Senin, 28 Juni 2021

Pentingnya Pengajaran Sesuai Tingkat Kemampuan

SOLO – Peserta didik Kita mengalami kesulitan saat  mengerjakan tugas yang  harusnya sudah dikuasai  olehnya? Mengapa hal tersebut  terjadi? Tentunya jawaban untuk pertanyaan tadi, memiliki banyak  faktor masalah.

Namun salah satu yang bisa menjadi akar  masalah dari kejadian tersebut adalah level atau tingkat capaian  ataupun kemampuan dari peserta didik tersebut yang  belum tepat dengan capaian belajar yang diharapkan.

Demikian disampaikan Tim Komite Pengajaran Sekolah Penggerak SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta Rusmawardah SPsi SPd dalam In House Training (IHT) yang dilaksanakan tatap muka di aula sekolah sehat, Sabtu (26/6/2021).

”Pembelajaran yang tepat untuk peserta didik harus disesuaikan dengan tingkat kemampuan dari peserta didik  tersebut,” katanya menguraikan pengajaran yang sesuai dengan  capaian dan tingkat kemampuan.

Dijelaskan, Pengajaran sesuai dengan capaian atau tingkat kemampuan, merupakan sebuah pendekatan belajar yang mengacu pada tingkatan capaian  atau kemampuan peserta didik. 

Seringkali disebut juga sebagai Teaching at  the Right Level (TaRL), Pendekatan pembelajaran ini tidak mengacu pada tingkatan kelas Pembelajaran dibuat disesuaikan dengan capaian, tingkat kemampuan,  kebutuhan peserta didik, untuk mencapai capaian pembelajaran yang  diharapkan. Ini adalah bentuk implementasi yang sesuai dengan filosofi Pendidikan Ki  Hadjar Dewantara.

“Dengan memperhatikan capaian,tingkat kemampuan,  kebutuhan peserta didik sebagai acuan untuk merancang pembelajaran, maka  kita melakukan segala upaya kita untuk berpusat pada peserta didik,” tambah Rusmawardah.

Sekilas mengenai pengajaran sesuai dengan capaian atau tingkat kemampuan. Tujuan pengajaran dengan  menggunakan pendekatan ini adalah  penguatan kemampuan numerasi dan  literasi pada peserta didik, serta  pengetahuan pada mata pelajaran  yang menjadi capaian pembelajaran.

Peserta didik tidak terikat pada  tingkatan kelas. Namun  dikelompokkan berdasarkan fase  perkembangan ataupun sesuai dengan  tingkat kemampuan peserta didik yang  sama. Setiap fase, ataupun tingkatan tersebut  mempunyai capaian pembelajaran yang  harus dicapai. Proses pembelajaran  peserta didik akan disusun mengacu pada  capaian pembelajaran tersebut, namun  disesuaikan dengan karakteristik, potensi,  kebutuhan peserta didiknya.

“Kemajuan hasil belajar akan ditentukan  berdasarkan evaluasi pembelajaran.  Peserta didik yang belum mencapai  capaian pembelajaran di fasenya, akan  mendapatkan pendampingan oleh  pendidik untuk bisa mencapai capaian  pembelajarannya,” pungkas Rusmawardah.

Kontributor, Jatmiko.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar