu, tetapi mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan berupa input, proses, dan hasil.

Potret layanan dan kinerja tiap sekolah dari hasil Asesmen Nasional menjadi cermin untuk bersama sama melakukan refleksi mempercepat perbaikan mutu pendidikan nasional.

“Asesmen Nasional Tahun Ajaran 2021/2022 merupakan asesmen perdana yang akan dilaksanakan SD Muh 1 Solo berbasis komputer,” urai Sayekti di sela-sela ronda rutin lingkungan sekolah sekaligus merenungi nilai-nilai dari sifat-sifat Nabi Muhamamd SAW di Maulidur rasul 1443 Hijriyah, Selasa (19/10/2021).

Upaya menyukseskan asesmen nasional melalui berbagai upaya. Pertama, setiap satuan pendidikan melakukan pemutakhiran data melalui aplikasi dapodik. Kedua, verval NISN peserta didik. Ketiga, penetapan pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), dapat dilaksanakan mandiri atau menumpang.

“2 Ruang sudah kita siapkan. Ruang 1 menggunakan komputer laboratorium. Ruang 2 berada di kelas menggunakan 15 laptop. Sekretaris menyiapkan kartu meja, kartu siswa atau kartu login, jadwal simulasi, pengawas simulasi, daftar hadir siswa dan pengawas,” katanya.

Asesmen Nasional meliputi tiga hal yaitu AKM, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar. AKM mengujikan penguasaan kompetensi literasi membaca dan literasi numerasi.

Survei Karakter mengukur sikap, nilai, keyakinan dan kebiasaan yang mencerminkan karakter siswa. Sedangkan Survei Lingkungan Belajar mengukur kualitas berbagai aspek input dan proses belajar mengajar di kelas maupun tingkat sekolah.

Bagi pendidik, salah satu bekal menghadapi Asesmen Nasional adalah pemahaman tentang Asesmen Nasional itu sendiri. Pemahaman ini bisa didapatkan melalui Program Bimbingan Teknik (Bimtek) Guru Belajar Seri AKM. 

Program ini disusun dengan memadukan tahapan dan pendekatan modular yang memfasilitasi peserta melakukan personalisasi pembelajaran. Program bertujuan membekali guru pengetahuan dan pemahaman tentang Asesmen Nasional.

“Simulasi ANBK Tahun 2021 yang akan dilaksanakan pada hari Kamis – Jum’at, 21 – 22 Oktober 2021. AKM digelar berbasis komputer dan bersifat adaptif. Jika siswa menjawab benar, dilanjutkan soal yang lebih kompleks. Sebaliknya menjawab salah, maka soal berikutnya adalah soal yang lebih sederhana,” pungkas, Kepala Sekolah Penggerak, sambil tersenyum.

Humas, Jatmiko.

Selasa, 31 Agustus 2021

Menindaklanjuti kunjungan silaturahim SD Muhammadiyah Palur Program Khusus, Mojolaban, Sukoharjo di SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta beberapa pekan lalu, kedua sekolah mengadakan kegiatan try out Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) bersama, Sabtu (28/8/2021).

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan salah satu bagian dari Asesmen Nasional (AN) yang dirancang untuk mengukur pencapaian belajar kognitif, yaitu literasi dan numerasi. Asesmen Nasional akan dilaksanakan secara perdana pada bulan November 2021 oleh Kemendikbud Ristek RI. Untuk jenjang SD dipilih sejumlah 35 siswa kelas V berdasarkan data pokok pendidikan (Dapodik).

Andi Arfianto, Koordinator Sukses AKM SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, mengungkapkan bahwa kegiatan try out ini mengangkat tema "Mempersiapkan AKM Menuju Sekolah Berkualitas."

"Yang melatari kegiatan try out bersama ini adalah semangat fastabiqul khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan dan kolaborasi untuk mempersiapkan Asesmen Nasional yang insya Allah akan dilaksanakan pada bulan November 2021," kata Andi.

Menurutnya, jumlah soal yang diujikan dalam try out adalah 10 soal literasi dan 10 soal numerasi dengan model soal pilihan ganda, pilihan ganda komplek, menjodohkan, isian, dan uraian.

"Untuk teknis pelaksanaannya, siswa dikirim soft file soal kemudian diprint dan dikerjakan di rumah masing-masing, hasilnya difoto dan dikirimkan kepada guru," ujar Andi.

Sedangkan Nur Laili, Waka Kurikulum SD Muhammadiyah Palur Program Khusus, menyebutkan bahwa try out bersama ini sebagai upaya untuk mengenalkan siswa terhadap model-model soal AKM.

"Tujuan utamanya adalah untuk memperkenalkan model-model soal AKM dan memetakan kondisi siswa berdasarkan hasil try out," ungkapnya.

Karena AKM ini merupakan program baru dari Kemendikbud Ristek RI, Nur Laili berharap melalui try out siswa akan terbiasa menghadapi soal AKM yang menggunakan standar Higher Order Thinking Skills (HOTS).


Muhamad Arifin / Humas SD Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta 081329718196

Jumat, 20 Agustus 2021

SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta menerima kunjungan studi banding dari SD Muhammadiyah Palur Program Khusus (PK), Mojolaban, Sukoharjo, Kamis (19/8/2021).

Seperti diungkapkan oleh Kepala SD Muhammadiyah Palur PK, Supadi, bahwa kunjungan tersebut dalam rangka berbagi pengalaman terkait persiapan Asesmen Nasional (AN).

Dalam kunjungan tersebut, Supadi didampingi oleh Waka Kurikulum, Nur Laili, Waka Sarana dan Prasarana, Ari Kuncoro, serta perwakilan guru kelas IV dan V.

Waka Kurikulum SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, Esti Ambarwati, menyambut baik kunjungan silaturahim dari SD Muhammadiyah Palur PK. Menyambut kunjungan tersebut, ia didampingi oleh Waka Kesiswaan dan Humas, Muhamad Arifin, Waka Al Islam dan Kemuhammadiyahan, Atit Nur Ariyanna, serta Waka Sarana dan Prasarana, Andi Arfianto.

"Kami selalu gembira setiap kali menerima kunjungan dari sekolah lain, ini menunjukkan jalinan silaturahim yang erat untuk saling belajar dan menginspirasi demi meraih kejayaan bersama-sama" ungkap Ambar.

Lebih lanjut Ambar menyampaikan tentang kebijakan Asesmen Nasional yang mulai tahun ini digulirkan oleh Kemendikbud Ristek. Dalam paparannya, ia menyampaikan bahwa Asesmen Nasional (AN) merupakan kebijakan Kemendikbud Ristek yang bertujuan untuk memetakan sistem pendidikan berupa input, proses, dan hasil. 

"Asesmen nasional ini terdiri dari tiga bagian, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum atau AKM, survei karakter, dan survei lingkungan belajar," beber Ambar.

AKM dirancang untuk mengukur pencapaian belajar kognitif, yaitu literasi dan numerasi. Sementara survei karakter dirancang untuk mengukur pencapaian murid dari segi belajar sosial emosional yang akan menghasilkan Profil Pelajar Pancasila. Sedangkan Survei lingkungan belajar dirancang untuk mengevaluasi dan memetakan aspek pendukung kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah.

Terkait kesiapan menghadapi AN yang rencananya digelar pada bulan November 2021, sambungnya, sekolahnya sudah melakukan langkah-langkah persiapan, meliputi workshop sosialisasi AN menghadirkan pejabat Kemendikbud dan Dinas Pendidikan Kota Surakarta, penyusunan modul AN oleh tim guru,  validasi modul, serta uji coba AN untuk siswa kelas V.

"Sekolah kami sudah berupaya menyusun modul AN secara mandiri di semua level, yaitu level 1 untuk kelas 1 dan 2, level 2 untuk kelas 3 dan 4, level 3 untuk kelas 5 dan 6," kata Ambar.

Sedangkan menurut Andi Arfianto, Waka Sarana dan Prasarana sekaligus koordinator AN SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, menambahkan bahwa pengenalan dan pembiasaan AN akan dilakukan sejak kelas I. Hal ini dilakukan melalui pembelajaran yang dirancang untuk menumbuhkan keterampilan literasi dan numerasi berbasis pada Higher Order Thinking Skills (HOTS) serta berbasis karakter profil pelajar Pancasila.

"Asesmen Nasional merupakan kebijakan baru, jadi kita semua masih meraba-raba, tetapi prinsipnya, sekolah berupaya memberikan bekal kepada siswa terutama dari sisi teknis pelaksanaannya karena dilakukan secara daring," ujar Andi.

Ke depan, imbuhnya, meskipun Asesmen Nasional ini hanya diikuti oleh tiga puluh siswa kelas V yang dirilis Kemendikbud Ristek secara acak, tetapi akan menentukan mutu sekolah secara kelembagaan. 

"Untuk jangka panjang, langkah strategis yang harus dilakukan sekolah adalah membangun iklim akademik, terutama dalam proses belajar mengajar yang mengarahkan anak berpikir kritis, memiliki keterampilan literasi, numerasi, serta karakter yang kokoh, karena semua itu tidak bisa dilakukan secara instan," imbuhnya.

Di akhir kunjungan, Waka Kurikulum SD Muhammadiyah Palur PK, Nur Laili mengaku mendapatkan banyak informasi berharga terkait Asesmen Nasional.

"Silaturahim ini memacu semangat kami untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, sehingga siswa memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi, yang imbasnya pada suksesnya Asesmen Nasional," pungkas Laili.

Muhamad Arifin/ Humas SD Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta 081329718196

Selasa, 03 Agustus 2021

Sebanyak 82 siswa kelas V SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengikuti kegiatan Trial To Succses (TTS) AKM yang digelar secara online, Sabtu (31/7/2021).

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua siswa untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat. Terdapat dua kompetensi mendasar yang diukur AKM, yaitu literasi membaca dan literasi Matematika (numerasi).

AKM Nasional perdana rencananya akan digelar Kemendikbud Ristek Republik Indonesia pada bulan Oktober 2021dan diikuti oleh siswa kelas V. Karena program baru dan belum pernah dilaksanakan, maka SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta berupaya mensosialisasikannya kepada siswa.

Salah satu upaya mensosialisasikan kegiatan AKM tersebut adalah dengan menggelar kegiatan Trial To Succses (TTS) AKM secara online.

Rachmeida Auffa Sugiyarto, salah satu siswa kelas V yang mengikuti kegiatan TTS terlihat sangat semangat dan antusias, terbukti ia dapat menyelesaikan dan mengirim jawaban soal paling awal. 

"Alhamdulillah semua soal bisa saya kerjakan dengan mudah dan cepat karena karakter soal yang diujikan sudah pernah saya pelajari di hari sebelumnya,” ungkap Auffa.

Sedangkan Andi Arfianto, selaku koordinator sukses AKM, menyampaikan bahwa tujuan kegiatan TTS AKM adalah untuk mengenalkan ragam soal serta mendekteksi kemampuan awal siswa terkait pemahaman dan penguasaan soal–soal AKM yang berbasis High Order Thinking Skills (HOTS).

"Kegiatan ini rencananya diagendakan sepekan sekali, yaitu setiap hari Sabtu, soal TTS sebanyak 20 butir yang terbagi dalam dua kompetensi, yaitu literasi dan numerasi dengan ragam bentuk soal pilihan ganda, pilihan ganda komplek, menjodohkan, isian dan uraian," ujarnya.

Andi berharap kegiatan TTS AKM bisa memberi bekal kepada siswa kelas V untuk mempersiapkan AKM Nasional, sehingga sukses dalam pelaksanaan dan hasil.

Muhamad Arifin/ Humas SD Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta 081329718196

Jumat, 23 Juli 2021

SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta menggelar kegiatan Launching Modul bahan Belajar Daring (BBD) di studio sekolah, Jumat (23/7/2021. Kegiatan tersebut disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube SD Muhammadiyah Program Khusus kottabarat Surakarta.

Nursalam, selaku kepala sekolah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa launching modul BBD ini merupakan bentuk apresiasi terhadap para guru yang sudah bekerja keras dalam menyusunnya.

"Masa pandemi ini merupakan situasi sulit bagi dunia pendidikan, tetapi para guru di sekolah ini masih tetap bisa berinovasi, salah satunya dengan menyusun modul pembelajaran, yaitu Bahan Belajar Daring atau BBD," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penggunaan modul BBD ini bersifat saling melengkapi dan tidak bisa dipisahkan dengan video pembelajaran dari guru yang diunggah melalui kanal YouTube sekolah, maupun pembelajaran melalui Zoom Meeting.

"Bagi orang tua siswa, dengan adanya modul ini diharapkan menjadi lebih mudah di dalam mendampingi belajar anaknya selama di rumah," ungkapnya.

Elah Nurelah, Staf Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) Kemendikbud Ristek RI, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa pandemi Covid-19 telah membawa dampak secara teknis dan tata kelola dalam pendidikan yang mengharuskannya mengikuti kondisi kenormalan baru.

Menurutnya, salah satu langkah yang dilakukan para praktisi pendidikan dalam menghadapi situasi tersebut adalah dengan membuat modul bahan ajar, seperti yang dilakukan oleh para guru SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta dengan menyusun modul Bahan Belajar daring (BBD).

"Modul ini juga dilengkapi pengayaan literasi membaca dan numerasi Matematika yang tentunya akan mendukung peningkatan kualitas pendidikan sekolah yang berhubungan dengan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)," kata Elah.

Salah satu orang tua siswa sekaligus dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Murfiah Dewi Wulandari, sangat mengapresiasi langkah tanggap darurat dari SD Muhammadiyah Program Khusus kotta Kottabarat Surakarta dengan menyusun modul Bahan Belajar Daring.

Ia mengungkapkan salah satu yang menarik dari modul ini adalah adanya rubrik tanggapan dari siswa berupa gambar emoticon di setiap akhir pembelajaran.

"Siswa bisa memberi tanggapan terhadap proses pembelajaran dengan memilih emoticon yang tersedia, misalnya siswa memilih emoticon cemberut maka konsekuensinya guru harus memperbaiki pembelajaran pada kesempatan berikutnya," ungkapnya.

Turut hadir secara daring dalam kegiatan tersebut, Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta, Tridjono, serta pengawas Gugus 1 Kecamatan Laweyan Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Titik Sayekti.

Muhamad Arifin / Humas SD Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta 081319718196

Selasa, 13 Juli 2021

Sejumlah 82 siswa kelas V SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Kelas Baru (MPKB) secara daring melalui Zoom Meeting, Senin-Selasa (12-13/7/2021).

MPKB merupakan program sekolah yang dilaksanakan secara serentak dari kelas I - VI. Uniknya, dalam kegiatan ini, setiap kelas memiliki jargon yang berbeda dengan tujuan untuk memberi motivasi dan sebagai visi kelas.

Rini Dewi Puspita Sari, koordinator tim guru kelas V, menyampaikan bahwa untuk kelas V memilih jargon Kompeten, Literat, Berkarakter (KLB).
 
"Melalui jargon tersebut, seluruh siswa diharapkan dapat menjadi pribadi  yang terampil dalam memecahkan masalah (kompeten), terpelajar dan berwawasan luas (literat), serta memiliki kepribadian, akhlak, dan budi pekerti yang baik (berkarakter)," ungkapnya.

Siswa terlihat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan MPKB. Banyak siswa yang aktif bertanya saat kegiatan berlangsung, salah satunya Dhanu. Ia mengaku sangat senang dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan MPKB.

"Selain bisa bertemu dengan guru dan teman-teman secara virtual, ada yel-yel yang menarik dari jargon kelas V," ujarnya.

Kegiatan MPKB diawali dengan tahfiz dan murajaah yang dipimpin oleh Ustazah Tati Kuraesin, guru PAI kelas V, dilanjutkan perkenalan dengan tim guru pengampu, kontrak belajar, pembagian kelompok Pembimbing Akademik (PA), dan simulasi pembelajaran sesuai kelas masing-masing melalui Breakout Rooms.

"Hari terakhir MPKB diisi dengan simulasi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) sebagai persiapan kelas V dalam menghadapi AKM Nasional yang akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2021," imbuh Rini.

Muhamad Arifin / Humas SD Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta 081329718196

Sabtu, 03 Juli 2021

SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta menerima kunjungan studi banding dari SDIT Muhammadiyah Al Kautsar Kartasura, Jumat (2/7/2021).

Seperti diungkapkan oleh Kepala SDIT Muhammadiyah Al Kautsar Kartasura, Heru Nugroho, bahwa kunjungan tersebut dalam rangka sharing terkait persiapan Asesmen kompetensi Minimum (AKM) dan manajemen prestasi akademik maupun nonakademik.

Dalam kunjungan tersebut, Heru Nugroho didampingi oleh Waka Kurikulum dan Pengajaran, Yustri Mindaryani, koordinator AKM, Dedi Setiawan, dan koordinator prestasi, Abdurrahman.

Kepala SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, Nursalam, mengapresiasi kunjungan silaturahim dari SDIT Muhammadiyah Al Kautsar. Menyambut kunjungan tersebut, ia didampingi oleh Waka Kurikulum, Esti Ambarwati, dan Andi Arfianto, Waka Sarana dan Prasarana.

"Sekolah kami sangat terbuka menerima kunjungan untuk belajar dan saling menginspirasi untuk meraih kemajuan bersama," ungkapnya.

Menanggapi tim SDIT Muhammadiyah Al Kautsar yang ingin sharing manajemen AKM, Esti Ambarwati, Waka Kurikulum SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat mengungkapkan bahwa sekolahnya sudah menyusun langkah-langkah strategis untuk menghadapi AKM Nasional yang rencananya dilaksanakan secara perdana pada bulan Oktober 2021.

Menurutnya, tahapan yang sudah dilakukan oleh sekolahnya, meliputi workshop sosialisasi AKM menghadirkan pejabat Kemendikbud dan Dinas Pendidikan Kota Surakarta, penyusunan modul AKM oleh tim guru,  validasi modul, serta uji coba AKM.

"Sekolah kami sudah menyusun modul AKM semua level, yaitu level 1 untuk kelas 1 dan 2, level 2 untuk kelas 3 dan 4, level 3 untuk kelas 5 dan 6," kata Ambar.

Ia juga menambahkan bahwa pengenalan dan pembiasaan soal AKM akan dilakukan sejak kelas I. Hal ini dilakukan karena soal AKM, untuk keterampilan literasi dan numerasi bersifat Higher Order Thinking Skills (HOTS). 

"Mendidik anak berpikir kritis dan memiliki keterampilan literasi, numerasi, serta karakter tidak bisa dilakukan secara instan, tetapi harus melalui proses tahapan pembelajaran yang juga mendukung ke arah penguasaan keterampilan tersebut," imbuhnya.

Terkait manajemen prestasi sekolah, Ambar menyampaikan bahwa sekolah sudah memetakan potensi, bakat, dan prestasi siswa sejak kelas I, kemudian data tersebut ditindaklanjuti oleh tim lomba untuk dilakukan pembinaan sampai mereka siap untuk maju dalam berbagai perlombaan," pungkasnya.

Di akhir kunjungan, Kepala SDIT Muhammadiyah Al Kautsar mengaku mendapatkan banyak manfaat dan berharap kunjungan ini bisa memotivasi sekolahnya untuk sukses AKM dan prestasi.

Muhamad Arifin/ Humas SD Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta 081329718196

Rabu, 23 Juni 2021

Menyongsong tahun ajaran baru 2021/2022, SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta terus mematangkan persiapan fisik dan nonfisik.

Persiapan fisik meliputi pemenuhan sarana protokol kesehatan, pembenahan fisik bangunan, dan sarana sanitasi. Sedangkan non fisik meliputi simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dan workshop penyusunan perangkat pembelajaran.

Salah satu yang menjadi fokus dalam workshop penyusunan perangkat pembelajaran adalah pembuatan modul bahan belajar untuk siswa.

Pada tahun ajaran 2020-2021 yang lalu, di mana pembelajaran dilaksanakan secara daring penuh, sekolah memproduksi konten video pembelajaran yang diunggah di kanal YouTube dan melengkapinya dengan modul bahan belajar daring (BBD) untuk pegangan siswa di rumah.

Sesuai hasil hasil evaluasi akhir tahun, modul  bahan belajar tersebut akan direvisi dan disempurnakan. Penyempurnaan meliputi sistematika penulisan, pengayaan isi, dan penambahan suplemen Asesmen Kompetensi Minimum (AKM).

Andi Arfianto, Wakasek Bidang Sarana dan Prasarana, mengungkapkan bahwa penyusunan modul ini dilakukan oleh tim guru kelas 1-6.

"Kami berinisiatif menyusun modul bahan belajar secara mandiri karena menyesuaikan analisis kebutuhan materi pembelajaran di masa pandemi dan mempermudah interaksi siswa dengan guru karena modul disusun oleh guru sendiri," ujarnya.

Ia juga memprediksi, jika pembelajaran tatap muka benar-benar dilaksanakan, bisa dipastikan akan dilakukan secara terbatas. Oleh karena itu, sekolahan mengantisipasinya dengan tetap memproduksi video pembelajaran yang kontennya merujuk pada modul yang sudah disusun oleh guru, serta menambah fasilitas Zoom Meeting.

"Untuk jangka panjang, kami menargetkan modul ini bisa terus disempurnakan dan menjadi bahan pegangan utama siswa, sehingga sekolah tidak lagi ketergantungan dengan penerbit karena sudah bisa memproduksi modul sendiri," pungkasnya.

Muhamad Arifin/Humas SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta 081329718196

Rabu, 30 Desember 2020

SOLO – SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Jawa Tengah gelar webinar secara virtual melalui Zoom Clouds Meeting.

Acara diikuti 64 guru karyawan, Ketua Majelis Dikdasmen, Pengawas Korwil III Kecamatan Banjarsari.

“Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dijelaskan tuntas Dra Zul Arsiah Msi Perekayasa Madya-Pusat Asesmen dan Pembelajaran Balitbang dan Perbukuan serta Pembelajaran Akun oleh Wibowo Mukti  dari Pusdatin Kemdikbud RI, serta luncurkan #sekolahmenyapa satu guru hebat wajib punya Channel Toutube,” beber Kepala Sekolah Hj Sri Sayekti MPd, Rabu (30/12/2020).

Zul Arsiah menjelaskan Asesmen Nasional 2021 adalah pemetaan mutu pendidikan pada seluruh sekolah, madrasah, dan program kesetaraan jenjang dasar dan menengah.

Mutu diukur menggunakan 3 instrumen. Pertama, Asesmen Kompetensi Minimum mengukur literasi membaca dan numerasi sebagai hasil belajar kognitif.

Kedua, Survei Karakter mengukur sikap, kebiasaan, nilai-nilai (values) sebagai hasil belajar non-kognitif.

Ketiga, Survei Lingkungan Belajar mengukur kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran.

 “Diikuti oleh murid, guru, dan kepala satuan,” ujarnya.

Menurutnya Hasil Asesmen Nasional 2021 tidak digunakan untuk menilai prestasi murid ataupun kinerja guru dan sekolah. 

Laporan hasil Asesmen Nasional 2021 diberikan kepada guru dan sekolah sebagai alat untuk melakukan evaluasi diri dan perbaikan pembelajaran.

“Murid, orangtua, guru, dan sekolah tidak perlu cemas dan tidak perlu melakukan persiapan khusus untuk menghadapi Asesmen Nasional,”tegasnya.


Biasanya, sambung dia, alokasi waktu jenjang SD/MI hari pertama tes literasi 75 survey karakter 20 menit dan hari kedua tes numerasi 75 menit serta survei lingkungan belajar 20 menit.

Menurutnya, pemanfaatan hasil AKM. AKM tidak mengukur secara spesifik capaian belajar pada mata pelajaran, namun pelaporan hasil AKM dapat dimanfaatkan untuk perbaikan proses pembelajaran mata pelajaran.

“Pelaporan tingkat kompetensi dapat dimanfaatkan guru berbagai mata pelajaran untuk menyusun strategi pembelajaran yang efektif dan berkualitas. Guru diharapkan menyesuaikan pembelajarannya sesuai tingkat kompetensi murid,” terangnya.

Sementara itu, Wibowo Mukti  dari Pusdatin Kemdikbud RI menjelaskan Akun Pembelajaran merupakan akun elektronik yang memuat nama akun (user ID) dan akses masuk akun (password) yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Dimanfaatkan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan sebagai akun mengakses layanan/aplikasi pembelajaran berbasis elektronik.

“Bertujuan mendukung kegiatan Belajar Dari Rumah di masa pandemi, mendukung proses pembelajaran di satuan pendidikan melalui penerapan teknologi informasi dan komunikasi,”ucapnya penuh semangat.

Humas, Jatmiko.

Sabtu, 14 November 2020

SMA Muhammadiyah 1 Surakarta menyelenggarakan rapat dinas, Jumat,13 November 2020 rapat yang berisi sosialisasi Assesmeen Kompetensi Minimum (AKM), Asesmen Nasional (AN)  dan PPDB tahun pelajaran 2021/ 2022 serta pembinaan oleh kepala sekolah, Dr. Rahayuningsih, S.Pd., M.Pd. Adapun urutan acara sebagai berikut, kegiatan dibuka oleh MC, Suratman dengan membaca Basmallah tepat pukul 08.00. setelah pembukaan kemudian diisi kultum oleh Achmad Toha. Beliau menyampaikan tentang pentingnya ketaatan pada seorang pemimpin dan dalam kultumnya beliau juga menyampaikan agar kita senantiasa saling menghormati dan selalu mengajak kepada kebaikan.

Setelah kultum kemudian dilanjutkan dengan acara pembinaan oleh kepala sekolah. Dalam pembinaannya, beliau, Rahayuningsih menyampaikan agar setiap guru dan karyawan senantiasa melaksanakan tugasnya sesuai dengan tupoksi masing-masing. Selain itu beliau juga memaparkan mengenai teknis pelaksanaan penerimaan peserta didik untuk tahun pelajaran 2021/2022. Dalam menutup pembinaannya, kepala sekolah meminta agar seluruh guru karyawan selalu menjaga ukhuwah agar kehidupan di lingkungan kerja terasa lebih hangat dan nyaman.

 

Setelah pembinaan dilanjutkan dengan IHT mengenai  Assesmeen Kompetensi Minimum (AKM), Asesmen Nasional (AN) yang dipaparkan oleh wakil kepala sekolah bagian kurikulum, Iwan Wuriyanto. Dalam paparannya, beliau menyampaikan agar bapak ibu guru mempersiapkan segala sesuatunya yang berkaitan dengan AKM dan AN. Kegiatan rapat dinas ditutup dengan pemaparan mengenai teknis penerimaan peserta didik yang disampaikan oleh wakil kepala sekolah bagian kesiswaan, Suratman.

Ketua

Dr. Mohamad Ali, S.Ag., M.Pd
NBM. 887.570

Menu

Jadwal Sholat


jadwal-sholat

Kalender

Jam

Berita Umum

Posting Populer

Inovasi Pendidikan karakter anti korupsi SD Muhammadiyah 1 Ketelan

Informasi


Kalender Islam

Kalender Hijriyah

Unduh - Download

>> Surat Pernyataan Tidak Terjadi Konflik 2021
>> Instrumen Data Sekolah 2021
>> Form Input PTK GTK Cabdin
>> Ceklist Persyaratan PTK Baru SMA, MA,SMK
>> Ceklist Persyaratan PTK Baru SD, SMP
>> Ceklist Persyaratan PTK Baru PAUD TK
>> Rekap Form Excel Pengajuan Input PTK Baru TK, PAUD, SD, SMP
>> Materi 1 BLC
>> Materi 2 Pengenalan HTML (BLC)
>> Materi 2 Web Editor (BLC)
>> News Template
>> Pro News Template
>> Materi 3 BLC ( Membuat Email )
>> Materi 3 BLC ( Membuat Blog )
>> Blangko Pengajuan SK GTT/PTT
>> Blangko Pengajuan SK GTY/PTY
>> Instrumen Sekolah 2015
>> Memasang Link Di Pada Blog Wordpress
>> Menambah Header di Blog (Blogger)
>> Materi 4 BLC ( Membuat Blog Dengan Wordpress )
>> Materi 5 BLC ( CMS )
>> Tutorial CMS Balitbang
>> Materi 6 Localhost CMS Balitbang
>> Materi 8 Cloud Storage
>> Blangko Biodata Guru Agama Islam ( PAI )
>> Materi 9 Pembuatan Header Website
>> Blangko PPDB 2016 / 2017
>> Pengantar PPDB 2016 / 2017
>> Menambahkan Feed Rss Pada Halaman Website
>> Materi Tahsin Perguruan Muhammadiyah
>> Skrip .php untuk Feed RSS CMS Balitbang
>> Materi Google Form atau Formulir Online
>> Materi Desember 2016
>> Jadwal UTS Genap Ciri Khusus SD
>> Blangko Data Bantuan Sekolah 2016
>> Jadwal UAS ( SEKOLAH ) Ciri Khusus SMP/Mts, SMA/MA, SMK 2016/2017
>> Materi Penguatan Kepala Sekolah Tawang Mangu
>> Pengembangan Kurikulum ISMUBA 2017
>> Olimpiade Ahmad Dahlan 2017
>> Kalender Pendidikan Muhammadiyah Provinsi Jawa Tengah Tahun Pelajaran 2022 / 2023
>> Kisi - Kisi Akhlaq SMK Ciri Khusus 2017 / 2018
>> Form Data Bantuan dan Prestasi Sekolah 2018
>> Pelatihan SPMU
>> Kalender Pendidikan Dikdasmen PWM Jateng 2018 / 2019
>> Instrumen Data Sekolah 2019
>> Rekaman Irama Nahawand
>> Blangko RKAS 2021
>> Surat Tarik PTK Dinas / Mutasi
>> Form Input PTK GTK Cabdin
>> Syarat Pengajuan SK Yayasan
>> Landasan Hukum Muhammadiyah ( 2016 )
>> KISI US ISMUBA WILAYAH 2022
>> BLANGKO DAYA TAMPUNG PENGGEMBIRA MUKTAMAR 48 TAHUN 2022
>> BLANGKO PAKTA INTEGRITAS
>> BLANGKO RKAS 2022/2023
>> EDARAN MENCHANDISE MUKTAMAR KE - 48
>> Syarat Pengajuan NUPTK JULI - DESEMBER 2022
>> Form Isian Data 2022 / 2023
>> Logo Musyda 2023
>> Lampiran Musyda Dikdasmen 2023
>> SYARAT DAPODIK 2023
>> BADAN HUKUM MUHAMMADIYAH PART 1
>> BADAN HUKUM MUHAMMADIYAH PART 2
>> DAFTAR PCM 2022 - 2027
>> Badan Hukum Muhammadiyah 2024
>> Maklumat PP Muhammadiyah Ramadhan 1446 H / 2025 M
>> JADWAL WAKTU SHOLAT BULAN RAMADHAN 1446 H / 2025 M

Pengunjung

Flag Counter